
Beberapa orang terlihat mondar mandir didalam kegelapan hutan ketika malam datang, melihat dengan waspada kesana dan kemari untuk memastikan tidak ada mata yang mengawasi mereka. Dan sesaat setelah memastikan semuanya aman, dua orang diantara mereka mengulurkan tangan mereka kearah sebuah batu besar, dan mulai merapalkan mantra.
Dan tak lama setelah itu, sebagian dari potongan batu itu bergerak membuka sebuah jalan kepada mereka. Orang-orang itu pun segera bergegas masuk ke dalam celah yang terbuka itu, disaat yang sama batu itu kembali menyatu.
Persembunyian rahasia yang tidak terlalu buruk untuk dimiliki, kan?
" Kita harus mulai berhati-hati sekarang, pasukan dari akademi telah mulai menerjunkan diri dengan agresif. Kembalinya Putri Empat Dunia dan wahyu dewi yang turun telah membakar semangat mereka."
Beberapa orang itu sekarang merundingkan sesuatu yang mereka anggap penting saat ini...
Para pemimpin kelompok yang tersebar dipenjuru negeri.
" Setidaknya kita berhasil mengulur waktu demi nyonya Seretia dan memberinya banyak persembahan untuk memulihkan kekuatannya."
" Kalau begitu, kita bisa membawa pasukan mundur ke pangkalan utama untuk sekarang. Kita harus melapor dan--.."
" Tunggu."
Saat kemudian salah satu diantara mereka menghentikan perundingan ini, dan membuat mereka semua melihatnya.
Orang itu pun melanjutkan kata-katanya, " Bukankah kita harus nya ada berlima??"
Pertanyaan yang datang darinya itu seketika membuat mereka semua terdiam, tidak ada yang menyadari itu, tapi apa yang dia katakan itu memang benar. Jadi... dimana yang satunya lagi? Dan kenapa dia tidak datang dalam pertemuan mereka ini.
" Jangan bilang dia sudah tewas??"
" Tidak mungkin, bagaimana bisa tidak ada tanda sama sekali jika dia sudah mati??"
" Jangan sampai dia ditangkap musuh."
" Kalau begitu, akan lebih baik jika kita bergerak sekarang sebelum keberadaan kita diketahui-- Wack!."
" Apa itu..?!"
" Berkumpul berdekatan! Jangan perlihatkan punggung kalian kepada musuh!."
Mereka dikejutkan dengan hal itu.
Salah satu rekan mereka yang ada disana tiba-tiba ditarik masuk ke dalam kegelapan oleh sesuatu yang tidak dikenal. Membuat tiga orang lainnya berubah waspada pada saat yang sama.
Karena itu mereka saling merapatkan punggung mereka satu sama lain, dan memperhatikan sekeliling mereka sambil melindungi rekan mereka yang tersisa disana.
" Apa yang sebenarnya terjadi..? Ini kan harusnya adalah wilayah aman bagi kita.."
" Ada yang tidak beres..."
Clack...
Dan seperti yang dia katakan...
" Apa ini yang mengenai wajahku..?"
Orang itu merasakan sesuatu yang basah jatuh kepadanya, dan ketika ia mengusap dan melihat apa itu. Yang ia dapati adalah cairan berwarna merah yang terasa hangat dan berbau anyir.
" Ini darah..!" Dan ketika itu, seluruh tubuh nya tiba-tiba bergidik, bahkan membuat rekannya yang lain terkejut.
Sontak saja hal itu membuat mereka mengangkat kepala mereka dan melihat langit-langit gua tempat mereka berada, mereka melihat itu untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, hanya untuk melihat sesuatu hal mengerikan yang terjadi kepada kedua rekan mereka yang hilang.
Mereka tergantung di langit-langit, dengan kondisi yang mengenaskan, dengan beberapa anggota bagian tubuh yang tercabik-cabik dan bercucuran darah.
" Apa yang terjadi..?!!"
