Quennevia

Quennevia
Peri



Sikap santai Quennevia tiba-tiba berubah saat ia merasakan aura yang sangat terasa akrab dengan nya, bahkan bisa dibilang sangat ia kenal meskipun ia juga tidak tahu siapa itu. Tapi ia juga merasakan kesedihan dalam aura itu, saat ia berbalik menghadap panggung pelelangan itu, ia merasakan kalau aura itu berasal dari sebuah kurungan yang merupakan bagian dari pelelangan itu.


" Semuanya, yang satu ini bukan lah sebuah senjata. Tapi adalah barang yang sangat berharga. " ucap sangat pembawa acara, ia pun mendekati kurungan yang tertutup kain itu dan membukanya.


Saat kain penutup kotak terbuka, suasana di pelelangan itu dari sangat ramai, apa yang ada di dalam kotak itu memang sesuatu yang sangat berharga.


Seekor peri, peri yang mungil dan juga sangat rapuh, dikurung di kotak itu dan dijadikan barang lelang. Sang peri itu terlihat sangat ketakutan dan juga sedih, apalagi dihadapkan dengan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan serakah.


" Seekor peri?!. " ucap Niu dengan sangat terkejut. " Oscar, kau bilang hanya ada tanaman obat, senjata dan pil saja. Kenapa ada seekor peri di sini?!. " tanyanya pula.


" A... Aku tidak tahu, tapi... " ucapnya menggantung.


" Hm... Sepertinya ada yang menyerahkan peri itu di saat-saat pelelangan berlangsung, makanya kau tidak tahu. " ucap Ethan.


" Hooh.. Bisa seperti itu ya... " ucap Quennevia.


Nampaknya saat ini suasana hatinya berubah menjadi buruk, apalagi saat melihat peri itu di tunjukkan di pelelangan. Bahkan mereka bertiga yang ada di sana bisa merasakan perubahan suasana itu. Lalu kemudian Quennevia mengeluarkan sebuah barang dari gelang penyimpanan nya, dan benda itu cukup besar membuat Oscar dan Niu terkejut.


" Apa ini??. " tanya Oscar.


" I... ini.. Ini sisik naga?? Beneran??. " tanya Niu.


Mereka berdua benar-benar terkejut melihat nya.


" Oscar, pergilah jadikan barang ini sebagai barang lelang. Dan cari tahu siapa yang menjual peri itu di sini. " ucap Quennevia, bahkan ia tidak berbalik menatap kearahnya. Quennevia membutuhkan tambahan uang untuk bisa membebaskan peri itu dan membeli apa yang ia inginkan.


Ia hanya menatap orang-orang yang sedang menawar untuk keberadaan sang peri itu, Oscar hanya mengangguk dan membawa sisik naga yang cukup berat itu pergi untuk dijadikan barang lelang. Sementara Niu dan Ethan menamai Quennevia.


" Kau mendapatkan nya dari si tua itu??. " tanya Ethan mencoba mencair suasana.


" Iya, siapa lagi. Aku tidak mengenal naga lainnya selain dia. " sahut Quennevia.


" Anu... sebenarnya siapa yang kalian bicarakan, sih. Aku bingung. " ucap Niu.


" Aku mengenal seekor naga. " jawab Quennevia sambil tersenyum kepada Niu.


Niu pun hanya ber oh-ria saja, sesaat kemudian ia sadar dengan apa yang ia dengar dari Quennevia. Ia bahkan hampir saja berteriak jika sana ia tidak menutup mulutnya sendiri.


Beberapa lama kemudian, penawaran sudah hampir mencapai akhirnya nya, dan Quennevia pun sudah siap untuk menawar yang paling tinggi untuk peri itu.


" Yosh, setelah ini tidak akan ada yang bisa menawar lagi. " gumamnya, ia sudah bersiap-siap mengangkat papan penawaran nya saat seseorang tiba-tiba menawar lebih dahulu.


" 100 juta koin emas!!. " teriak seseorang membuat Quennevia sangat terkejut.


Pasalnya ia sangat mengenali suara itu, dan dia adalah... Lecht!.


" Kenapa kau ada disini?!!. " batinnya serasa tersambar petir.


Quennevia tidak bisa menawar labih lagi, jika ia menawar lebih dari itu bisa-bisa uangnya untuk menawar pil penyatu tubuh dan jiwanya kurang. Lagi pula orang-orang yang ada di sana sama sekali tidak mau menawar lagi karena orang itu Lecht. Padahal jika ada seseorang yang bukan Lecht menawar dan mendapatkan nya, ia hanya perlu mencuri peri itu.


" Kakak, kau sangat kejam padaku!. " batinnya menangis dengan sangat histeris.


" Haruskah aku ikut menawar??. " tanya Ethan pula.


Orang-orang yang ada di sana nempak nya juga terkejut karena Lecht tiba-tiba ada di sana, dan lagi langsung menawar sesuatu dengan harga yang sangat fantastis. Tapi apa yang diucapkan oleh pembawa acara, sesuai dengan apa yang Lecht suruh pun tidak kalah membuat orang-orang terkejut.


