
[Season 2]
Sementara itu, jauh didalam es. Tepat yang dingin dan sunyi, tanpa cahaya matahari kecuali pantulan es yang terlihat menghiasi setiap sudut dengan warna biru. Seekor makhluk besar tertidur didalam sana..
Ia sedikit membuka matanya ketika ia merasakan kekuatan yang terasa tidak asing disekitarnya, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali ia terbangun.
['Berapa lama waktu berlalu sekarang...'] ia berkata kepada dirinya sendiri.
Ia sudah sangat lama, ia bahkan tidak bisa lagi mengingat nya. Kapan ia masuk ke dalam es itu, dan kapan ia tertidur. Semua ingatannya seolah kabur ditutupi oleh kabut abu-abu.
Namun hanya satu...
Hanya satulah yang tidak bisa ia hilangkan dari ingatan nya.
" Rai..."
Itu adalah wajar samar milik seorang wanita yang selalu tersenyum lebar kepadanya, orang yang berada disisinya untuk waktu yang cukup lama. Orang yang membesarkan dan memberinya sebuah nama.
['Bahkan setelah ratusan dan ribuan tahun berlalu... ingatan akan dirimu masih tetap saja melekat dalam kepalaku.'] batin nya ketika ingatan nya benar-benar diputar ulang.
Seperti kaset usang yang kembali diputar setelah sekian lama, sebagian gambarnya telah menghilang meski begitu jejaknya masih tersisa.
Meski begitu, itu hanyalah masa lalu. Ilusi yang sudah lama berlalu dan ditinggalkan.
" Akhinya kami menemukan mu."
Saat kemudian perhatian makhluk besar itu teralihkan kepada suara itu. Seseorang baru saja datang menemuinya.
Ditempat yang harusnya tidak bisa dilihat atau disentuh siapapun, tempat yang harusnya hanya ada dirinya seorang disana.
" Nama julukanmu adalah 'Jhormungand', nama lainnya yang juga merupakan nama dari ras-mu adalah 'Hydria', dan nama aslimu... Adalah 'Kharainza'."
Makhluk itu menyipitkan matanya dengan tajam dan menatap orang yang kini berdiri di hadapan nya. Ia sedikit mengangkat kepalanya dan berkata...
['Kau ini... Siapa?']
Ia bertanya kepada laki-laki berambut pirang putih yang sedang tersenyum sambil menatapnya tepat di depan mata nya.
***
Diatas daratan es yang luas, Sakura dan Yue mengikuti langkah Quennevia sejak mereka meninggalkan kapal dan datang ke sana. Tidak ada hal khusus yang mereka temukan sebenarnya, hanya es dan salju dimana-mana. Sampai mereka tiba didekat sebuah gunung es.. Dibagian bawahnya.
Jika dilihat dengan seksama, itu akan terlihat seperti piramida es yang tersembunyi. Dan itu baru pertama kali dilihat oleh Sakura..
" Wah... Ini bukan pertama kalinya aku ke kutub utara, tapi ini pertama kalinya aku melihat piramida es ini." ucapnya ketika melihat itu.
" Mungkin karena sebelumnya tertutup salju, dan untuk alasan tertentu sekarang semua salju itu sudah jatuh dan meleleh." sahut Yue menimpalinya.
Itu memang masuk akal. Lagipula tempat mereka bukanlah daerah yang tidak pernah terjangkau, aneh rasanya jika ada yang tahu jika semuanya tertutup salju. Jadi mungkin, alasan kenapa semua salju itu meleleh karena pemanasan global yang terjadi. Sakura menyakini hal itu.
Sakura mengalihkan perhatian nya ke arah lain, saat ia melihat seekor induk beruang kutub bersama dua anaknya melintas tak jauh dari mereka.
