
Setelah cahaya kebangkitan itu hilang, Quennevia pun kembali menapaki tanah di bawahnya, dan ia pun mulai sadar kembali dari kebangkitan itu. Dan hal pertama yang ia lihat... adalah wajah terkejut dari orang di depannya.
" Ehh?? Ada apa dengan Kalian??. " tanya Quennevia sama bingung nya dengan mereka.
" Ahahaha... Seperti nya kau sendiri tidak menyadari apa yang baru saja terjadi. " ucap seseorang lainnya yang muncul di sana.
" Siapa??. " tanya Quennevia datar.
* Ilustrasinya
Seorang pria berambut biru panjang tiba-tiba saja muncul di depan nya, Quennevia merasa tidak asing dengan nya tapi ia sama sekali tidak bisa mengingat siapa dia. Sedangkan pria itu hanya tersenyum kepada nya.
" Tuan Mice. " ucap Blue sambil memberi hormat kepada orang itu.
" Halo si tua biru. " sapa Xi kepada orang itu.
" Kau masih sangat tidak sopan ya, sama seperti seseorang" sahut orang itu pula.
Ah, sekarang Quennevia paham, dia adalah orang yang tadi disambut kan oleh Blue saat memperkenalkan dirinya tadi.
" Kau salah satu pelindung tempat ini. Sang Naga Air, Mice. " tanya Quennevia.
" Benar, senang bertemu dengan mu lagi. " sahut Mice dengan senyum ramah kepada Quennevia.
" Hah? Memangnya kita pernah bertemu sebelum nya?? " tanya Quennevia dengan bingung, Mice tentu lebih bingung lagi.
Saat itulah mereka tiba-tiba mendengar suara seseorang, perhatian mereka pun teralihkan kepada seseorang yang sedang tidur dengan santainya di atas dahan pohon, dan orang itu sangat Quennevia kenal.
Srakkk.... Srakkk....
" Hoam.... Jangan tanyakan itu padanya, dia sama sekali tidak mengingat siapapun dan apa yang terjadi di hari itu. " ucap orang itu terdengar malas, tapi membuat Mice Mengerti.
Dan ternyata orang itu adalah Everon.
Quennevia yang pada akhirnya bisa melihat nya kembali malah jadi kesal, sejak kapan dia ada di sana dan kenapa sama sekali tidak menyembut nya dengan benar. Ia pun berjalan dengan kekesalan nya mendekati pohon dimana Everon berada, sementar Mice hanya menatapnya sambil tersenyum (Orang yang ingin tahu apa yang akan Quennevia lakukan)
" Dasar kadal tua sialan, hanya tidak bertemu beberapa hari saja kau sudah berlaga sok, hah?!!. " ucap Quennevia sambil menendang pohon itu saking kesalnya.
" Hah?!!. " ucap Everon yang terkejut.
Srakkk.... Brukk....
Dan akhirnya ia pun jatuh dari pohon itu karena Quennevia menendang pohon itu.
" Bocah kecil, sebaiknya kau jaga tingkah mu itu. " ucap Everon setelah ia bangun, sekarang sama kesalnya dengan Quennevia sekarang.
" Haah?? Sebaiknya kau tidak lupa kalau kau masih terikat kontrak dengan ku, dasar kadal pemalas. " ucap Quennevia pula semakin kesal.
" Siapa yang kadal, huh??. "
" Tentu saja itu dirimu. "
" Bocah kecil, mulutmu semakin tajam saja setiap harinya, ya. "
" Siapa yang bocah kecil, kadal tua sialan??. "
" Tentu saja dirimu. "
Perdebatan mereka itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, bahkan malahan semakin parah rasanya. Sementara yang lain hanya menatap mereka datar, tanpa melakukan apapun. Oh, kecuali Mice yang hanya tersenyum.
" Aha... Seperti nya kadal ini benar-benar tidak mau kalah. " pada akhirnya Mice pun ikut campur dalam perdebatan mereka.
" Benar. " sahut Quennevia cepat.
" Siapa yang kau sebut kadal, dasar ular sialan?!!. " ucap Everon pula semakin kesal, tapi kekesalan nya berpindah kepada Mice.
" Hohoho... Tentu saja dirimu. " sahut Mice dengan ceria.
Dan itu malah semakin membuat Everon emosi lagi, hingga rasanya api pun keluar dari tubuh nya.
" Ular sialan, kau mau ku bakar, huh?!. " tanya Everon dengan emosi.
" Hohoho... Itu tidak akan berhasil, kau dan aku itu saling berlawanan, dan aku ini seekor naga buka ular. " sahut Mice.
" Cih, kau menyebut dirimu sendiri naga dihadapan naga murni. " ucap Everon pula.
" Naga murni?? Mungkin lebih tepatnya kadal naga. " ucap Mice.
Padahal sudah bagus Quennevia dan Everon berhenti bertengkar, tapi sekarang malah diganti kan oleh mereka berdua. Yang lainnya masih tidak mau ikut campur dalam perdebatan mereka itu.
" Kami setuju. " sahut Bell dan Blue.
" Sepertinya kita mengambil jalan yang salah karena mempertemukan mereka berdua. " ucap Yue disetujui oleh kelinci kecil sebelumnya.
" Kalian, kita masuk sendiri saja bagaimana?? " tanya Quennevia kepada mereka pula, membuatnya langsung ditatap oleh mereka dan ia jadi bingung lagi.
*******
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tetap masuk bersama dengan Everon dan Mice, meski Everon terus saja mengoceh di belakang saja, sementara Mice memandu mereka di depan sambil tersenyum senang.
