Quennevia

Quennevia
Terbebas nya Everon, sang naga api.



Wuusshhhh....


Mereka benar-benar tidak di untungkan di sana, ditambah lagi Quennevia tidak bisa bertarung lagi sekarang, dan kelima orang itu memiliki kekuatan besar untuk bertarung. Rantai itu membuatnya semakin merasa sakit di sekujur tubuhnya.


" Ethan, pergilah dari sini. Jika kau bisa kembali dengan selamat dari sini, kau bisa membawa yang lainnya datang untuk menyelamatkan ku. " ucap Quennevia.


" Apa?? Kau bercanda, aku tidak mungkin meninggalkan mu disini sendirian. " sahut Ethan.


Ethan tahu dia tidak akan bisa mengalahkan orang-orang itu dengan kekuatan yang sekarang, mungkinkah dia harus menggunakan kekuatan nya yang sebenarnya. Tidak... Quennevia juga tidak


akan bisa menahan dampaknya karena kekuatan nya yang tersegel itu.


" Apa kalian sudah selesai berunding nya, kalau bergitu sekarang ikutlah dengan kami. " ucap orang itu, ia menggunakan rantai sihir itu untuk menarik Quennevia dari tempatnya.


" Ukhh... " Tapi Quennevia menahannya mati-matian. " Pergi sekarang!! Jika tidak kau ataupun aku tidak akan ada yang selamat!!. " ucap Quennevia, tapi Ethan masih tetap enggan untuk pergi.


" Percuma, tidak ada satu orang pun yang bisa pergi. " ucap orang itu lagi, ia membuat semacam pelindung di sekitar mereka. " Sekarang apa yang bisa kau lakukan??. " lanjutnya.


" Huh, hanya segel seperti ini. Kau pikir... bisa mengekangku dengan mudah!!. " ucap Quennevia lagi.


Ia mengerahkan semua kekuatan nya hingga batas maksimal dan akhirnya rantai-rantai itu hancur, meskipun begitu kekuatan nya jadi berkurang banyak.


" Ethan, jika kau punya cara lain agar kita selamat. Meski itu harus menggunakan kekuatan mu yang tersegel itu, lakukan saja. " ucap Quennevia kpd Ethan.


" Tapi... Aku. tidak bisa mengendalikan nya. " sahut Ethan, dia ragu untuk menggunakan kekuatan nya.


" Apa kita punya pilihan, sekarang hanya ada hidup atau kita mati bersama disini. Jika mereka menangkap kita itu bisa jadi akhir bagi semua Negara di sini. " Quennevia jadi kesal sendiri karena dia yang ragu-ragu seperti itu.


" Baiklah, akan ku coba. " sahut Ethan.


Quennevia benar, dia harus menggunakan kekuatan itu untuk melindungi dirinya dan juga Quennevia. Quennevia juga menanggil Yue untuk keluar, dia punya cara lain yang mungkin akan berhasil, tapi cukup beresiko.


" Yue, bantu Ethan menghadapi orang-orang itu. Aku akan mencoba mengeluarkan 'Dia'. " ucap Quennevia, sambil berdiri dan mencoba melangkah kebelakang mereka.


" Master, apa anda yakin?? Kondisi master saat ini.... " ucap Yue menggantung.


" Situasi saat ini lebih tidak mungkin lagi, Yue. " sahut Quennevia.


Quennevia pun mulai bermeditasi untuk mengeluarkan si 'dia' yang ia maksud, serta Ethan dan Yue yang melindungi nya. Ethan dan Yue pun mulai mengarang lebih dulu, Ethan mengambil tiga dari mereka dan Yue mengambil sisanya.


Meski kekuatan mereka belum sebanding tapi keduanya mengamati dengan sangat cermat, hingga bisa menghindari setiap serangan yang datang kepada mereka, meskipun tidak sepenuhnya.


Di sisi lain Quennevia masih bermeditasi di sana, ia tengah pergi ke alam bawah sadarnya untuk menemui Everon.


" Everon, beritahu aku cara mengeluarkan mu!. " teriak Quennevia kepada sang naga itu.


" Dengan keadaan mu saat ini, kau tidak akan berhasil membuka sebelnya. " sahut Everon dengan santainya.


" Lakukan saja, saat ini aku ada di situasi hidup dan mati. Bukankah kau ingin keluar dari sini. " ucap Quennevia pula.


" Bukankah kau yang ingin aku segara pergi agar pelatihan mu tidak terganggu. " ucap Everon.


Quennevia tersenyum kikuk mendengar nya, iya itu memang salah satu keinginan nya sih, tapi kenapa malah harus membahas hal itu di situasi genting seperti ini.


" Oh, ayolah. Siapa yang ingin terus lemah seperti ini tidak ada, kan. Lagipula kita berdua terikat kontrak darah, jadi kita masih bisa saling menguntungkan. " ucap Quennevia.


