Quennevia

Quennevia
Misi di hari pertama



Pagi harinya, setelah menyelesaikan semua urusan nya, Quennevia langsung pergi dari kediaman nya untuk mencari pekerjaan lain. Dia tidak membawa Kai, karena semua orang sudah tahu dia mengawal putri Quennevia, jika dia terlihat bersama denga Nevia pasti akan kecurigaan yang muncul. Iyah, meskipun alasan sebenarnya adalah agar tidak ada yang bisa menyakiti Murphy saat ia tidak ada.


Quennevia pergi kearah sebuah tempat seperti guild yang menyediakan perkerjaan bagi yang mendaftarkan dirinya ke guild itu. Dan ia langsung mendaftarkan dirinya di guild itu tanpa ragu, lagipula dia memang perlu pemasukan pasti agar tidak kekurangan uang. Dan dia harus mulai membuat relasi yang menguntungkan.


" Ah, Nevia. Hai, kita ketemu lagi. " ucap seseorang yang terdengar akrab, yang tidak lain tidak bukan adalah Niu.


" Kenapa kau disini, Niu?? " tanya Quennevia masih dengan wajah datarnya.


" Bekerja, apa lagi. Aku juga anggota guild tau. " jawabnya, yang hanya dibalas deheman singkat dari Quennevia. " Oh, iya. Nevia, perkenalkan ini temanku. Namanya adalah Oscar Veillarin. " ucapnya.


" Halo. " sapa Nevia, meski dengan datar seperti biasanya.


" Halo untuk mu juga, aku sudah mendengar tentangmu dari Niu. Apa kau tertarik membuat kelompok dengan kami??. " tanya Oscar dengan ramah.


Nevia nampak memikirkan nya terlebih dahulu, seperti nya itu bukan ide yang buruk baginya. Apalagi dia sangat membutuhkan dukungan dari Oscar itu. Keluarga Veillarin, keluarga yang sangat besar dan kaya, pemilik rumah lelang terbesar di Kekaisaran dan juga bank yang sangat banyak cabangnya.


" Baiklah, tapi mungkin menjalankan perkerjaan denganku akan sangat sulit. " ucap Quennevia, dia berbalik pergi untuk melihat pekerja yang bisa mereka ambil.


Sementara itu, Niu dan Oscar sangat senang bisa membuat kelompok bersama orang hebat seperti nya, apalagi mereka tahu kalau Quennevia punya hewan roh Suci. Quennevia sendiri sedang mencari-cari perkerjaan yan cocok untuknya, dia ingin menguji kekuatan nya yang sudah berlatih bersama dengan bantuan Everton di ruang mimpinya. Untung naga itu hebat, pikir Quennevia.


Dia pun akhirnya menemukan pekerja yang sesuai dengan yang ia inginkan, tapi saat akan mengambil nya dia malah didorong oleh seseorang.


" Hei, hei, gadis kecil. Sebaiknya pulang dan melakukan perkerjaan rumah saja sana. Hahaha... " ucap orang itu.


Para anggota kelompok nya yang lain juga ikut mentertawakan nya, Quennevia jadi kesal karena semua kelompok itu, apalagi mereka semua para pria berwajah jelek.


" Ck, benar-benar cari mati. " gumam Quennevia.


" Hei, kalian. Pergi jangan ganggu ketua kami!!. " ucap Niu ditengah-tengah mereka.


Quennevia memproses ucapan Niu sebentar, sepertinya dia tidak bicara akan jadi ketua deh. Para kelompok itu pun juga tertawa semakin keras, hingga mengundang perhatian semua orang yang ada di guild itu.


" Hahaha... Kelompok kecil, mau apa kalian. Katua kecil seperti dia apa yang mau dibanggakan, katua kami tuan Enji adalah orang yang terbaik. " ucap salah satu orang disana.


" Benar, benar, ketua semut kelian ini tidak pantas berdebat dengan ketua kami. " ucap yang lain.


