
[Season 2]
Ethan dan yang lainnya sempat terkagum-kagum melihat kalau mereka langsung terhubung ke perpustakaan Guild, sampai kemudian perhatian mereka terfokus kepada Argus yang mengambil sebuah buku yang cukup tebal dari rak buku yang muncul dari dinding itu.
Setelah Argus mengambil buku tersebut, rak buku itu pun kemudian berubah kembali menjadi dinding batu seperti sedia kala. Sementara Argus sendiri kembali berjalan dan duduk di kursi yang tadi ia tempati, dan ia pun mulai mencari-cari sesuatu dari buku tersebut.
Srakk...
" Hm... "
Srakk...
Ia membuka halaman demi halaman dari buku tersebut dan membacanya dengan teliti, setelah menemukan apa yang ia cari ia pun secara memperlihatkan nya kepada Ethan dan yang lainnya.
" Nah, coba lihatlah ini. Di dalam buku ini ada beberapa benda yang kalian cari. " ucap Argus.
Ethan pun mengambil buku tersebut dan melihat apa yang diperlihatkan oleh nya itu.
" Dia benar, beberapa benda yang kita butuhkan untuk pembangkitan ada disini. " ucap Ethan tersenyum senang.
" Benarkah?? Wahh... " sahut Meliyana pula girang.
" Apa-apa saja yang ada di sana?? " tanya Oscar, kemudian buku itu pun diambil Niu dan ia membacakan isinya kepada mereka semua.
[--Buah hati naga : Melintasi cakrawala menuju ke arah reruntuhan kuno di barat daya, melewati ujian cinta dan kebencian, jiwa yang murni akan membawamu kepada ketenangan. Dan ketika matahari dan bulan bertemu maka keinginan mu akan dikehendaki.
-- Bubuk kristal bintang : Ketika berlian bersinar di kegelapan, menuntun jalan orang-orang yang tersesat, menunjukkan ingatan akan masa depan dan masa lalu. Ketika keberanian membuat 12 berlian utama bersinar paling terang, ada satu penuntun yang akan menunjukkan jawaban.
-- Embun darah : Di kedalaman yang menekan, dalam kegelapan air mata merah mengalir. Hanya orang yang mengerti kemarahan nya akan bertahan, dan jalan takdir untuk nya pun akan terbuka.
-- Kulit pohon kehidupan : Pohon besar yang berdiri menopang langit, tempat dimana lahir nya peradaban yang bergantung kepada alam. Disaat kasih sayang menujukan jalan yang salah, maka keteguhan akan membawamu kepuncak.]
Niu membacakan semua itu dengan teliti, namun disaat yang sama ia juga bingung dengan maksud kata-kata dari buku itu. Bukan hanya dia yang bingung, tapi teman-temannya dan juga Master Guild Argus juga ingin tahu apa arti dari kata-kata yang memusingkan itu.
" Ya.. baiklah, ada yang tahu dimana tempat nya?? " tanya Arkan yang sama sekali tidak membantu.
" Aku tidak tahu dengan 3 yang lainnya, tapi kurasa satu diantara nya adalah pohon kehidupan yang jadi rumah para Elf. " ucap Yuki mengutarakan pendapatnya.
Niu pun menganggukan kepalanya sebagai tanggapan, " Aku juga setuju, tapi.. apa maksud nya kasih sayang yang membawa kejalan yang salah?? " tanyanya pula.
Saat kemudian Meliyana pun menehangahi pembicaraan mereka, " Tunggu dulu sebentar, bukankah kita membutuhkan 3 benda lagi?? " tanya nya kepada mereka semua.
" Tentu, tiga hal lagi adalah Spider Lyly Emas, juga Teratai Emas Surgawi. Dan benda terakhir adalah... inti darah dari makhluk bernama Jormungand kalau tidak salah. Dan yang paling penting adalah tubuh... " sahut Ethan dengan menggantung kata-kata nya dibagian akhir.
" Tubuh yang masih bagus dan kosong. " ucap Oscar pula melanjutkan kata-kata Ethan.
Sementara mereka membicarakan hal itu, Niu pun kembali mencari-cari hal yang dimaksud oleh mereka semua dibuku yang ada di tangannya. Namun...
" Hei, orang tua. Apa kau tahu dimana tiga tempat dari benda-benda itu?? " tanya Yue kepada Argus.
Argus terlihat memikirkan hal tersebut sejenak, dan tak lama ia pun berkata. " Hm... Tidak, ini baru pertama kalinya kudengar tentang dua hal itu. Tapi untuk yang terakhir disebutkan itu.. sepertinya agak sulit, karena makhluk yang bernama Jormungand itu sudah sekitar 400 tahun menghilang. Itulah yang kudengar... " jawabnya.