Setelah Quennevia memasuki jantung hutan itu, ia benar-benar berada di tempat lain yang sangat indah. Pemandangan yang begitu hijau dan alami, juga hewan-hewan yang lebih banyak terlihat dari pada di hutan.
" Whaa.... " Quennevia benar-benar merasa kalau dirinya benar-benar berpindah tempat hanya dalam beberapa langkah saja. " Hei, paman Mice. Apa jantung hutan memang selalu seluas ini?? Rasanya aku bisa melihat lembah dan juga pegunungan lain di tempat ini. " tanya Quennevia pula.
" Haha... Sebenarnya ini bukan jantung hutan, tapi tempat yang kalian masuki sebelumnya lah jantung hutan yang sebenarnya. Bisa dibilang kalau di tempat itu adalah jalan masuk ke mari, mungkin tempat ini lebih tepat dibilang sebuah dunia lain. " sahut Mice.
" Hee... ada yang seperti itu juga, ya. " ucap Quennevia.
" Iya, ada. Dan lagi... kenapa kau memanggilnya paman??. " ucap Everon terlihat tidak suka, apalagi melihat wajah Mice yang terlihat menyombongkan dirinya kepada Everon.
" Hah?? Kenapa, apa kau juga mau kupanggil paman?. " tanya Quennevia pula.
" Ogah. " jawab Everon.
" Heh, kalau begitu jangan protes. " ucap Quennevia.
Everon tidak percaya itu, dia selalu kalah berdebat dengan gadis itu, padahal dia lebih baik dalam segala hal dibandingkan dengan Quennevia. Oh, tidak benar, Quennevia bisa jadi lebih kuat dalam waktu yang cepat, dia juga sangat licik dalam melakukan segala hal. Beberapa tahun kedepan mungkin Quennevia bisa saja mengalahkan nya.
Everon menggelengkan kepala nya untuk mengusir pikiran itu, " Pokoknya, kau juga harusnya memanggil ku lebih sopan sedikit. " ucapnya.
" Wahh.... ikan-ikan disini sangat gemuk. " tapi Quennevia tidak mempedulikan nya, dan malah melihat ikan-ikan di kolam bersama dengan Mice. Sedangkan Xi dan Yue malah pergi ke tempat lain dari pada melihat perdebatan mereka lagi.
" Woyy, kau mendengar kan ku tidak?!!. " teriak Everon dengan kesal.
" Apaan sih, dasar kadal tua dari tadi teriak-teriak mulu. " sahut Mice dengan santai.
" Everon, jika kau marah-marah terus kau akan terlihat semakin tua. " ucap Quennevia pula.
Everon pun terus saja marah-marah tidak jelas di belakang sana, dan Mice yang terus saja meladeni nya. Quennevia benar-benar tidak mempedulikan mereka sekarang, dia hanya fokus ke depannya. Pemandangan air terjun yang sangat indah, dan air di sana juga nampak sangat jernih.
" Ehh??. " Quennevia tiba-tiba saja melihat sesuatu dari dalam air sana, nampak seperti mata seseorang yang sedang mengamatinya.
Semakin lama semakin jelas dan akhirnya keluar lah sebuah kepala dari dalam air di depannya itu. Lebih tepatnya sebuah kepala milik seorang wanita cantik.
" Senang bertemu dengan mu lagi. " ucap seseorang itu.
" Ahh?!!. " teriak Quennevia dengan sangat terkejut, dan teriakan itu mengundang perhatian Everon dan Mice.
" Oh, lama tidak jumpa Aqua. " sapa Everon datar.
Sementara itu, orang yang disapanya mengkerutkan alisnya tidak senang. " Everon sialan, sudah pergi dari sini kau juga tidak pernah menghubungi kami, apa kau tahu betapa susahnya kami setelah kerusuhan yang kau buat di Kekaisaran Foldes dulu. Masih berani muncul di hadapan ku, ya. " ucap seseorang yang di panggil Aqua itu, ia keluar dari dalam air dan duduk di pinggir danau.
" Aqua, apa kau baru muncul tanpa pemberi tahuan?? Putri kita ini sangat tekejut. " ucap Mice kepada Aqua, sambil melirik Quennevia yang masih terlihat Syok saat melihat nya.
Untuk pertama kalinya Quennevia sangat tekejut seperti itu, padahal saat bertemu dengan Everon ia sama sekali tidak terkejut dan malah bersikap acuh.
" Aiya, maafkan aku. Aku hanya terlalu bersemangat untuk melihat Queen kecil kita, sudah 6 tahun ya tidak bertemu. " ucap Aqua dengan ceria.
" Aha.. Senang... jika kau senang. Meski aku tidak ingat kapan aku pergi ke sini. " ucap Quennevia kikuk.
" Kau tidak ingat?! Apa karena kejadian itu?! Dasar manusia klan Retia itu, aku benar-benar kesal pada mereka. Berani sekali mereka membuat Queen kecil ku jadi tidak mengingat ku. " ucap Aqua pula dengan emosi yang membara.
" Anu.... Sebenarnya kejadian apa sih yang terus kalian bicara itu. " tanya Quennevia dengan bingung.
Rasanya ia sudah banyak mendengar tentang 'kejadian itu' dari mereka, tapi ia sama sekali tidak tahu dan tidak diberi tahu apa itu.
" Akan lebih baik jika kau tidak tahu, itu adalah kejadian yang sangat menyedihkan. " ucap Aqua sambil menepuk kepala nya.
" Iya, ibu juga lebih suka jika kau tidak tahu. " ucap Misika pula yang tiba-tiba muncul dan langsung memeluknya.
" Misika?!!. " ucap tiga orang disana (-Quennevia) serempak.
" Hai, lama tidak jumpa. " sapa Misika kepada mereka pula.