Hanya kurang dari tiga menit, keduanya telah berubah menjadi mayat yang mengerikan. Hingga tiga orang yang tersisa ditempat itu tak bisa berhenti gemetar karena apa yang terjadi dihadapan mereka itu. Mereka hampir tak bisa mengalihkan perhatian mereka dari itu.
Saat kemudian dari kegelapan, sebuah suara berbicara kepada mereka...
" Apa kau tahu..."
" Siapa itu?!"
Mereka bersiap dan waspada, sayangnya bagi mereka, tidak ada orang yang bisa dengan pasti merasakan atau tahu dari mana asal suara itu. Mereka bergema diseluruh gua, dan sebuah energi aneh mereka rasakan mengacaukan indera mereka. Mereka sekarang hanya bisa fokus satu sama lain dari pada memperhatikan apa yang tidak bisa mereka lihat..
Tapi, suara itu kembali terdengar disana, kali ini disertai dengan suara langkah kaki yang tenang dan teratur...
" ...Setiap orang memiliki karmanya masing-masing. Jika kau hidup seperti tikus yang bersembunyi disarangnya, maka kau akan mendapatkan kelahiran dan kematian yang sama seperti tikus itu. Mungkin menjadi mangsa dari makhluk lain, atau mati kelaparan mungkin juga karena siklus nya sendiri."
" Tapi jika kau hidup seperti binatang buas yang haus akan darah dan daging..." suaranya menggantung.
Pelahan-lahan, suara itu semakin mendekat, lebih dekat, hingga kegelapan pun tersibak darinya.
Dan yang mereka lihat disana adalah seorang gadis remaja yang rupawan, berambut pirang sedikit violet yang terlihat terang. Datang dari kegalapan yang tidak mereka perhatikan.
Dia membawa hawa dingin, hingga tanpa alasan yang jelas membuat mereka bertiga yang ada disana bergidik ngeri.
Disaat yang sama, gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap mereka dengan iris matanya yang berwarna seperti Amethyst Stone yang indah dan dingin hingga dapat membuat mereka terpaku.
Saat pula, bibir gadis itu bergerak dan ia melanjutkan kata-kata yang ia ucapkan sebelum nya. " ...Maka kalian juga akan mengalami nasib binatang buas dan dikoyak oleh kejahatan kalian." suaranya yang tenang itu mengisi ruang yang hening disana.
Disaat yang sama, dengan cepat sesuatu bergerak dan menerkam salah satu diantara mereka bertiga. Tidak ada waktu untuk terkejut, hanya ketika mereka menyadari situasi mereka sekarang... Mereka melihat satu lagi teman mereka telah tewas. Melihat bagaimana leher rekan mereka hancur digigit seekor rubah putih dibelakang mereka.
Gggrrrr....
Rubah itu menggeram kearah mereka dengan raut wajah yang terlihat marah, membuat mereka tertegun dan langsung jatuh ditanah.
" H-Hiii! Apa-apaan ini... Ini tidak ada dalam informasi mana pun..."
" Mereka semua mati dalam sekejap.."
Keduanya ditelan oleh ketakutan, hingga tidak bisa membanggakan kekuatan yang mereka miliki bahkan disaat seperti ini, atau mereka mungkin saja melupakan soal itu karena tidak bisa menahan tekanan yang diberikan secara langsung dan perlahan itu.
Mereka sangat lengah, bahkan tidak menyadari kalau mereka sekarang sedang dikelilingi oleh kabut kebiruan yang menyerang langsung kesadaran mereka.
" Tidurlah, kalian berdua. Tidak ada lagi tugas yang bisa kalian lakukan." ucap sebuah suara lain dari belakang mereka.
Dan setelah itu, keduanya benar-benar kehilangan kesadaran mereka dan jatuh ke dalam dunia mimpi dalam mantra orang itu.
- Lima orang ketua dari lima kelompok kecil Klan Retia telah dilumpuhkan di Sektor B3. Tiga ketua tewas, dan dua lainnya berada dalam mantra tidur. -
" Hore!! Kita berhasil mengalahkan lima kontributor penting dari Klan Retia! Menyenangkan, kita bahkan belum terjun langsung ke medan perang!." sorak Zeze ketika semuanya berakhir.
