
Masih di hutan spirit, setelah mendapatkan permintaan yang diterima oleh mereka. Quennevia, Niu dan Oscar segera kembali untuk mendapatkan imbalan, tapi sebelum itu mereka malah mengganti jalur karena Quennevia merasakan sesuatu.
" Nevia, memangnya apa yang kau rasakan??. " tanya Niu, dia sangat penasaran kenapa Quennevia sangat serius menanggapi nya.
" Hanya merasakan sedikit aura milik seseorang. " sahut Quennevia, padahal sebenarnya dia mengikuti arahan Everon yang sebenarnya merasakan nya.
Itu karena aura nya sangat tipis jadi tidak bisa Quennevia rasakan, sepertinya dia harus lebih giat berlatih lagi dengan naga tua itu.
" Haha... Maaf, Everon. Aku tidak bisa bilang kalau di dalam tubuhku ada naga, kan. " ucap Quennevia, dia berkomunikasi dengan Everon menggunakan telepati.
" Huh, memangnya apa yang akan mereka lakukan jika tahu ada naga di tubuhmu??. " tanya balik Everon.
" Aku tidak mau dianggap senjata dan tentunya kau juga tidak mau, kan??. " sahut Quennevia pula.
Tapi Everon hanya diam dan tidak membalas perkataan nya lagi. " Kuanggap itu 'iya'. " dan Quennevia mengambil kesimpulan itu.
Mereka terus berjalan cukup jauh dari jalan pertama mereka masuk tadi, hingga mereka tiba di sebuah gua yang besar dan gelap.
" Hei, naga tua. Apa disini??. " batin Quennevia, mencoba bicara dengan Everon lagi.
" Benar, masuk dan lihatlah ada harta apa di dalam sana. " sahut Everon.
Sebenarnya Quennevia agak ragu untuk masuk, gua itu terlihat sangat besar pasti akan sangat sulit mencari harta apa itu yang ada didalam sana.
" Anu... Apa kita harus masuk?? Gua ini terlihat menyeramkan.. " ucap Niu, dia tidak suka dengan suasananya.
" Kenapa?? Apa kau takut??. " sahut Oscar berusaha menggoda Niu, yang hanya dibalas tatapan kesal darinya.
" Jika kalian tidak mau masuk biar aku saja. " ucap Quennevia, yang langsung mendapat penolakan dari mereka berdua.
" Tidak, tidak. Jangan masuk sendirian, bagaimana jika ada sesuatu di dalam sana. Bagaimana jika ada hantu yang keluar, mungkin juga iblis, ular, beruang, naga... " ucap Niu yang ketakutan.
Quennevia menatapnya dengan tenang dan Oscar juga tidak membiarkan nya masuk sendirian, padahal dalam hati Quennevia tertawa terbahak-bahak karena melihat Niu yang seperti itu, apalagi saat dia mengatakan berbagai hewan yang menakutkan baginya.
" Hahahaha.... Kau dengar itu, sudah kubilang dia akan takut. Apalagi saat tau ada naga di dalam tubuhku... Hahahahha.... " batin Quennevia.
Everon hanya berekspresi datar mendengar itu dan juga tawa Quennevia meski menjengkelkan saat ledekan dari Quennevia itu muncul. Nampaknya harga dirinya akan samain terluka jika terus bersama dengan gadis itu, tapi dia juga sangat tertarik padanya.
" Sudahlah, kalau begitu kita masuk bersama saja. " ucap Quennevia kepada mereka berdua.
Akhirnya mereka pun kembali masuk bertiga, di dalam sana sangat gelap. Hingga Oscar harus menyalakan api di tangannya untuk menerangi jalan mereka. Tidak lupa Quennevia juga memberi tanda di dinding tempat itu, jika saja mereka tersesat nantinya.
" Ughh... Rasanya gua ini tidak ada ujungnya. " ucap Niu, saat mereka cukup lama berjalan.
" Kau benar, sepertinya kita hanya berputar-putar. " sahut Quennevia, dia meraba dinding yang sudah ada tanda disana. " Kita sudah melewati tempat ini sebanyak 4 kali. " lanjutnya.
" Apa?? Apa artinya kita tersesat??. " tanya Niu yang terkejut mendengar itu.
" Tidak, aku masih mendengar suara angin dari sini. Sepertinya kita kembali ke tempat awal kita masuk. " sahut Oscar menimpalinya.
" Kalian mundur sebentar. " ucap Quennevia, untuk memastikan Niu dan Oscar pun menurutinya.
Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Quennevia, tapi mereka ingin melihat nya. Quennevia pun mulai fokus mengatur kekuatan nya, dan saat dia membuka matanya... Area didepan mereka pun retak, dan hancur berkeping-keping seperti kaca.
" He.. Hebat. " batin Niu, semakin dia melihatnya Quennevia benar-benar sangat hebat.
" Seberapa besar kemampuan nya, yang sebenarnya??. " bahkan Oscar juga sangat kagum dengan itu.
Niu dan Oscar sangat kagum melihat nya, bahkan teknik ilusi seperti itu bisa dihancurkan nya dengan sangat mudahnya. Dia benar-benar berbeda dari rumor yang biasanya mereka dengar dari mulut orang-orang.
" Menakjubkan, kau benar-benar sangat hebat, Nevia. " ucap Niu, dia melirik Quennevia dengan sangat terkejut, begitupun dengan Oscar.
