Quennevia

Quennevia
Membasmi Mayat Hidup



Quennevia dan teman-teman nya tengah menjalankan pekerjaan saat ini, yaitu untuk membasmi para mayat hidup yang di bangkitkan oleh para penerus Seretia, sang Necromancer yang hidup 200 tahun yang lalu. Mereka itu murid yang belajar tentang Necromancer dari buku yang ditinggalkan oleh nya, hingga saat ini mereka pun bisa melakukan hal yang sama seperti leluhur mereka.


Itu adalah pekerjaan yang secara khusus ditunjukkan kepada pihak Akademi, dan karena Quennevia serta teman-temannya adalah kelompok paling kuat di Akademi maka mereka lah yang di tunjuk untuk melakukan nya. Ada dua tempat yang jadi tujuan mereka, pertama adalah tempat yang saat ini dibereskan oleh Quennevia, Niu, Oscar dan Ethan. Sementara satunya lagi tempat yang dibereskan oleh Ryohan, Arkan, Yuki dan juga Meliyana.


Karena ada dua tempat sekaligus, makanya mereka membangi tugas agar cepat selesai. Dan cepat juga mereka kembali ke Akademi untuk beristirahat dengan tenang.


" Niu, jangan lengah. Di belakang mu masih ada musuh!. " ucap Ethan memberitahu Niu.


Duakk....


" Hiii.... Kapan mereka akan mati semua, sih. " gerutu Niu dengan ekspresi takut yang terlihat jelas.


" Mereka sudah mati, loh. " sahut Quennevia dengan santai.


" Makanya... Mereka kan sudah mati, apa tidak bisa mati dengan tenang saja apa. " keluh Niu pula.


" Niu, sedikit bicara banyak bertindak, kita harus cepat menghabisi mereka. " ucap Oscar pula masuk ke dalam pembicaraan mereka.


Mereka terus bertarung dengan semua mayat hidup, yang entah ada berapa banyak jumlah nya itu, hingga beberapa saat kemudian mereka pun selesai dengan semua mayat hidup itu, semuanya sudah mereka basmi tanpa sisa bersama.


" Yue, kembalilah dan beristirahat. " panggil Quennevia kepada Yue yang sudah membantunya.


" Baik, master. " sahut Yue yang kemudian kembali ke ruang spirit Quennevia.


" Haha... Selesai, selesai. Akhirnya mereka semua mati juga. " ucap Niu dengan sangat girang.


" Apa maksudmu, bukannya kau dari tadi hanya menggerutu saja. " ucap Quennevia sambil menggoda Niu.


" I.. Itu karena mereka jelek, ditambah mereka semua memiliki bau yang sangat busuk. " ucap Niu sebagai alasan.


" Namanya juga mayat hidup, jika bau mereka wangi mereka semua bukan mayat hidup tapi buket bunga. " ucap Oscar menanggapi.


Mereka tertawa mendengar itu sementara Niu merasa kesal karena nya, ya sebenarnya apa yang Niu ucapkan tidak salah juga sih, tapi kan itu bukan masalah yang terlalu besar.


" Sudahlah, ayo pergi. Pekerjaan kita juga sudah selesai. " ajak Ethan kepada mereka.


" Ehh... Tunggu sebentar, apa tidak sebaiknya kita memeriksa bangunan tua itu dulu??. " tanya Oscar sambil menunjuk bangunan yang dimaksud nya.


" Hee... Kau ingin memeriksa nya?!!. " tanya Niu juga kembali menunjukkan raut takutnya.


" Tentu saja, bukankah akan baik jika kita memeriksa keadaan nya. " sahut Oscar.


Memang tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan Oscar, bisa saja ada sesuatu yang berbahaya di dalam sana, meski akan lebih bagus jika sebenarnya tidak ada apapun di dalam bangunan itu.


Ethan pun menatap Quennevia untuk menanyakan pendapat nya soal usulan Oscar.


" Ya, kurasa itu bukan ide yang buruk. " sahut Quennevia.


" Tidak, itu ide yang sangat buruk. " gumam Niu yang sama sekali tidak setuju.


Meskipun pada akhir nya mereka tetap memeriksa tempat itu meskipun Niu tidak setuju, karena tiga orang lainnya yang sudah terlanjur penasaran dengan apa yang ada di dalam sana.


Bangunan tua itu dibagi menjadi lantai satu dan lantai dua, mereka pun membagi tim yang mana perempuan akan memberikan lantai dua sementara laki-laki memeriksa lantai satu. Namun selama pemeriksaan itu, mereka sama sekali tidak menemukan hal yang mencurigakan di sana. Mereka pun kembali berkumpul di titik awal, untuk memberitahu kan apa yang sudah mereka temukan.


