
Setelah kejadian itu, Quennevia diminta datang ke istana Kekaisaran oleh Kaisar untuk melaporkan apa yang terjadi di kediaman Mentri, iya tentu saja kaisar ingin tahu, kan ayahnya itu adiknya. Setidaknya dia sangat peduli kepada ayahnya dan juga dirinya selaku keponakan dari Kaisar.
Meski begitu, dia benar-benar jengkel dengan situasi yang sedang ia alami sekarang...
Dia jengkel kepada orang yang sedang memandu jalannya saat ini. Pasalnya...
" Oy, ini bukan jalan kearah istana kaisar. " dia mengarahkan Quennevia ke jalan yang salah.
" Apa maksud mu-... " ucap pemandu jalan itu terpotong.
Plakk...
Quennevia langsung menampar nya karena bicara seenaknya terhadap nya, setidaknya dia harusnya tahu jika dia adalah anak resmi dari Hudson yang merupakan adik dari Kaisar. Dan mengingat tidak kemarin tidak sekarang ada orang sepertinya membuatnya semakin kesal.
" Jaga tingkah mu dihadapanku. " ucap Quennevia menatap orang itu dingin, membuat orang itu jadi sedikit ketakutan.
" Ma.. Maafkan saya, putri. " ucap orang itu.
" Pergilah, aku tidak membutuhkan orang tidak berguna seperti mu. " ucap Quennevia sambil berjalan pergi dari sana, meninggalkan orang yang menuntunnya tadi.
Pada akhirnya Quennevia berjalan sendirian ke istana Kaisar, harusnya ia membawa Murphy saja untuk menanami nya. Perlakuan orang-orang terhadapnya masih sama seperti biasanya, karena mereka masih tidak percaya kalau ia sudah jadi lebih kuat.
Quennevia hanya mendiamkan mereka, bukan berarti tidak berani menghadapi mereka. Tapi mereka yang tidak pantas untuk dihadapi menggunakan kekuatan nya, bisa-bisa sekali serang mereka langsung mati.
" Quennevia. " pangggil seseorang.
Mendengar itu membuat Quennevia menghentikan langkah nya, ia pun berbalik dan melihat seorang pria dibelakang nya. Menatap Quennevia dengan wajah dinginnya yang sudah seperti kebiasaan, dia adalah pangeran sekaligus putra mahkota di Kekaisaran, Lecht Reus Chrysos.
" Pangeran. " Quennevia memberi hormat nya kepada pangeran.
" Apa yang kau lakukan disini??. " tanya Lecht.
" Paman kaisar meminta Quennevia untuk datang kemari, beliau bilang ingin mendengar laporan ku tentang masalah yang terjadi di kediaman ayah baru-baru ini. " jawab Quennevia.
Lecht merasa ada yang berbeda dengan Quennevia, gadis yang penakut dan lemah itu biasanya tidak berani menatap matanya sama sekali, tapi sekarang dia menatapnya dengan sangat percaya diri. Ia jadi berpikir mungkin saja Quennevia benar-benar sudah berubah, sama seperti rumor yang beredar saat ini.
" Kalau begitu kemana orang yang mengantar mu tadi, kenapa kau sendirian disini??. " tanya Lecht.
" Orang itu sengaja menunjukkan jalan yang salah dan bertingkah tidak sopan, jadi aku meninggalkan nya. " sahut Quennevia datar.
" Kalau begitu ayo ikut aku. " ucap Lecht pula.
Dia memimpin jalan dan Quennevia mengikuti nya, tapi sebenarnya Quennevia juga merasa kalau dia dan kakak sepupunya itu sama sekali tidak akrab. Kenapa dia tiba-tiba seperti itu?.
" Kenapa dia, ya?? Apakah karena aku mengubah Quennevia jadi lebih kuat, maka hubungan ku dengan Lecht juga ikut berubah. " batin Quennevia.
Ia pun menepis semua pikiran nya dan terus mengikuti Lecht, tidak akan ada gunanya jika dia terus memikirkan hal itu.
Saat sampai di tempat Kaisar, ia segera memberi hormat kepada nya dan ia disambut dengan baik oleh Kaisar itu sendiri. Pangeran Lecht juga ada di sana, disamping ayahnya.
" Quennevia, bagaimana keadaan mu??. " tanya sang kaisar.
" Quennevia sangat baik, paman kaisar. " jawab Quennevia.
" Begitu, Syukurlah. Paman dengar beberapa waktu lalu ada masalah yang muncul di kediaman mu, sebenarnya apa yang terjadi??. " ucap sang kaisar lagi dengan penasaran.
Ini dia hal yang menjadi penyebab ia dipanggil ke istana, Quennevia pun menceritakan semuanya kepada kaisar sekaligus pamannya itu. Tapi ia tidak mengatakan soal jantung iblis atau Everon padanya, termasuk Xi. Tidak ada gunanya juga diberitahukan.
Akan ada banyak masalah jika ada orang yang tahu hal itu, lagipula ia juga tidak ingin jadi senjata orang lain, atau dimanfaatkan.
" Hmm... Begitu, jadi hanya sebuah salah paham, ya. Lalu bagaimana dengan beberapa orang lainnya, paman dengar kau menghukum penggal mereka. " ucap sang Kaisar.
" Mereka sudah menghina ibu dan juga mencoba membunuh ku, ditambah mereka sudah menyalahgunakan kekuasan yang didapat dengan mengatas namakan ayah. Makanya Quennevia menghukum mereka sebagai contoh untuk yang lain." sahut Quennevia.
