
Beberapa saat kemudian, Haika dan juga Misika pun keluar dari pohon besar itu, perhatian mereka tertuju kepada Quennevia yang tengah berbaring dengan menjadikan Xi sebagai sandaran sambil memeluk seekor spirit kelinci.
Mereka hanya tersenyum melihat hal itu, kemudian mereka pun mendekati Quennevia.
" Hahaha... Eh, Ibu, kakak. Sudah selesai bicara nya??. " tanya Quennevia saat melihat mereka mendekat.
" Iya, sudah. Bagaimana dengan bermainnya, apa sudah puas??. " tanya balik Haika.
Quennevia pun langsung bangun, " Hm... sebenarnya belum, tapi aku sudah janji mau berkeliling Chrysos bersama teman-teman dan juga para senior. " ucap Quennevia.
" Kalau begitu kembalilah, jangan biarkan mereka meninggalkan mu. " ucap Misika.
" Yang ada aku sudah ditinggalin, bu. " gerutu Quennevia tapi kemudian ia pun tersenyum.
Haika pun terkekeh melihat nya, " Baiklah, ayo kembali. Ibu, kami pergi dulu ya. " pamit Haika, dan Quennevia yang langsung membuka portal dimensi nya.
" Iya, lain kali datanglah lagi. " sahut Misika.
" Bye Bye, ibu. " ucap Quennevia sambil melambaikan tangannya.
Misika pun juga membalas lambaian tangan itu, dan Quennevia pun langsung masuk ke portal menyusul Haika yang sudah lebih dulu pergi.
********
Sementara itu di tempat lain, saat ini Ethan dkk tengah berada di sebuah taman di kota. Mereka sudah berkeliling cukup lama dan memutuskan untuk datang kesana sekaligus beristirahat sejenak.
" Huftt.... Jalan-jalan yang sangat panjang. " ucap Sayles sambil meregangkan tubuhnya.
" Kita bahkan belum mengelilingi seluruh kota Kekaisaran. " sahut Arkan pula.
" Iya, tempat ini sangat luas. " ucap Meliyana pula penimpali.
" Haha... Kalian berpikir begitu, mungkin kalian harus memikirkan nya kembali jika melihat kota Kekaisaran Foldes. " ucap Niu.
" Memangnya lebih besar lagi??. " tanya Ryohan terkejut.
Yang mana langsung di angguki oleh Niu dan Oscar, wajar jika mereka terkejut karena belum pernah ke sana. Tetapi beberapa juga tidak terlalu terkejut karena sudah yakin seperti itu.
" Aku tidak terkejut. " ucap Lilac.
" Iya, namanya juga Kekaisaran. Yang mana yang lebih besar tidak akan ada pengaruh apapun bukan. " ucap Kian menimpali.
" Iya, kurasa itu bukan hal yang perlu dipikirkan. " ucap Jino.
Mereka tiba-tiba terhenti karena mendengar sebuah suara di sana, mereka melihat kesana kemari tetapi tidak menemukan asal suara itu. Mereka jadi terheran-heran mendengar suara itu.
" Kalian mendengar itu??. " tanya Sayles berusaha memastikan kalau bukan hanya ia yang mendengar nya.
" Maksudmu suara teriakan itu??. " tanya balik Arden.
" Aku juga mendengar nya. " sahut Oscar juga.
Mungkin mereka melupakan satu hal, mereka mencari kesegala arah tetapi tidak melihat ke atas mereka. Dan ketika mereka melihat ke arah suara itu berasal (diatas mereka) Mereka dikejutkan dengan seseorang yang jatuh dari langit.
" Huh?!. "
" Kyaaa.... "
Brukkk......
Ternyata... yang jatuh itu adalah Quennevia, dan ia jatuh tepat diatas Ethan. Membuat yang lainnya terkejut melihat nya itu, bagaimana dia bisa tiba-tiba jatuh dari langit seperti itu.
" Uh... sakit. " gumam Quennevia yang duduk di atas tubuh Ethan.
Sementara itu Ethan yang ada di bawah sana hanya diam tidak bergerak, Yuki yang kebetulan ada di dekat nya pun langsung mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
" Kau baik-baik saja??. " tanya Yuki.
Quennevia pun menerima uluran tangan itu dan mengangguk, " Umm... Terima kasih. " ucap Quennevia menimpalinya.
" Ngomong-ngomong kenapa mendaratnya tidak terlalu sakit ya??. " tanya nya pula bingung.
Yuki tidak menjawabnya, dia hanya diam lalu melirik apa yang ada di bawah sana, Quennevia yang bingung pun ikut melihat kearah mana Yuki melihat, dan berapa terkejut nya ia melihat Ethan yang ada di bawah sana.
" Haha... aku baik-baik saja. " sahut Ethan yang kemudian dibantu bangun oleh Quennevia.
