
[Season 2]
Niu dikejutkan dengan bayangan nya sendiri yang mencekal tangan nya ketika ia hendak menariknya, itu sangat erat hingga rasanya menyakitkan.
Tangan dingin yang mencekalnya itu, seseorang yang memiliki rupa yang serupa dengan nya itu. Bayangan nya mengangkat sudut bibirnya dan menyeringai dengan kejam, hal itu membuat Niu bergidik ngeri.
" Lepaskan..!!" Niu berteriak dan berusaha menarik lengannya kembali, namun itu benar-benar erat.
Sementara bayangan nya itu tertawa kearahnya, [" Hihihihi... Kenapa kau begitu berusaha keras? Mereka yang mati menang harus mati. Ini adalah dunia bawah, tempat kembalinya para jiwa. Tinggalkan saja Quennevia disini dan kau bisa kembali."]
Suara yang bergema diruangan yang penuh cermin itu membuat Niu terhenti, rasa dingin tiba-tiba merayap dipunggungnya. Dan jantungnya berdebar dengan kencang.
" A-Apa...?"
[" Lagipula kita hanyalah manusia, kita tidak bisa melawan dewa. Jadi kenapa kau sampai mempertaruhkan nyawamu seperti ini?? Meski Quennevia mati sekarang, dia pasti lahir kembali. Asalkan Ethan membuka segelnya, dia bisa meratakan klan Retia dalam sekali serangan."]
" Di-Diam!!" kata-kata itu terasa berusaha mencuci otaknya, dan kepala Niu mulai sakit hingga rasanya akan meledak.
Niu menepis tangan itu sekuat yang ia bisa, dan ia pun mulai berlari secepat yang ia bisa. Namun tempat itu dikelilingi oleh cermin, dan dirinya yang mengerikan itu muncul disemua cermin tersebut
[" Sudah, hentikan sajalah."]
[" Kau itu lemah."]
Suara-suara itu terus bermunculan disetiap tempat, Niu telah berusaha menutupi kedua telinganya menggunakan kedua tangannya. Namun suara-suara itu tetap bisa ia dengar dengan jelas.
Itu terdengar mengerikan...
" Berisik! Berisik! Diamlah kau serangga!!"
[" Hehehe... Itu percuma."]
[" Itu bahkan bukan tugasmu, kenapa kau harus bersusah payah?"]
[" Kau tidak bisa menolakku..."]
Suara itu mengambil jeda sebelum melanjutkannya, disaat yang sama dengan itu Niu tersandung oleh sesuatu.
" Kyaa...!!" Ia pun jatuh dihadapan sebuah cermin lain.
[".... Itu karena aku adalah kau. Hati tergelapmu."]
Niu ingin menyangkal hal itu, dia tidak ingin disamakan dengan orang yang berkata seperti itu. Meski begitu, dirinya sendiri pun tidak tahu apakah dia punya kepribadian seperti itu... Niu bingung...
Ia berusaha bangun dari lantai, saat ia kemudian menoleh karena merasakan ada yang memegang kakinya. Dan yang ia lihat adalah... Sebuah tulang tangan dan kepala yang terkubur disana. Niu bergidik ngeri dengan itu...
Dan ketika ia kembali mengalihkan pandangannya ke cermin sosok itu telah ada disana, berdiri dihadapan nya dengan tatapan sinis dan seringai diwajahnya.
Niu tidak bisa menahan hal itu lagi....
"Kyaaaa....!!"
Itu sebuah teriakan yang benar-benar kencang, Niu tidak bisa tahan untuk berteriak seperti itu ditengah ketakutan.
Dan teriakan nya itu, sampai kepada yang lainnya juga.
" Niu..??"
" Apa yang terjadi disana??"
Teman-temannya yang lain yang mendengar hal itu langsung bergegas kearah suara pertama yang terdengar disana. Keempatnya berlari dengan kencang tanpa mempedulikan apapun lagi, hingga mereka melihat persimpangan menuju jalan yang mereka tuju.
Dan ketika mereka sampai dipersimpangan itu...
" Huh..?!!"
" Gyaa!!"
" Ack!"
" Aduh..!"
Mereka berempat saling menabrak satu sama lain dan jatuh bersama karena tidak memperhatikan sekitar mereka.
***
Sementara itu, ditaman Hades...
" Ouch! Mereka saling menabrak dengan keras." Ethan melihat apa yang terjadi kepada teman-teman nya melalui air kolam tak jauh dari tempat nya berada.
Dia terkesan jauh lebih santai daripada dugaan...
[Kau sama sekali tidak khawatir kepada mereka rupanya.] sampai Hades pun mengungkit hal itu.
Ethan yang mendengar itu hanya menatapnya sesaat, lalu ia kembali mengarahkan perhatian nya kearah kolam sambil menopang dagu.
" Yah, aku yakin kau tidak akan sampai membunuh mereka." ucapnya kemudian menimpali.
[Bagaimana jika aku membunuh mereka.]
" Maka Quennevia tidak akan memaafkanmu selama 1 juta tahun."
Disisi lain, Ethan pura-pura tidak tahu dengan apapun ketika dia ditatap dengan kesal.
"....Dunia ini pasti hancur lagi jika kau membunuh mereka." Ethan pun kembali bicara.
Hades yang mendengarnya pun kehilangan ekspresi nya, dan ia ikut menatap kolam yang sama dimana teman-teman Ethan ada disana.
[....Dunia sudah hancur sejak dulu.]
" Gaia masih hidup, dan Quennevia akan hidup kembali. Itu pasti."
[Kau begitu yakin.]
