
Sorakan demi sorakan masih terdengar di Arena itu, hari ini adalah hari penentu bagi pertandingan di Akademi ini. Peserta yang masih tersisa saat ini pun ada empat orang, yang mana pertarungan pertama baru saja dimulai sejak Quennevia dan yang lainnya sampai di sana.
Dan pertandingan pertama itu dimenangkan oleh murid senior bernama Lilac, dia bisa menang dengan mudahnya seperti itu. Lalu pertandingan keduanya, adalah Quennevia melawan murid senior bernama Zarya, dia wanita yang cukup sombong.
" Selanjutnya adalah kau, kan?. " tanya Ethan kepada Quennevia.
Quennevia mengangguk, " Iya, lawan ku sikapnya cukup menyusahkan. " ucapnya.
" Kudengar dia bukan hanya punya sikap buruk, tapi juga selalu tidak mau kalah. " bisik Meliyana.
" Benar, kudengar dia orang nya suka mengancam menggunakan kekuasaan keluarga nya. " sahut Niu ikut berbisik.
" Iyah, apapun itu semangat ya. " ucap Oscar pula ikut bicara.
" Semangat. " ucap yang lainnya pula memberi semangat.
" Iya. " Quennevia mengangguk tersenyum mendengar nya.
Lalu ia pun segera maju ke arena untuk menyelesaikan pertandingan nya, orang-orang yang ada di sana sangat penasaran dengan Quennevia ini. Apalagi dengan wajahnya yang selalu tidak pernah terlihat dari balik cadar nya itu, begitu pun juga kekuatan nya yang tidak pernah di perlihatkan di depan mereka semua. (Kecuali yang jadi lawannya tentu saja)
" Ini kesempatan yang langka sekali ya, biasanya para tetua selalu memanggil nya saat akan bertanding. " ucap Jino.
" Kau benar, dia yang menjadi paling misterius. " sahut Kian.
" Lalu... Apakah kalian tau kenapa para tetua melakukan itu??. " tanya Arden pula.
Mereka menggelengkan kepalanya, tidak ada yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh para tetua dan juga kepala Akademi, sama hal nya dengan Quennevia.
" Iyah, yang pasti... Ini akan sangat menarik. " ucap Sayles yang di angguki oleh mereka bertiga.
Sementara itu di arena, dua gadis sudah ada di sana sedang berhadapan, Zarya nampak sedang memperhatikan Quennevia dari atas sampai bawah, lalu kemudian ia tersenyum sambil meremehkan nya.
" Huh, hanya anak kecil. Bagaimana jika kau menyerah sekarang, selagi aku memberi mu kesempatan. " ucap nya dengan sangat angkuh.
Quennevia hanya menatap lurus, " ...... Aku menolak. " ucap Quennevia pula singkat.
Zarya mengkerut tidak senang, " Kau anak yang tidak tahu diri rupanya, baiklah karena kau yang memintanya aku akan melayani mu. Jika aku menang jauhi pangeran Ethan selamanya. " ucapnya pula.
Ah, jadi dia tidak senang karena semua gosip tentang Quennevia dan Ethan, dia pasti sangat ngefans dengan Ethan sampai cemburu seperti itu. Sementara Quennevia bingung mendengar perkaranya itu.
" ??...... Apa kita sekarang sedang bertaruh?. " tanya Quennevia pula dengan santai, " Ha.. Baiklah kalau begitu, jika aku menang kau harus mengelilingi taman sebanyak sepuluh putaran sambil melompat seperti kelinci, dan bilang 'Aku bodoh dan aku pengecut' " ucap Quennevia pula tersenyum sinis.
Zarya menggertak kan giginya mendengar itu, sudah pasti dia sangat kesal dengan kepercayaan diri Quennevia. Sementara semua orang menyoraki mereka semangat, dan pertandingan pun dimulai.
Zarya pun langsung saja menyerang Quennevia, " Biar ku tunjukkan... Wajah busuk mu itu didepan semua orang!. " ucap nya sambil menyerang Quennevia.
Namun Quennevia bisa menghindari semua serangan itu dengan mudahnya, ia pun menarik pedang nya juga dan mulai menyerang balik kepada Zarya.
Trang.....
Suara pedang mereka yang beradu, pertarungan mereka itu cukup sengit karena Zarya yang bisa menahan semua serangan Quennevia. Meski begitu Quennevia masih belum mengerahkan semua kekuatan nya.
Trang.....
