
Keesokan harinya, seperti yang dikatakan oleh Yulles sebelum nya. Kini mereka yang termasuk ke dalam kelompok ekspedisi itu pun berkumpul di depan gerbang sekolah. Hampir semuanya tinggal menunggu Quennevia seorang saja.
Namun ada pemandangan baru bagi para perempuan yang ada di sana, lebih tepatnya Niu, Yuki dan Meliyana. Pasalnya mereka mengenakan pakaian serupa, hanya dibedakan dengan warna nya saja.
(ππ kaya gitu bajunya, bayangin aja warna nya beda buat mereka bertiga)
" Wihh.. ada apa ini?? Apakah ada pesta kostum??. " tanya Arkan.
" Gak ada, kami cuma mau terlihat serasi saja. " jawab Niu yang diangguki oleh Meliyana.
Sementara itu Ryohan langsung menoleh kearah Yuki, disaat yang sama Yuki juga mengalihkan wajahnya agar tidak secara langsung melihat tatapan Ryohan itu.
" Aku dipaksa. " ucap Yuki biasa saja, padahal sebenarnya dia malu.
Sementara itu Oscar dan Arkan diam-diam tertawa melihat nya yang malu-malu seperti itu, tidak biasanya kan melihat Yuki yang selalu datar jadi malu-malu seperti itu. Hingga tak lama kemudian perhatian mereka pun juga teralihkan kepada orang yang mereka tunggu-tunggu itu, Quennevia datang menghampiri mereka dengan penampilan yang hampir serupa dengan Niu, Yuki, dan Meliyana.
Quennevia juga menemukan pakaian itu didepan pintu menara, ketika ia membuka kotak yang membungkus pakaian itu ia juga mendapati adanya surat di dalam kotak itu, yang ternyata berasal dari Niu dan Meliyana.
(πQuennevia kaya gitu.)
" Kyaa... sudah kuduga kalau pakaian itu akan cocok untuk mu. " ucap Meliyana kegirangan.
" Tadinya aku penasaran.. sekarang tidak. " sahut Quennevia datar.
Disisi lain teman-temannya yang lain itu masih diam terpaku melihat nya, kini lengkap sudah orang-orang yang sedang melakukan cosplay di antara mereka. Sementara Haika diam-diam tertawa melihat Quennevia seperti itu, dia jadi terlihat seperti Tuan Putri sekarang. Padahal bisanya dia akan selalu mengeluh jika memakai pakaian seperti itu.
Sama seperti teman-temannya nya yang lain, Ethan juga terpesona ketika menatap Quennevia yang terlihat cantik memakai pakaian itu. Beda halnya dengan Beatrice yang malah mendengus sebal karena Ethan hanya memperhatikan Quennevia, dan Yulles yang terus memperhatikan gerak-gerik Beatrice sambil sesekali menatap Quennevia.
" Baik, semuanya sudah berkumpul. Jadi bagaimana kalau kita pergi sekarang??. " tanya Yulles pula memecah perhatian mereka.
" Ide bagus, semakin cepat selesai semakin baik. " sahut Oscar.
" Lalu Quennevia, bagaimana dengan mu?? Maksud ku.. kau mengirim Yue ke tempat ibu bukan?? " tanya Haika pula.
Quennevia hanya menatap lurus ke depan, iya karena Haika ada di depanya sih. Dia menjawab cukup lama pertanyaan Haika itu, " ... Zico. " dan hanya itu saja yang ia ucapkan.
Kyu...
Terdengar sebuah sahutan dari balik rambut Quennevia yang tergerai itu, kemudian muncul lah naga kecil yang waktu itu diberikan oleh Yulles, Quennevia menamakannya Zico. Setelah mendengar Quennevia memanggilnya itu, Zico pun melompat turun dari bahu Quennevia, dan sesaat kemudian...
Pooff...
Zico berubah menjadi naga raksasa, yang terlihat sangat gagah berani.
(ππ itu Zico)
" Whaa...!!. " Meliyana dan Niu yang melihat nya langsung berbinar sambil menatap Zico.
Sisanya terkejut ketika melihat itu, kecuali Yulles yang juga ikut terkesan saat melihat Zico jadi besar. Iya kan dia hanya melihat Zico saat masih jadi bayi naga saja.
" Bukankah anda bilang naga itu masih bayi?!. " tanya Haika pula dengan ekspresi terkejut nya itu.
" Iya, bayi naga berusia 100 tahun. " jawab Yulles dengan senyum riang.
Quennevia tidak terlalu mempedulikan ucapan-ucapan mereka itu, ia langsung saja naik ke punggung Zico sebelum mereka malah menayangkan hal-hal yang tidak seharusnya mereka ketahui. Apalagi mengingat ia masih tidak suka, dan semakin tidak suka dengan Beatrice yang sedari tadi menatapnya dengan sinis itu.
" Quennevia, aku juga ingin ikut dengan mu. >< " teriak Niu dengan penuh bersemangat.
