
Mereka masih memperhatikan gadis yang ada di dalam sana dengan seksama, sampai akhirnya Quennevia yang pertama kali bertanya.
" Kau mengenal nya, Ethan??. " tanya Quennevia.
" Dia... Namanya adalah Beatrice, dia taman kecil ku. " sahut Ethan dengan wajah sedih.
" Kalau begitu kira harus menolong nya kan, pertama kita mengeluarkan nya dari dalam sana dulu. " ucap Quennevia pula, ia tidak pernah melihat Ethan sesedih itu.
" Iya. " jawab Ethan.
Ia pun menghancurkan kristal yang mengurung gadis bernama Beatrice itu, Ethan pun menangkapnya sebelum ia jatuh di lantai. Niu juga buru-buru memeriksa nya untuk memastikan apa dia baik-baik saja.
" Dia hanya tidur, seperti nya dia terkurung di dalam kristal itu dan dipaksa untuk tidur. " ucap Niu sambil memeriksa nya.
" Ayo kita pergi dari sini dulu. " ajak Oscar pula.
" Iya. " sahut yang lainnya.
Mereka pun pergi dari sana dengan Ethan yang menggendong perempuan itu, entah kenapa Quennevia merasakan perasaan sakit melihat hal itu. Padahal ia masih tidak tahu siapa perempuan yang diselamatkan mereka dari sana itu, tapi Quennevia merasa kalau... ada sesuatu yang berjalan menjauh dari sisi-nya.
*******
Saat sampai di Akademi, Ethan langsung membawa perempuan itu ke ruang perawatan untuk diperiksa oleh tim medis. Dan hasilnya juga cukup baik, perempuan itu akan sadar tidak lama lagi.
Dan dua hari setelah nya, dia benar-benar sadar Quennevia yang mendengar itu pun sangat senang karena nya, jadi ia pun memutuskan untuk pergi menjenguknya.
Tok.. Tok..
" Permisi. " ucap Quennevia saat membuka pintu ruang perawatan itu, disana hanya ada wanita itu seorang. " Halo, apa kau sudah baik-baik saja, aku senang kau sudah siuman. " sapa Quennevia dengan ramah.
" Ha.. Halo juga, aku juga senang bisa bertemu dengan mu. Dan.. Terima kasih, kau dan yang lainnya sudah menyelamatkan ku. " sahut Beatrice pula kelihatan agak malu-malu.
" Bukan masalah, teman Ethan adalah teman kami juga. Aku harap kau bisa terbiasa di sini, tempat ini menang kadang berisik tapi juga sangat menyenangkan. " ucap Quennevia pula.
" Iya. " jawab Beatrice dengan tersenyum senang.
Mereka pun mengobrol beberapa hal hingga dalam beberapa saat saja mereka sudah akrab, tapi karena Quennevia harus kembali dan menyelesaikan pekerjaan nya sebagai ketua murid di Akademi, ia pun pamit lebih dulu kepada Beatrice.
Setelah itu barulah ia pergi dari sana, dan saat di perjalanan ia berpapasan dengan Ethan yang akan pergi menemui Beatrice.
" Quennevia, kau habis dari mana??. " tanya Ethan agak canggung.
" Aku habis menemui Beatrice, kenapa??. " tanya balik Quennevia.
" Me.. Menemui Beatrice?!. " ucap Ethan dengan terkejut.
Quennevia mengerutkan keningnya merasa ada hal yang aneh dengan Ethan, kenapa dia terkejut seperti itu hanya karena dia pergi mengunjungi nya saja.
" Iya, kenapa?? Apa aku tidak diizinkan untuk menemui nya??. " tanya Quennevia dengan kesal.
" Bu.. Bukan begitu, hanya saja.... " sahut Ethan menggantung.
" Hanya saja??. " tanya Quennevia lagi.
" Ah, bukan apa-apa. Kalau begitu aku pergi dulu. " ucap Ethan pula kemudian pergi meninggalkan nya di sana.
" Dasar aneh. " gumam Quennevia saat melihat nya seperti itu.
Quennevia terus menatap Ethan karena dia benar-benar aneh, seolah ada sesuatu yang ia sembunyikan dan sekarang dia menghindari nya. Quennevia menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran negatif itu, alangkah baiknya dia segera pergi dari saja untuk meneruskan pekerjaan nya.