" Kupikir kalian lah yang merencanakan hal ini. Aku hanya mengatakan asumsiku saja, jika Quennevia tidak ada maka eksistensiku juga tidak akan pernah lahir. Kau yang paling tahu hal itu."
Hades tidak bisa mengatakan apapun tentang itu, karena Ethan benar. Ia kemudian mengalihkan pertanyaan nya...
[Bagaimana jika dunia tidak menginginkan kebangkitan Quennevia?]
" ...." kali ini Ethan yang tidak menjawabnya disana.
Itu tidak perlu dijawab lagi, karena apa yang akan terjadi sudah pasti....
Kehancuran dunia.
Dengan atau tidak bangkitnya Quennevia diera ini, dunia mungkin akan hancur. Jadi ini adalah sebuah pertaruhan, untuk mereka yang ingin membebaskan takdir mereka.
Setelah lama diam, Ethan akhirnya kembali bicara "....Aku tidak yakin kalau dia ingin Quennevia menghilang, tapi aku tahu kalau dia pasti tidak ingin masa lalu kembali terulang." ucapnya.
Ethan mengulurkan tangannya ke udara, ketika itu seekor kupu-kupu yang adalah kupu-kupu yang menuntunnya datang hinggap ditangan nya. Itu Murphy...
" Tidak ada dunia yang ingin tuannya menjadi orang yang menghancurkan dirinya sendiri, itu adalah hal yang memilukan."
[...Jadi apa yang akan kau lakukan kepada orang-orang yang sekarang ada di labirin kegelapan itu? Kau harus jujur kepada mereka tentang apa yang kau tahu agar mereka bisa mengerti]
" Luka yang ditinggalkan tidak akan bisa hilang begitu saja, bekasnya akan tetap terasa meski telah berlalu ribuan tahun. Kami menanggung luka dari kehilangan yang sama, tapi hanya mereka yang bisa menerimanya yang akan mengerti.
Mereka sudah tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu dari mereka, mereka hanya sedang menunggu saat dimana aku mengatakannya."
Teman-teman nya tidak bodoh, Ethan tahu mereka pasti sadar sejak Yuki mendapatkan ujian nya sebagai orang pertama. Mereka tidak hanya ditugaskan untuk membangkitkan Quennevia demi dunia, tapi disiapkan.... Untuk sesuatu yang lebih besar didunia ini.
***
Ditempat Oscar dan yang lainnya, beberapa saat setelah mereka saling bertabrakan satu sama lain.
" Aduh! Kenapa kalian muncul tiba-tiba?? Dari mana saja kalian?" Meliyana jadi orang pertama bertanya.. Dan merengek disana.
" Aku tidak tahu. Aku tidak bisa mendengar apapun meski aku telah berteriak memanggil kalian." ucap Oscar yang kemudian menyahutinya.
" Aku juga sama." Arkan ikut ambil suara diantara mereka.
Sementara itu, Yuki hanya menganggukan kepalanya sebagai tanggapan kalau dia juga mengalami hal yang sama.
Mereka pun bangun kembali satu persatu, dan saling menatap satu sama lain.
" Jadi apa yang terjadi? Apa kalian tahu?" tanya Oscar kemudian.
Yuki kali ini menggelengkan kepalanya, " Yang aku ingat hanyalah ada asap hitam tebal, lalu saat aku bangun aku ada ditempat aneh ini sendirian." jawabnya.
" Yang lainnya juga sama?" Oscar menoleh kearah Arkan dan Meliyana, keduanya pun sontak mengangguk secara bersamaan.
" Oke, jadi kita semua dipindahkan ke tempat ini dengan terpisah-pisah. Dilihat dari susunan tempat ini, ini pasti labirin. Ujian selanjutnya mungkin ada disini."
Oscar memikirkan kemungkinan paling masuk akal disana, karena tidak mungkin mereka diusir begitu saja jika Ethan bilang kalau Ygritte telah mengurus soal kedatangan mereka kesana, ngomong-ngomong soal Ethan...
" Apa tidak ada yang melihat Ethan??"
" Tidak, aku sejak awal sendirian sampai kita saling tabrak disini." Arkan pun menjawabnya.
" Nah, dia pasti baik-baik saja." saat kemudian suara Yuki disana mengalihkan semua perhatian kepadanya. " ...Dia terlihat familiar dengan tempat ini, jadi dia pasti baik-baik saja." lanjutnya pula.
Teman-teman yang lain hanya tersenyum yakin mendengar itu, tidak diragukan lagi apa yang dikatakan Yuki memang benar. Ethan... Punya banyak rahasia.
Namun entah kenapa, Oscar dan Arkan tiba-tiba merasa kesal tanpa alasan disana.
" Entah kenapa aku merasa kalau dia menjadikan kita umpan." gumam Arkan dengan senyuman dan ekspresi wajah yang suram disana.
" Aku setuju. Jika dia hanya bersantai, ayo beri dia satu pukulan masing-masing." Oscar bahkan memberikan ide mengerikan seperti itu.
Meliyana dan Yuki sampai menatap mereka dengan aneh. Disisi lain, tanpa disadari... Ethan merasakan hawa dingin itu dan langsung bergidik ngeri tanpa alasan, itu membuat Ethan bertanya-tanya ada apa.
Bahkan Hades juga jadi menatapnya bingung.
" Ngomong-ngomong apa kalian tadi mendengar suara teriakan Niu??" saat kemudian Meliyana pun mengalihkan percakapan disana.
Dan itu membuat kedua laki-laki itu tersadar, " Iya, aku mendengarnya. Ayo cari dia." ucap Arkan yang juga diangguki oleh yang lain.
Mereka bergegas pergi untuk melakukan hal itu, kali ini bersama-sama.