Quennevia

Quennevia
Dua Jiwa Yang Bersatu



Kini Seretia sudah ada di depan mereka, berdiri dengan tubuh yang hidup dan menatap mereka secara langsung. Para kepala keluarga itu pun langsung berlutut didepan nya, membuat Seretia tersenyum puas ketika melihat itu.


" Leluhur, selamat datang kembali. " ucap Lorenzo dan Seriana yang menyambutnya dengan sangat senang.


" Yah, rasanya menyenangkan sudah hidup kembali. Kulihat banyak orang yang masih setia kepada klan kita ya... Seriana. " sahut Seretia.


" Huhu... Tentu saja, mereka adalah yang paling setia dan paling kuat. " jawab Seriana.


" Suatu kehormatan bagi kami, bisa bertemu dengan anda, Nyonya. " ucap Reeth mewakili para kepala keluarga itu.


" Senang bisa bertemu dengan kalian. " ucap Seretia pula menimpali.


Disisi lain, Lorenzo saat ini hanya menatap Quennevia yang kini masih ada di atas altar sana, terbaring dengan tubuh berlumuran darahnya sendiri. Quennevia tak bergerak sedikit pun, matanya terpejam dengan sempurna terlihat sangat damai.


Lorenzo tahu kalau saat ini Quennevia sedang sekarat, dia ingin menyelamatkan nya dan menempatkan nya di sisinya, namun ia tidak tahu bagaimana caranya menyelamatkan orang yang sedang sekarat. Apalagi Quennevia yang saat ini, tubuhnya akan menolak sihir penyembuhan apapun yang diarahkan kepada nya. Bahkan kekuatan regenerasi dari jantung iblisnya pun tidak dapat menyembuhkan Quennevia.


Seretia yang tahu hal itu pun memberi kode mata kepada Seriana, yang langsung dimengerti oleh nya. Seriana pun keluar dari raungan itu bersama para kepala keluarga yang lainnya, meninggalkan Seretia dan Lorenzo disana. Sementara itu Seretia sendiri berjalan menghampiri Lorenzo.


" Ada apa Lorenzo?? Apa kau khawatir dengan kekasih kecilmu itu??. " tanya Seretia.


" Anda tahu pasti apa yang saya rasakan saat ini, Leluhur. " ucap Lorenzo menimpali.


" Tenang saja, aku punya jalan keluar nya. Saat kalian berusaha mengeluarkan ku dari tubuhnya itu, aku juga membawa keluar seseorang yang bisa membantunya kemudian. " sahut Seretia.


Seretia mengeluarkan sebuah kalung dari tangannya, kalung merah milik Quennevia dari Ethan tepatnya. Quennevia sendiri tidak tahu bagaimana kalung itu bisa ia bawa, tadinya Quennevia berniat menyimpan nya di menara. Namun Seretia sempat merasuki nya sementara tanpa ia ketahui waktu itu dan membawa kalung itu, sebagai wadah.


Seretia pun menghancurkan kalung itu untuk mengeluarkan seseorang yang ia maksud itu dari kalung tersebut. Yang tidak lain tidak bukan adalah Sirius.



Sirius yang telah keluar dari kalung tersebut pun membuka matanya, dan langsung menatap kearah Seretia dengan tajam. Padahal semua baik-baik saja ketika Quennevia ada di tepi jurang itu, namun Seretia tiba-tiba menarik paksa jiwanya tanpa sepengetahuan Quennevia.


Meskipun Quennevia sendiri merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuhnya saat itu, tapi ia tidak tahu kalau jiwa Sirius menghilang dari tubuhnya dan berpindah ke kalung itu.


" Jangan tatap aku seperti itu, yang labih penting sekarang adalah Quennevia, benar bukan?? Atau kau lebih suka jika dia ikut mati bersama mu??. " ucap Seretia.


Sirius hanya bisa mengertakan giginya, " Dasar kep*rat!. " umpat Sirius masih dengan menatap Seretia penuh kebencian.


Tapi kemudian ia pun berbalik kearah Quennevia dengan buru-buru, Sirius tahu jika Quennevia tidak akan bisa menunggu lagi, ia akan melakukan penyatuan jiwanya dengan Nevia saat ini dan di sini juga. Sirius pun berkonsentrasi dengan kekuatan nya untuk melakukan hal itu, tubuhnya mulai bersinar dan perlahan-lahan memudar.


" Nevia, aku sangat senang bersama dengan mu, meskipun agak aneh karena sebenarnya kita satu orang yang sama, sih. Tapi tetap saja, itu sangat menyenangkan. " ucap Sirius, ia pun mendekatkan kepala nya kepada Quennevia dan menyatukan kening mereka.


" Sekarang kita akan bersatu, jadi tidak akan ada perpisahan, hanya saja kita tidak akan bisa bicara seperti biasanya lagi. Tapi jangan lah sedih... aku.. akan selalu bersamamu.. Selamanya.. " ucapnya pula.


Kemudian dengan langkah terakhir penyatuan jiwa mereka, dari bibir ke bibir (intinya kaya ciuman gitu•_•), dan sesudahnya Sirius pun benar-benar menghilang dari sana. Partikel-partikel cahaya dari tubuh Sirius tadi pun masuk ke dalam tubuh Quennevia, perlahan-lahan menyembuhkan luka nya juga menyelamatkan nyawanya.