Karena ia pikir kalau sikap aneh Ethan hanya karena ia bertemu kembali dengan teman yang sudah sangat lama tidak berjumpa.
Tapi apa yang dilakukan Ethan itu terus berlangsung selama berhari-hari.
- Tempat Ethan.
" Apa Ethan ada di dalam??. " tanya Quennevia.
" Ah, itu... Ketua bilang dia sedang sibuk jadi tidak bisa diganggu. " ucap orang yang ada di luar raungan Ethan. (Bisa dibilang seperti penjaga atau semacam nya)
" Em... Begitu, kalau begitu tolong berikan dokumen-dokumen ini padanya, bilang ini dari Profesor Claus. " ucap Quennevia kemudian pergi dari sana tanpa mengucapkan apapun lagi.
Ia terus berjalan pergi dari sana dengan wajah datar, ia tidak bodoh dan tidak bisa dibodohi. Telinga nya lebih tajam dari pada orang-orang yang ada di tempat ini, dan bukan nya sibuk ia malah mendengar kalau Ethan sedang mengobrol bersama dengan Beatrice.
Apa yang membuat Ethan harus berbohong seperti itu kepada nya, padahal akan lebih baik jika ia berterus terang saja.
- Hari kedua.
" Apa Ethan ada di dalam sekarang??. " tanya Quennevia pula.
" I.. Itu... Ketua sedang pergi bersama profesor Reil. " ucap orang itu pula.
- Hari ketiga.
" Itu, ketua kami sedang pergi menemui kenalannya diluar Akademi. " (Masih orang yang sama)
" Um... Ketua tengah melakukan penelitian sekarang, jadi dia tidak bisa diganggu. " (Masih orang itu).
- Hari kelima.
" Emm... Itu... Anu... Ketua tengah mengadakan rapat hari ini, jadi tidak bisa diganggu. Maaf Ketua Quennevia. " (Kali ini baru ganti orang yang berbeda, mungkin yang sebelum nya takut karena tatapan Quennevia yang seolah berkata ingin membunuh nya.)
Lama-kelamaan Quennevia sendiri juga jadi jengkel dengan hal itu, padahal Ethan tidak melakukan apapun selama 5 hari itu, tapi dia menghindari nya seperti itu. Seperti nya dia memang menyembunyikan sesuatu dari nya, Ethan bahkan menghindari nya selama kelas belajar dimulai.
Dia pindah tempat duduk menjauh darinya, saat pulang selalu lebih dulu dan jika berpapasan dia seolah-olah pergi karena ada yang memanggil nya. Quennevia sudah bosan dengan semua hal itu.
" Terserah sajalah!! " batin Quennevia, ia menggerakkan dirinya.
Kemudian Quennevia pun berbalik pergi dari sana dan dengan kekesalan yang tidak bisa lagi di ekspresi kan, dia memilih memasang wajah dingin saja agar tidak menimbulkan keributan, meski sebenarnya dia lebih ingin masuk ke dalam sana dan mengobrak-abrik nya sekarang juga.
Dan selama berhari-hari ini, Quennevia juga jadi ikut mengabaikan Ethan, ia tidak penah lagi muncul untuk menemui Ethan, dan hanya menyuruh anggota nya saja jika ada keperluan, bahkan saat rapat sekali pun.
- Saat di kantin.
Quennevia tengah berkumpul bersama dengan teman-teman sekamar nya, ditambah oleh Oscar, Arkan dan Ryohan juga. Mereka baru saja selesai belajar dan tengah berada di kantin karena sudah lama tidak berkumpul bersama.
" Hufttt... Si Ethan ini, dia ada di mana sih. Semenjak bertemu dengan teman masa kecilnya itu dia jadi melupakan kita. " ucap Arkan.
" Atau jangan-jangan mereka punya hubungan??. " ucap Meliyana pula membuat mereka jadi syok mendengar nya.
" Yang benar saja, masa sampai dia tidak mempedulikan kita lagi. " ucap Arkan pula.
" Siapa yang tahu, orang-orang misterius seperti Ethan itu tidak bisa ditebak. " sahut Yuki.
Mereka nampak nya memikirkan kemungkinan yang dibicarakan itu dengan serius.
" Benar, benar. Saat dia membawa Beatrice kemari pun, dia benar-benar sangat lembut padanya. " tambah Oscar pula ikut bicara.
