
Beberapa bulan kemudian, setelah para siswa melaksanakan ujian tahun pertama mereka di Akademi, kini tinggal masa liburan yang menunggu mereka. Sesuai dengan rencana Arden sebelumnya, kelompok senior dan juga junior itu akan pergi ke Chrysos untuk berlibur.
" Yahuu.... Akhirnya kita akan kembali. " sorak Niu dengan penuh semangat.
" Rasanya kita sudah lama sekali tidak kembali ya. " sahut Oscar pula menimpali.
" Hei, hei. Jangan mengingat masa lalu, yang penting kita bersenang-senang saja. " ucap Arden yang merangkul mereka berdua.
" Iya!. " jawab Niu pula, sedangkan Oscar hanya mengangguk.
Ketiga orang itu yang paling terlihat gembira saat akan berangkat, sementara yang lainnya menatap dengan datar mereka itu.
" Rasanya kita akan direpotkan oleh orang itu (Arden maksud nya). " ucap Kian datar.
" Ahaha... Senior, jangan terlalu kaku seperti itu. Kita akan pergi berlibur bersama, jadi sebaiknya kita mengakrabkan diri. " sahut Ethan dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari wajahnya, padahal tidak ada yang tahu untuk apa dia tersenyum.
" Aku lebih setuju dengan Senior Kian, apalagi ada bocah ini (Meliyana) yang juga ikut dengan kita. " ucap Yuki menunjuk Meliyana di belakang nya itu.
Yang lainnya pun juga jadi ikut melihat ke sana, yang mana Meliyana tengah mencoba mengajak Lilac untuk mengobrol dengan santai.
" Senior, senior, apa yang akan kau lakukan di sana nantinya??. " tanya Meliyana.
" Hm... Seperti nya hanya ikut saja. " jawab Lilac.
" Kalau begitu senior tidak keberatan jika aku mengajakmu berkeliling bukan??. " tanya Meliyana pula dengan semangat itu, yang dengan bodohnya diangguki oleh Lilac.
Melihat Lilac mengangguk itu sudah membuat Meliyana benar-benar bahagia, dia sampai melompat-lompat kegirangan karena hal itu. Dan akhirnya yang lain yang melihat nya (-Niu, Oscar dan Arden) jadi ikut setuju dengan Kian dan Yuki.
" Haahh.... Nampaknya ini akan jadi liburan yang sangat panjang. " ucap Ryohan.
" Tetapi Quennevia santai sekali ya, aku penasaran apa dia merindukan tempat kelahiran nya atau tidak. " ucap Arkan pula menimpali.
" Tempat kelahiran nya sebenarnya bukan di sana, itu hanya tempat nya tumbuh. " sahut Ethan, yang membuat mereka terheran-heran mendengar nya.
Kemudian semua orang beralih dari melihat Meliyana, atau pun Arden yang tengah sibuk masing-masing itu kearah Quennevia yang tengah berpamitan dengan kepala Akademi. Dia memang terlihat sangat santai dengan kepulangan nya itu, padahal dari yang mereka dengar kalau itu kepulangan pertama nya setelah lima tahun lebih berlalu.
" Siapa yang tahu, tidak ada yang bisa membaca isi pikiran Quennevia jika dia biasa-biasa saja seperti itu. " ucap Jino pula.
" Kau benar. " timpal Kian menyetujui nya.
" Kalau begitu sebaiknya kita berangkat sekarang, senior. " ucap Quennevia pula yang sudah selesai berpamitan dengan kepala Akademi.
" Oke, kalau begitu ayo!. " sahut Arden pula.
Mereka pun pergi dari Akademi itu menggunakan spirit animal masing-masing, dan sudah pasti Quennevia dengan Yue yang jadi partner nya itu. Jarak tempuh mereka cukup jauh untuk sampai di Chrysos, namun jika tidak ada gangguan mungkin bisa sampai lebih cepat.
Sementara itu tepat di atas dinding bentang Akademi, seorang pria tengah berdiri di atas dinding itu sambil melihat kepergian kelompok Quennevia itu. Dengan senyuman dingin dan tatapan yang tajam itu, ia terlihat seperti memikirkan sesuatu yang tidak bisa di tebak orang lain.
Sudah pasti itu adalah Lorenzo, namun itu hanya sesaat karena keberadaan nya itu langsung menghilang dari sana.
**********
Beberapa jam kemudian setelah mereka pergi dari Akademi, selama itu pula mereka habiskan untuk mengobrol satu sama lain. Kelompok besar mereka tentu saja menarik perhatian orang-orang yang melihat mereka lewat, beberapa bertanya-tanya siapa mereka dan apa yang akan mereka lakukan.
Tetapi mereka sama sekali tidak memberi penjelasan untuk tujuan mereka, Kekaisaran Chrysos tidak jauh lagi dari tempat mereka sekarang. Perjalanan yang cukup singkat yang bisa dilakukan dalam satu hari saja.