Sreeettt.....
Dan Zarya pun terdorong cukup jauh dari tempatnya tadi, dia tidak percaya kalau Quennevia memiliki kekuatan seperti itu, apalagi dia tidak bisa melihat tapi bisa menyerang dan menahan serangan dengan sangat akurat.
Namun dia juga diam-diam tersenyum melihat Quennevia yang mendekati nya, dan saat Quennevia melangkah lagi tiba-tiba saja ada sebuah anak panah yang muncul dari bawah tanah. Panah itu meluncur dengan cepat hingga menggores wajah Quennevia, jika saja dia terlambat menghindar mungkin saja salah satu bagian wajahnya sudah bolong.
Quennevia mundur beberapa langkah setelah mendapat serangan itu, sambil menutupi wajahnya menggunakan tangan karena cadar nya rusak akibat serangan tadi itu. Sedangkan Zarya tersenyum senang melihat itu.
" Hahaha... Akui saja kekalahan mu dan perlihatkan wajah buruk mu itu kepada kami, lagipula ada racun di panah yang tadi sudah mengenai mu. Satu goresan saja tenpa penawar dari ku, kau akan menderita sakit yang parah selama 7 hari. " ucap Zarya dengan percaya diri itu.
Semantara orang-orang menganggap kalau hal itu keterlaluan, iya tidak ada yang berani mengganggunya karena hal itu, juga karena dia selalu menggunkan kekuasaan keluarga nya juga, dia adalah putri Duke dari Kerajaan timur laut, yang pimpinan oleh ratu Seara.
" Bukankah dia agak keterlaluan, dia masih murid baru. "
" Iya, kau benar. Tapi dia itu kan Zarya. "
" Dia masih saja selalu menindas yang lemah seperti itu. "
Begitulah bisik-bisik di anatara penonton yang ada di sana.
" Apa akan berakhir??. " ucap Kian.
" Tidak, kurasa belum. " sahut Jino, perlu diketahui sebenarnya dia itu orang terkuat ketiga setelah Kian dan juga Lilac.
" Bagaimana menurutmu, kak Lilac??. " tanya Sayles, sambil melihat orang yang duduk di belakang mereka itu.
Iya Lilac, senior peringkat kedua ada di sana, duduk sambil memperhatikan pertandingan antara Quennevia dan Zarya disana.
" Gadis bernama Quennevia itu... Jauh lebih kuat dari pada Zarya. " ucapnya dengan wajah datar, dia selalu saja berekspresi sama dinginnya dengan Kian.
" Begitukah??. " sahut Sayles pula.
" Hei, kau lupa dengan apa yang sudah ia lakukan?? Hanya sebatas melawan gadis sombong seperti Zarya saja tidak perlu di tanyakan lagi. " ucap Arden pula.
" Aha.. Benar juga. " jawab Sayles pula yang baru ingat.
Oke, balik lagi ke Arena. Setelah mendengar kata-kata Zarya tadi Quennevia masih belum bicara lagi, tapi kemudian ia berkata.
" Racun?? Hal seperti itu..... Tidak berguna padaku. " ucap Quennevia sambil menujukan wajah nya kepada Zarya, luka di wajahnya pun perlahan-lahan sembuh dengan sendiri nya.
Semua orang di arena itu tidak percaya melihat rupa Quennevia yang sangat menawan, yang tadinya tidak bisa mereka lihat karena selalu tertutup cadar. Bukannya wajah buruk seperti yang selalu digosipkan, malahan wajah rupawan seperti malaikat yang dimiliki Quennevia.
" Woo.... Aku tidak pernah melihat gadis secantik dia. "
" Bidadari ku, aku jatuh cinta padamu. "
" Kyaaa.... Dia benar-benar sangat memikat. "
Begitulah teriakan-teriakan histeris orang-orang yang ada di sana pula, bahkan para murid perempuan pun sampai dibuat terpesona olehnya. Sementara Jino dkk tidak bisa berkata apapun, dan teman-temannya merasa tidak senang karena orang-orang yang berisik itu. Terutama Ethan yang terlihat seperti ingin membunuh seseorang.
Sama halnya dengan Zarya, dia tidak percaya kalau Quennevia lebih cantik dari dirinya.
" Bagaimana bisa.... Bagaimana bisa kau lebih cantik dari diriku?!!. " teriaknya pula dengan sangat marah.
" Aku tidak bisa menerima nya!!. " teriak nya pula sambil melesat untuk menyerang Quennevia.
