
[Season 2]
Akhirnya, mereka pun sampai dipelabuhan Foldes, Laut Merenia. Lautan disana sangat biru dan indah, banyak orang yang datang untuk melihat kehindahan itu. Tetapi... tidak pernah ada yang tahu apa yang ada didalam kegelapan sesuatu yang indah tersebut.
" Woah, indah sekali. Kau harus membawa kami berlibur kemari lain kali. " ucap Arkan sambil memperhatikan sekitar.
" Yah, jika kalian mau kita bisa tinggal disini beberapa hari sebelum pergi nantinya. " sahut Ethan.
" Kalian bersiaplah, aku sudah memanggil mereka. " ucap Titus menyela pembicaraan mereka.
" Siapa yang kau panggil?? " tanya Meliyana yang penasaran.
" Hmm? Siapa lagi kalau bukan para duyung. " jawab Titus pula.
Lalu dari kejauhan sana, seperti yang dikatakan oleh Titus, beberapa duyung berenang mendekati kearah mereka. Oscar dan yang lainnya sampai terkagum-kagum melihat itu, ini pertama kalinya mereka melihat duyung secara langsung seperti ini.
Dan ketika para duyung itu tepat didepan mereka, melihat mereka bukan hanya dengan kagum, tapi juga mengingatkan Oscar dan yang lainnya kepada Aqua. Karena mereka sebenarnya memang sejenis.
" Kami memberi hormat kepada satu-satunya matahari Kekaisaran. " ucap salah satu dari para duyung itu, sambil memberi hormat ala mereka. Kita panggil saja dia Jay, author nya malas cari nama... :v
Ethan pun tersenyum kepada mereka dan menyapa, " Lama tidak bertemu. Bagaimana keadaan kalian?? " tanyanya dengan ramah.
" Berkat perlundungan dari Foldes semua nya baik-baik saja, tidak ada lagi rakyat kami yang ditangkap oleh para penjual budak. Kami sangat berterima kasih dengan hal itu. " jawab yang lain pula, bernama Char.
" Senang mendengar kalau tidak ada lagi diantara kalian yang menghilang. Ngomong-ngomong... Sebenarnya aku punya permintaan. " sahut Ethan pula.
" Apakah itu...?? " tanya duyung wanita bernama Dory.
" Mereka ingin pergi ke gua cahaya. Kuharap kalian mau mengantarkan mereka setidaknya sampai pintu masuk nya saja. Yah, meskipun kalian tidak ingin melakukan nya, anak-anak nekat ini pasti akan tetap pergi ke sana dengan cara mereka sendiri. " ucap Titus menyela.
Yang mana ucapan nya itu hanya dibalas anggukan percaya diri dari Ethan dan teman-temannya. Sementara disisi para duyung, mereka sangat terkejut karena mendengar kalau mereka ingin pergi ke gua itu.
" Apakah itu benar?? Kenapa kalian ingin pergi ke tempat berbahaya itu?!. " tanya Jay.
" Hm? Apakah seberbahaya itu??. " tanya balik Meliyana penasaran.
Dory pun berenang lebih dekat dan naik ke pinggir dermaga " Biasanya memang berbahaya, tapi akhir-akhir ini menjadi lebih berbahaya karena tingkah aneh para monster yang jadi sangat agresif didekat gua itu. " jelasnya.
" Apa ada cara untuk melewati para monster itu tanpa disadari oleh mereka?? " tanya Oscar.
" Jika kita punya mutiara ilusi pasti mudah, meskipun hanya kan bertahan 10 menit dan butuh waktu lama untuk digunakan lagi. Setidaknya itu cukup untuk mengelabui monster-monster itu, karena setelah kalian masuk monster-monster itu tidak akan bisa mengejar lagi ketika masih adanya dinding penghalang yang menghadang para monster itu untuk masuk. " jawab Dory pula.
Mendengar itu, mereka sempat berpikir, dimanakah tempat yang bisa membuat mereka menemukan mutiara ilusi yang cukup kuat untuk digunakan dilautan dalam nantinya.
Sampai kemudian perhatian mereka teralihkan kepada Niu, " Ah! Benar juga!... " ucap Niu yang baru saja ingat.
Ia terlihat mencari sesuatu ditas yang dibawa olehnya, bahkan beberapa barang sampai ia lempar kemana saja tanpa melihat arahnya. Dan ketika dia menemukan benda yang ia cari, Niu pun langsung memperlihatkan nya kepada teman-temannya.
" Lihat ini! Aku sempat menemukan Mutiara ilusi yang kita butuhkan direruntuhan kerajaan Aquila sebelumnya! " ucapnya dengan wajah sumringah.
" Wah, hebat!. " puji Meliyana.
Niu yang mendengar nya pun jadi merengut kesal, " Bukan mencuri namanya jika tidak ada yang jadi pemiliknya. " ucapnya menimpali Yuki.
" Oke, jadi... Kami sudah memiliki barang yang dibutuhkan, bisakah kalian menuntun kami kesana?? " tanya Ethan pula kepada para duyung.