Namun tiba-tiba saja, kelompok mereka mendapat serangan dari orang-orang tidak di kenal.
" Ah, hei! Jangan serang orang sembarang bodoh!!. " teriak Arkan dengan sangat kesal.
" Ahh!!.... Mereka siapa sih?!. " ucap Meliyana dengan panik.
" Lari lebih cepat, kita harus bisa kabur!. " ucap Yuki pula.
" Cih, apa maksud mereka sebenarnya??. " gumam Jino.
" Master, aku mencium baru yang familiar dari antara mereka. " ucap Yue tiba-tiba, iya Quennevia tahu apa yang dibicarakan nya karena dia juga sama. " Pria yang didepan itu.... Dia adalah Reeth. " ucap Yue pula.
" Iya, aku tahu. " sahut Quennevia.
Pria itu masih saja sama seperti terakhir kali mereka bertemu, dan senyuman anehnya bahkan lebih aneh dari pada Ethan. Quennevia sempat berpikir mungkin saja dia itu gila, ah tidak... dia pernah berpikir seperti itu sih, bahkan kepada Ethan sekali pun.
" Apa yang kau inginkan lagi, Reeth??. " teriak Quennevia yang bertanya kepada orang itu, ia sengaja memperlambat Yue agar bisa berada di barisan paling belakang kelompok nya.
" Haha.... Aku senang anda masih mengingat saya, sebenarnya tujuan saya tidak berbeda jauh dari dulu, sudah 5 tahun lebih kita tidak berjumpa, Loh. Karena kami sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan anda. " sahut Reeth dengan girang sekali.
Quennevia tertawa sinis mendengar nya, " Kau ini... masih tidak menyerah juga ya. Padahal itu hal yang mustahil, aku bisa memanggil Everon lagi loh. " ucap nya pula.
Tentu saja percakapan Quennevia itu membuat mereka yang belum tahu jadi bingung, apakah Quennevia punya hubungan dengan orang-orang itu atau tidak. Tapi mereka merasa kalau orang yang sedang bicara dengan Quennevia itu sok akrab dengan nya.
" Mereka saling kenal??. " tanya Arden.
" Iyah... Bisa dibilang begitu. " jawab Ethan sambil mengalihkan perhatian nya.
" Aku punya kenangan buruk dengan manusia laknat itu. " ucap Meliyana pula yang mengingat kejadian lima tahun lalu.
" Seperti nya... hanya kalian berdua yang juga kenal orang-orang itu. " ucap Lilac yang menatap orang-orang dibelakang nya itu tajam.
" Mereka itu klan Retia, kan??. " ucap Yuki pula.
Iya, tidak mengherankan jika dia tahu, dia kan tetapi seorang putri raja mana mungkin pengetahuan umum seperti itu tidak tahu. Para bangsawan selalu diperingatkan tentang berbahaya nya klan itu.
Tapi beberapa diantara mereka yang belum tahu jadi sangat terkejut mengetahui nya.
" Serius?!. " contohnya adalah Sayles dan Ryohan yang berterik ini.
" Ya ampun, seperti nya kita dikejar-kejar orang berbahaya. " gumam Oscar.
Kemudian perhatian mereka teralihkan kepada semua portal yang terbuka di depan mereka, dilihat dimana portal itu akan berakhir seperti nya akan sampai di perbatasan kota Kekaisaran Chrysos.
" Semuanya, pergi ke arah portal!. " teriak Quennevia kepada mereka semua.
" Kalau begitu ayo. " sahut Niu dengan penuh semangat.
Mereka kembali menambah kecepatan untuk bisa sampai di portal, mungkin lebih tepatnya agar bisa melarikan diri dari Reeth dan orang-orang nya, yang terus saja mengejar hingga saat ini.
Serangan demi serangan pun tetap dilakukan oleh orang-orang itu, membuat Quennevia dkk harus ekstra hati-hati agar tidak terkena serangan itu. Namun pada akhirnya mereka bisa lolos dengan masuk ke dalam portal, untung saja Quennevia punya kekuatan itu jika tidak kemungkinan mereka harus melawan Reeth dan anak buahnya.
Sementara itu Reeth yang tidak bisa masuk ke dalam portal itu berhenti, mereka tidak akan sempat mengejar Quennevia sebelum masuk ke dalam kota Chrysos. Jadi dia memutuskan untuk kembali saja, dan melaporkan nya kepada petinggi.
" Semuanya kembali!. " ucap Reeth memberi komando kepada anak buahnya.
Semua anak buahnya pun langsung pergi dari sama lebih dulu, sementara Reeth tetap tinggal untuk sementara.
" Iyah, meski aku tidak mendapatkan nya klan yang lain pasti memburunya, hanya tinggal menunggu waktu saja. Akan lebih mudah jika dia bisa jatuh di tangan tuan muda sih, tapi seperti nya mustahil. " batin Reeth, kemudian ia pun juga menghilang dari sana seperti anak buahnya.