
[Season 2]
Sekembalinya Ethan dan teman-teman nya ke Foldes, mereka langsung disambut oleh Titus dan Mira. Dan bersamaan dengan hal itu, Mira menyampaikan pesan dari Ning yang jadi perwakilan Ethan menjaga kekaisaran saat ini. Ethan diminta untuk segera pulang karena ada hal penting yang harus ia bahas dengannya.
Jadi saat ini, mereka berada di istana Kekaisaran untuk menunggu Ethan sekaligus beristirahat dari kerja bagus mereka sebelum nya.
" Haah... Istana kekaisaran, seperti yang diharapkan begitu nyaman. " ucap Arkan yang tiduran diatas sofa diruang tamu yang mereka gunakan untuk berkumpul.
Beberapa perban terlihat membalut tubuhnya disana sini, itu karena pertarungan mereka sebelumnya. Dan tentu saja bukan hanya Arkan, tapi Ethan dan Yuki juga. Bahkan saat datang ke istana, mereka harus dimarahi dan mendengar ceramah panjang Ning yang tak habis pikir dengan penampilan babak belur mereka.
Meski kelihatan nya Ethan yang nasibnya lebih malang, ketika Ning menyeretnya pergi meski Ethan telah berusaha bertahan sekuat tenaga untuk tidak ikut.
" Yah, kalian parah sekali sampai bisa terluka seperti itu. " ucap Meliyana yang sedang makan cemilan menimpali.
" Ya, kau pikir saja. Kami harus berhadapan dengan begitu banyak monster yang kekuatan dan besarnya itu tidak bisa dikira-kira. Burh.. Untung saja ada Ethan saat itu. " sahut Arkan.
Tentu saja, beruntung bagi Meliyana, Niu dan Oscar karena tidak mengalami luka yang cukup berarti. Meski tentu saja itu adalah resiko dari pilihan yang mereka ambil sendiri.
Disisi lain, Yuki yang saat ini sedang memangku dan mengusap Quennevia yang tertidur ditangannya hanya diam menatap bulan purnama yang bersinar terang diluar sana. Diantara bintang-bintang dan langit yang gelap.
" Puji sang dewi.. kembalilah dewi.. " gumam Yuki yang menarik perhatian teman-teman yang lain.
" Kau bicara sesuatu Yuki? " tanya Niu mewakili semuanya.
Tapi perhatian Niu sama sekali tidak teralihkan dari atas sana.. " Bintang-bintang nya... mereka menangis.." ucap Yuki yang membuat teman-teman kaget.
" Kau bilang mereka menangis?" tanya Oscar memastikan.
Yang diangguki oleh Yuki, " Iya, mereka meminta dewi untuk kembali." jawabnya.
" Meminta dewi.. "
" ...Untuk kembali.. ?"
Meliyana dan Niu pun saling pandang dalam kebingungan.
" Apa maksudnya?" Arkan juga tidak mengerti apa maksud nya, jujur saja tidak ada yang mengerti apa maksud Yuki mengatakan hal itu.
" Apa bintang-bintang bermaksud memberitahu kita kalau dewi telah lahir kembali, atau semacamnya?? Ada wahyu dikuil dewi??" Oscar memikirkan hal itu dengan seksama.
Memikirkan hal itu rasanya tidak mungkin, karena jika itu benar mungkin akan ada berita dari Ygritte. Dan kuil suci pun juga akan menyebarkan berita itu.
" Tidak. " bantah Yuki.
" Tidak apanya? Apa lagi yang bintang-bintang katakan Yuki?" tanya Meliyana pula.
" Kegelapan yang jahat mencoba menelan cahaya, kunang-kunang yang redup berkeliaran dalam kebingungan. Menatap diri sendiri yang rusak dalam kedengkian, dewi yang mati akan bangkit kembali melalui penderitaan. " ucap Yuki.
" Wow... itu terdengar... agak mengerikan. Ada yang bisa menerjemahkannya??" tanya Niu penasaran.
Yang disambut gelengan kepala dari semua yang ada disana, tidak ada yang bisa menebak maksud dari ramalan yang dibilang oleh Yuki saat ini. Namun ada hal yang pasti..
Beberapa saat kemudian, diruangan Ethan...
" Kau bilang Yuki meramal melalui bintang?" ucap Ethan kedengeran sangat terkejut mendengar nya.
" Iya, beberapa saat yang lalu. Setelah itu ia tertidur dan tidak bisa dibangunkan, Niu dan Meliyana masih berada bersama nya saat ini. Menurutmu apa ramalah yang dilihatnya ada hubungan nya dengan dewi dunia tengah yang akan kembali?" tanya Oscar.
" Masuk akal. Bagaimana menurutmu, Ethan?" tanya Titus pada keponakannya itu.
" Semesta sedang khawatir dewi tidak akan bangkit, apalagi karena Putri Empat Dunia saat ini dalam kondisi sekarat. Keseimbangan dunia sedang terganggu. Jadi kurasa kita harus segera menemukan semua benda yang dibutuhkan untuk membangkitkan Quennevia. " ucap Ethan dengan ekspresi tenang.
" Kau.. yakin? Aku masih agak cemas, 'Kegelapan yang jahat mencoba menelan cahaya'. Apa maksud dari hal itu?" sahut Oscar.
