
" Akhirnya kau mengingat nya lagi, ya. " ucap Nevia pula, yang kini berdiri di depannya. Sementara itu bayangan Kirito sudah menghilang entah sejak kapan.
" Nevia... " ucap Ethan menggantung.
" Sebaiknya jangan katakan itu padaku saat ini, aku hanya sebuah kesadaran kosong, hanya bagian kecil dari mimpi yang ditugaskan untuk menginginkan mu kembali akan apa yang telah terjadi. Jika kau ingin meminta maaf atau ingin mengatakan sesuatu, kembalilah... Quennevia membutuhkan mu. " ucap Nevia yang bilang kalau dirinya adalah mimpi Ethan itu.
" Gadis itu sekarang sedang di penuhi amarah, sejak jiwa Nevia dan Sirius bersatu begitu pula dengan perasaan keduanya. Kebencian Nevia dan juga Sirius yang ada di dalam dirinya jadi menyiksa nya dan membuatnya hilang kendali. " ucapnya pula.
" Kalau begitu, bagaimana aku bisa kembali lagi. Bukankah aku harus segera menenangkan Quennevia!. " sahut Ethan.
" Dengarkan aku terlebih dahulu Ethan. Ketika semua hal yang diberikan oleh dunia kepadanya... baik itu kesedihan, dendam, dan amarah yang terlupakan kembali. Itu akan membuat nya tenggelam dalam kegelapan dan menjadi sumbar kehancuran bagi dunia itu sendiri.
Saat kesakitan yang tertahan selama ratusan tahun dalam waktu singkat terlepas... darah akan menutupi kedua matanya. Api dendam akan memakan seluruh dirinya. "
" Ketika Quennevia kembali dia benar-benar sangat kacau. Saat dimana keteguhan hati nya berasa di titik paling lemah... setelah mendengar kematian orang yang ia cintai itu ditangan Beatrice untuk kedua kalinya, dimanfaatkan Seretia untuk semakin membuat Quennevia berjalan menuju kegelapan. Karena dengan begitu sama saja artinya dia yang akan menguasai dunia. "
" Quennevia adalah cahaya yang diturunkan oleh dewa untuk menjaga dunia, akan tapi dia sebenarnya adalah pedang bermata dua. Disaat yang sama dia juga senjata penghancur yang bisa memusnahkan seluruh dunia dalam sekejap.
Dirimu di masa lalu, entah itu sebagai Lyon ataupun sebagai Kirito, keduanya saling berhubungan dengan nya dan juga kehidupan mu saat ini. Karena sejak awal tugasmu... adalah untuk menjaga dan juga mengendalikan senjata tersebut, itu adalah alasan... mengapa engkau lahir kedunia ini. " jelas Nevia dalam mimpi Ethan itu.
Ethan menundukkan kepalanya untuk merenungkan semua perkataan Nevia yang ada di dalam mimpinya itu, kemudian ia pun mengangkat kepalanya dengan percaya diri dan tersenyum kepada Nevia itu.
" Aku mengerti, karena itulah... tolong bantu aku untuk kembali. " ucap Ethan.
Nevia dalam mimpi nya itu pun tersenyum puas, " Benar, seperti itu lah seharusnya... " ucap nya.
Disaat yang sama angin dan kelopak-kelopak bunga yang berterbangan menerpa nya, dan Nevia yang ada di dalam mimpi nya itu pun terangkat diantara bunga-bunga yang terbang itu.
" Aku percayakan kepada mu, jagalah.. anak ku yang satu itu ya. Karena semua berkah yang diterima nya dari ku itu, membuatnya terkadang jadi sangat nakal!. " ucap Nevia itu sambil terkekeh.
Dan sesaat kemudian ia pun menghilang, disertai cahaya yang memancar hingga menghalangi pandangan Ethan, dan semuanya berubah menjadi putih...
" Hah..?!!. "
Lalu kemudian di waktu yang sama dengan hal itu Ethan pun membuka matanya lagi, hal pertama yang ia lihat setelah membuka mata adalah wajah teman-temannya yang terlihat sangat bersyukur melihat nya.
" Ethan..!. " ucap Meliyana dan Niu serempak.
" Yo, selama datang kembali. " ucap Arkan.
" Akhirnya bangun juga. " ucap Ryohan.
" Kau lama sekali!. " ucap Yuki agak kesal.
" Syukurlah. " ucap Haika dan juga Oscar.
