Quennevia

Quennevia
Menjelaskan Semuanya



Setelah Kirito mengatakan semua hal itu, ia mulai merasa sedikit lega, namun disaat yang sama ia juga harus bersiap-siap dengan apa yang akan Quennevia katakan setelah nya. Ia akan menerima apapun, bahkan jika itu kutukan lain dari Quennevia, akan tetapi yang ia dengar adalah sesuatu yang mengejutkan.


" Jangan katakan itu! Seakan-akan.. Kau berkata kalau aku tidak bisa memahamimu sama sekali. Aku tidak pernah menerima kutukan darimu begitu pula dengan Nevia sendiri, aku memilih semua ini sendiri, Kirito. Aku tahu.. Bagaimana perasaan mu saat kau menghilang lebih dari orang lain, aku tahu rasa sakitmu lebih dari orang lain. Karena aku... Quennevia lahir kedunia ini... Sebagai bagian dari rasa sakit itu!!. " ucap Quennevia agak berteriak.


Quennevia mengatakan hal itu sambil menutup matanya dan menangis, ia malah merasa tidak dimengerti oleh Kirito. Padahal selama ini mereka selalu bersama meskipun sebagai Nevia, kemudian ia pun membuka matanya kembali.


" Aku tahu perasaan yang kurasakan saat ini adalah perasaan Nevia, tapi perasaan ku padamu juga sama nyatanya seperti kehadiran nya yang pernah ada di dunia ini. Lewat mata Nevia... Lewat hatinya..! Aku mempelajari segalanya. Itulah kenapa kau... " ucap Quennevia lagi menggantung.


Ia menahan kata-kata nya dan menundukkan wajahnya, berusaha untuk mencari hal yang mungkin pantas ia katakan. Quennevia menggigit bibir nya sendiri, ketika tahu kata-kata apa itu dan ingatan yang membuatnya bisa menemukan kata-kata itu. Ia pun menarik nafasnya sesaat, dadanya terasa sangat sesak sedari tadi, tapi ia ingin mengatakan nya


" Karena itulah kenapa aku membenci dunia ini. Aku benci orang-orang yang membuatmu dan Nevia meninggalkan dunia ini. Kalau semua orang yang bertanggung jawab untuk itu.. Kalau mereka semua sangat tidak adil sehingga mereka bahkan bisa menyingkirkan mu. Maka aku juga bisa menyingkirkan mereka, aku memutuskan untuk menyingkirkan mereka semua sampai akarnya, dan Beatrice lah yang harus ku singkirkan. " ucap Quennevia dengan suara yang terdengar dingin.


Quennevia pun mengangkat kembali wajahnya, " Alasan aku ingin membalaskan dendammu, bukan karena aku sudah dikutuk. Itu karena aku tidak bisa memaafkan orang dan dunia yang membuatmu dan Nevia menjadi seperti itu, Kirito... " ucap Quennevia pula lirih, dengan air mata yang mengalir deras.


Kirito menghela nafas dan tersenyum mendengar nya, " Ya... Seperti itulah dirimu. Kau sangat memahamiku, bahkan lebih baik dari pada diriku sendiri. Aku senang aku bisa bertemu seseorang seperti mu.. "


" 'Aku ingin berjalan bersamamu, tidak dengan pecahan kenanganmu!!. Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu dan belajar lebih banyak hal!! Aku ingin terus berjalan bersama mu.. Didunia yang kau ciptakan!!.' Itulah yang Nevia katakan, tapi ia sama sekali tidak sempat mengatakan nya!. " teriak Quennevia pula kepada Kirito.


Kirito terkejut mendengar nya, ini pertama kalinya bagi Kirito mendengar pengakuan dari Quennevia yang sifat nya itu hampir sama dengan Nevia. Yang artinya dia itu keras kepala dan biasanya tidak mengungkapkan apa yang ia inginkan, tapi Kirito senang mendengar nya.


" Ya.. Maafkan aku. Aku sungguh lemah. Aku tidak bisa menjadi cukup kuat untuk bisa berjalan bersamamu. Karena itulah... " jawab Kirito terpotong.


" Kau tidak lemah! Kalau kau sungguh lemah, kau tidak akan pernah mau bertemu Nevia, bahkan sebelum kalian bisa bersama, benarkan??. " jawab Quennevia dengan cepat memotong ucapan Kirito.


Kirito terkejut lagi mendengar nya, tapi kemudian kembali tersenyum. " Kau selalu saja bersikap serius dan tulus. Dan setelah kau tiba disini kau mendapatkan banyak hal dan berubah. " ucapnya.


" Aku tidak berubah sama sekali... " sahut Quennevia sambil menunduk sedih.


" Kau mungkin Nevia yang ku kenal, tapi juga tidak. Semua orang mencintai mu, dan kau memiliki banyak teman. Karena itulah kau mendapatkan kekuatan yang tak terbatas dan kekuatan yang tak terkalahkan, kau hanya perlu melatih hatimu untuk jadi lebih kuat. " ucap Kirito.


" Kalau ada peran yang seharusnya aku mainkan... Maka itu adalah peran penjahat. Aku sudah banyak melakukan kesalahan dan juga memiliki pemikiran untuk melenyapkan seluruh dunia. " sahut Quennevia sambil menundukkan kepalanya dengan sedih.


