
[Season 2]
Ethan, Yigrette, dan Hades memiliki ekspresi wajah yang sangat serius tentang apa yang sedang mereka bicarakan saat ini, sementara itu dibelakang mereka. Teman-teman Ethan dibuat bingung dengan situasi itu sekarang...
" Sebenarnya... Apa yang mereka bicarakan sih??" gumam Meliyana diantara mereka.
Tidak ada satupun diantara mereka yang mengerti dengan maksud mereka saat ini, siapa yang dimaksud dan ada dimana orang itu. Mereka tidak tahu apapun..
" Itu, lho. Mereka membicarakan alter ego Quennevia yang lain."
Saat kemudian suara itu menimpalinya dari samping dengan tiba-tiba, sampai-sampai Meliyana meloncat kaget karenanya. Dan ia melihat Misika berdiri disana sambil menatapnya dengan ekspresi cerah diwajahnya.
Sebenarnya yang terkejut bukan hanya Meliyana, tapi yang lainnya juga. Mereka terlalu fokus pada Ethan didepan mereka, sampai tidak menyadari kedatangan Misika kearah mereka.
Ditengah itu, Eclipse kemudian menyela. " Mungkinkah, yang kalian maksud adalah 'Seraphine'??. tanyanya kepada Misika.
" Iya, anda tahu dengan pasti soal itu, Tuan Eclipse." sahut Misika.
" Seraphine itu siapa??" tanya Niu mewakili teman-teman nya.
Wajar saja mereka tidak tahu, karena nama itu tidak pernah ditulis, diingat atau disebutkan lagi didunia. Alasannya sangat sederhana...
" 'Dia' itu sayangku... Adalah alter ego paling buruk milik Quennevia, diantara yang terburuk." ucap Misika yang kemudian kembali mengarahkan perhatian nya ke depan sana.
Disaat yang sama, Quennevia dan Euclide yang telah berjalan lebih dekat ke arah Celestial body miliknya, berhenti tepat didekat wajahnya. Tidak ada tanda-tanda kesadaran apapun dari tubuh itu, meski ia mengeluarkan kekuatan yang begitu besar.
Euclide pun berbalik menghadap kearah Quennevia, begitu pula Quennevia sendiri. Mereka berdua saling menatap, saat Euclide meraih tangan Quennevia yang lainnya. Kini mereka berdua saling menggandeng kedua tangan masing-masing.
Tubuh Euclide bersinar keemasan, dan rambutnya berkibar seolah tertiup angin. Ia mulai mengerahkan kekuatan nya.
[Sekarang... Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, Quennevia. Karena kami percaya, semuanya akan berubah.] ucapnya kemudian.
Quennevia menatapnya dengan seksama ketika dia mengatakan itu, dan akhirnya ia pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Kekuatan Euclide mulai membungkusnya, membuat tubuhnya terangkat naik. Ia pun juga mulai bersinar, dan perlahan tubuhnya berubah menjadi sebuah bola cahaya ditangan Euclide.
Euclide pun menatapnya dengan lembut dan melepaskannya, membiarkan jiwa itu terbang lebih dekat kearah Celestial body. Baru kemudian, jiwa tersebut menyelam masuk ke dalam melalui dahinya.
Dughh...
Celestial body Quennevia terlihat berdetak seolah merespon kembalinya jiwa ke dalam tubuhnya, dan kekuatan yang sebelumnya terasa menyembur keluar tanpa arah dari Celestial body berubah menjadi membungkus tubuh itu. Sama seperti apa yang terjadi kepada Euclide sebelumnya, tentu saja Euclide sendiri harus membantu untuk mengatur aliran kekuatan itu dengan baik, agar dia tidak berbalik jadi menyerang tubuh Quennevia sendiri.
Melihat hal itu, yang lain juga tidak tinggal diam dan menghabiskan waktu dengan percuma. Hades, Yigrette, dibantu oleh Misika juga. Mulai menyempurnakan tubuh kosong yang akan digunakan untuk perwujudan Quennevia. Mereka bertiga mengulurkan tangannya kearah lingkaran sihir dan bahan-bahan yang ada didepan mereka, dan memulai tahap pertama.
Yaitu membungkus kembali tubuh itu menggunakan kulit dari Pohon Kehidupan.
[Tutupi setiap incinya dengan kulit pohon itu.] ucap Hades menegaskan itu.
" Baik." yang langsung disahut oleh Yigrette dan Misika.
Setelah itu, mereka juga mulai mencampur Embun Darah dan Bubuk Cristal Bintang, baru kemudian mereka menyatukan itu dengan tubuh dan Buah Hati Naga yang didapatkan oleh Ethan dan yang lainnya. Itu semua untuk menggantikan dan mengembalikan fungsi jantung, organ dalam dan cel darah yang akan mengalir ditubuh itu.