Beruang itu juga sempat menoleh kearah mereka, seperti hewan yang menemukan mangsa. Tapi kemudian ia kembali berjalan seolah tidak melihat apa-apa. Sakura membiarkan saja hal itu, tidak ada guna nya apalagi jika sampai jadi makan malam beruang kutub.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai didepan salah satu dinding piramida es itu. Setelah didekat, ukurannya tidaklah kecil, namun juga tidak terlalu besar. Mungkin hampir setinggi 15 meter sampai puncak, dan lebarnya juga cukup luas. Bahkan pintu masuknya juga sangat besar.
" Wah..."
Quennevia yang ada didekat pintu itu pun kemudian mengulurkan tangannya dan menyentuh pintu yang terbuat dari es di hadapan nya. Dan ketika itu, es disekitar mereka bergetar cukup kencang.
" Ah! Apa yang terjadi?!" Sakura sangat terkejut dengan itu.
Tapi Yue berusaha menenangkan nya, " Jangan khawatir. Ini pintunya akan segera terbuka." ucapnya.
Sakura yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya, dan menunggu.
Seperti yang Yue katakan, pintu besar di depan mereka perlahan bergerak masuk dan membukakan jalan untuk mereka. Sebuah lorong besar dibalik pintu itu pun terbuka lebar didepan mata mereka.
" Ayo masuk." ajak Yue ketika Quennevia juga berjalan masuk ke dalam terlebih dahulu, dan ia pun menyusul dibelakang nya.
Sakura masih terdiam menatap dengan ragu, dia berpikir apa tidak masalah baginya masuk ke sana. Sesuatu membuatnya merasa sangat cemas akan sesuatu yang bahkan tidak ia ketahui.
Meski begitu, pada akhirnya ia memilih memercayai mereka. Dan mulai melangkah menyusul Quennevia dan Yue ke dalam piramida es itu.
Saat itu, jauh dalam hatinya ia merasa kalau semuanya sama. Masa-masa ketika ia mengikuti Nevia dibelakang nya masih sama....
" Tidak ada yang berubah... Aku hanya bisa mengikuti orang lain dan tidak punya pendirian pasti." Sakura agak sedih mengingat masa lalu itu.
Saat didalam itu, tidak ada yang terlalu spesial. Bagi Sakura, semuanya terlihat sama saja seperti dinding es alami, atau istana es buatan yang biasanya ada di festival. Lorong yang mereka masuki juga bukan jalanan yang bercabang atau semacamnya, melainkan sebuah jalan lurus yang ia yakini menuju langsung ke pusat piramida ini.
" Apa yang ada disini?? Kupikir tempat ini tidak mungkin dibuat dalam waktu dekat, kan?" tanya Sakura kemudian.
" Kau benar. Tapi sayangnya aku tidak tahu, ini adalah pertama kalinya aku datang ke dunia ini." sahut Yue.
<'Tempat ini sudah ada sejak dunia ini dibangun.'> saat suara seseorang kemudian menimpali mereka disana, membuat Yue dan Sakura terkejut.
Tapi tidak ada siapapun yang bersama mereka disana, dan juga... Itu bukanlah suara yang asing bagi mereka.
" Itu-!!"
" Master??"
Mereka berdua menatap Quennevia yang ada di depan sana, ia yang berhenti menatap keduanya. Yue benar-benar terkejut karena sebelumnya Quennevia tidak bisa bicara ataupun mentransfer pikiran karena keterbatasan nya didunia ini, tapi dia tiba-tiba bicara disana.
" Kakak..." karena itu ia jadi tidak bisa menahan rasa harunya.
<'Tempat ini sudah ada sejak awal zaman. Aku menyimpan sesuatu yang sangat penting disini.'> dan Quennevia pun mengatakan hal tersebut.
Membuat Yue dan Sakura yang mendengarnya hanya diam dengan kebingungan, dan juga bertanya-tanya apa yang ia tinggalkan. Tapi Quennevia yang melihat ekspresi penasaran mereka hanya menatapnya tanpa ekspresi. Dan ia pun kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana.