" Kalian semua ingin ku pukul, hah?!!. " geram Oscar, dia kesal kepada mereka semua yang selalu angkuh seperti itu.


" Hahah... Kalau begitu kita lihat, seperti apa ketua kalian itu. "


Salah satu dari orang kelompok itu menarik jubah yang menutupi Quennevia, dan terlihat lah bagaimana penampilan Quennevia.


" Woww, hahaha... Ternyata masih anak kecil, hahahaha.... " ucap orang yang membuka jubah Quennevia.


" Hahaha... Anak kecil seperti ini bisa apa, hah?? " tanya yang lain.


" Aduh..... " ucap Quennevia dengan sangat malas karena harus menghadapi orang-orang itu, tapi ia juga kesal karena diremehkan seperti itu. " Yue... Potong dia jadi beberapa bagian. " lanjutnya dingin.


Setelah itu, tiba-tiba orang yang tertawa paling keras itu langsung terpotong-potong, dan tidak ada yang menyadari nya. Saat ketika seekor rubah berada di belakang Quennevia sambil menatap mereka dgn tajam.


" Ru.. Rubah ekor sembilan. " ucap salah satu dari mereka.


Semua orang yang ada disana langsung berdiri dengan sangat terkejut melihat nya, iya tentu saja itu sudah pasti. Hanya beberapa orang saja yang bisa menundukkan hewan seperti Yue, dan rubah ekor sembilan adalah yang paling sulit.


" Kenapa?? Kalian takut??. " tanya Quennevia sambil tersenyum menyeramkan.


Tiba-tiba saja semua orang teralihkan kepada seseorang yang menepuk tangan nya di belakang orang-orang itu, mereka langsung menyingkir dan terlihat lah orang nya.


" Tu.. Tuan Enji. " ucap salah seorang dari mereka.


" Hoo.. Dia katua mereka. " batin Quennevia tersenyum miring.


" Hahaha... Hebat, hebat sekali. Kau bisa menaklukkan rubah ekor sembilan, kenapa tidak bergabung saja dengan kami??. " ucapnya.


" Aku tidak tertarik kepada pria sampah seperti mu. " jawab Quennevia dengan cepat dan tepat.


Pria bernama Enji itu nampak kesal karena mendengar hinaan itu, sedangkan orang lainnya berusaha menahan tawa karenanya. Quennevia tidak mempedulikan itu, dia berjalan kearah mayat orang yang dicabik Yue, dan mengambil kertas pekerjaan yang tadi di ributnya.


" A.. Ah, baik. " jawab pekerja itu dengan gugup.


" Ayo pergi, Niu, Oscar. " ajak nya.


" Baik. " jawab keduanya serentak dan penuh semangat.


Tapi belum juga mereka benar-benar pargi, pria bernama Enji itu menghalangi jalan mereka. Quennevia hanya menatap nya dengan wajah tidak peduli, tapi dia tidak suka pria itu.


" Kau pikir kau mau ke mana setelah menghinaku?? " ucapnya.


" Menyelesaikan pekerjaan, apa kau buta??. " tanya Quennevia dengan tersenyum angkuh.


" Anak kecil, sebaiknya kau cepat minta maaf kepada ku, atau aku akan membongkar rahasia mu. " sepertinya pria itu benar-benar frustasi sampai mengancam seperti itu.


Yue menggeram marah karena ketidaksopanan pria itu kepada masternya, tapi Quennevia menghentikan nya dan menyuruhnya kembali ke ruang spirit.


" Seharusnya... Kau yang berlutut meminta maaf padaku, baji*ngan." Quennevia berubah menjadi dingin.


Hanya orang bodoh yang tidak bisa merasakan nya, keinginan membunuh yang sangat kuat yang di keluarkan Quennevia. Ia ingat kalau dulu pria itu pernah membully Quennevia, bahkan menghinanya dengan blak-blakan di depan umum.