Itu akan sedikit sulit.
Mereka harus melakukan nya dengan hati-hati dan teliti, agar tidak akan ada efek samping yang terjadi ketika Quennevia menempati tubuh itu nantinya. Mereka memerlukan konsentrasi yang tinggi, terlebih... ketika mereka harus menyempurnakan dan memecah Hukum pada saat yang sama.
Sementara itu, Ethan hanya diam mereka itu tak jauh dari mereka. Dan teman-teman nya yang masih ada ditempat mereka berusaha menjaga jarak agar tidak mengganggu proses yang sedang berlangsung. Menunggu dengan kecemasan diwajah mereka, jika saja ada yang bisa mereka lakukan, mereka ingin melakukan nya sekarang. Tapi...
Tidak mungkin mereka bisa menyusup diantara para dewa dengan kekuatan mereka, tidak peduli sekuat apa mereka sekarang.
Saat kemudian, Ethan yang sebelumnya diam saja berjalan mendekati mereka kembali...
Ia tersenyum dan kemudian berkata, " Baiklah, kita hanya perlu menunggu sekarang. Semuanya sedang sangat konsentrasi karena memecah hukuman dari hukum dunia adalah hal yang sulit sekarang, jadi mereka tidak akan bisa merespon apapun." ucapnya.
" Kami mengerti." sahut Sakura sembari menganggukkan kepalanya menimpali hal itu. Meskipun... sebenarnya dia juga resah, sekaligus bingung harus apa disituasinya saat ini.
Tapi... sebenarnya masih ada yang mengganggu Oscar dari kenyataan yang ia punya saat ini...
" Tunggu. Kau pernah bilang Quennevia adalah salah satu dewa tertinggi, kan? Lalu mengapa dia masih mendapat hukuman dari Hukum Dunia untuk sesuatu yang tidak ia lakukan? Kupikir kalian lah yang punya hak untuk Hukum Dunia." tanyanya kepada Ethan dengan ekspresi bingung.
" Secara teknis, iya." Ethan yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya menanggapi itu, " Seperti yang kau katakan Oscar, para Dewa Utama yang memiliki hak untuk mengontrol Hukum Dunia. Dahulu kala, ayah dari semua ciptaan menyerahkan kepemimpinan alam semesta ini kepada 4 anak yang ia ciptakan. Dan sesuai dengan fakta itu, Hukum Dunia tidak dikontrol oleh satu Dewa saja, tapi 4 anak itu. Tapi dalam kondisiku saat ini, sangat sulit untuk ikut ketika posisiku sendiri tidak stabil. Jadi Tuan Yigrette dan Nyonya Misika menggantikan posisiku dan mengerahkan kekuatan mereka." lanjutnya kemudian.
" Apa yang terjadi saat itu??" tanya Arkan pula sama penasaran nya dengan Oscar.
" Saat Dewi Tengah terikat dengan hukum itu, para Dewa yang lain sedang berperang melawan sisa dari 'bencana kiamat' dan merekonstruksi kehancuran. Untuk menemukan kalau salah satu dari mereka justru terlilit hukum sebab dan akibat ketika perang sepenuhnya berakhir, itu sudah terlambat untuk membebaskannya dengan kekuatan mereka sendiri. Meskipun... harusnya orang lain lah yang menerima hukuman ini. Yang satu adalah dia yang disalahkan, sementara satu yang lain nya hilang karena pertempuran dan butuh waktu untuk kembali. Hakim Yang Agung dan para pejuang terkuat Dewa juga mati dalam penyegelan 'bencana'. Suara yang dimiliki oleh para Dewa hanya dua, hak untuk ikut campur dalam hukum dunia pun menurun dengan signifikan. Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan adalah memisahkan keberadaan 'bencana-bencana' lain yang melanda dunia tengah."
Ethan menjelaskan semuanya dengan singkat agar cerita itu tidak terlalu panjang, dan tentu saja agar teman-teman nya mengerti itu
" Bencana lain?" Sakura yang mendengar penjelasannya juga jadi berpikir apa itu.
" Maksudmu... Ada bencana yang lainnya yang lebih buruk dari amukan Quennevia?!" dan Niu sendiri terkejut soal itu.
Eclipse yang ada diantara mereka pun kemudian menimpali hal itu dan menjawabnya, " Ada 3 bencana paling buruk didunia, kalian juga harusnya tau. Tapi karena dimasa ini mereka tidak muncul kalian tidak memperhitungkannya. Bencana pertama adalah 'Naga kiamat', yang kedua adalah Dewi Quennevia sendiri, dan yang ketiga adalah para Ruler. Masing-masing dari mereka punya kekuatan yang cukup untuk menghancurkan sebuah dunia." ucapnya.