" Di lantai satu tidak ada apapun. " ucap Ethan.


Selama mereka mendiskusikan hal itu, Niu terus saja melihat kesana kemari dengan gelisah. Ia benar-benar tidak menyukai tempat itu, rasanya ia ingin langsung kabur saja jika bisa.


" Moh, ayo sudahi saja pemeriksaan nya. Tempat ini benar-benar membuatku meri... Ahhh!!. " ucap nya yang terpotong saat bersandar di dinding.


Mendengar Niu berteriak seperti itu sontak membuat mereka melihat kearahnya, tiba-tiba saja muncul sebuah jalan rahasia di dinding yang tadi di pakai Niu bersandar, juga Niu sendiri yang jatuh terjengkang di depan pintu rahasia itu.


Nampaknya saat Niu bersandar tanpa sengaja menekan atau menggerakkan benda atau apapun itu yang bisa membuka jalan rahasia itu.


" Kerja bagus, Niu. Kau sudah menemukan pintu rahasia nya. " ucap Oscar dengan entah kenapa terlihat girang dengan itu.


" Oh, ya ampun. " batin Niu yang sedang menangis.


Mereka pun mulai memasuki lorong di jalan rahasia itu, dengan Niu yang mau tidak mau harus ikut dengan mereka. Akan lebih mengerikan jika ia menunggu seorang diri, dan malah muncul hal aneh di depannya apalagi teman-temannya yang entah kapan akan kembali.


" Tempat ini menyeramkan. " gumam Niu yang terus menggenggam tangan Quennevia dengan erat.


" Tenang saja, tidak akan ada apapun di sini. " sahut Quennevia menenangkan.


" Ngomong-ngomong lorong ini cukup luas juga ya, Kira-kira sudah sekitar 10 menit sejak kita masuk di pintu masuk tadi. " ucap Ethan yang memimpin di depan sana.


" Hee... Ini bukan sebuah labirin kan, aku tidak mau tersesat di sini. " ucap Oscar di belakang sana.


" Kurasa bukan, lagipula dari tadi kita terus berjalan lurus. " sahut Ethan.


" kalau labirin pun kenapa?? Kita hancurkan saja jika tersesat, atau kalian ingin aku memanggil Everon untuk menghancurkan nya. " ucap Quennevia.


" Tidak, Terima kasih. " tolak mereka cepat.


Tidak akan ada yang mau jika sampai Everon melakukan itu, bisa-bisa malah mereka yang terbakar api miliknya, jika tidak pun mungkin akan tertimpa bangunan yang Everon hancurkan.


Setelah cukup lama berjalan mereka pun akhirnya sampai di ujung lorong, di sana ada sebuah pintu tua yang sudah usang. Mereka pun saling pandang untuk sesaat, sampai pada akhirnya Quennevia membuka pintu itu dengan tiba-tiba.


" Eh, tunggu sebentar!!. " teriak mereka bertiga dengan panik, harusnya mereka bilang dulu kalau harus berhati-hati, bisa saja ada jebakan.


" Ah, pintunya sudah terbuka. " sahut Quennevia sambil menatap mereka datar.


Mereka pun menghela nafas lega karena itu, " Syukurlah tidak terjadi apa-apa. " gumam mereka pula.


Mereka bertiga pun akhirnya memasuki ruangan yang ada di balik pintu itu, sebuah ruangan yang cukup luas dengan barang-barang yang selalu dipakai untuk percobaan di sana.


" Tempat ini seperti nya pernah di pakai seseorang. " ucap Oscar sambil melihat-lihat.


" Tempat ini bahkan lebih mengerikan!!. " teriak Niu yang tidak terlalu dipedulikan oleh mereka.


" Tempat ini penuh debu. " gumam Quennevia.


" Tidak mungkin.... Bagaimana bisa seperti ini.... " ucap Ethan yang terdengar seperti tidak percaya dan juga terkejut.


Ethan tengah berdiri di sisi lain ruangan sambil terlihat memperhatikan sesuatu, mereka yang tidak mengerti dan bingung dengan apa yang ia katakan pun mendekatinya untuk mengetahuinya apa maksud dari ucapannya itu.


Dan saat mereka melihat apa yang Ethan lihat, mereka sangat terkejut karena nya. Disana ada seorang gadis kecil yang tertidur di dalam sebuah kristal, entah siapa gadis itu dan bagaimana bisa ia ada di dalam sana.