Dan dari sampingnya, Arkan mengulurkan tangannya merangkul pundak Oscar. " Hei, ayolah. Ethan bilang tidak apa-apa, aku yakin semuanya masih dalam kendali. Asalkan Quennevia bangkit, maka semuanya akan kembali seperti sebelumnya, dan dewi juga akan bangkit lagi suatu hari nanti. Benarkan, Ethan?" ucap Arkan yang kemudian meminta jawaban Ethan.
Ethan yang mendengar nya pun kemudian memiringkan kepalanya sambil tersenyum cerah, hal yang biasa ia lakukan jika membenarkan sesuatu. Dan itu berhasil membuat perasaan Oscar sedikit lebih baik.
" Baiklah, kami akan kembali sekarang. Jangan bekerja terlalu malam, itu tidak baik. Sampai nanti, Yang mulia. " ucap Arkan yang kemudian mendorong Oscar pergi dari sana sambil sedikit menggoda Ethan.
Dan Ethan yang mendengar itu hanya terkekeh, " Sampai nanti." ucapnya.
Blamm..
Akhirnya pintu ruangan pun kembali tertutup, dan seketika raut wajah Ethan pun berubah menjadi lebih serius. Bersamaan dengan terbukanya jendela belkon disampingnya, membiarkan angin masuk ke dalam sana dan memadamkan lilin-lilin yang dipakai untuk menerangi ruangan itu.
" Kau berubah, Ethan. Menjadi lebih dewasa, tapi juga lengah." ucap seseorang yang baru saja datang kesana.
Sementara Ethan menghela nafas mendengar itu, " Kakek, ada pintu didepanku. Mengapa kakek selalu masuk lewat jendela??" tanya Ethan pula kepada orang yang baru saja datang itu.
Ya, kakeknya, Velskud Sanchez. Pemimpin Klan iblis darah saat ini, yang mana adalah Klan iblis terkuat didunia tengah.
Velskud berjalan masuk ke dalam ruangan menghampiri satu-satunya cucu yang ia miliki dari anak perempuan tertua-nya itu.
" Coba lihat siapa yang bicara? Orang yang menjadi alasan Putri Empat Dunia mati diera ini, dan membuat seluruh benua berada diambang kehancuran. " ucapnya dengan tajam.
Sementara Ethan hanya bisa tersenyum kikuk mendengar nya, " Aku tahu itu salahku." ucapnya mengakui, lalu ia mengalihkan wajahnya ke tempat lain. "Kritikan pedas kakek selalu menjadi yang terburuk, kenapa aku harus bertemu dengannya disaat seperti ini??" batinnya merasa tersiksa.
Disisi lain, Titus mencoba membela nya. " Ayah, berhenti memojokan Ethan. Itu bukanlah hal yang bisa dikendalikan oleh manusia, tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi satu menit kedepan." ucapnya.
" Tapi kau bisa melakukan nya, Titus. Menurutmu kenapa kau dijuluki sebagai 'Pencatat Masa Depan'. Karena kau selalu menulis masa depan orang lain yang kau lihat didalam buku. " ucap Velskud pula menimpali.
Sekarang Titus merasa termakan oleh omongannya sendiri, ia tidak akan pernah bisa menang jika berdebat dengan ayahnya. Itu membuatnya murung dipojokan,..
" Harusnya aku tidak mengatakan apapun. Maafkan aku, Ethan! Kau harus mengatasinya sendiri!." batin Titus merasa payah.
Sementara Ethan tercengang melihat itu, "Paman kau tidak bisa diandalkan!!" teriak batinnya.
Namun itu tidak berlangsung lama, karena Velskud segera bicara kembali. " Ngomong-ngomong kau terlihat mengerikan karena babak belur."
Ethan tidak bisa menyangkal hal itu, " Yah, aku memang cucu yang mengerikan. Bukankah aku selalu babak belur sejak kecil, apa yang membuat mu aneh, kek??." timpal Ethan kepadanya.
Disisi lain, Velskud hanya mengangkat bahunya ringan dan mendengus seolah tidak mengatakan apa-apa. Ethan sedikit kesal, tapi yah... begitulah sifat kakeknya.
Ethan pun kemudian kembali bicara dan tersenyum kepada kakeknya, " Jadi.. apa yang membuat kakek datang kemari? Apa ada yang kakek butuhkan?" tanya Ethan berusaha mengalihkan percakapan mereka saat ini.
" Hmph. Akhirnya kau menanyakan hal itu juga, yah aku ingin mendengar apa yang telah ditemukan anak buahmu juga saat ini. " jawab Velskud yang membuat Ethan bertanya-tanya apa maksudnya.
Saat kemudian pintu ruangan itu diketuk dari luar dan masuklah Ning ke dalam sana...
" Yang mulia, pesan dari Yin dan Klan Aira sudah sampai-... Oh, ya ampun. Tuan Velskud, kapan anda datang?" ucap Ning ketika melihat Velskud ada disana.
" Beberapa saat yang lalu, jangan banyak basa-basi ayo kita lihat laporan apa yang diberikan kepada kita. " jawab Velskud yang langsung ke intinya.
Ning pun kembali berjalan masuk ke dalam, menunjukan sebuah bola kristal putih kepada semuanya.