Quennevia

Quennevia
Salah Paham Lagi



Setelah jalan-jalan yang ketahuan Quennevia dan Ethan kemarin, Yuki jadi semakin tidak banyak bicara. Sementara Quennevia juga sudah berulang kali meminta maaf kepada Yuki karena mengikuti mereka dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi, harusnya dia lebih berhati-hati kemarin agar tidak ketahuan sebelumnya.


" Hei, Yuki. Apa kau memaafkan ku atau tidak?? Aku benar-benar menyesal kemarin. " rengek Quennevia sambil terus mengikuti Yuki kemana pun ia pergi.


Sementara Yuki hanya menghela nafas untuk kesekian kalinya, karena Quennevia dia jadi harus menunda jawaban nya kepada Ryohan kan. Namun ia juga tidak bisa marah terus kepada Quennevia, apalagi dengan Quennevia yang memasang wajah memelas seperti anak kecil saat ini.


" Iya, Iya Sekarang berhenti mengikuti ku, Quennevia. " jawab Yuki dengan wajah datarnya


" Benarkah?? Asikk, Terima kasih Yuki. " ucap Quennevia pula saking senangnya ia pun langsung memeluk Yuki begitu saja.


" Hei, Hei. Ayolah... " sahut Yuki yang sangat terkejut karena Quennevia tiba-tiba memeluknya seperti itu.


Sementara itu Quennevia hanya cengengesan saja mendengar nya, melihat hal itu lagi-lagi Yuki tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya menghela nafas nya saja. Ia benar-benar tidak bisa marah kepada Quennevia karena menganggap nya seperti adik sendiri.


Mereka pun akhirnya melanjutkan jalan mereka menuju ke tempat lain, atau mungkin bisa dibilang kelas, karena mereka memang akan ke kelas sih. Tidakk lama setelah mereka masuk ke kelas mereka itu, guru yang mengejar mereka pun ikut datang.


Karena kali ini adalah sebuah pertemuan yang cukup penting dan harus dihadiri oleh semua murid, jadi Quennevia pun datang ke kelas, jika tidak dia pasti akan pergi ke tempat lain. Meski menurutnya itu tidak terlalu penting sih karena dia sudah tahu apa yang akan dilakukan dan dibahas dikelas itu. (karena para Tetua pasti lebih dulu memberitahu nya)


" Hei, Niu. Apakah kau merasa kalau ada yang agak aneh??. " tanya Quennevia dengan tiba-tiba berbisik kepada Niu.


Niu yang tadinya sedang memperhatikan penjelasan dari guru yang sedang mengejar pun langsung menoleh kearah nya, " Apanya??. " tanya balik Niu pula ikut berbisik.


" Entahlah, aku merasa.. seperti ada yang berbeda saja hari ini. Aku sepertinya punya beberapa firasat yang tidak bagus. " ucap Quennevia.


" Mungkin karena kau selalu bermimpi buruk akhir-akhir ini. "


" Memangnya bisa seperti itu??. "


" Iya tentu bisa lah, mimpi buruk kadang selalu memperngaruhi kondisi emosional seseorang yang mengalaminya. "


Quennevia memikirkan hal itu dengan seksama, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Niu, bisa saja dia hanya terlalu berlebihan dengan firasat buruknya itu karena terbawa mimpi selama ini. Namun tetap saja... Quennevia merasa akan ada masalah yang datang menghampiri nya nanti, ia hanya berharap kalau masalah itu bukan masalah yang besar.


Setelah pertemuan itu selesai, semua murid pun kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Quennevia dan teman-temannya nya pun sama, meraka kaluar dari kelas bersama karena berjanji akan pergi ke berkumpul di asrama bersama, lagipula selalu saja tidak ada banyak waktu bersama Quennevia seperti sebelum nya. Quennevia sih hanya mengiyakan nya saja, jadi ia ikut pergi bersama mereka ke asrama lamanya.


Mereka berjalan melewati koridor sambil mengobrol bersama, sampai mereka mendapat kejutan tidak terduga dengan kedatangan Beatrice yang katanya ingin ikut dengan mereka.


" Hai teman-teman, kalian mau ke mana??. " tanya Beatrice kelihatan ceria.


" Kami hanya ingin pergi ke asrama kami, kau sendiri??. " tanya balik Niu, entah kenapa sepertinya Niu kurang suka melihat nya sok akrab dengan mereka.


" Hm.. Sebenarnya aku ada janji di teman, jadi kita bisa berjalan ke sana bersama. " ucap Beatrice pula.


" Iya, tidak masalah, lagipula jalan kita searah bukan. " ucap Quennevia menimpali.


