Quennevia

Quennevia
Gerbang Menuju Dunia Bawah



[Season 2]


Tak berapa lama dari itu, setelah Arkan dan Oscar kemudian sadar meski terlihat lemas. Mereka pun melanjutkan apa yang tertunda disana....


Yulles dan Velskud membawa mereka masuk ke dalam sebuah tempat yang terlihat seperti reruntuhan kuno. Tidak, itu bukan tujuan utama mereka, tapi apa yang ada didalam sana lah tujuan mereka yang sebenarnya. Mereka perjalan dilorong yang lebih gelap daripada istana pemimpin sebelum nya, ditempat itu hanya ada beberapa obor saja yang menerangi jalan dengan jarak yang cukup berjauhan.


Dan ada sebuah abjad-abjad kuno yang terlukis di dinding batu, jika di lihat-lihat lebih jelas... semua tulisan itu hampir mirip dengan apa yang ada dibuku petunjuk yang mereka bawa.


" Anu... Maaf, bolehkah aku bertanya?" dan Niu yang tertarik dengan itu pun buka suara.


Yulles yang berada didepan pun langsung menoleh kepadanya, " Ada apa, Niu? Kau ketinggalan barang?" tanyanya dengan senyuman jahil di wajahnya.


Niu pun menggelengkan kepalanya dengan ekspresi datar, " Tidak. Aku hanya ingin tahu, apa kau dan Tuan Velskud bisa membaca tulisan kuno di dinding ini??" tanyanya kemudian.


Mendengar itu Yulles langsung terdiam, dan ia kemudian menoleh kearah Velskud.


" Tidak ada yang bisa membacanya, karena tidak pernah ada catatan tentang tulisan seperti ini." dan Velskud pun menjawabnya.


" Ah, begitu. Tapi... Ethan bisa membacanya, kan?"


" Ethan bisa?" sekarang Yulles yang terlihat penasaran dengan hal itu.


Semua pun menatap Ethan disana, Ethan sendiri yang ditatap dengan banyak pasang mata hanya tersenyum dengan kedua matanya yang tertutup.


" Aku bisa." lalu dia berkata seperti itu.


" Benarkah? Kalau begitu apa kau bisa menerjemahkan nya kepada kami?" tanya Arkan pula ikut penasaran disana.


Tapi kali ini Ethan menggelengkan kepalanya, " Tidak, aku akan dapat masalah jika menerjemahkan nya sembarangan." ucapnya pula.


" Yang lebih ingin kuketahui adalah... bagaimana bisa kau menerjemahkan itu?" saat Yuki kemudian menengahi disana.


" Ah... Itu.." Ethan kelihatan terbebani untuk menjelaskan hal itu.


Lalu Velskud memotongnya, " Kalian harusnya tidak merasa aneh lagi..." ucapnya dengan kata-kata yang masih belum selesai, dan itu membuat mereka penasaran. " ....Karena dia tidak normal." lanjutnya kemudian.


Membuat orang-orang yang mendengarnya jadi tersenyum canggung sambil menatapnya.. Bagaimana bisa seorang kakek mengatakan kalau cucunya sendiri itu tidak normal?


Tak lama kemudian, mereka pun sampai ke ujung jalan yang mereka lalui. Sekarang didepan mereka... ada sebuah pintu gerbang yang begitu besar, bahkan lebih besar daripada pintu masuk ke wilayah ini. Dan gerbang ini... Mengeluarkan aura yang dingin dan begitu gelap sampai membuat bulu kuduk Oscar dan yang lain nya berdiri karena takut.


" Ugh... Ini aura yang benar-benar mengerikan." ucap Meliyana sambil memeluk dirinya sendiri yang gemeter.


" Kau benar." dan Oscar setuju dengan apa yang dikatakan nya.


Itu adalah kekuatan yang tidak akan pernah bisa mereka bayangkan.


Sementara itu, Yulles dan Velskud berjalan mendekati gerbang itu. Yulles berada diposisi bagian kiri dan Velskud bagian kanan. Ada sebuah patung berkepala anjing dimasing-masing tempat yang mereka datang. Lalu ada juga anjing berkepala tiga diatas gerbang itu.


Velskud pun kemudian menoleh kearah mereka dan berkata, " Nah, anak-anak, kalian akan menggunakan gerbang ini untuk menyebrang ke dunia bawah. Pastikan untuk tidak salah mengambil pijakan." ucapnya sebagai pengingat.


" Baiklah, kakek." Ethan pun menyahutinya.


" Itu.. Apa yang akan terjadi jika kami salah mengambil jalan?" tanya Arkan pula sambil mengangkat tangan nya.


" Kau mungkin akan terjebak disana untuk waktu yang lama."


Dan setelah mendengar jawabannya, Arkan semakin merinding karena nya. Akan jadi buruk jika mereka tidak bisa kembali, mengingat apa yang dikatakan Ethan sebelum nya. Waktu didunia bawah lebih lama dari dunia tengah. Bisa saja dia terjebak disana selama ratusan tahun menurut waktu dunia tengah.


" Oh, benar juga dan... " suara Ethan pun kembali terdengar, ia mengeluarkan sesuatu yang ia bawa dan memeberikannya kepada teman-temannya masing-masing satu. " ...Makan pil ini terlebih dahulu sebelum kalian memasuki gerbang itu." ucapnya pula.