" Ka-Kalian... " sahut Ethan pula tercengang sekaligus senang melihat mereka.
Namun disaat-saat yang sangat mengharukan itu, Ethan malah harus dikejutkan dengan Yulles yang dengan tiba-tiba menarik kerah baju nya.
" Kenapa kau lama sekali bangunnya, Quennevia sudah mengamuk sekarang!!. " teriak nya kepada Ethan dengan kesal.
" Ma-maaf, maaf. Itu juga bukan keinginan ku. " ucap Ethan tersenyum kikuk.
" Memangnya apa yang terjadi??. " tanya Niu.
Ethan pun duduk bersila sambil melipat kedua tangannya di depan dada, kepalanya agak miring saat ia mengingat semua yang baru saja ia lihat dan alami itu. Saat kemudian ia pun teringat kata-kata terakhir dari Nevia dalam mimpinya itu.
" Aku percayakan kepadamu, jagalah.. anak ku yang satu itu ya. Karena semua berkah yang diterima nya dari ku itu, membuatnya terkadang jadi sangat nakal!. "
" Apa?!!.. Jadi Quennevia itu anak dewa begitu?!!. " teriak batin Ethan yang terkejut setengah mati, eh tidak jadi. Dia tahu kalau Misika adalah keturunan dewa, makanya wajar saja jika Quennevia juga disebut anak dewa. " Jika dipikirkan lagi memang bisa dibilang seperti itu, sih. " gumamnya pula.
Sementara teman-temannya yang melihat dan mendengar gumaman Ethan itu masih bingung dan bertanya-tanya apa yang terjadi kepadanya. Disaat yang sama ia juga baru sadar sekarang, ternyata Nevia yang ada dalam mimpinya itu mungkin saja adalah Dewa. Jadi dia baru saja bicara dengan dewa?? Ethan benar-benar tidak tahu harus merasa seperti apa sekarang setelah ia menyadari hal tersebut.
" Apa dewa sekarang punya selera humor yang aneh, ya??. " ucap batin Ethan pula agak kesal mengingat itu.
Ia merasa seolah sudah dipermainkan oleh dewa itu, namun ia mengingat setiap perkataan nya yang sangat penting itu. Dewa itu benar dia harus segera menenangkan Quennevia.
" Hei, kak Ethan apa yang terjadi?!. " ucap Kagura pula kepada Ethan.
" Quennevia, bagaimana dengan-... "
Duarrr....
" Cepat hentikan mereka!. " ucap Yue sambil menoleh kepada Ethan.
Ethan pun menarik nafasnya sebentar, sampai kemudian... " Quennevia!! Tolong hentikan dulu ini!! Ada yang ingin ku katakan, ayo kita bicara sebentar!! Setelah nya kau bisa melanjutkan nya lagi!!. " teriak nya.
Disusul tatapan datar dari teman-temannya yang ada di sana, mereka meminta Ethan untuk menghentikan nya bertarung, bukan bicara dahulu kemudian bertarung lagi. Quennevia yang mendengar nya pun juga langsung menoleh kearah mereka.
" Ethan..??. " gumamnya, saat...
Bukk...
" Quennevia!!. " teriak mereka pula yang terkejut melihat itu.
Karena Beatrice tiba-tiba menendangnya hingga terpental cukup jauh dan menabrak pohon besar dibelakang nya saat dia kurang fokus tadi. Beatrice pun kemudian terlihat merapal sebuah mantra, dan ketika selesai tiba-tiba saja ada rantai yang muncul dari lingkaran sihir nya, dan mengikat Quennevia di udara.
Kemudian muncul juga pedang-pedang seperti milik Quennevia, hanya saja pedang-pedang itu adalah bagian dari sihir yang Beatrice gunakan itu, tidak benar-benar seperti Quennevia. Disaat yang sama dengan hal itu, Quennevia pun semakin menatap Beatrice dengan nyalang.
" Oh tidak, dia akan sulit mendengarkan ku lagi setelah ini. " ucap Ethan.
Disisi lain Beatrice, " Menyerahkan. Jika tidak aku akan melukaimu lebih dari ini. " ucap nya dengan sangat percaya diri.
Padahal ia tahu kalau saat ini semua luka yang diberikan nya kepada Quennevia, tengah disembuhkan dengan kekuatan regenerasi miliknya. Sementara itu tubuh Beatrice hampir tidak bisa bertahan sekarang, bahkan tubuhnya mulai sedikit retak-retak seperti patung batu.