Para duyung yang mendengar itu pun saling pandang, dan kemudian saling mengangguk kepada satu sama lain saling menimpali.
" Baiklah, jika anda memang bersikeras untuk pergi kesana. " jawab Jay mewakili dua temannya yang ada disana.
Para duyung pun bersiap kembali menyelam ke bawah sana, begitu pula dengan teman-teman Ethan yang memakan sebuah pil yang membuat mereka bisa bernafas didalam air untuk waktu yang lama. Kemudian mereka pun ikut masuk ke dalam air.
Tapi sebelum Ethan ikut terjun ke laut, Titus kembali menghentikan nya...
" Ethan... " panggil Titus pada keponakan nya itu.
" Hm? Ada apa, Paman ? " tanya Ethan.
" ... Apa beberapa waktu yang lalu... Kau melepas segel kekuatanmu?? " tanya Titus dengan hati-hati.
Sedangkan Ethan yang mendengar itu sedikit tersentak kemudian menundukan kepalanya dengan raut wajah yang entah kenapa kelihatan sedih. Titus tahu kalau dia akan seperti itu setiap kali siapapun mengungkit soal kekuatan nya yang disegel.
Itu karena... Kekuatannya akan terus mengingatkan nya akan sebuah insiden dimasa lalu. Dan itu menjadi trauma bagi Ethan. Karena itu juga dia tidak pernah mau melepaskan cincin dijari telunjuknya itu, yang sebenarnya adalah sebuah cincin segel.
Tapi beberapa waktu yang lalu, ketika Titus menulis catatan penting tentang hidup keponakan satu-satunya itu, dia merasakan kekuatan yang selama ini Ethan paksakan untuk tidur terlepas sekaligus dan membuat semesta yang tenang bergetar. Ia sampai berpikir kalau mungkin Ethan lepas kendali, atau cincin segel nya rusak/hancur.
Ethan masih belum mengatakan apapun, sampai kemudian dia pun tersenyum sedih. " Waktu itu... Situasi nya cukup genting. Dan aku tidak memikirkan hal lain selain Quennevia.. Jadi aku tidak sadar kalau ternyata aku membuka segel nya. " jawab Ethan.
Sedangkan Titus yang mendengar nya pun jadi bisa tahu situasi apa yang dia maksud genting itu. " Jadi kau masih takut menggunakan kekuatan itu, ya. " gumam Titus yang masih bisa didengar oleh Ethan.
" Yah, wajar saja bukan. Setiap makhluk hidup pasti punya sesuatu yang ditakutinya, apalagi manusia yang lebih lemah dari pada makhluk lainnya. " ucap Ethan pula menyahutinya.
" Apa kau itu manusia?? " tanya Titus pula yang lagi-lagi membuat Ethan terdiam.
Tapi kali ini Ethan hanya mengangkat kedua bahunya dengan santai, " Entahlah... Aku sendiri tidak tahu aku ini apa. " ucapnya kedengaran pasrah sekali.
Yah, wajar jika dia sendiri tidak tahu dia itu apa. Dia punya darah iblis, namun bukan iblis. Juga punya darah dari para dewa, tapi dia bukan dewa. Namun dirinya hidup sebagai manusia. Tidak ada yang bisa menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya. Yang Ethan ketahui hanyalah dirinya adalah pangeran dari sebuah Kekaisaran besar dibenua ini.
" Oi, Ethan! Mau sampai kapan kau disana?? " ucap Arkan yang kemudian mengalihkan perhatian Titus dan Ethan.
" Ah, ya. Aku akan menyusul. " ucap Ethan menimpali... " Baiklah, paman. Aku akan segera kembali, jadi jangan khawatir. " ucapnya pula kepada Titus.
" Haah... Pergilah. " ucap Titus pula menimpali dengan raut wajah malas.
Ethan hanya tersenyum melihat nya, dan kemudian ikut terjun ke laut dan pergi bersama dengan yang lainnya.
Disisi lain Titus hanya memperhatikan mereka yang kini tidak terlihat lagi. Titus pun mengangkat kepalanya menatap langit biru yang membentang diatas sana, saat kemudian muncul sosok seseorang dibelakang nya.
" .... Kau lihatkan?? Dia bukan anak kecil yang akan merengek kepadaku seperti dulu lagi. Dia bahkan pergi ke lautan dalam yang sangat berbahaya dengan keinginannya sendiri. Dia sekarang punya orang yang dia cintai dan ingin dia lindungi. Dia tidak akan berhenti meskipun seluruh dunia mencoba untuk menghentikan nya. " ucap Titus kepada sosok dibelakang nya itu yang bahkan tidak ia lihat sama sekali.
Sementara dibelakang sana, sosok itu hanya terdiam dan kemudian tersenyum setelah mendengar perkataan Titus. Setelah itu sosok itu pun kembali menghilang seperti pergi tertiup angin lembut yang datang dari laut.