Apa yang dikatakan oleh Argus itu juga sesuatu yang dipercaya orang-orang di seluruh benua, semua nya berawal dari seseorang yang katanya adalah Master dari Jormungand sendiri. Menurut cerita yang sudah di turun temurun kan, sang Master meminta Jormungand untuk pergi ke sebuah tempat dimana tidak akan ada orang yang bisa menemukan nya. Agar kekuatan yang dimiliki nya tidak disalah gunakan oleh orang jahat.
Namun ada juga yang mengatakan, kalau Jormungand pergi meninggalkan Master nya ketika ia sedang sekarat untuk mencari orang yang dicintai nya. Memangnya seperti apa orang yang dicintai nya sampai dia meninggalkan pemiliknya sendiri??.
Namun sebenarnya itu hanya hipotesis belaka, karena kemungkinan yang paling disetujui oleh para cendikiawan adalah... Jormungand sedang pergi mencari reinkarnasi Masternya yang telah tiada.
" Ini sulit... " gumam Oscar.
" Baiklah, kurasa kami akan meminjam buku ini saja. " ucap Ethan kepada Argus.
" Tidak perlu kau kembalikan, asalkan kau berikan kembali kepada nyonya Misika. Aku yakin kau juga tahu kalau dia sudah kembali. " sahut Argus sambil menatap Ethan dengan serius.
Ethan yang melihat nya pun hanya tersenyum, kemudian ia pun berkata.... " Kurasa ini agak tidak adil kan, bagaimana jika kau juga meminta sesuatu kepada kami. " ucap nya.
" Oi, Ethan! Kau ini bagaimana sih!.. " ucap Arkan pula agak berbisik.
" .... Tidak mungkin aku menginginkan sesuatu dengan serakah, mengetahui bahwa nyonya yang sangat kuhormati itu sudah kembali saja sudah membuatku merasa teramat senang. " namun seperti itulah yang dikatakan Argus kepada mereka.
Kesetiaan nya itu benar-benar patut dipuji, padahal belum tentu juga Misika mengharapkan hal tersebut bukan. Tapi Ethan tidak mau pergi begitu saja setelah mendapat sesuatu yang sangat penting untuk membantunya menyelesaikan tugas mereka saat ini. Ia tidak mau berhutang kepada seseorang begitu saja.
" Kau tadi bertanya kemana Quennevia, kan?? " ucap Ethan, yang nampaknya memang menarik bagi Argus.
Ethan pun kemudian mengeluarkan kelinci Quennevia yang ia istirahat kan di gelang ruang di tangannya, dan menaruhnya di atas meja didepan Argus. Argus sendiri nampak nya juga mengerti dengan maksud Ethan menunjukkan kelinci itu kepada, hingga ia menunjukkan ekspresi yang amat sangat terkejut seperti itu.
" ... Dia adalah Quennevia. " ucap Ethan sambil menekankan hal tersebut.
" Astaga, ya Tuhan. Bagaimana bisa terjadi?! " dan Argus benar-benar diselimuti keterkejutan mendengar hal itu.
*****
Beberapa saat setelah itu, Ethan dan yang lain pun pergi dari Guild Crown. Saat ini mereka juga sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka harus segera bergegas mendapatkan benda-benda itu sebelum satu setengah tahu lewat begitu saja.
" Hei, Ethan. Kau yakin tidak apa-apa jika kita memberitahu pak tua itu?? " tanya Arkan yang masih mempertanyakan apa yang Ethan lakukan.
Ethan meliriknya sejenak, dan kemudian kembali tersenyum. " Yah, tidak masalah. Aku bisa lihat kalau orang itu adalah orang yang sangat jujur dan juga amanat, setidaknya dia bukan orang yang akan tinggal diam jika dihampiri oleh musuh, dan akan lebih memilih mati dari pada memberikan musuh informasi yang ia miliki. " jawab Ethan panjang lebar.
" Ya, terserah lah. Bukannya aku tidak percaya pada penilaian mu, tapi bukankah kita harus mempersedikit orang yang tahu tantang hal ini. " sahut Arkan pula.
" Jangan terlalu khawatir, Arkan. Lagipula kita kan akan melindungi Quennevia. " ucap Meliyana pula menyahuti uacapan Arkan, yang tantu saja diangguki oleh yang lainnya.
Arkan yang melihat itu hanya ikut menganggukan kepalanya sambil mendengus, tentu saja itu hal yang pasti akan mereka lakukan. Karena sejak awal ini lah tujuan mereka melakukan semua ini.