" Hmph, dasar anak kecil. Baiklah, ulurkan tanganmu kearah penjara ini dan ikuti kata-kata ku. " akhirnya Everon pun juga menyetujui hal itu.


Quennevia pun mengulurkan tangannya, dan mengikuti kata-kata Everon seperti yang ia katakan. Tubuhnya mulai terasa sakit, panas, dan lemas di saat yang bersamaan, kekuatan nya terkuras karena membuka segel itu, sedangkan kekuatan Everon yang tersegel mulai merembes keluar dari tubuhnya.


Sedangkan diluar sana, Ethan dan Yue yang tengah bertarung melawan orang-orang itu, mulai merasakan kekuatan Everon yang sangat besar itu. Nampaknya bukan hanya mereka yang merasakan nya, tapi juga orang-orang itu. Mereka terlihat gelisah karena merasakan tekanan kekuatan sebesar itu.


" Kekuatan apa ini??. " batin Ethan.


" Hentikan dia!!. " ucap salah satu dari orang-orang itu, dua diantara mereka pun maju untuk menyerang Quennevia yang masih diam.


Tapi Ethan dan Yue pun juga ikut mundur dengan cepat dan menghalangi mereka dan memukul mundur dia orang itu.


" Ingin menyerang master?? Tidak akan kubiarkan!. " ucap Yue.


" Hehe... Jangan terburu-buru seperti itu. " ucap Ethan pula.


Saat itu juga, sebuah pilar cahaya muncul dari Quennevia, pelepasan segelnya telah benar-benar selesai dan Everon sebntar lagi akan terbebas.


" Bocah-bocah menyebalkan!. " geram orang itu.


Mereka berlima pun membuat sebuah formasi sihir untuk menyerang mereka sekaligus, dan itu terlihat sangat kuat.


" Wahh... Gawat ini. " ucap Ethan.


" Mati kalian!!. " teriak orang itu pula.


Ia pun melepaskan kekuatan nya untuk menyerang mereka, tapi dari langit muncul sebuah cakar raksasa yang menghalangi serangan mereka. Dan tentu saja itu membuat mereka semua (-Yue) yang ada di sana terkejut. Apalagi saat wujudnya benar-benar terlihat oleh mata mereka.



*Everon.


" A.. Apa?!!. "


" Makhluk apa itu??. "


Kira-kira seperti itulah ucapan-ucapan mereka, sedangkan Ethan mematung tidak percaya.


" Dia... Makhluk yang di ceritakan Ayah, makhluk yang membuatnya harus mengerahkan semua kekuatan nya hanya untuk membuat sedikit luka kepadanya...... Naga!. " gumamnya.


Rooaarrrrrr.....


Raungan Everon membuat semua makhluk hidup yang ada di sana lari ketakutan dari sana, dan membuat orang-orang yang ada di depannya juga gemetar karena nya. Saat Ethan masih diam dengan lamunan nya, suara Yue menyadarkan nya dari lamunan nya itu.


" Hei, apa yang kau pikiran?! Cepat terbang kearah naga itu!. " teriak Yue.


" O.. Oh. " sahutnya.


Mereka pun pergi mendekati naga itu dengan Yue yang menggendong Quennevia, ia tidak sadarkan diri karena kehabisan kekuatan.


" Kadal tua, aku senang melihat mu sudah bebas. Bisakah sekarang kau membantu kami menyingkirkan semut-semut itu. " ucap Yue dengan sangat ceria.


" Hmph, dasar rubah kecil. Lihat saja bagaimana aku memukulmu nanti. " ucap Everon pula saat mendengar itu dari Yue.


Sedangkan Yue hanya cengengesan mendengar itu, dan Ethan yang tidak tahu apapun di sana.


" Hei, kau yakin dia tidak akan menyerang kita??. " bisik Ethan, sambil memberikan sebuah obat kepada Quennevia.


" Tenang saja, kami cukup akrab hanya dalam beberapa bulan yang lalu. " sahut Yue.


Balik lagi ke Everon, dia menatap orang-orang yang ada di bawahnya itu dengan sangat tajam, dia sangat kesal karena orang-orang itu.


" Manusia, berani sekali kalian membuat kerusuhan di sini. Bahkan membuat keluarga ku terluka.... Kalian harus membayarnya!. " ucap Everon.


" Ce.. Cepat serang naga itu!. " ucap salah satu orang itu.


Yang lainnya pun ikut menyerang seperti yang ia katakan, tapi itu sama sekali tidak berpengaruh kepada Everon. Sekarang giliran Everon yang menyerang mereka, ia menyemburkan nafas apinya dan langsung membakar mereka semua yang ada di sana. Bahkan tidak ada yang sempat menghindar dari serangan itu.


Akhirnya orang-orang itu mati terpanggang karena serangan itu, dan Everon membawa Quennevia, Ethan dan Yue pergi dari sana.