" Begitu rupanya, tindakan mu sangat bagus. Quennevia. " puji sang Kaisar.
" Terima kasih, paman Kaisar. "
Bukan hanya Kaisar saja yang menyadarinya, tapi juga pengeran Lecht. Quennevia benar-benar sudah berubah seperti orang lain.
" Ngomong-ngomong, Quennevia. Apakah ada sesuatu yang kau inginkan??. " tanya Kaisar tiba-tiba, membuat Quennevia jadi bingung.
Tapi ada satu hal yang memang ia inginkan untuk mengasah kemampuan nya.
" Quennevia ingin bersekolah di Akademi bintang utara, saat Quennevia sudah berusia 16 tahun. " jawab Quennevia dengan pasti.
" Akademi bintang utara?? Apakah kau yakin??. " tanya Kaisar lagi dengan sangat terkejut.
Akademi bintang utara, adalah sebuah akademi di daratan ini. Akademi yang bisa dimasukin oleh semua orang berbakat dari mana-mana.
Bagi seorang bangsawan, terutama keluarga kerajaan/Kekaisaran tempat itu bisa saja jadi tempat dimana mereka bertemu dengan musuh mereka, tapi tentu saja bisa masuk ke sana adalah sebuah kebanggaan tersendiri.
Quennevia ingin mengincar tempat terkuat dan tentu saja itu artinya ia harus pergi kesana, lagipula dia punya banyak hal yang perlu diselidiki tentang ibunya. Yang juga merupakan bagian dari Akademi bintang utara.
" Quennevia yakin. " jawab Quennevia atas pertanyaan Kaisar.
" Quennevia, Akademi bintang utara adalah Akademi yang sangat ketat. Mereka hanya akan membiarkan orang kuat saja yang masuk. " ucap Lecht dengan serius.
" Hmm... Ujian masuknya akan sangat sulit, tapi jika kau ingin paman tidak akan mempersulit mu. 5 tahun lagi, datanglah ke kota lotus untuk mendaftarkan dirimu ke Akademi itu, paman akan mengirim surat kepada kepala Akademinya. " ucap Kaisar.
" Terima kasih, paman Kaisar. " ucap Quennevia.
" Ingatlah satu hal, ujian masuk itu juga tidak lah mudah. Jika kau tidak memiliki kekuatan yang cukup, kau tidak akan bisa diterima disana. " ucap Kaisar lagi, sebenarnya dia tidak ingin keponakan kesayangan nya itu pergi ke sana.
" Akan Quennevia ingat. " jawab Quennevia.
Izin sudah didapat kan, dia hanya perlu mengembangkan kekuatannya lebih kuat lagi. Dengan begitu dia bisa jadi orang terkuat di Kekaisaran.
" Paman Kaisar, apakah anda percaya pada Quennevia??. " tanya Quennevia tiba-tiba, setelah beberapa saat lalu menyadari sesuatu.
" Iya tentu saja. " ucap Kaisar, meski ia bingung kenapa Quennevia tiba-tiba bicara seperti itu.
" Kalau Quennevia bilang untuk tidak bergerak, demi keselamatan paman Kaisar bagaimana??. " tanya Quennevia.
" Tentu saja, paman mu ini akan percaya. " jawab Kaisar meskipun ia kembali bingung.
" Apa ada sesuatu, Quennevia??. " tanya Lecht.
Quennevia tidak menjawabnya, dia langsung saja melesat kearah Kaisar dan Pangeran berada. Kedua orang itu pun juga terkejut, tapi sesuai yang dikatakan Quennevia mereka tidak bergerak sama sekali, hingga Quennevia ada di sisi sebelah lainnya disamping Kaisar.
Quennevia menangkap sebuah anak panah yang sedikit lagi mungkin mengenai Kaisar itu, dua orang itu masih terkejut dengan apa yang terjadi, tapi benar-benar sangat kagum dengan kecekatan Quennevia yang bisa mengetahui dan menahan panah itu.
Quennevia menatap anak panah yang ada ditangannya itu, panah itu sudah diberi racun jadi meski tidak mengenai Kaisar dan hanya menggores nya saja, itu sudah cukup membunuhnya. Untung Quennevia sudah kebal dengan racun semacam itu.
" Trik murahan. " gumam Quennevia, ia mematahkan panah itu menjadi dua.
" Maaf Quennevia sudah membuat paman Kaisar dan Pangeran terkejut, Quennevia pamit dulu. " ucap Quennevia kemudian ia pun pergi dari sana setelah memberi hormat kepada Kaisar dan Pangeran.
Quennevia berjalan sendiri menuju kereta kuda miliknya, setelah naik ia pun meminta kusir nya untuk langsung menjalankannya.
Tangan Quennevia yang tadi terkena racun anak panah itu terasa sedikit keram, racun itu tidak mempengaruhi nya tapi efeknya tetap terjadi.
" Haah... setelah dendam Quennevia berjalan lancar. Aku akan pergi dari tampat ini selamanya. Everon, kau bisa menghapus keberadaan ku dari ingatan semua orang kan. " ucap Quennevia.
" Jika itu yang kau inginkan aku bisa melakukan nya. " sahut Everon.
" Master, apa anda yakin dengan itu? . " tanya Yue.
" Sejujurnya aku agak tidak rela, tapi aku tidak mau terikat selamanya. Mungkin aku akan berubah pikiran soal menghapus ingatan mereka jika terjadi sesuatu. " jawab Quennevia, meski ia juga tidak yakin kejadian apa itu.