Quennevia mengeluarkan darah dari mulutnya, sepertinya efek karena dia menggunakan kekuatan iblis yang ia miliki untuk menghancurkan ilusi itu.
" Apa kau terluka??. " tanya Niu.
Mereka berdua sangat khawatir melihat nya seperti itu, membuat Quennevia pun langsung mengelap darah itu dan tersenyum kepada mereka.
" Aku baik-baik saja. " ucapnya. Dia sudah terbiasa memberikan senyuman setelah mendapatkan perlakuan tulus ditempat ini, dan dia tahu kalau dua orang yang bersamanya ini benar-benar tulus padanya.
Dia pun mengajak mereka kembali melanjutkan perjalanan ke dalam gua itu. Setidaknya sekarang satu rintangan sudah hilang, dia hanya perlu melihat ada apa di dalam gua itu.
" Apa sekuat itu ilusi nya sampai kau menggunakan kekuatan jantung iblis mu??. " tanya Everon dalam kepalanya setelah melihat apa yang terjadi.
" Jika seseorang tidak mencuri energi pelatihan ku, aku juga tidak akan menggunakan nya. " sahut Quennevia dengan ekspresi datar.
" Setidaknya untuk ilusi lemah seperti itu kau sudah bisa menghancurkan nya dengan kekuatan mu sendiri. " Jawab Everon pula.
" Mudah bagimu mengatakan nya. Sudahlah, aku tidak mau berdebat. " Akhirnya Quennevia yang menghentikan debat mereka, jika tidak mereka akan terus berdebat hingga keluar dari gua itu.
Tidak lama kemudian mereka pun sudah sampai di ujung jalan gua itu, tidak ada jalan lagi setelah itu.
" Loh, jadi berakhir di sini?? " ucap Niu yang terheran-heran.
" Tidak, Oscar hancurkan dinding batu ini. " ucap Quennevia sambil menunjuk dinding yang dimaksud.
" Baiklah. " sahut Oscar, dia pun mengambil ancang-ancang dan langsung memukul dinding itu sekuat tenaga.
Dinding itu pun retak dan perlahan runtuh barulah terlihat apa isinya, di dalam sana ada banyak sekali koin emas, tanaman obat dan juga berbagai teknik pelatihan. Mereka benar-benar takjub dengan apa yang mereka lihat.
" Wahh... Lihat semua emas dan tanaman obat ini. " ucap Niu, ia benar-benar tidak bisa menahan keterkejutan nya melihat semua itu didepan matanya.
" Seharusnya kau lihat teknik-teknik pelatihan ini dulu. " sahut Oscar, mereka benar-benar terlihat sangat senang dengan itu semua.
" Kita bawa semua, akan kubagi sesuai karakteristik kekuatan kalian. " ucap Quennevia kemudian.
" Baik. " jawab Niu dan Oscar bersamaan, mereka senang jika Quennevia mau membantu latihan mereka. Apalagi setelah melihat kekuatan nya itu, dia benar-benar sangat hebat.
Mereka pun membawa semua yang ada di sana dan memasukkan nya ke dalam cincin ruang, Quennevia sedikit bersyukur karena tidak ada jebakan lainnya setelah ilusi itu.
Sepertinya pemilik benda-benda ini ingin orang yang bisa mematahkan ilusi nya untuk memiliki itu semua, atau mungkin orang itu terlalu menyombongkan kekuatannya hingga berpikir kalau ilusi itu cukup.
Setelah semua urusan mereka selesai, mereka semua pun kembali keluar gua. Saat sudah sampai diluar sana, Quennevia pun tiba-tiba mendapatkan pesan dari Linda kalau ada masalah yang terjadi di kediaman saat ini.
Membaca pesan itu Quennevia sangat marah, padahal ayahnya baru saja pergi untuk urusan yang harus dia lakukan. Tapi orang-orang yang ada di sana sudah semena-mena karena nya, dia pun mengeluarkan lotus es dari cincin ruangnya dan menyerahkan itu kepada Niu, bersama sebuah lencana kepada nya juga.
" Niu, ambil ini. Setelah kalian kembali dari Guild langsung datang ke kediaman ku. Tunjukkan saja lencana itu dan kau akan langsung diijinkan masuk. " ucap Quennevia, lalu kemudian langsung pergi dari sana.
" Ehh.. Tunggu... " sebenarnya Niu ingin mengajaknya menggunakan teleportasi miliknya saja biar cepat, tapi dia malah sudah pergi lebih dulu.
" Sepertinya ada masalah yang terjadi. " ucap Oscar setelah ia melihat ekspresi Quennevia sebelum nya.
"Padahal menggunakan teleportasi milikku akan lebih cepat. " gerutu Niu kemudian.
Sebenarnya Niu hanya bisa menggunakan teleportasi ke tempat yang sudah pernah ia datangi sebelumnya. Jadi jika tempat itu belum pernah didatangi dia tidak bisa.
" Sudahlah ayo kembali, setelah itu kita temui dia. " ucap Oscar.
" Iya. " sahut Niu.
Mereka pun kembali ke guild dengan teleportasi milik Niu, sedangkan Quennevia.. Saat ini dia bergerak sangat cepat sekali hingga tidak bisa diikuti oleh orang biasa. Dengan marah sekali dia segera menuju kediaman nya.
" Selir pertama.. Adele.. Aku tidak akan.. Pernah melepaskan kalian!!. " batinnya dengan sangat penuh amarah.