Quennevia hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya melihat nya seperti itu, " Astaga, yaampun. Dasar orang tidak berguna. " gumam Quennevia.
Lalu tiba-tiba saja....
Boommm.....
Saat Zarya melayangkan serangan nya, tiba-tiba ada sebuah ledakan setelah nya, dan Zarya malah diterbangkan kembali hingga menghantam dinding pembatas Arena dengan cukup keras.
Semua orang terheran-heran + bingung dengan apa yg terjadi, tapi saat debu yang menghalangi tempat Quennevia berada hilang diterbangkan angin, barulah semua orang semakin tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Itu adalah..... " ucap salah satu guru dengan sangat terkejut+kagum, Real.
" Itu.... Spirit Suci. " ucap yang lain pula, Rem.
" Hoo... Rupanya dia masih mengikuti Misika ya. " ucap kepala Akademi pula.
Spirit Suci yang dimaksud mereka tentulah Xi, ukuran nya jadi benar benar besar sejak kembali ke jantung hutan. Dan Quennevia memanggil Xi ke tempat ini untuk sedikit pamer. Jika dia menunjukkan Yue sudah pasti mereka akan semakin tidak percaya lagi, tapi Yue hanya khusus untuk lawan terakhir nya saja.
Sebenarnya kemunculan Xi juga membuat teman-temannya terkejut, terutama Ethan... Karena...
" Hee?!! Sejak kapan anjing itu jadi sebesar itu?!! " ucap Ethan sedikit berteriak.
Pertumbuhan Xi itu tergantung dgn kekuatan nya yang kembali, karena sebenarnya dia memang sangat besar. Jadi dia bisa memulihkan keadaan nya jika menyerap energi alam, apalagi saat ia kembali ke tempat yang energi alamnya sangat kuat seperti jantung hutan York.
Semua orang terkagum-kagum melihat nya, apalagi Zarya yang semakin iri plus benci melihat Quennevia punya segalanya. Tapi dia malah tersenyum licik ketika sebuah ide muncul di kepala nya.
" Bagaimana jika aku jadi bawahan ku saja, dan berikan hewan roh itu padaku?? Asal kau tahu saja aku ini seorang putri Duke dari kerajaan timur laut. " ucapnya dengan sangat percaya diri dan angkuh.
Semua orang menatapnya rendah mendengar itu, dia sudah mulai lagi menggunakan kekuasaan nya untuk menang dari seseorang.
" Mulai lagi, deh. "
" Tidak tahu malu. "
Ucap para murid itu.
" Haha... Bodoh sekali dia, seperti nya dia tidak tahu siapa Quennevia. " ucap Niu tersenyum sinis.
" Benar, seperti nya dia bodoh sampai tidak mengetahui nya. " sahut Yuki.
" Quennevia, hajar dia!. " teriak Meliyana pula dengan penuh semangat.
" Memangnya Quennevia itu siapa??. " tanya Sayles pula yang di angguki oleh Arden, mereka juga tidak mengetahui nya ya....
" Aha.... Senior juga nanti akan segera tahu siapa dia. " sahut Oscar menimpali.
Sementara di arena, Xi menggeram marah ketika mendengar itu, dia paling tidak suka manusia sombong seperti perempuan dihadapan nya itu. Apalagi sampai mengatakan Quennevia untuk menjadi bawahan nya, jika saja Quennevia tidak menghentikan nya dia sudah jadi daging cincang saat ini.
" Hanya seorang putri Duke, berani sekali kau bicara seperti itu padaku. " ucap Quennevia dingin, dan membuat Zarya tersentak.
Wajah dan juga suara nya yang dingin itu membuat Zarya merinding karena nya.
" Memangnya kau pantas bicara seperti itu padaku, memangnya keluarga Duke sehebat itu ya?? Apa kau tahu siapa aku??. " ucap Quennevia pula.
" Apa??. " tanya Zarya bingung, dia masih saja merinding.
" Seperti nya kau tidak tahu, baiklah akan kuberi tahu. " sahut Quennevia, " Aku, Quennevia Von Arkharega. Merupakan keponakan dari Kaisar Kekaisaran Chrysos, yang artinya aku juga adalah keluarga Kekaisaran. Apa sekarang kau tahu status siapa yang lebih tinggi diantara kita??. " lanjut Quennevia.