" Tidak mungkin..." Meliyana memikirkan itu dan mulai bergidik ngeri karenanya.
" Dua Dewa yang tersisa yang bisa ikut campur dalam Hukum Dunia menggunakan hak mereka untuk mencegah hal terburuk yang mungkin terjadi. Itu adalah jarak kelahiran mereka. Karena Naga kiamat telah disegel jauh di dalam bumi, maka itu hanya berlaku bagi 2 bencana yang lain." Ethan menjeda sebentar kata-kata hanya, hanya untuk sedikit menghela nafas dan kemudian ia pun melanjutkan nya. " Seperti yang kukatakan sebelumnya, kelahiran mereka memiliki jarak. Jadi, jika Quennevia lahir, maka para Ruler tidak akan muncul didunia. Dan sebaliknya, jika Ruler muncul, maka Quennevia tidak akan lahir. " ucapnya lebih jelas.
" Apa perbedaan antara keduanya? Kupikir kau bilang mereka masing-masing punya kekuatan untuk menghancurkan dunia." tanya Yuki perihal itu.
Tentu saja, karena pada dasarnya mereka sama. Jadi apa yang membuat mereka harus dipisahkan satu sama lain agar tidak saling bertatap muka.
" ...Apa kalian tahu kemalangan paling buruk yang bisa langsung menghilangkan akal sehat Dewi Quennevia yang membuatnya menjadi bencana?" tanya balik Eclipse kepada mereka.
" Kematian orang-orang yang dikasihinya?" tebak Meliyana yang juga menoleh kearah teman-teman nya, tentu saja mereka mengangguk setuju dengan itu.
" Dan bagaimana jika Ruler muncul saat Quennevia ada didunia?" tanya Ethan lagi.
Mereka memikirkan itu, dan.. " Ah!.." Mereka sadar. Karena itu mereka pun menatap Ethan dengan ekspresi seolah mempertanyakan apakah yang mereka pikirkan itu benar.
Dan Ethan pun mengangguki hal itu sebagai pembenaran, " Ruler yang sejatinya hanya mengenal kehancuran dan menghancurkan apapun yang ada didunia, memiliki pertentangan dengan Quennevia sehingga keberadaan mereka haruslah terpisah. Itu upaya terbaik yang dilakukan para dewa untuk meminimalisir nampak negatif yang mungkin disebabkan oleh keduanya. Itu karena kekuatan Ruler yang mencemari dunia, dan kekuatan Quennevia yang menghancurkan ruang dan dimensi dalam kondisi yang buruk, dan itu terbukti baik-baik saja hingga sekarang. Saat para Ruler bangkit, para Dewa yang bertugas untuk menanganinya pun akan memilih inkarnasi mereka dan membantu menekan kebangkitan bencana yang lainnya. Itulah yang menjaga keseimbangan hingga saat ini."
Teman-teman nya sadar kalau semuanya sangat sulit tanpa mereka sadari sebelumnya, ada banyak hal yang terjadi sejak Dewi Tengah menghilang dari tempatnya. Sebagian besarnya adalah penderitaan dan hal buruk, karena itu juga... mereka yakin kalau dengan kembalinya Quennevia, semuanya bisa diperbaiki. Itulah yang coba dilakukan oleh para dewa yang lainnya.
Melihat ekspresi serius dari teman-teman nya, Ethan yakin mereka juga tahu. Mereka bukanlah orang-orang yang bodoh, tapi mereka sangat peduli. Karena itu mereka menjadi orang yang sangat baik...
Dan mereka yang paling mengerti dengan kepedihan orang lain.
" Mereka anak-anak yang baik, ya."
Ethan sedikit terkejut ketika mendengar suara itu didalam kepalanya. Itu adalah suara Felice..
" Ayah..?? Kenapa disini??"
" Aku mendapatkan misi terakhir."
Ethan tidak menyangkanya, kalau dia akan mengobrol dengan ayahnya lagi setelah pertemuan terakhir mereka. Sepertinya Euclide memiliki pertimbangannya sendiri dalam pembangkitan ini...
Sampai-sampai ia membawa ayahnya ikut juga.
" Yah, kurasa tidak ada masalah dalam hal apapun. Aku juga jadi lebih tenang jika ayah disini."
" Jangan berkata seperti itu. Kau bisa mengatasinya bahkan tanpaku jika itu memang harus... Oh, benar. Ibumu?"
" ....Ada disini. Dia selalu ada bersamaku."
Seperti yang ia katakan, Ethan kembali merasakan kehadiran nya dibelakangnya. Seseorang yang akrab dan selalu memperhatikannya.