
Setelah para putri itu pamit untuk pulang, Quennevia pun juga berjalan kembali ke kediaman nya. Ia masih memikirkan tentang cerita yang dibicarakan oleh para putri itu, dia jadi teringat perkataan dari Everon saat mendengar siapa sebenarnya pangeran mahkota itu.
** Flashback
" Kau memang bukan manusia bisa. " ucap Everon.
" Apa??. " tanya Quennevia.
Ia tidak mengerti kenapa Everon mengatakan kalau ia itu bukan manusia, jelas-jelas ia itu adalah manusia.
" Apa maksud mu, aku itu manusia!. " ucap Quennevia.
" Iya, hanya setengahnya. " sahut Everon.
Quennevia jadi semakin bingung mendengar itu, setengahnya?? Apanya dia itu manusia seutuhnya. Memangnya apa yg membuatnya jadi bukan setengah manusia.
" Bisakah kau bicara dengan lebih jelas??." ucap Quennevia.
" Haahh... Iya, kau itu hanya setengah manusia. Ayahmu manusia utuh, berarti kau bisa tahu dari mananya kau bukan manusia, kan. " ucap Everon.
" Ah, apa maksud mu... Ibuku itu bukan manusia??. " ucap Quennevia, meski dengan ragu.
Everon pun menjentikkan jarinya, " Tepat, ibumu itu peri penjaga hutan. " sahut Everon.
Quennevia melongo mendengar nya, sangat tidak masuk akal untuk ia pikirkan. Jika ibunya itu peri penjaga hutan, bukannya ia tidak diperbolehkan untuk pergi dari tempatnya.
" Aku sangat bingung. " ucap Quennevia setelah mendengar itu.
" Kalau bingung istirahat saja dulu, kau bisa tanyakan lagi itu kapan saja, kan. " sahut Everon.
" Baiklah, kau bisa pergi sekarang. Akan ku tanyakan lagi nanti saja. " ucap Quennevia lagi.
" Oke. " Jawab Everon, dan dia pun langsung menghilang dari pandangan nya.
** Flashback off.
Kira-kira seperti itulah pembicaraan mereka waktu itu, karena ia terlalu bingung dengan itu ia tidak meminta Everon untuk meneruskan nya. Dan bahkan ia sampai lupa untuk bertanya lagi karena menyelesaikan tugas ayahnya, dan juga berkerja dengan Niu dan Oscar.
Kali ini ia berencana untuk menanyakannya kembali kepada Everon, rasa penasaran nya semakin tinggi, apalagi saat mendengar kalau ibu nya itu bisa memasuki hutan yang tidak bisa dimasuki oleh manusia biasa.
Hanya ada tiga kemungkinan yang bisa menjelaskan nya, dia adalah orang suku yang tinggal disana. Tapi tidak ada suku apapun disana yang ia ketahui, karena itulah pernyataan itu dicoret.
Lalu ada kemungkinan ia memang peri penjaga hutan, seperti yang diucapkan oleh Everon waktu itu. Atau.. Dia merupakan kenalan atau keluarga jauh dari orang yang menjaga tempat itu.
Tapi kemungkinan kedua lah yang paling mendekati jawaban nya, mengingat ibunya bisa mengendalikan semua yang ada di hutan, termasuk semua spirit animal's.
" Kak.. Kakak. " panggil Arissa, membuat lamunan Quennevia.
" Iya?. " sahut Quennevia pula.
" Apa yang kakak pikirkan?? Kenapa sampai melamun seperti itu??. " tanya Arisa.
" Bukan hal yang penting, kau tidak perlu khawatir. " jawab Quennevia.
Arissa nampak tidak percaya dengan apa yang ia katakan, meski ia mengatakannya dengan wajah yang tidak menyembunyikan apapun juga. Arissa seperti ingin mengorek semua informasi yang dimiliki Quennevia, tapi sama sekali tidak ada celah untuk membuatnya mengatakan nya.
" Jika kakak ingin menceritakan sesuatu, katakan saja padaku. Aku akan menjadi pendengar yang baik untuk kakak. " ucap Arissa dengan percaya diri. " Dengan begitu aku bisa memberikan informasi itu kepada Ibu, juga. " isi batinnya.
Quennevia memandangi Arissa sebentar, " Dan membiarkanmu menjalankan rencana jahatmu, no thanks. " batin Quennevia, ia pun tersenyum kepada Arissa.
" Jangan khawatir adikku sayang, hal yang kupikirkan sama sekali tidak penting. Jika aku butuh seseorang untuk mendengarkan nya, aku pasti mencarimu. " Quennevia tersenyum dengan lembut dan mengusap kepala nya dengan lembut pula.
Membuat Arissa jadi tersentuh dengan nya, itu pertama kali nya bagi Arissa diperlakukan seperti itu oleh orang lain selain ibunya.
Quennevia pun kembali berjalan pergi dari sana, meninggalkan Arissa yang masih terdiam karena diperlakukan seperti itu. Arissa yang masih belum tersentuh karena itu kembali menyentuh kepalanya yang diusap Quennevia. Terasa hangat.
" Ah.. Sepertinya aku sedikit menyesal karena memanfaatkan nya. " batin Arissa.
Setelah sampai di kamar nya, Quennevia langsung meminta Murphy dan Kai untuk tidak membiarkan siapapun masuk, ia pun juga mengunci pintu dan menutup jendela untuk itu.
" Everon, aku ingin bicara. " ucap Quennevia.
Lalu Everon pun langsung muncul kembali dalam wujud manusia nya, tapi kali ini dengan wajah yang terlihat malas.
" Hoam... Ada apa?? Kau mengganggu ku tidur tau. " ucap Everon saat muncul.