Tak lama dari itu, mereka bertiga pun sampai dipusat piramida. Dimana sebuah ruangan yang cukup luas berada, dan ada sebuah altar kecil di tengah-tengah tempat itu. Tempat dimana sebuah permata kristal mengambang dengan cahaya lembut di tengah-tengah nya.
" Woah.. Apa ini?" tanya Yue ketika melihat itu.
Sementara itu, Sakura yang melihat nya...
" Bukankah itu benda yang kakak buat dulu??" berkata demikian.
Dia mengingatnya. Benar, itu benda yang dibuat Nevia dulu. Ketika situasi masih ada dimasa yang damai, Sakura mengintip Nevia dikamarnya ketika melihat lampu masih menyala. Dan dia melihat Nevia sedang mengukir sebuah kristal hijau transparan diatas mejanya.
Ia juga sempat menanyakan itu, tapi Nevia hanya berkata bahwa 'itu adalah benda yang sangat berharga'. Dan setelah itu ia tidak pernah melihatnya lagi.
" Rupanya... Apa kakak menyembunyikan benda itu disini??" tanya Sakura kemudian menoleh kearah Quennevia yang berdiri disampingnya.
Quennevia yang mendengar itu hanya meliriknya, dan menganggukkan kepalanya.
<'Benar, Nevia menyembunyikan benda itu disini. Karena benda itu tidak boleh dimiliki oleh orang yang salah.'> ucapnya terdengar dalam pikiran Sakura dan Yue.
Disamping itu, ada alasan lain yang mendasari nya...
<'Dia sedang menunggu pemilik nya, dan kurasa dia sudah sempurna. Ambilah itu, Sakura.'> dia mengatakan itu.
Sakura terdiam sesaat, ia sedang memikirkannya. Melihat bagaimana benda itu melayang-layang diudara dan mengeluarkan cahaya saja sudah menjelaskan kalau itu bukanlah benda biasa, apakah tidak masalah ia mengambilnya?
Sakura pun perlahan melangkahkan kakinya lebih dekat, selangkah demi selangkah, dan ia pun menaiki altar itu. Ia tepat ada di hadapan benda itu sekarang...
Dan ia pun mengulurkan kedua tangannya kearah benda itu, bersiap untuk mengambilnya.
Sakura menelan ludah dalam kegugupan, " Tidak apa... Jika kakak mengatakan nya semuanya akan baik-baik saja.." batinnya berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Dan ia pun mengganggamnya. Saat itu kemudian....
Ia merasa seperti tersengat oleh aliran listrik, dan tanpa ia sadari kedua kakinya jatuh berlutut dilantai es. Ia menggunakan salah satu tangannya untuk bertumpu menahan tubuhnya, sementara tangan yang lain masih memegang kristal itu didadanya.
Kristal itu bersinar lebih terang, dan saat itu kepalanya terasa seperti dihantam oleh pengetahuan yang tidak ia ketahui...
[Suatu hari, ketika Putri Empat Dunia menyadari kebenaran soal bencana yang ia ciptakan didunia. Dia merasa bersalah pada jiwa orang-orang yang tidak bersalah yang telah ia bunuh, karena itu.. untuk menebus kesalahannya, ia menggunakan kekuatan dewa yang tersisa ditubuhnya dan menciptakan sebuah dunia didimensi yang amat sangat jauh.]
" Ngh...! Ingatan ini..!"
[Sebuah dunia yang diciptakan untuk jiwa-jiwa yang mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup ditempat yang lebih baik, dunia yang sangat berbeda. Tanpa monster dan sihir, manusia berkembang dengan cara mereka sendiri didunia yang baru ini.]
" Kepalaku sakit! Apa ini.. Awal terciptanya dunia kami??"