Semua yg ada di sana terdiam mendengar nya, apalagi Zarya yang beruang menjadi pucat pasi setelah mengetahui hal itu. Seperti nya dia tidak menyangka kalau Quennevia adalah putri yang selalu digosipkan sangat kuat dan kejam lima tahu yang lalu, sampai dapat membunuh Ketua dari klan pembunuh bayaran di hadapan rakyat Kekaisaran nya sendiri.
" Ti.... tidak mungkin. " gumamnya dengan ketakutan, " Tidak mungkin, kau pasti berbohong kan?. " ucapnya pula.
" Apakah aku perlu membawamu ke hadapan paman kaisar sekarang juga??. " tanya Quennevia.
" Tidak mungkin... Tidak mungkin... " gumam Zarya pula dengan tidak percaya.
Dan itu membuat Quennevia jenuh, apa Zarya akan melanjutkan pertarungan atau tidak. " Membosankan. " gumam Quennevia pula.
Ia pun menaruh dua jari di bibir nya, sambil merapal sebuah mantra. " Teknik kegelapan, mimpi dalam jurang kenangan : kupu-kupu mimpi. " ucap Quennevia.
Quennevia meniup udara di depannya, dan tiba-tiba muncul sebuah kupu-kupu hitam putih yang sangat cantik. Kupu-kupu itu terbang menghampiri Zarya yang masih kalut dalam pikiran nya, dan saat kupu-kupu itu hinggap di kepala nya Zarya langsung jatuh tak sadar kan diri.
Semua orang terdiam seribu bahasa melihat nya, tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Quennevia. Sampai mendengar Quennevia berkata...
" Ini kemenangan ku. " ucapnya kepada juri yang ada di dekatnya.
" Ah, i.. Iya. " sahut juri itu yang masih bingung, " Pemenang nya Quennevia, dari kelompok murid baru. " ucap juri itu mengumumkan nya.
Semua orang langsung bersorak heboh memuji nya, mereka sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh Quennevia. Begitu pula dengan Lilac yang dari tadi memperhatikan nya, dia benar-benar tidak bisa mengukur seberapa kuat Quennevia yang sebenarnya.
" Gadis itu benar-benar tidak bisa di tebak. " batin Lilac.
Sedangkan ditempat para guru dan juga tetua, mereka sama kagumnya melihat itu, apalagi teknik unik dari Quennevia. Iya, kecuali para tetua yang sudah tahu dan pernah melihat nya sih, itu adalah teknik milik Zeze si Pegasus malam.
Teknik itu bisa membuat orang yang disentuh oleh kupu-kupu itu tertidur dalam kenangan termanis nya, beda dengan jurus Sica dulu yang membuat seseorang jatuh dalam mimpi buruknya, dan menyiksa mereka hingga mati. Efek teknik ini akan membuat mereka tidur lelap dan sangat nyaman hingga mereka menolak untuk bangun selamanya (namun khusus yang digunakan Quennevia untuk Zarya hanya bisa bertahan 1 hari).
Saat ini selain Zeze, hanya Quennevia lah yang bisa melakukan nya, dan tentunya bukan semua orang bisa mendapatkan teknik itu. Karena membangkitkan dan mengendalikan kenangan dalam ingatan seseorang bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk mempertahankan teknik tersebut agar tidak berbalik kepada penggunanya.
" Bagaimana menurut kalian??. " tanya Kepala Akademi kepada para guru yang ada di sana.
" Sungguh luar biasa, dia murid baru terkuat yang pernah saya lihat. " sahut salah satu guru, Orya.
" Benar, dia sudah pasti seorang jenius diantara jenius selain pangeran Ethan yang terkenal itu. " sahut yang lainnya, Ban.
" Itu benar, aku jadi ingin menjadikan nya muridku. Oh, ngomong-ngomong teknik apa yang dia gunakan, tetua??. " tanya guru lain, Siliya.
" Itu adalah teknik yang hanya bisa dikuasainya oleh hewan spirit yang sudah berubah wujud, tentu saja bukan sembarang orang bisa melakukan nya. Tapi gadis kecil itu memang spesial, namanya teknik nya cukup simpel yaitu kupu-kupu mimpi. " jawab Bima.
" Yang kami tahu, teknik itu saat ini hanya dikuasainya oleh spirit guardian, sang Pegasus malam Zeze. Dan yang satu lagi adalah Quennevia. " lanjut Kara pula.
Para guru itu mengangguk mengerti, karena seperti yang dikatakan oleh kepala Akademi dan para tetua Quennevia itu spesial.