" Memangnya apa yang kau tahu tentang ku, hah?? Rahasia apa yang ingin kau bongkar??. " tanya Quennevia masih dengan menatap pria itu dingin.


" Huh, bahkan master level tinggi saja tidak akan bisa menundukkan rubah ekor sembilan dengan mudah seperti mu. Tapi kau... Hanya petarung pemula seperti mu begitu dihormati olehnya. Maka hanya ada satu alasan kenapa hal itu bisa terjadi..... " ucap pria itu menggantung kata-katanya.


Quennevia sudah menebak apa yang akan dikatakan pria itu, jelas sekali jawaban nya adalah sesama rubah ekor sembilan yang sudah mencapai level tertinggi dan bisa berubah menjadi manusia dengan sempurna. Quennevia menyeringai melihat tingkah pria di depannya itu, dia ingin lihat apa yang bisa dia lakukan.


" Kau pasti.. Sesama mereka kan. " lanjut pria itu.


" Sudah kuduga. " batin Quennevia, masih dengan Seringai nya.


Orang-orang yang ada di sana jadi ribut dengan pernyataan itu, mereka berpikir apa yang dikatakan pria itu benar. Hanya karena yang mereka tahu dia orang terkuat yang ada di guild itu.


" Kenapa repot-repot menduga seperti itu, pastikan saja langsung. Kau bisa melakukan sihir yang menunjukkan rupa sejati seseorang kan. " ucap Quennevia menantang nya.


Nampaknya dia tidak ingin lagi menyembunyikan identitas nya, ia sudah bosan dengan hal itu saja akan segera memberitahukan kalau Quennevia yang selama ini mereka hina sekarang adalah orang yang lebih hebat dari pada mereka semua.


" Huh, jangan menyesal setelah aku menggunakan nya. " ucap orang itu dengan sangat percaya diri dan angkuh nya.


Quennevia hanya tersenyum mendengar nya, lalu pria itupun langsung membaca mantranya. Dan sebuah lingkaran sihir muncul di bawah Quennevia, menyelimuti nya dengan cahaya.


Setelah cahaya itu hilang, semua orang kembali dibuat terkejut. Tidak, Quennevia tidak berubah jadi apapun, hanya saja... rambut yang ia warnai dengan sihir kembali seperti semula. Warna emas yang berkilau dan indah, yang semua orang tahu hanya satu pemiliknya.


" Putri Quennevia!. " ucap mereka semua serentak.


Bahkan Niu dan Oscar juga sama terkejut nya dengan orang-orang itu, tapi Quennevia hanya tersenyum dan semakin melebarkan senyuman nya itu.


" Ba.. Bagaimana mungkin... Si.. sampah Kekaisaran itu... " gumam Enji, dia sangat Syok setelah melihat perubahan itu.


" Bagaimana, Enji?? Aku bukan siluman rubah, kan?. " tanya Quennevia sambil berusaha menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang lucu saat terlihat sangat syok itu.


" Ba.. Bagaimana bisa?!! Kau masih tidak memiliki kekuatan apapun 3 minggu yang lalu, hanya sebuah kekuatan sampah (lemah), tapi sekarang.... " ucapnya menggantung.


Queen tiba-tiba ada dibelakang nya dan menyentuh pundaknya. " Tidak ada yang namanya kekuatan sampah, Enji. Yang ada hanya... Manusia sampah. " ucap Quennevia dengan tangannya yang lain mengepal kuat.


Quennevia pun langsung memukul Enji dengan sekuat tenaga, hingga menabrak dinding guild dan menembus keluarnya. Orang-orang di didalam maupun di luar guild pasti sangat terkejut, apalagi orang yang melakukan nya adalah orang yang selama ini mereka rendahan.


" Huh, manusia lemah. Ayo pergi, Niu, Oscar. " ucap Quennevia yang langsung pergi dari sana.


" Ah.. Ba.. Baik. " ucap Niu yang langsung menarik Oscar yang masih diam tidak percaya.


*****



* Oscar Veillarin