Quennevia

Quennevia
Putri Elf



[Season 2]


Kini Ethan dan yang lainnya telah masuk ke wilayah para Elf, sedikit lebih dekat dengan desa mereka. Ethan bisa merasakan energi yang begitu murni menyelimuti tempat itu, energi dari pohon kehidupan.


Ia menarik nafas panjang ditengah-tengah kedamaian yang terlindung pohon kehidupan itu, rasanya begitu tenang, begitu segar, tapi ia juga menyadari hal lain. Ethan diam-diam melirik dari sudut matanya, orang-orang yang bersiap-siap untuk mencari celah untuk menyerang mereka.


Ethan pun kemudian melirik kearah Niu dibelakang sana dengan tatapan yang tidak biasa. Niu sendiri yang melihat itu mengerti, dan menganggukan kepalanya.


Sementara orang-orang yang mengincar mereka itu telah mengangkat senjata mereka masing-masing...


" Tembak. " suara itu terdengar memerintahkan mereka yang sedang bersembunyi saat ini.


Saat itu juga, puluhan anak panah yang berasal dari orang-orang itu melesat kearah Ethan dan teman-temannya. Namun perisai es besar langsung menangkis dan mindungi mereka dari semua itu


" Apa?!"


" Mereka sadar, terus serang! "


Mereka kelihatan terkejut melihat itu dan terus menyerang perisai es itu, sedikit demi sedikit sampai kemudian ia hancur. Namun ketika itu terjadi tidak ada siapapun didalam es itu...


" Kemana mereka?? " ucap pemimpin mereka bingung sekali. " Huh?!" saat kemudian ia merasakan sesuatu kenyentuh lehernya.


" Sstt... Menyerahlah, dan bilang kepada anak buahmu untuk menjatuhkan senjata mereka. " ucap Ethan yang kini ada dibelakang si pemimpin itu, menggenggam lehernya dengan aura yang memancarkan peringatan.


Mendengar hal itu, dia tidak punya pilihan. Ia menyuruh semua anak buahnya menjatuhkan senjata mereka dan mengangkat tangan. Kini semuanya berkumpul dibawah. Mereka semua adalah penjaga hutan Elf, yang bertugas untuk menangkap semua penyusup yang masuk ke dalam wilayah mereka.


Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa mereka menyerah dengan begitu mudahnya hanya karena salah satu diantara mereka tertangkap, bukannya melawan dan membantu teman mereka yang tertangkap. Jawabnya sangat sederhana, karena yang Ethan tangkap itu bukan hanya pemimpin sederhana, melainkan satu-satunya putri kerajaan mereka saat ini.


Itulah informasi yang diberikan oleh Mirion kepada mereka sebelum datang ke hutan Elf...


" Jadi... Mereka para penjaga hutan ini, tidak kusangka Ratu masa depan nya langsung yang muncul begitu saja. Begitu gegabah. " ucap Oscar saat melihat mereka dihadapan mereka saat ini.


" Ya, kau benar, pasukan keamanan yang menjaga hutan ini. Dibawah komado putri muda yang masih belum berpengalaman. " jawab Mirion dengan santainya.


Saat mendengar itu, salah satu diantara mereka pun angkat suara dengan marah. " Mengapa kau memberikan informasi kita kepada manusia, Mirion?! Apa kau berniat mengkhianati kita?!" ucapnya dengan suara lantang.


Namun Mirion bisa menghadapinya dengan tenang, " Rendahkan suaramu padaku, Sira. Mau bagaimana pun aku masih bangsawan di kerajaan ini. " ucap nya mambalas ucapan Elf bernama Sira itu.


" Kau pikir siapa yang akan percaya?! Kau bahkan berani membawa pendosa itu kembali--..." ucapnya pula yang langsung terhenti.


" Tutup mulutmu. " potong Arkan dingin.


Membuat Elf itu langsung diam ketakutan saat melihat aura Arkan yang tidak begitu bersahabat setelah mendengar ucapannya, jika saja Ethan tidak menghentikan nya... Arkan bisa saja langsung menyerang Elf itu dengan serangan mental yang cukup kuat sampai dia sekarat.


Saat perhatian semua orang kemudian teralihkan kepada Mira yang mulai sadar dari pingsannya, Arkan pun kemudian menurunkannya dengan hati-hati.


" Kau baik-baik saja?" tanyanya kepada Mira.


