Quennevia

Quennevia
Masa lalu Everon



Besok harinya, Quennevia duduk di kamar nya sambil melihat pemandangan diluar sana lewat jendela sambil menopang dagunya. Ia masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Lecht kepada nya waktu itu, dan ia datang ke mari untuk meminta izin dari ayahnya.


Katanya.. Kaisar memintanya dan Lecht untuk pergi ke pertemuan antar pemimpin sebagai perwakilan, disana mereka akan bertemu dengan para raja atau pangeran perwakilan dari setiap wilayah. Dan tentu di tempat terbesar di antara para pemimpin itu, adalah Kekaisaran Foldes. Dan yang kedua adalah Kekaisaran Chrysos.


" Itu artinya aku bisa melihat siapa putra mahkota Kekaisaran Foldes, ya. Aku juga bisa memastikan apa dia orang nya atau bukan. " gumam Quennevia.


Ia cukup bersemangat jika ia bisa tahu seperti apa pangeran mahkota Kekaisaran Foldes itu, tapi Ia juga pasti akan sangat malas meladeni para pemimpin lain yang ada di sana.


Dan dia tidak boleh membuat kerusuhan disana, karena itu adalah pertemuan perdamaian. Tapi sepertinya jika ada orang yang memulai, dia bisa membalas mereka


dengan lebih parah sih, dan ia bisa memberikan alasan yang bagus.


" Menjengkelkan, jika bukan pertemuan perdamaian yang selalu di adakan setiap tahun itu. Aku sangat ingin membuat sedikit masalah di sana. " ucap Quennevia pula.


Murphy yang sedari tadi melihat nya terus bergumam sendiri dengan wajah kesal itu pun jadi khawatir, dia pikir mungkin ada seseorang yang menyinggung nya hingga membuatnya sangat kesal.


Tapi ia yakin Quennevia tidak akan bertindak gegabah, jadi dia juga sedikit tenang.


" Nona, apa ada sesuatu yang mengganggu mu??. " tanya Murphy.


" Ah.. Bukan apa-apa, kok. Hanya sedang memikirkan pertemuan yang membosankan, dan itu membuatku kesal. " sahut Quennevia.


" Oh, karena itu. Iya, pertemuan seperti itu memang akan sangat membosankan, tapi juga bermanfaat untuk menekan orang lain


dengan menunjukkan kekuasaan, kekuatan dan keberanian anda. " ucap Murphy


Murphy tidak tahu kalau ucapannya ini akan digunakan Quennevia untuk membuat sedikit masalah nantinya.


" Begitu, kah??. " tanya Quennevia.


" Tentu saja. " sahut Murphy dengan ceria nya.


Quennevia pun jadi merasa kalau tempat itu akan sangat menarik, dia tidak sabar untuk melihat seperti apa pertemuan itu. Hanya perlu menunggu waktu 2 minggu lagi, setelah itu pertemuan akan dimulai.


" Everon, aku tahu kau tidak tidur. Katakan sesuatu. " ucap Quennevia dalam pikiran nya, sambil tetap memandang keluar jendela.


" Memangnya apa yang harus ku katakan??. " sahut Everon pula.


" Kau sangat aneh sejak aku membicarakan Kekaisaran Foldes, apa yang terjadi??. " tanya Quennevia.


" Tidak ada apapun. " jawab Everon pula.


Tidak, justru Quennevia lebih yakin lagi kalau ada masalah antara dia dan Kekaisaran, atau mungkin orang yang ada di Kekaisaran itu. Everon biasanya tidak akan diam dan selalu mengoceh, apalagi saat ia menghampiri sumber masalah kemarin.


" Apa kau punya dendam pada seseorang??. " tanya Quennevia.


" Tidak ada, kenapa kau menanyakan nya??" tanya balik Everon.


" Kau yakin?? Bagaimana dengan guild Black Phantom??. " tanya Quennevia lagi.


" Dari mana kau dengar itu??. " ucap Everon.


Quennevia mengulum senyum diwajahnya, saat mendengar suara Everon yang terdengar kesal saat mendengar nama itu. Jadi memang benar ada masalah antara Everon dan guild itu.


" Aku membaca beberapa buku malam tadi, salah satunya buku tentang Kekaisaran Foldes. Disana dikatakan master guild Black Phantom pernah menyerang mu, dan membuatmu terluka parah. Keberhasilan itu mereka lebih-lebihkan dengan sangat menjengkelkan. " ucap Quennevia.


" Orang-orang payah itu sama sekali tidak tahu diri, mereka hanya kumpulan cacing yang lemah tanpa bantuan kaisar mereka itu!!. " ucap Everon dengan merah.


Quennevia tahu itu, kenapa dia sangat marah seperti itu. Memang di sebutkan juga saat Everon menyerang guild itu, sang kaisar sebelumnya yang mengalahkan nya karena takut warganya yang lain ikut terkena imbas serangan Everon. Tapi Alasan Everon menyerang juga bukan tanpa alasan, dia datang ke sana untuk membalaskan dendamnya.


Tapi malah dihentikan Kaisar Sheillaveteos saat itu, Everon pun jadi terluka karena pertarungan mereka berdua. Meski sebenarnya bukan hanya dia yang terluka, tapi sang kaisar juga.