Beatrice mengangguk mengiyakan ucapan Quennevia, keduanya terlihat akrab satu sama lain, seolah semua itu menyangkal gosip yang beredar jika Quennevia dan Beatrice saling tidak menyukai karena berebut cinta dari Ethan. Meskipun begitu... disaat yang sama Quennevia malah merasa firasat buruknya itu semakin kuat, seolah ada sesuatu diantara dirinya dan Beatrice.


Sesuatu itu mengatakan kepada Quennevia untuk secara menjauh dari Beatrice saat ini juga, karena sepertinya Beatrice kelihatan ingin mendorongnya jatuh ke suatu tempat yang tidak bisa ditemukan siapapun, menurut sesuatu yang Quennevia rasakan itu. Sampai kemudian pemikiran itu buyar karena ucapan Meliyana.


" Whaa.. cantik sekali, kalung apa ini, Quennevia??. " tanya Meliyana tiba-tiba saat melihat kalung di tangan Quennevia, kalung yang kemarin dibelikan Ethan di kota.


" Ah, ini hadiah. " jawab Quennevia.


" Hee.. Senang sekali ya, dapat hadiah dari banyak orang. " ucap Niu pula menggoda Quennevia, sementara Yuki yang diam saja hanya menyimak apa yang sedang dibicarakan oleh teman-temannya itu.


" Mana ada, aku sama sekali tidak menerima banyak hadiah dari semua orang kok. " bantah Quennevia.


Iya, sebenarnya dia menerima nya. Hanya saja ia bagikan lagi kepada para siswi yang mungkin menginginkan nya, jadi bukan hanya dia yang dapat hadiah namun semua perempuan di Akademi. Bahkan para guru wanita dan tetua Kara juga mendapatkan nya.


" Wah.. benarkah?? Quennevia hebat sekali, ya. Bisa aku melihat kalungnya juga??. " tanya Beatrice.


" Eh?? I-Iya. " jawab Quennevia meski ragu. Ia pun menunjukkan kalung yang ada ditangannya itu.


" Cantiknya. " ucap Niu.


" Benarkan. " sahut Meliyana yang terkesan menyombongkan diri, padahal kan pemilik kalung itu adalah Quennevia.


" Quennevia, kalung mu sangat cantik. Bisakah aku mencobanya??. " pintu Beatrice pula.


" Eh?!. "


Quennevia terkejut mendengar nya, padahal dia sangat tidak suka seseorang menyentuh barangnya sembarangan, terutama jika barang itu berasal dari Ethan. Teman-temannya pun juga jadi terdiam mendengar itu, mereka tahu hal itu karena dulu juga seperti itu saat mereka menanyakan kalung permata berwarna merah yang selalu Quennevia pakai itu.


" Maaf Beatrice, tidak bisa. " jawab Quennevia meskipun sebenarnya dia agak kurang enak mengatakan nya, " Harusnya tadi ku simpan saja." pikir nya.


" Kenapa?? Hanya sebentar kok, setelah itu aku kembalikan. Ayolah Quennevia. " pinta Beatrice pula agak memaksa.


" Beatrice, Quennevia bilang tidak bisa jadi tolong hargai keputusan nya. " ucap Yuki pula yang sedari tadi diam pun sampai angkat bicara.


Sebenarnya dia juga memiliki sesuatu yang tidak ia sukai dari Beatrice sejak pertama ia datang ke Akademi, meski begitu ia tetap memendamnya sendiri karena seperti nya teman-temannya nya yang lain sangat senang dengan keberadaan nya. Jadi Yuki berpikir perasaan nya itu hanya karena ia terlalu khawatir dengan berlebihan, tapi melihat kelakuan nya dari ke hari ternyata rasa tidak suka itu semakin menjadi-jadi.


" Memangnya kenapa?? Aku hanya ingin meminjamnya saja, apa salahnya?? " ucap Beatrice yang malah mempertanyakan hal tersebut.


" Quennevia tidak suka barangnya disentuh orang lain, jadi tolong mengerti lah. " ucap Niu pula ikut bicara.


" Itu kan hanya sebuah kalung biasa, apa istimewa nya. Ayolah sebentar saja!. " ucap Beatrice lagi yang sekarang malah berusaha merebut kalung itu dari tangan Quennevia.


" Apa yang kau lakukan. Hentikan!. " ucap Quennevia pula yang berusaha menghindari Beatrice.


Namun ia malah terdorong hingga punggung nya menabrak dinding, dan kalung yang tadi ia pegang pun secara tidak sengaja jatuh melalui jendela disamping nya ke bawah sana. Dimana tempat yang dipenuhi oleh rumput liar dan semak belukar.