Kirito pun mulai berjalan mendekati Quennevia, " Ini bukan tentang baik atau jahat, ini bukan tentang benar atau salah. Mereka menerima niatmu, mereka menerima siapa dirimu dan bersimpati padamu. Kau mengambil kelemahan dan mengubah nya menjadi kekuatan, hingga kau bisa memberi orang-orang seperti diriku kekuatan untuk mengambil satu langkah maju. " ucap Kirito.


Disaat yang sama, secara perlahan-lahan ia pun mulai kembali ke wujudnya yang sebenarnya bersamaan dengan dunia mimpi yang dibuat Zeze memudar. Quennevia terdiam dengan mata yang melebar melihat itu.


" Membenci dunia.. Atau mencintai dunia.. Kalau kau merasa tidak bisa memaafkan dunia, kau tidak perlu melakukan nya, kau juga tidak perlu untuk mencoba nya. Bagiku kau menjadi dirimu sendiri pun sudah cukup, akan tetapi... Aku juga berharap kau bergantung padaku, atau pada siapapun yang bisa kau percaya. Karena itulah, tolong jangan pendam perasaan mu sendirian... Quennevia. " Kirito yang ada di depan nya itu, menarik tangan Quennevia mendekati nya dan kini ia sudah berubah menjadi Ethan yang tersenyum senang kepadanya.


Sementara itu Ethan semakin tersenyum lebar sampai menampilkan deretan gigi putihnya, " Iya, ini aku. Aku adalah Kirito yang kau cari selama ini. " ucapnya sambil cengengesan.


" Yah, akhirnya ku katakan juga. Apa kau tahu jika kau mendengarkan ku dari awal semuanya akan selesai lebih cepat, kedua kalinya juga malah diganggu oleh Beatrice. Ah, tidak. Jika saja kakek mu tidak mengunci ingatan ku, semua ini mungkin tidak akan terjadi. " keluh Ethan panjang lebar.


Disisi lain, Quennevia yang baru saja mengetahui itu semua hanya diam, ia sedang berusaha menahan sesuatu saat ini. Namun pada akhirnya ia tidak bisa menahannya lagi...


" Dasar... pria bodoh!!. " teriak Quennevia kepada Ethan.


Dan itu membuat Ethan meloncat kaget dan tersenyum kikuk, sementara itu Ygritte tersenyum puas mendengar nya. Karena sebelum nya Ethan menyalah-nyalahkan nya, disaat yang sama Misika, Mice, Zeze, dan juga Xi menatap nya datar, kecuali Kagura yang memiringkan kepalanya dengan terherah. Sementara Oscar dan yang lainnya juga tertawa geli mendengar hal itu.


" Kenapa kau tidak mengingatnya lebih awal!! Tahukah kau rasa sakit dan perasaan bersalah seperti apa yang ku rasakan ketika berpikir kalau kau benar-benar sudah mati!! Kau telah membuat kesedihan dan juga amarahku tadi menjadi sia-sia!!. " teriak Quennevia pula, ia melayangkan tinjunya kepada Ethan.


Namun langsung di tangkap dengan mudahnya oleh Ethan, dan ia pun malah menarik tangan Quennevia lagi hingga Quennevia jatuh di pelukan nya.


" Eyyy.... baru juga ku ingat tadi, kan sudah kubilang bukan salahku. " ucap Ethan sambil memeluk Quennevia.


Quennevia pun balas memeluk nya dengan sangat erat, ia menyembunyikan wajahnya di dada Ethan. Sekarang ia malah merasa dipermalukan karena mengamuk seperti itu, padahal Ethan adalah Kirito dan Kirito adalah Ethan. Padahal dia ada di samping nya setiap saat, namun hanya karena tidak ada yang mengingat atau mengetahui itu dia jadi seperti ini.


Air mata pun masih belum berhenti mengalir dari matanya, ia sedih sekaligus senang disaat yang sama. Padahal harusnya ia juga menyadari akan hal itu, namun sama sekali tidak ada pemikiran tentang nya. Kali ini pun teman-temannya bisa bernafas lega dengan benar, karena Quennevia sudah kembali tenang, bahkan saat ini pun warna rambut nya kembali seperti semula, dan arus kekuatan nya kembali netral.


Tak lama kemudian Ethan pun melepaskan pelukan nya, " Hei, kau terlalu banyak menangis dan marah. " ucapnya dengan santainya.


" Menurut mu ini salah siapa?!. " jawab Quennevia pula sambil menendang salah satu kaki Ethan.


" Aw.. sakit. " sahut Ethan sambil cengengesan.


Namun ia dan Quennevia langsung terdiam ketika tiba-tiba merasakan aura membunuh yang sangat besar disekitar mereka. Sesaat kemudian perhatian semua orang kembali terarah kepada Quennevia...


Jlebb...


Karena Quennevia ditusuk oleh sebuah pedang dihadapan mereka semua, tanpa ada yang menyadari nya sebelum hal itu terjadi seorang pun. Orang-orang yang ada di sana jadi lebih terkejut lagi melihat siapa yang melakukan nya, begitu pula dengan Quennevia sendiri.


" Kau... Kenapa....??. " ucap Quennevia, namun orang itu hanya diam dan menyunggingkan seringai kepada nya.