" Aku juga, aku juga!. " sahut Meliyana pula menimpali, ia bahkan sampai melompat-lompat seperti anak kecil.
Quennevia hanya menganggukan kepalanya dan mereka berdua pun ikut naik di punggung Zico. Kini tinggal Yuki seorang saja di sana (Beatrice tidak diitung ya), ia menoleh kearah teman-temannya (para laki-laki) kemudian malah terkejut sendiri.
" A-aku juga. " ucapnya dengan gelagapan dan ia pun ikut naik bersama dengan Quennevia pula.
Jika dia tidak ikut dengan Quennevia memangnya dia akan ikut dengan siapa lagi, palingan dengan Ryohan dan itulah yang membuatnya merasa malu. Karena Niu dan Meliyana pasti akan terus membicarakan tentang hal itu, ditambah Arkan juga sekarang jadi penggosip yang aktif.
Kini tinggal Beatrice perempuan yang tidak ikut dengan Quennevia dkk itu, karena jika ikut pun dia akan ditolak sih sudah pasti. Ia sempat ingin bicara kepada Ethan yang tengah fokus kepada tunggangan nya itu, namun tiba-tiba ia ditarik oleh Arkan.
" Kau pergi dengan ku, ya. " ucap Arkan dengan tersenyum, namun penuh penekanan.
Beatrice ingin menolak nya, namun melihat Arkan yang tersenyum seperti itu ia tahu kalau dia sedang mengancam nya sekarang. Jadi Beatrice pasrah saja dan pergi dengan Arkan beserta tunggangan nya.
Tak lama setelah itu mereka semua pun berangkat ke tempat tujuan mereka itu, semuanya baik-baik saja di awal perjalanan itu. Sampai salah seorang dari mereka melirik tempat di bawah mereka yang terlewati itu, dia diam-diam memberikan kode kepada seseorang yang ada di bawah. Dan orang yang melihat hal itupun langsung menghilang dari sana ketika melihat kode itu.
*******
Cukup lama mereka mengudara dengan tunggangan mereka itu, Yulles pun memutuskan untuk mereka melanjutkan nya dari darat saja. Agar tidak terlalu menarik perhatian, mengingat ukuran Zico juga sangat besar sekarang.
" Semuanya, kita mendarat di sini. " ucap Yulles kepada mereka.
Yang langsung diangguki oleh yang lainnya, mereka sedang mencari-cari tempat untuk bisa mendarat ditengah hutan yang cukup lebat itu. Dan setelah menemukan tempat itu mereka pun langsung turun.
" Kalian, bersiap-siap untuk jatuh. " ucap Quennevia tiba-tiba.
" Hah?? apa??. " tanya Meliyana yang kurang bisa mendengar dengan baik karena suara kepakan sayap Zico.
Pooff...
Namun tiba-tiba saja Zico kembali mengecil tanpa pemberitahuan lebih dulu, dan membuat mereka semua terkejut.
" Gyaaaa..... " teriak mereka bertiga kecuali Quennevia yang memang sudah bersiap sejak awal.
Meliyana pun langsung memanggil Garden, Roh tanaman miliknya untuk membuatkan tempat mendarat. Itu mengingatkan mereka saat kejadian Seriana muncul di Akademi waktu itu, mereka juga jatuh dari langit ketika Quennevia menteleportasi mereka.
Brukk...
Mereka pun mendarat terakhir dari yang lainnya, Quennevia mendarat dengan sempurna kecuali tiga sisanya yang harus turun perlahan-lahan menggunakan dandelion besar yang dibuat oleh Garden sebelum nya. Kemudian Zico yang sudah jadi kecil lagi itu kemudian kembali masuk ke dalam rambut Quennevia untuk bersembunyi.
Alasan Zico yang tiba-tiba mengecil adalah, ia masih tetap tidak bisa mendarat dengan tenang karena tempat nya kecil. Dia anak naga yang pilih-pilih.
" Semuanya baik??. " tanya Haika.
" Tidak.. Kami hampir mati. " jawab Yuki dengan ekspresi wajah yang benar-benar kusut.
" Wihh... padahal aku juga ingin mencoba nya. " ucap Arkan, yang langsung ditatap dengan tatapan horor dari Niu, Meliyana, dan juga Yuki. Itu membuat nya langsung bungkam seketika.
" Baiklah, baiklah. Ayo kita berangkat, karena tempat tujuan kita tidak akan terlalu jauh lagi dari sini. " ajak Yulles dengan senyum lebar di wajahnya yang tidak pernah hilang.
Disisi lain Quennevia sih sudah lebih dulu berjalan pergi dari sana, diikuti oleh Haika dan juga Yulles dibelakang nya. Barulah teman-temannya nya ikut menyusul, dengan bagian paling belakang adalah Beatrice yang dijaga oleh Arkan. Dia benar-benar menjaga Beatrice agar tidak bisa mendekati Quennevia ataupun Ethan.