" Apakah kau mencoba membunuh ku?? Sama seperti saat itu ... ketika aku akhirnya menerimanya. " ucap Quennevia dengan suara dingin, membuat yang lainnya terdiam.
Disaat yang sama kekuatan gelap pun semakin meluap keluar dari tubuh Quennevia. " Aku tidak akan terbunuh lagi!!. " ucapnya. Quennevia pun menggunakan kekuatan nya itu untuk menghancurkan semua rantai yang mengikatnya itu dan terbang agak keatas lagi.
Kemudian ia pun mengarahkan tangannya kepada Beatrice lagi dan mengerangnya dengan kekuatan nya itu. " Menghilanglah!!. " teriak Quennevia.
" Sial!. " ucap Beatrice yang tidak sempat lagi menghindari nya. Ia hanya bisa mengaktifkan perisai pelindung untuk melindungi dirinya dari serangan Quennevia yang besar itu.
Krakk...
Disaat yang sama kulit di tangannya dan wajahnya pun semakin retak karena kekuatan itu, akan tetapi ia tidak bisa tidak menahan serangan itu jika tidak dia akan langsung hilang dalam sekejap. Disisi lain teman-temannya Quennevia pun ikut terkena imbas nya karena saking kuatnya tekanan yang ditimbulkan, mereka harus bertahan agar untuk terlempar karena kekuatan Quennevia itu.
Lorenzo pun sama seperti mereka, tapi ia bisa mengaktifkan perisai sendiri sesaat sebelum kekuatan Quennevia bertabrakan dengan perisai Beatrice itu.
" Erghhh... " (Haika)
" Akhh.. Aku tidak kuat lagi!. " ucap Meliyana agak berteriak, dan ketika ia hendak terlempar itu Oscar pun menahan tangannya.
" Menunduk lah!. " ucap Oscar.
" Hentikan Quennevia!!. " teriak Ethan lagi.
Namun Quennevia sama sekali tidak mendengarkan nya, disaat yang sama dengan Quennevia yang mengeluarkan kekuatan yang besar itu. Sebuah cairan merah pun keluar dari mata nya seperti air mata juga keluar dari mulutnya, darah itu adalah pertanda jika tubuh Quennevia sendiri belum terlalu terbiasa dengan kekuatan sebesar itu, apalagi dengan Quennevia yang terus memaksakan diri untuk terus memakai nya.
Namun Quennevia sama sekali tidak merasakan rasa sakit dari akibat pemakaian kekuatan yang berlebihan itu, seolah saraf yang membuatnya tahu akan rasa sakit itu telah hilang karena kebencian nya kepada Beatrice.
" Tidak bisa..jika seperti ini.. " gumam Yulles ketika melihat akan hal itu, " Hentikan Quennevia, jika terus seperti itu tubuhmu juga akan ikut hancur!!. " teriak Yulles.
" Meski begitu, aku tidak keberatan. Dendam ini... akan membawamu ke neraka bersama ku!!. " teriak Quennevia pula.
" Harghhhh...!!. " (Beatrice)
" Hah..?!!. " ucap Quennevia dan Beatrice pula ketika serangan Quennevia dan juga perisai Beatrice tiba-tiba menghilang tersedot kedalam sebuah ruang waktu.
Sesaat kemudian sesuatu dari atas mereka, kemudian tiba-tiba turun dan menghancurkan pelindung yang dibuat oleh Quennevia itu, yang bahkan tidak bisa ditembus oleh Yulles.
Cling... Syutt...
Prangg.... Duarr...
Debu pun menutupi sesuatu yang datang dari langit itu, Beatrice bertanya-tanya apakah itu dan bagaimana bisa itu menghentikan nya dan Quennevia dengan sangat mudahnya. Disisi lain Quennevia.. hanya menatap hal itu dengan wajah tanpa ekspresi dari atas sebuah pohon, ia mendarat disana ketika sesuatu itu menghancurkan penghalang nya, dia sudah tahu siapa itu. Dan ketika debu yang menutupi itu pun menghilang, barulah terlihat siapa yang ada di tengah-tengah antara Beatrice dan Quennevia.
" Mereka adalah... " ucap Yuki menggantung.
" Ibu... " ucap Haika.
" Tuan Everon.. " ucap Yulles.
" Ho~.. akhirnya sang pemimpin keluar juga ya, para spirit guardian dan juga... Ratu para spirit, penguasa hutan York juga ibu dari Quennevia. Misika Yuriana. " ucap Lorenzo.