Meliyana menatap pil ditangannya itu dengan seksama, dan ia pun bertanya. " Apa ini?"


" Itu sebuah pil, kenapa kau masih bertanya?" saat Yuki kemudian menyahuti nya, yang mana jawabannya itu langsung menarik raut tidak puas dari Meliyana.


Sementara itu, Ethan terkekah dengan tingkah mereka. " Itu pil khusus yang bisa membuat kalian bertahan dengan tekanan dan kekuatan yang ada di dunia bawah. Kalian pasti tidak ingin, baru tiba disana nyawa kalian sudah keluar kan?" ucap nya pula sambil sedikit menambahkan bumbu candaan.


Namun ucapannya itu langsung membuat Meliyana tersentak kaget dan buru-buru memakan pil itu. Ekspresi nya berubah jadi lucu ketika dia ketakutan, dan itu menyenangkan untuk dilihat, bahkan Oscar dan Arkan juga berpikir seperti itu.


Sementara disamping mereka, Niu dan Yuki justru menatap mereka bertiga dengan tatapan mencela.


Meski begitu, mereka berlima pun langsung diam dan menatapnya dengan serius. Velskud hanya menghela nafas dengan hal itu.


Lalu ia pun mengalihkan kembali perhatian nya kepada patung kepala anjing yang ada didekatnya, dia pun mengulurkan tangannya kemulut patung yang ternganga, tentu saja diikuti oleh Yulles juga.


Tak berapa lama dari itu, kedua patung beraksi dengan kekuatan mereka berdua dan mata mereka mulai menyala merah. Dan kemudian... seutas cahaya merah yang terlihat seperti benang darah, mencuat keluar dan naik melalui ukiran digerbang itu menuju ke patung kepala yang ada diatas sana.


Dan ketika mata patung yang ada diatas ikut menyala merah, sebuah getaran terasa ditempat itu...


Dudududu...


" Wo-Woah..!"


" Ini getaran yang besar."


Ethan dan teman-temannya berusaha untuk tetap berdiri ditengah guncangan yang ada...


Gratak...


Pintu itu terdorong.


Greekk...


Suara batu yang diseret dari gerbang terdengar memenuhi tempat itu, ketika pintu raksasa dihadapan mereka itu mulai terbuka perlahan. Aura dingin yang lebih pekat terasa menghantam menusuk tulang.


Oscar dan yang lainnya menahan nafas dalam perasaan gugup, rasanya seperti berhadapan dengan mulut dari kegelapan yang benar-benar dalam. Dan tanpa mereka sadari tubuh mereka gemetar dalam ketakutan.


Greekk.. Duaak..


Pintu itu berhenti bergerak ketika telah terbuka sepenuhnya, sekarang jalan mereka untuk pergi telah terbuka...


" Ayo pergi." suara Ethan disana memecah keheningan.


Mereka pun menoleh kearahnya yang juga menatap mereka dengan tatapan yang tenang. Namun sepertinya mereka tahu apa yang dia maksud dengan tatapan nya itu...


'Kalian tidak perlu ikut jika tidak bisa'.


Dia tidak memaksa mereka, jika mereka ingin ikut maka dia akan membiarkan nya, tapi jika tidak ikut pun juga bukan masalah.


Namun ada satu hal yang Ethan lewatkan...


Dan itu adalah, mereka yang telah memutuskan semuanya sejak awal.


" Kalau begitu apa yang kita tunggu! Mari pergi!."


" Iya, ayo!"


Arkan dan Niu yang pertama menimpali dan langsung menarik tangan Ethan maju mendekati gerbang itu. Hingga Ethan sendiri yang ditarik tersentak karena kaget.


" Kau ini masih banyak tanya rupanya, padahal kita telah sejauh ini bersama." dan lalu Oscar pun mengikuti dibelakang mereka.


Meliyana juga terdengar tertawa dibelakang sana, " Haha... Ethan jadi plin-plan."


" Lebih tepatnya dia makin bodoh." bahkan Yuki menatakan hal itu.


Ethan sendiri yang mendengar hal itu hanya tersenyum canggung untuk dirinya sendiri, dan kemudian ia pun menghela nafas. " Baiklah-baiklah." ucapnya.


Mereka melangkah maju kesana bersama, tentu saja harus pergi bersama. Dan jika mereka harus mundur, mereka akan mundur bersama juga.


Ketika Ethan dan teman-temannya melangkahkan kaki mereka memasuki gerbang itu, tubuh mereka hilang ditelan portal. Sementara ditempat mereka, Yulles dan Velskud hanya menatap kepergian mereka dalam diam.


Kemudian Yulles pun mengangkat tangannya, menggenggam kalung berbentuk bulan sabit yang dulu adalah milik kakaknya. Ia pun bergumam sambil memejamkan matanya, " Semoga dewa memberkati kalian." dia mengatakan itu dengan tulus.


Bahkan Velskud pun kemudian berkata, " Berhati-hatilah dan kembali dengan selamat, anak-anak nakal."


Mungkin hanya Ethan dan teman-temannya saja, orang yang cukup gila hingga berani melangkah ke dunia orang mati untuk mencari setangkai bunga. Tanpa khawatir akan murka dewa...


Sementara di dunia bawah sendiri, kedatangan Ethan dan teman-temannya disana, sebenarnya telah ditunggu-tunggu oleh seseorang yang sejak awal selalu memperhatikan perjalanan mereka...