Dan Mira pun menganggukan kepalanya sambil menatap Arkan agak bingung, " Iya. " jawabnya yang kemudian menoleh kebelakang nya, namun saat melihat pasukan Elf yang berlutut disana ia jadi terkejut dan takut. " Tidak!!" teriaknya dengan panik yang langsung memeluk Arkan lagi yang ada paling dekat dengannya.


Itu membuat semua orang bahkan para Elf yang melihat nya pun terkejut dengan reaksi Mira saat melihat mereka.


" Tidak! Tidak!! Aku tidak mau! Aku tidak mau mendengarnya! Jangan sakiti aku... " Mira benar-benar menangis sekarang, ia bahkan memeluk Arkan dengan begitu erat sampai susah dilepaskan meski sedang gemetar ketakutan.


Mirion yang melihat nya pun juga segera menghampiri nya, " Mira, tidak apa-apa. Tidak akan ada yang menyakitimu, jangan khawatir. " ucapnya berusaha menenangkan nya, ia pun kemudian menggendongnya.


Meski begitu Mira masih tidak berani mengangkat kepalanya, ia memeluk leher Mirion dengan erat dan masih ketakutan.


Arkan menatapnya yang seperti itu dengan tatapan sendu, " Katakan padaku apa anak yang begitu ketakutan ketika melihat kalian itu benar-benar seorang pendosa dimata kalian. Dia bahkan tidak tahu apa-apa. " ucap Arkan kemudian.


Yang membuat para Elf itu menundukan kepalanya merasa bersalah, tapi sang putri membela mereka.


" Hentikan. Jangan menyalahkan mereka, apa yang terjadi kepada Mira adalah murni kelalaian kami keluarga kerajaan. " ucapnya yang kemudian ikut berlutut bersama dengan anak buahnya. " Adipati Marlon, aku Putri Thesia Anastasia Everia, memohon maaf kepada mu atas apa yang terjadi kepada adikmu. Meskipun memang ini tidak bisa menggantikan apa yang telah terjadi, aku tetap ingin bertanggung jawab sebagai putri dikerajaan ini. " ucapnya dengan penuh kesungguhan.


" Tuan Putri, kami mohon angkat kapala anda!. " ucap salah satu anak buahnya.


" Anda tidak perlu melakukan ini. " ucap yang lainnya pula.


" Ini adalah bentuk kesungguhanku, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk membalas ketidakadilan yang diterima olehmu, Adipati. Kumohon, beri kami kesempatan... " namun Thesia tetap kukuh dengan pendiriannya.


Ethan dan teman-teman nya tidak bisa masuk lagi dalam masalah ini, apa yang terjadi kepada Mira adalah hal yang harus diurus sendiri oleh nya dan para Elf. Tidak ada bagian bagi orang asing untuk ikut campur lebih banyak didalam nya.


Mirion yang melihat itu tidak bisa melakukan apa-apa, Mira juga masih gemetar ketakutan, karena itu ia mengusap punggungnya. Kemudian ia pun menjawab permintaan maaf dari Thesia...


" Bangunlah, Putri. Bukan aku yang membutuhkan permintaan maaf darimu, jika kau memang tulus mengatakan itu, buktikanlah dengan tindakanmu. Aku tahu kau melakukan ini karena tahu perasaan Mira sebagai seorang adik. Dan juga... mereka yang datang bersamaku saat ini adalah tamu yang diutus oleh penguasa hutan, jika kau tidak mengizinkan mereka untuk masuk dan bertemu sang Raja itu justru akan terlihat buruk. " ucap Mirion dengan tegas, yah... terdengar cocok dengan julukannya sebagai seorang adipati atau Duke.


" Aku mengerti, kami akan memandu kalian masuk ke desa Elf. Akan tetapi kalian akan tetap diawasi, karena keamanan didunia luar yang masih begitu genting dan abu-abu, membuat kami juga berada dalam masa waspada. " ucap Thesia kepada mereka.


" Tentu saja, Putri. Namaku Ethan Sanchez Sheillaveteos, putra mahkota kekaisaran Foldes. " sahut Ethan menimpali dengan senyuman ramah diwajahnya.


" Senang bertemu dengan anda, yang mulia. " sapa Thesia pula yang bangkit berdiri dan berjabat tangan dengan Ethan.


Kemudian meraka pun berbalik untuk kembali ke desa Elf, sekaligus mengawal Ethan dan kelompok nya datang kesana.