Sementara itu, Nevia dan Yue hanya menghela nafas karena kegirangannya yang sangat menggebu-gebu. Yue justru punya hal lain yang lebih penting untuk ditanyakan..
" Apakah anda baik-baik saja??" dia berkata demikian karena Nevia terus saja menatap tangannya sendiri sejak tadi.
Dan Nevia yang mendapatkan pertanyaan itu pun jadi menatapnya kemudian menjawab, " Iyah.. Begitulah. Tapi apakah Kagura benar-benar baik-baik saja?? Bukannya aku meragukan keputusan ini, tapi.. tetap saja.." ucapnya dengan raut khawatir.
Ya, wajar saja jika dipikirkan dengan baik.
Bagi Nevia, Kagura juga merupakan sosok adik yang dia sukai. Dan mereka telah menghabiskan waktu yang cukup lama bersama, jadi tentu saja dia peduli kepadanya.
Karena itu, Zeze pun langsung menimpalinya. " Jangan khawatir, tenang saja. Aku sudah mengatasi semuanya dengan aman. Karena Kau dan Kagura secara halus adalah sama-sama bagian dari Quennevia, kalian memiliki substansi yang sangat mirip, jadi kecocokan kalian sangatlah tinggi. Asalkan aku mengamankan jiwa dan kesadaran Kagura selama masa periode kau menggunakan tubuhnya, dia tidak akan terkena dampak apapun." ia berkata demikian.
" Begitu, syukurlah." dan tentu saja itu melegakan untuk didengar.
Lagipula ini hanya sementara, setelah semuanya selesai dia akan mengambalikan tubuh itu kepada Kagura, itulah yang dipikirkan Nevia.
Jadi asalkan Kagura baik-baik saja, semuanya setimpal.
" Baiklah, ayo. Kurasa kita harus segera kembali, aku bisa merasakan pergerakan pasukan yang dikerahkan Quennevia dan Ethan didekat sini dari angin malam yang dingin. Mereka pasti telah mendominasi dan merebut kembali wilayah ini selama kita bicara." ucap Zeze kepada mereka kemudian.
Yang mana hal tersebut juga diangguki oleh Nevia, " Anda benar, saya juga tidak ingin membuang waktu lebih banyak. Kalau bisa kita bergerak saja lebih dulu." ucapnya yang kemudian pergi memimpin jalan.
" Aku juga ingin kembali kepada Master." yang tentu saja kemudian diikuti oleh Yue dan Zeze sendiri.
Disaat yang sama dengan itu, seperti yang Zeze katakan sebelum nya...
- Sektor B3 bagian luar, perkemahan kelompok kecil Klan Retia.
Seluruh pasukan yang ada setiap kamp telah dilumpuhkan setelah penyerangan secara terpisah dengan membagi pasukan dan berkumpul kembali di titik terakhir...
- Kelompok yang berkontribusi dalam pengambil alihan kembali wilayah adalah: kelompok 2 yang dipimpin oleh Lilac, Yuki dan juga Oscar.
" Huuhh.... Misi telah selesai, semua sisa pasukan telah diamankan. Sektor B3 telah berhasil direbut kembali. Total korban dipihak lawan adalah 47 orang, sedangkan total korban dipihak kita adalah... 0 dan 5 orang terluka ringan. Selebihnya, tidak ada masalah lain." ucap Lilac sejelas mungkin, kepada alat komunikasi yang diberikan oleh Sakura kepada semua orang sebelum nya.
Dan hal tersebut pun langsung direspon kembali oleh Sakura, [<..Bbzzz.. Dimengerti. Perebutan kembali wilayah oleh kelompok 2 sukses tanpa korban. Semuanya, harap berhati-hati dan tetap waspada. Kita masih belum tahu apakah musuh menyiapkan perangkap atau tidak.>]
" Kami mengerti." jawab Lilac kemudian.