Air mata pun juga jatuh dari mata Quennevia, seolah tahu kalau Sirius sudah menghilang dan bersatu dengan dirinya. Sebentar lagi dirinya juga akan menghilang, dan digantikan oleh jiwa baru yang terlahir dari penggabungan nya dengan Sirius.


*******


Disisi lain, Yulles dan juga yang lainnya saat ini masih tak jauh dari tempat mereka kehilangan Quennevia sebelum nya. Meraka ada di sebuah gua yang dibuat untuk mengelabui para klan Retia yang masih berkeliaran dibantu oleh teknik ilusi Ryohan. Padahal beberapa mengalami luka yang cukup parah setelah serangan Freon waktu itu, terutama Ethan yang sampai sekarang masih belum sadar.


Dia menahan serangan itu sendirian, padahal harusnya mereka melakukan nya bersama namun Ethan benar-benar nekat, untungnya nyawanya tertolong berkat Niu. Dan yang mengalami luka paling ringan diantara mereka, tentu saja hanya Beatrice seorang, kan dia sama sekali tidak ikut bertarung.


Beatrice berada cukup jauh dari mereka, namun tidak terlalu jauh juga, karena Arkan yang kesal mengancam Beatrice sebelumnya. Arkan bilang, jika dia berani mendekati mereka satu langkah saja dari tempat nya saat ini, maka dia tidak akan segan lagi kepadanya.


" Kita harus cepat menyelamatkan Quennevia. " ucap Haika.


" Iyah, tapi saat ini saja kita tengah bersembunyi dari orang-orang diluar sana karena banyak yang terluka. Kurasa kita harus minta bantuan du-..." sahut Yulles yang terpotong, dia tersentak sendiri padahal tidak ada apapun.


" Ada apa, Tuan Yulles??. " tanya Oscar yang merasa aneh melihat nya.


" En-Entahlah... Rasanya, aku seperti merasakan hawa keberadaan yang aneh tidak terlalu jauh dari sini, hanya sekitar satu kilometer. " jawab Yulles dengan gugup saat ini.


" Hawa keberadaan aneh?? " ucap Niu dan Meliyana serempak.


" Satu kilometer dari sini?? Apakah maksud anda adalah tempat dimana Quennevia berasa saat ini, tempat yang dijadikan markas sementara oleh klan Retia??. " tanya Yuki pula.


Yulles hanya mengangguk mengiyakan ucapan Yuki, dan itu malah semakin membuat mereka yang mendengar nya jadi khawatir. Setelah sebelumnya meraka khawatir ketika mendengar kata-kata Yulles.


" Kalau begitu Quennevia sedang dalam bahaya. " ucap Ryohan.


" Kita harus segera pergi menyelamatkan nya. " ucap Arkan yang langsung bangkit berdiri dari duduknya.


Namun mereka malah dikejutkan dengan kedatangan tidak terduga, dari Yue, Xi dan juga Kagura. Mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju Akademi, saat Yue tiba-tiba jadi gelisah dan juga pergi memutar arah.


" Kalian??.... " ucap Haika menggantung.


" Master!! Dimana Master!.. " ucap Yue dengan menggebu-gebu ketika berubah ke wujud manusia nya.


" Apa yang terjadi kepada Kakak??. " tanya Kagura pula.


" Kami kehilangan nya, dia dibawa oleh Lorenzo. " ucap Niu merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Quennevia, padahal sudah berjanji dia akan melindungi Quennevia.


" Katakan mereka pergi ke mana?!!. " desak Yue pula.


" Te.. Tenang dulu, Lorenzo pasti tidak akan melakukan apapun yang membuat Quennevia terluka, karena dia menyukai Quennevia, ya kan. Sebenarnya ada apa Yue??. " tanya Oscar.


Namun Yue langsung menangis setelah Oscar berkata begitu, tadi saja dia bertanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Hiks.. Aku.. aku kehilangan kontak dengan Master.. Hiks.. padahal kami sudah buat perjanjian. " ucap Yue sambil menangis.


Tentu saja mendengar hal itu langsung membuat mereka sangat syok, seseorang yang sudah membuat kontrak dengan spirit animal tidak mungkin bisa diputuskan begitu saja. Itu karena keduanya saling terhubung satu sama lain, jadi Yue bisa tahu kalau terjadi sesuatu kepada Quennevia.


Hal itu membuat mereka semakin gelisah, kecuali orang dibelakang sana (Beatrice) yang sedari tadi hanya diam saja, dia malah berharap jika itu benar.


" Tidak mungkin... Jika kontak mu dengan Quennevia menghilang, tidak mungkin kan.... " ucap Meliyana berusaha menyangkal apa yang ada di pikirkan nya saat ini.


" Tidak!! Master masih hidup, dia pasti masih hidup!!. " ucap Yue.


" Yue, tenang lah. " ucap Xi yang mendekati Yue.


" Kau membuat perjanjian dengan jiwa Nevia, bukan?? Jika kau kehilangan kontak dengan nya bukan berarti dia mati, aku juga merasakan keberadaan Seretia saat dalam perjalanan kesini. Artinya dia sudah dibebaskan dari tubuh Quennevia, maka hanya ada satu kemungkinan... " jelas Xi pula.


" Mungkinkah.. Jiwa kakak Nevi dan kakak Sirius sudah bergabung!. " ucap Kagura yang diangguki oleh Xi, dan itu malah membuat mereka yang mendengar nya lagi-lagi terkejut.