" Oh, tidak. " ucap Quennevia saat melihat tempat kalungnya itu jatuh, kemudian ia pun berbalik dan menatap Beatrice yang terlihat tidak merasa bersalah sama sekali itu dengan tajam.


" Sebenarnya apa yang kau pikiran?? Kenapa kau begitu memaksakan kehendak mu, hah?!. " ucap Quennevia agak berteriak kepada Beatrice, namun Beatrice malah menatapnya datar.


" Ada apa disini?? " tanya seseorang pula.


Ethan dan yang lainnya berjalan mendatangi mereka yang ada di sana, mereka penasaran ada ribut-ribut apa hingga para murid yang lainnya berkerumun seperti itu. Iya, para murid Akademi berkerumun melihat Quennevia dan Beatrice yang terlibat perselisihan disana.


Dan karena melihat mereka yang ada di sana maka Oscar dan Ryohan pun langsung membubarkan seluruh murid itu, yang merasa kecewa karena tidak bisa melihat perselisihan itu. (Yalah, masa perselisihan orang mau di jadiin bahan tontonan)


" Quennevia, ada apa ini??. " tanya Ethan.


" Dia memaksa ku menuruti keinginan nya, dan dia bahkan sama sekali tidak menyesal karena sudah membuat barangku hilang. " ucap Quennevia sambil menunjuk kearah Beatrice.


Sementara itu Beatrice, " Ti.. Tidak, aku tidak sengaja. Aku benar-benar minta maaf. " dia langsung merubah ekspresi nya 180° dalam waktu singkat.


Bahkan Yuki dan yang lainnya yang melihat hal itu tidak bisa berkata-kata ternyata Beatrice mempunyai banyak wajah untuk diperlihatkan kepada orang-orang.


" Apa itu benar, ada yang ingin kau katakan lagi Quennevia??. " tanya Ethan lagi.


" Bohong. Jelas-jelas dia tadi-... " ucap Meliyana yang dihentikan oleh Niu.


Quennevia sendiri yang mendengar Ethan lebih membelanya Beatrice itu menatap nya tidak percaya melihat nya, " Kau... lebih mempercayai nya?? " tanyanya.


" Quennevia, aku tidak membela siapapun, dan masalah ini kan bisa kita selesaikan baik-baik. " ucap Ethan pula.


" Pembohong. Jelas-jelas kau lebih mempercayai nya, kalau seperti ini jadinya sia-sia saja kita berbaikan sebelum nya, kan. " ucap Quennevia pula tersenyum sinis kepada Ethan.


" Kenapa kau tidak mempercayai ku malah dia?!! Apa karena kalian itu sudah bersama sajak kecil dan aku hanya orang baru, begitu?!!. " teriak Quennevia pula yang sangat amat kecewa mendengar nya.


" Quennevia!!. " ucap Ethan pula yang secara tidak sadar membentak nya.


Quennevia tersentak mendengar Ethan membentak nya, dia semakin tidak bisa percaya Ethan berteriak kepada hanya karena ia mengatakan kata-kata yang tidak seberapa seperti itu, jika apa yang ia katakan tidak benar kan dia hanya harus menyangkalnya saja.


Melihat itu bahkan teman-temannya yang juga ada di sana ikut terkejut melihat nya, mereka sudah merasakan firasat buruk tentang hubungan Quennevia dan Ethan kedepan nya.


Ethan pun menghela nafasnya, " Kita bicarakan di tempat lain saja, tidak akan baik jika murid lainnya melihat kalian bertengkar dis-.... " ucap Ethan menggantung saat menoleh kearah Quennevia lagi.


Saat ini didepan matanya, untuk kedua kalinya Quennevia menangis karena ulahnya. " Qu-Quennevia.. " panggil Ethan yang masih terkejut melihat nya.


Ia mencoba meraih Quennevia yang ada di depannya itu, namun Quennevia malah melemparkan buku yang sedari tadi ia pegang kearah Ethan, dan tentu saja langsung ditangkap oleh Ethan.


" ETHAN BODOH!!!. " teriak Quennevia pula lalu kemudian ia pun berlari pergi dari saja sambil menangis.


" Quennevia!. " panggil Ethan yang juga langsung berlari mengejar Quennevia.


" Ethan!.. " ucap Beatrice yang terhenti.


Ketika ia juga ingin mengejar Ethan, tetapi Arkan memegangi tangannya dengan tatapan yang sangat tidak menyenangkan itu. Tidak hanya dia.. namun teman-teman Quennevia yang lainnya juga sana menatapnya dengan tajam, berbeda dengan sebelumnya.


" Kau ikut aku. " ucap Arkan dingin kepada Beatrice.