Saat kemudian beberapa orang juga ikut masuk ke dalam komunikasi mereka itu...
[] suaranya terdengar menyusup masuk setelah Lilac memberikan jawaban kepada Sakura yang ada ditempat lain sekarang. Dan dia, terdengar sangat familiar...
" Arkan, bagaimana kondisi kalian sekarang??" karena itu Yuki pun langsung menimpalinya.
Benar, Arkan. Dan kekehan kecil darinya terdengar melalui alat komunikasi mereka, [] ucapnya terdengar sangat bangga pada dirinya sendiri.
" Jadi kau menangkap semua klan Retia nya juga??" tanya Yuki lagi merasa agak aneh ketika orang paling bar-bar diantara mereka justru yang paling hati-hati.
" Wow~" bahkan Oscar yang mendengar nya pun juga terkesan.
Tak berlangsung lama, kelompok lain pun juga ikut masuk dalam panggilan, dimulai dari Niu..
[]
[]
Intinya, merebut semua sukses melaksanakan misi yang diberikan masing-masing kepada mereka. Jadi mereka dapat melangkah maju ke rencana selanjutnya...
[] (Sayles)
[] (Kai)
[] (Arden)
Karenanya semua orang jadi terhubung satu sama lain dengan mudah, dan bisa mengetahui kondisi mereka.
[] (Jino)
[] (Arkan)
Semua orang terdengar sangat santai dengan situasi yang mamasih terkendali saat ini, kecuali satu orang yang lalu suaranya terdengar sedikit melengking ditelinga mereka.
[] (Meliyana)
Meliyana masih tidak bisa mengatasi kegugupan nya, meskipun ia telah melihat dan melewati situasi hidup dan mati berkali-kali.
[] (Kian)
[] (Niu)
Semuanya terasa sangat normal hingga tidak akan ada orang yang berpikir mereka berada didalam pertempuran besar karena percakapan mereka. Memang benar, itu berhasil membuat beberapa orang menjadi lebih santai, mereka tidak boleh lupa ada dimana mereka sekarang.
Dan saat itulah, Sakura pun mengintrupsi percakapan sederhana mereka...
" Semuanya... Maafkan aku karena mengintrupsi. Tapi kita masih punya 7 sektor untuk direbut kembali sebelum sampai diperbatasan Pegunungan Hitam. Bantuan lain bergerak tepat dibelakang kita untuk membantu pasukan garis depan, dan kita tidak ingin kehilangan mereka. Untuk itu kita harus tetap waspada dan bergerak, mohon berhati-hatilah." ucapnya kepada mereka.
Yang kemudian langsung ditanggapi oleh Arkan, [] ucapnya terdengar sangat menggebu-gebu.
[] bahkan Oscar pun juga setuju dengannya.
Dan mengetahui itu membuat Sakura tidak bisa tidak menahan senyuman diwajahnya, itu bukanlah masalah, tapi ia selalu kagum dengan kepercayaan dan juga semangat mereka yang besar.
" Dimengerti. Kalau begitu, sampai jumpa nanti digaris depan."
[]
[]
Seperti itulah jawaban mereka sebelum koneksi mereka teredam untuk saat ini. Sakura pun mengangkat kepalanya dan menatap ke hamparan hutan luas yang terbentang seolah menjadi dinding menuju Pegunungan Hitam yang suram dihadapan nya.
Entah bagaimana, malam ini terlihat sangat cerah hingga dia tidak merasakan firasat buruk apapun. Itu malam yang ganjil, tanpa adanya ketakutan atau kesenangan. Hanya keheningan aneh yang ditunjukan. Tapi Sakura menyakini satu hal....
" Hari penentuan semakin dekat... 7 hari sebelum perang. Jalan takdir sudah ada didepan mata."
Bahkan jika badai besar akan menyambut mereka didepan sana, tidak akan ada yang melangkah mundur untuk... 'Pembebasan Pertama'.