[Tapi manusia tetaplah manusia, pada akhirnya mereka juga mengambil banyak hal yang diberikan pada dunia ini. Dan mereka dengan bengis menyakiti sesama mereka seolah itu adalah hal yang biasa untuk terjadi. Perang yang mereka mulai sendiri hanya demi hasrat pribadi, menyakiti orang yang lebih lemah. Tidak ada yang menolongnya...]
" Kehidupan yang terbuang sia-sia...!"
[...Selama Takhta kosong, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Dewi Tengah yang menghilang. Dan Putri Empat Dunia punya batasan untuk ikut campur dalam garis dunia tertentu. Pada akhirnya semuanya hanya dibiarkan... pada akhirnya hanya jiwa-jiwa tertentu saja yang akan mengerti ketulusan hatinya. Meski begitu, kejahatan tidak akan pernah lenyap sepenuhnya.]
" Kejahatan tidak akan pernah lenyap sepenuhnya.."
['Pemilikku'... Aku menyimpan semua pengetahuan yang kau butuhkan untuk membantu mengembalikan dewi ke takhtanya. Jika engkau mampu menyempurnakan kekuatan yang ditinggalkan dalam diriku, kau akan menguasai 'Imaginary Creation' dan mendapatkan sebagian pengetahuan ilahi. Bersama dengan itu, kekuatan yang besar pun akan diturunkan padamu. Menjadi pelayan setia Dewi dan menjadi bagian darinya.]
" Menjadi bagian dari... kakak.."
[Bersiaplah menjalani 'takdir' barumu.]
Semua ingatan dan juga pengetahuan yang ada di dua dunia datang kepada Sakura, membanjiri kepalanya. Dan ia harus menahan rasa sakit yang luar biasa diantaranya...
" Ughh..! Nghh..!!"
Sakurai berusaha mempertahankan kesadaran nya sebisa mungkin, namun rasanya benar-benar sangat sakit sampai-sampai rasanya kepalanya akan pecah.
Bahkan Yue yang melihat hal itu dibelakang nya benar-benar cemas melihat nya seperti itu, dia tidak tahu seperti apa rasanya tapi ia yakin itu sangat sulit. Kekuatan yang besar memaksa masuk ke dalam tubuh yang bahkan tidak pernah diisi kekuatan magis apapun, terlebih... itu bukanlah kekuatan magis.
" Sakura..." Tapi sayangnya Yue tidak bisa melakukan apapun dengan itu.
Sakura sendiri masih berjuang menerima kekuatan besar itu, namun bukan hanya itu yang harus ia tahan. Tapi juga hatinya... Ketika ingatan-ingatan buruk yang telah ia kubur juga muncul kembali ke permukaan. Tubuhnya tidak memiliki masalah untuk menerima kekuatan itu, tapi masalahnya...
" Aku... apa aku benar-benar bisa jadi lebih kuat jika mendapat ini??" adalah keyakinan Sakura yang terlalu lemah untuk percaya kepada dirinya sendiri.
Itulah yang akan menghambat kekuatan nya...
Saat Quennevia kemudian menyentuh pundak Sakura, ia pun kemudian berkata.
<'Singkirkan semua hal yang mengganggu pikiranmu. Kekuatan sejati hanya bisa didapatkan saat kau bisa mengendalikan dirimu sendiri.'>
Sakura yang mendengar nya pun berusaha melakukan apa yang ia katakan, menenangkan hati dan keyakinan nya, dan membiarkan kekuatan itu masuk ke dalam tubuhnya. Dan membuatnya terlahir menjadi sesuatu yang baru.
" Kepercayaan... Adalah hal yang penting." ia berusaha menanamkan pemikiran itu dalam benaknya, " Percaya pada.. diri sendiri." untuk tidak lagi meragukan dirinya.
Ketika itu, secara alami Kristal yang digenggamnya pun perlahan memudar, bersatu dalam dirinya. Ia melewatinya dengan baik...
Dan Quennevia yakin, kalau dia benar-benar siap.