" Aku ingin dengar tentang ibuku lagi. " ucap Quennevia.
" Hee.... Apa sekarang kau tertarik lagi mendengar nya??. "
" Iya, katakan saja. Waktu itu kau bilang ibuku peri penjaga hutan, tapi jika itu benar... bukankah seharusnya ibu tidak bisa meninggalkan wilayah kekuasaan nya. "
" Iya, seharusnya begitu. Tapi ibumu itu sedikit berbeda... Kau tahukan wilayah kekuasaan nya. "
Mendengar itu Quennevia jadi memikirkan satu hal, jika ibu dan ayah nya bertemu untuk pertama kalinya di desa pinggiran dekat hutan York. Lalu hanya ibunya yang bisa masuk ke jantung hutan itu, itu artinya wilayah kekuasaan ibunya itu...
" Hutan Agung York. " ucap Quennevia.
" Benar, dia pelindung hutan York. Hutan paling besar dan paling berbahaya dari semua tempat di daratan ini. " sahut Everon.
"Lalu.. Apa bedanya?? Ibu kan juga merupakan peri pelindung, apa perbedaan ibu dengan peri pelindung yang lain. " tanya Quennevia lebih jelas.
" Umumnya peri pelindung itu memang seekor peri, tapi ada juga yang merupakan hewan seperti ku. Yang sudah memiliki bentuk tubuh seperti manusia dan juga memiliki kekuatan yang sangat besar, barulah para penghuni hutan memilihnya menjadi pelindung. " jelas Everon kepadanya.
" Tapi ada beberapa juga... yang merupakan manusia yang terpilih, tapi ibumu lebih spesial lagi. Kekuatan nya pun sudah besar sejak saat ia lahir kedunia. Ibu mu itu... adalah keturunan spesies kelinci salju yang langka, juga merupakan keturunan dari dewa. " lanjut nya.
Quennevia termenung mendengar nya, semua yang diberitahukan oleh Everon tidak pernah terpikir kan oleh siapapun. Terlebih... jika dia memang keturunan dewa, kenapa kekuatan nya tidak bisa bangkit secara alami. Seolah disengaja... Tidak, tapi ada yang menghalanginya. Disaat yang sama juga, tidak akan pernah ada yang menyangka kalau itu adalah hal yang sebenarnya, dan Quennevia jadi semakin bingung lagi..
" Kenapa aku merasa penjelasan nya sangat tidak masuk akal, ya. " batin Quennevia.
" Lalu.. " yang diucapkannya pula.
" Seperti yang aku ucapkan, ibumu itu sudah di pilih jadi pelindung hutan sejak ia masih bayi. " ucap Everon, tapi Quennevia malah jadi semakin bingung.
Quennevia memikirkan semuanya untuk memproses semua informasi itu, dia terlihat sangat ruwet dengan semua itu. Sedangkan Everon hanya menatapnya datar saat Quennevia seperti itu, lalu akhirnya Quennevia pun bisa memproses itu semua.
" Jadi kau ingin bilang ibuku itu, hewan roh kelinci salju langka, juga setengah dewa. Lalu dia pelindung hutan yang tidak dikekang untuk tinggal di satu tempat saja. " ucap Quennevia setelah memikirkan dan merangkum semua kata-kata Everon.
" Singkatnya seperti itu. " sahut Everon.
" Hmm... Secara tidak langsung aku juga jadi memiliki darah dewa dan hewan roh abadi." ucap Quennevia dengan percaya diri, tapi lalu..." Eee... Lalu aku akan juga manusia, berarti aku tidak akan abadi kan. "
Quennevia terlihat sangat kecewa mengingat itu, dan malah membuat Everon jadi semakin tidak bisa mengerti isi pikiran gadis itu. Sebegitu inginnya kah dia memiliki hidup yang hampir abadi.
" Tentu tidak seperti itu, karena tubuhmu itu tubuh yang hampir sama dengan ibumu. Dan kau memiliki darah keturunan dewa, jadi meski kau manusia biasa pun kau tetap memiliki hidup hampir abadi. Ditambah dengan jantung iblis itu juga, kau juga tidak akan menua dan luka mu akan cepat ber-regenerasi." ucap Everon kemudian.
" Jadi aku bisa hidup lebih lama dan tidak akan menua.. Yess. " ucap Quennevia dengan sangat girang, " Ah, benar juga. Aku ingin bertanya tentang Kekaisaran Foldes, sebagai makhluk yang lebih lama hidup dari siapapun kau pasti tahu kan. " lanjut nya.
Everon mengerutkan dahinya mendengar itu, ia nampak tidak terlalu suka mendengar itu. Dan itu malah membuat Quennevia jadi merasa aneh dengan tanggapannya.
" Kenapa kau ingin tahu??. " tanya Everon agak ketus setelah mendengar nama tempat itu.
" Tertarik saja, tapi jika kau tidak mau mengatakan nya juga tidak masalah. " sahut Quennevia pula.
" Kekaisaran Foldes adalah Kekaisaran yang mana semua makhluk bisa hidup berdampingan disana. Tapi beberapa orang diantaranya juga memanfaatkan hal itu untuk membuat sebuah guild, dan menangkap berbagai hewan roh untuk jadi alat. "
" Lalu bagaimana dengan keluarga Kekaisaran nya??. "
" Yang ku dengar kalau keluarga Kekaisaran itu sama seperti kau dan ibumu, mereka juga memiliki darah keturunan dewa. "
" Baiklah, Terima kasih info nya. Aku akan pergi menemui Niu dan Oscar terlebih dahulu. "
Quennevia pun keluar dari sana untuk pergi ke guild, Everon yang masih di sana pun masih memandangi nya untuk sesaat. Dan lalu kemudian kembali hilang ke dalam tubuh Quennevia.