" Pa.. Pangeran, apa anda yakin dengan hal itu??. " tanya sang pembawa acara.


" Iya. " sahut Lecht sambil menganggukkan kepalanya. " Dengar semuanya, peri adalah makhluk yang memilih majikan nya sendiri. Jika tidak ada yang akan ia akui maka ia tidak akan mendatangi orang itu, dan aku akan melepaskan nya kembali ke tempatnya. Kalian semua ku ijinkan mencoba untuk memikat nya agar bisa bersama kalian, cobalah untuk memikat peri itu dengan aura kalian. " ucap Lecht kepada orang-orang yang ada di sana.


" Aku yang akan membayar biaya pelelangan itu untuk orang yang diakui, tapi setelah kalian mendapat kan peri ini, kalian juga akan mendapatkan pengawasan yang ketat dari Kekaisaran. " lanjut nya.


Setelah mendengar itu, orang-orang yang ada di sana berlomba-lomba untuk menarik perhatian sang peri, namun tidak ada yang diakuinya sama sekali. Disaat yang sama Quennevia masih terpaku dengan apa yang barusan Lecht ucapkan, entah kenapa ia merasa terharu mendengar nya.


Beberapa saat kemudian benar-benar tidak ada yang berhasil menarik perhatian sang peri, orang-orang sudah mulai berhenti berusaha karena mereka hanya menyia-nyiakan kekuatan mereka saja. Hanya ada beberapa orang saja yang masih bertahan.


" Pangeran, seperti nya tidak ada yang berhasil mendapatkan pengakuan dari sang peri. " bisik pengawal yang ada di samping Lecht.


" Kita tunggu sebentar lagi. " sahut Lecht.


Tidak lama kemudian benar-benar tidak ada lagi orang yang mencoba nya, sang peri bahkan sama sakali tidak menoleh apalagi sampai mengakui mereka.


" Hmm.. Sepertinya tidak ada yang bisa diakui oleh sang peri itu. " batin Lecht, ia pun sempat ingin menghentikan hal itu saat seseorang lebih dulu menghentikan nya.


" Tolong tunggu sebentar. " ucap orang yang tidak lain tidak bukan adalah Quennevia itu, ia pun keluar dari balik tirai tempat nya itu, dan membuat orang-orang heboh.


Akhirnya mereka melihat siapa yang ada dibalik tirai itu, orang yang memborong hampir semua barang di sana. Bahkan Lecht sendiri pun terkejut karena Quennevia bisa di sana.


" Kakak, apa kau bisa mengijinkan Quennevia untuk mencoba. " ucap Quennevia kepada Lecht.


" Tentu saja. " sahut Lecht.


" Terima kasih. " sahut Quennevia sambil tersenyum.


Quennevia pun menghadap kearah peri yang sama sekali tidak mengangkat kepala nya itu, ia pun melepaskan aura nya untuk menarik perhatian sang peri. Baru saja ia menunjukkan aura nya, sang peri itu langsung menoleh kearah nya.


Sang peri itu nampak seperti terkejut sekaligus senang melihat nya, peri itupun langsung keluar dari kurungannya dan terbang menghampiri nya. Dan membuat orang-orang semakin iri kepada nya, Lecht sendiri hanya menghela nafas sambil tersenyum kearah nya.


Peri itu sampai di depan Quennevia, matanya berbinar saat melihat nya, bahkan peri itu menangis saat Quennevia mengulurkan tangannya dan ia duduk di tangannya itu.


" Ratu kami kembali. " Kata-kata itu terdengar di telinga Quennevia, bersamaan dengan suara gemerincing lonceng yang di dengar semua orang.


Quennevia sendiri terkejut karena hanya dia yang mendengar atau mungkin bisa disebut bisa mengerti perkataan nya, apalagi suara itu berasal dari peri itu.


" Yang mulia, kami sudah menunggu anda sangat lama. Akhirnya... Akhirnya kau kembali. " ucap peri itu.


" Aku bukan ratu kalian. " ucap Quennevia pula sambil berbisik kepada peri itu.


" Tapi kau adalah putrinya, artinya kau adalah pemimpin kami. Penguasa hutan York kami, pelindung kami, orang yang benar-benar sangat berharga bagi kami. " ucap sang peri lagi.


Quennevia terdiam sambil menatap peri itu, mendengar apa yang ia katakan membuat Quennevia merasakan sebuah perasaan yang sangat hangat. Seolah... semua itu sudah pernah ia dengar sebelumnya, di sebuah tempat... Sebuah tempat yang sangat akrab baginya.


Ia pun menggerakan tangannya, membuang sang peri kembali terbang saat kemudian Quennevia merangkul nya ditangannya. Ia memeluknya, membawa peri itu lebih dekat dengan wajahnya dan peri itu pun memeluk pipinya dengan gembira dan haru. Itu akan jadi pertemuan mereka yang tidak akan pernah terlupakan.