" Benarkan, aku juga pernah melihat mereka bersenang-senang berdua saja. Dan lagi mereka begitu mesra. " ucap Meliyana.
Sementara Quennevia yang kesal sedari tadi hanya diam, sudah mengepalkan tangannya itu dengan sangat kuat.
" Em... Anu, bagaimana jika kita alihkan pembicaraan ini saja?? " ucap Niu pula yang menyadari hal itu.
" Kenapa?? Ini adalah konspirasi yang paling penting bagus di Akademi ini. " sahut Ryohan pula ikut campur.
" Bu... Bukan itu masalahnya. " ucap Niu pula yang jadi ikutan jengkel karena teman-teman nya yang sangat tidak peka ini.
" Apa, bukan kah benar jika mereka memiliki hubungan tidak biasa, lihat saja dia sampai rela melakukan apapun demi Beatrice. Dan juga mereka begitu mesra saat berduaan, bukankah itu.... " ucap Meliyana yang terpotong.
Brakk.....
" Menjengkelkan!. " teriak Quennevia agak keras lalu kemudian pergi dari sana.
Karena sudah tidak tahan lagi mendengar semua itu, Quennevia sampai berdiri dan meggebarak meja di depannya itu. Hal itu juga membuat mereka terkejut karena baru menyadari kemarahan Quennevia itu, sedangkan Niu menepuk jidatnya karena tingkah teman-temannya itu.
" Lihat! Sudah Kubilang alihkan pembicaraan nya sebelum dia marah, sekarang dia sudah marah seperti itu apa yang harus kita lakukan?!. " teriak Niu pula dengan kesal.
" Ka.. Kami tidak tahu, tapi... Kenapa dia marah ya??. " ucap Arkan.
" Arghhhh... Dasar kalian semua makhluk tidak peka!!. " geram Niu pula yang juga ikut pergi dari saja menyusul Quennevia.
******
Karena ia terlalu kesal tadi, Quennevia sampai tidak sadar sudah membuat mereka terkejut seperti itu, ia pun memutuskan untuk pergi ke tampat yang bisa membuatnya tenang saja. Yaitu di belakang gedung Akademi, disana selalu sepi dan ia bisa menenangkan diri di sana. Biasanya ia selalu pergi bersama Ethan, tapi dia tidak ada di sisi nya lagi saat ini.
Selama perjalanan menuju ke tempat itu juga, Quennevia terus bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.
" Sebenarnya kenapa aku seperti ini?? Mereka kan hanya teman biasa. " batin Quennevia.
Tapi langkah Quennevia terhenti ketika ia hampir sampai di tempat yang ia tuju. Padahal baru juga mau pergi ke tempat itu untuk menenangkan diri, dia malah melihat kalau tempat itu sudah diisi oleh Ethan dan Beatrice. Mereka nampaknya sedang bersenang-senang berdua saja, bahkan kedua nya tertawa dengan sangat lepas seperti itu.
Dan Ethan... Dia mungkin sudah lupa bahwa dirinya lah yang biasanya menemaninya, dan melakukan apapun untuk nya selama ini. Quennevia hanya memperhatikan mereka dari kejauhan, ia jadi merasa seperti orang asing ditengah-tengah kedua orang itu sekarang. Kalau begitu bagaimana dengan pengakuan perasaan yang ia katakan dulu...?? Apakah tidak berarti...
Tak terasa kalau ternyata air mata pun ikut jatuh dari pelupuk matanya, padahal tidak ada yang harus ia tangisi saat ini, hanya saja... ia merasa kalau Ethan semakin menjauh darinya.
" Jika saja aku tahu akan seperti ini, harusnya aku tidak setuju untuk memeriksa bangunan tua itu. " ucap batin Quennevia.
Quennevia pun memutuskan untuk berbalik dan pergi ke tempat lain saja, dari pada ia disana dan terus memperhatikan mereka seperti orang bodoh. Itu membuat dadanya terasa sesak dan sangat sakit, bahkan mungkin dia akan menangis keras jika terus berada di sana.
Sementara itu diatas bangunan sekolah, ditempat yang tidak disadari oleh Quennevia, ada seseorang yang memperhatikan nya dengan sebuah senyuman yang aneh...
...**********...
* 👆Beatrice