Disisi lain teman-teman lainnya hanya melihat apa yang terjadi, sambil bertahan untuk mencoba tidak tertawa, meski sebenarnya sangat ingin tertawa melihat kejadian itu.
" Kau yakin, apa ada yang sakit??. " tanya Quennevia dengan sangat khawatir.
" Tidak usah khawatir, sama sekali tidak ada masalah kok. " ucap Ethan pula.
" Itu benar, itu benar. Selama yang jatuh itu Quennevia, Ethan tidak keberatan menangkap mu dan terjatuh berapa kali pun. " ledek Arkan.
Hal itu membuat Quennevia bingung, memangnya Arkan berpikir dia itu apa sampai harus jatuh berulang kali, dia kan jatuh hanya karena salah memperhitungkan tempat. Di samping itu Ethan malah jadi merona malu mendengar ledekan itu.
" Iya, iya. Jangan telalu dipikirkan, Quennevia sayang. " ucap Meliyana ikut meledek.
" A... Berhenti mengatakan hal itu. " ucap Ethan.
" Ada apa, kenapa wajahmu merah seperti itu?? Apa kau sakit??. " tanya Niu sambil tersenyum.
" Kau sakit??. " tanya Quennevia pula yang masih tidak mengerti dengan situasi nya.
" Ti... tidak, aku tidak sakit. Kalian berhentilah menggoda ku!. " bantah Ethan.
Namun ia malah bingung dengan Kian yang merangkul bahunya, " Sudahlah, jangan di sembunyikan lagi. " ucapnya dengan wajah serius.
" Senior, kau juga jangan ikutan. " ucap Ethan dengan kesal.
Karena sudah tidak tahan lagi Ethan langsung menarik tangan Quennevia pergi dari tempat itu, akan bahaya jika mereka sampai mengatakan hal-hal aneh padanya. Ia bahkan tidak mempedulikan teriakan teman-teman nya yang memanggil nya itu.
Sedangkan yang ditarik, Quennevia bingung kenapa tiba-tiba dibawa pergi begitu saja, kan dia baru saja bertemu dengan mereka tapi Ethan langsung membawanya pergi. Setelah cukup jauh Ethan menariknya pergi dari teman-teman nya, Ethan pun berhenti di sisi lain taman.
" Kenapa membawa ku begitu jauh??. " tanya Quennevia.
" Tidak, hanya saja... mereka mungkin akan mengatakan hal-hal aneh lagi. " jawab Ethan sambil mengalihkan wajahnya agar Quennevia tidak melihat nya.
" Hei, aku disini. Kemana kau melihat??. " ucap Quennevia.
" Bu.. Bukan apa-apa. " sahut Ethan pula.
Quennevia kesal karena Ethan tidak kunjung melihat kearahnya, ia pun memegang wajah Ethan dan memaksanya untuk melihat kearahnya. Dengan wajah kesalnya ia menatap Ethan yang berdiri di depannya itu.
" Lihat wajahku jika sedang bicara. " ucap Quennevia.
Sementara Ethan yang ditatap seperti itu membuat jantungnya berdebar kencang.
" Sial, kenapa aku berdebar seperti ini??. " batin Ethan sambil terus menatap Quennevia.
Quennevia sendiri jadi bingung kenapa Ethan diam saja, apalagi wajahnya yang semakin dekat itu " Kenapa??. " tanya Quennevia yang malah jadi ikut berdebar juga karena nya.
" Quennevia, aku..... "
Duarrr.....
Belum sempat Ethan menyelesaikan kalimat nya, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang membuat Quennevia sangat terkejut. Bukan hanya dia.. orang-orang yang mendengar hal itu sudah pasti dibuat terkejut juga.
Semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi dari tempat suara itu berasal, begitu pula dengan Quennevia dan teman-teman nya walaupun mereka berpisah. Quennevia pun langsung berbalik dan melihat dari mana asal ledakan itu ia benar-benar terkejut.
" Itu... itu dari kediaman. Apa.. apa yang terjadi??. " ucap Quennevia, ia pun langsung berlari pergi menuju asal suara itu.
Ethan yang melihat nya sempat ingin menghentikan nya, " Quennevia!!. " panggilnya, namun terlambat Quennevia sudah pergi lebih dulu.
" Ck. Sial, padahal sedikit lagi ku katakan. " ucap Ethan benar-benar kesal.
Ia pun langsung pergi menyusul Quennevia yang sudah pergi lebih dulu itu. Disisi lain nya pula, teman-teman Quennevia juga mendengar dan melihat ledakan itu, mereka tengah mencari kemana Ethan dan Quennevia pergi saat mendengar suara ledakan itu.
" Itu dari rumah Quennevia. " ucap Oscar.
" Ayo kita pergi lihat. " ajak Jino, yang di angguki oleh yang lainnya.
Mereka pun juga langsung pergi dari taman itu menuju kediaman Quennevia.