Dan alasan kenapa dia ingin balas dendam pun juga cukup menyedihkan, itu karena guild Black phantom telah membunuh seorang wanita bernama Emilia, yang mana wanita itu adalah.... Orang yang dicintai oleh Everon.


Quennevia kembali tersenyum, " Tenang saja, aku akan membantumu membalas nya. " ucap Quennevia dengan penuh keyakinan.


" Tentu saja, sebagai pelayan ku kedepan nya. Aku juga harus mengurus orang-orang yang bermasalah dengan mu, agar mereka tidak mengganggu nantinya. Bukan kah begitu??. " ucap Quennevia.


" Hmph... Lakukan sesuka mu. " jawab Everon, ia hanya tersenyum mendengar itu darinya.


Quennevia pun bangkit berdiri dan sedikit meregangkan tubuhnya yang agak kaku karena terlalu lama duduk.


" Yosh~... waktunya latihan. " ucapnya pula dengan semangat.


****


Dua minggu pun berlalu, di depan gerbang kediaman mentri, saatnya Quennevia pergi bersama dengan Lecht ke pertemuan perdamaian itu. Sebenarnya dia malas karena untuk pergi ke sana menampuh jarak yang cukup jauh, dan dia sedang dalam kondisi malas. Apalagi dia harus memakai gaun panjang menyebalkan.


" Ayah, bolehkah aku mengganti pakaian dengan yang lebih nyaman. " rengek Quennevia kepada Hudson.


" Mana mungkin, seorang putri harus terlihat anggun di depan para bangsawan. " sahut Hudson menolak hal itu, Quennevia pun menatap ayahnya dengan tatapan memohon.


" Tapi... Tidak adalah larangan untuk terlihat gagah dan anggun disaat yang sama juga. " ucap Hudson sambil terlihat memikirkan nya.


Wajah Quennevia terlihat berseri-seri mendengar itu, jadi ayahnya menyetujui hal itu. Tapi seseorang malah menolaknya dan ia tidak bisa menolak lagi.


" Jangan. Lagipula kita hanya akan ke pertemuan bukan medan perang, jadi pakai saja yang seperti biasanya. " ucap Lecht dengan wajah datarnya.


Wajah berseri Quennevia pun langsung berubah menjadi wajah enggan yang sangat parah, dia benar-benar membenci gaun seperti itu. Hudson hanya terkekeh melihat sifat putrinya itu.


" Adik, kau harus terbiasa. Lagipula dimasa depan nanti kau akan jadi tuan putri. " ucap Haika.


" Tidak, aku akan jadi kesatria saja kalau begitu. " jawab Quennevia cepat, membuat Haika ikut tertawa kecil mendengar nya.


" Baiklah, ayo berangkat. " ucap Lecht, ia pun berbalik ke arah kereta kudanya.


Quennevia berpamitan terlebih dahulu dengan ayahnya, juga kakak, bibi, dan adiknya. Lalu Murphy, dan yang terakhir dengan Haika, sebelum itulah ia membisikkan sesuatu kepada Haika terlebih dahulu.


" Pastikan kamu mengawasi mereka, terutama selir pertama dan Adele. Jaga ayah dan juga Murphy. " bisiknya kepada Haika.


" Oke. " sahut Haika pula.


Lalu ia pun naik ke dalam kereta bersama dengan Lecht, dan mereka pun berangkat menuju pertemuan itu. Quennevia hanya membawa Kai sebagai pengawal sekaligus teman ngobrol nya, lagipula sudah banyak pengawal Kekaisaran yang ikut bersama mereka.


Perjalanan itu memakan waktu setengah hari, dan pertemuan itu dilangsungkan besok. Jadi akan ada banyak waktu untuk berlatih dan beristirahat sampai besok.


Selama perjalanan Quennevia hanya termenung sambil melihat jalanan yang mereka lewati.


" Apa yang kau pikirkan??. " tanya Lecht membuyarkan lamunan Quennevia.


" Hanya memikirkan bagaimana orang-orang yang ada di sana." sahut Quennevia, ia pun beralih menatap Lecht yang selalu terlihat serius itu.


" Tidak perlu khawatir, mereka tidak akan banyak menyulitkan mu. Jika ada maka itu sama saja mereka juga akan berhadapan dengan seluruh Kekaisaran. " ucap Lecht.


Quennevia menyangga kepalanya menggunakan tangan, sambil terus melirik ke arah jendela.


" Aku sama sekali tidak khawatir dengan para semut itu, mereka hanya orang-orang yang pandai menjilat saja. " ucap Quennevia dingin.


Lecht diam-diam tersenyum melihat nya, dia tidak pernah melihat Quennevia sedingin dan seacuh itu kepada seseorang. Dan sekarang yang ada di depannya benar-benar beda sekali.


" Kau benar, mereka sama sekali tidak penatas mendapat perhatian mu. " ucap Lecht.


" Ngomong-ngomong, pangeran mahkota Kekaisaran Foldes juga akan datang kan??. " tanya Quennevia.


" Kudengar seperti itu. Kenapa??. " tanya balik Lecht.


Quennevia tersenyum Smirk mendengar nya, membuat Lecht semakin penasaran+bingung, " Tidak, aku hanya butuh informasi darinya untuk membalas dendam seseorang. " sahut Quennevia.