Quennevia

Quennevia
Black Phantom??



Beberapa jam setelah mereka semua berpencar di kota Kekaisaran, Niu dan Oscar lah yang lebih dulu sampai kembali ke tempat mereka berpisah. Namun Ethan maupun Quennevia masih belum nampak batang hidungnya.


" Hmm... Mereka ke mana sih??. " gumam Niu sambil duduk menunggu dengan bosan.


" Mana ku tahu, kota ini benar-benar besar. Aku rasa sedikit lebih besar dari Chrysos. " sahut Oscar.


Ditambah di sana itu banyak tempat juga banyak orang, tidak akan mudah untuk mencari seseorang jika kau tidak mengenali jalan-jalan di tempat itu. Yang ada mereka malah akan ikut tersesat juga.


Namun tak lama kemudian, seseorang datang menghampiri mereka disana...


" Ah, maaf. Apa kalian sudah menunggu lama??. " tanya Ethan yang baru saja tiba.


" Iya, kenapa kau lama sekali. Quennevia juga belum sampai kemari. " gerutu Niu yang langsung menyahutinya.


" Apa, dia belum kemari??. " ucap Ethan pula sedikit terkejut.


Dia jadi cemas memikirkan itu. Apa Quennevia terlalu senang karena ada di sana, bagaimana jika dia terlibat perkelahian, bisa runyam masalahnya jika sampai seperti itu, atau... Bagaimana jika dia lupa jalan untuk kembali!.


" Ee... Dia tidak tersesat kan??. " ucap Ethan sambil memikirkan kemungkinan terakhir itu.


Tapi Niu langsung menepis hal itu, " Mana mungkin, dia kan punya penciuman yang tajam. " sahut nya sambil menunjuk hidungnya sendiri.


" Aha... Kau pikir dia anjing apa -_-'." ucap Oscar tak habis pikir.


" Tapi kan memang benar, dia bilang itu karena kekuatan naga yang diberikan Everon padanya. " jawab Niu dengan serius, " Atau, bagaimana jika dia diculik!. " ucapnya pula.


Mereka kemudian terkejut bersamaan mendengar nya, kenapa mereka tidak memikirkan hal itu, bagaimana jika Quennevia dibawa ke tempat yang tidak pentas, ini keadaan yang benar-benar buruk.


Eh, tapi.... Jika mereka memikirkan lagi siapa yang sedang mereka bicarakan, seperti nya tidak mungkin deh. Yang ada mungkin Quennevia yang menculik pada penculik itu untuk diberikan ke petugas keamanan, salah-salah para penculik itu yang habis riwayat nya.


Atau bisa saja mereka langsung dicincang jadi potongan-potongan kecil oleh Quennevia, mereka malah jadi mengasihani orang yang mencoba menculik nya itu setelah memikirkannya lagi .


" Tidak, bagaimana pun dia tidak mungkin di culik. " ucap Niu dengan ekspresi datar


Oscar menganggukan kepalanya setuju dengan itu, " Benar, memangnya ada yang mau menculik orang yang lebih menakutkan dari iblis seperti Quennevia. " ucapnya.


" Aku mau. " gumam Ethan ketika mendengar itu.


" Hah?!. " membuat Niu dan Oscar yang kurang mendengar ucapannya langsung menoleh dengan ekspresi aneh.


" Kalau begitu ayo kita cari saja. " tapi Ethan langsung mengubah perkataan nya.


Setelah beberapa lama berdiskusi, akhir nya mereka pun memutuskan pergi ke arah Quennevia pergi sebelumnya, mencari akan lebih baik dari pada mereka diam saja di sana dengan tidak jelas.


*******


Sementara itu Quennevia, dia tengah berjalan di sebuah gang sempit yang kotor, karena hari akan menjelang malam tempat itu jadi agak gelap. Setelah berpisah dari Yulles dia malah salah belok dan lupa jalan mana yang ia ambil sebelumnya, ternyata dia menang benar sedang tersesat.


" Ah, gawat. Aku lupa jalan, karena ditempat ini banyak bau-bau yang tercampur aku jadi tidak bisa menemukan keberadaan teman-teman ku. Aku juga tidak bisa menggunakan kekuatan ku takutnya ada musuh di sini, dan lagi... Tempat ini berisik jadi aku tidak bisa mendengar suara mereka. " gumam Quennevia panjang lebar sambil mengeluh.


Dia benar-benar tidak tahu harus ambil jalan ke mana untuk bisa kembali, haruskah is bertanya.... Tapi di tempat ini sekarang tidak ada orang sama sekali. Ia sendirian dan berjalan tak tentu arah.


" Yue, bagaimana ini?? Kita tidak akan bisa kembali jika seperti ini. " ucap Quennevia dengan wajah kusut.


Yue pun keluar dari balik rambut Quennevia, dan menatapnya. " Master, bagaimana jika terbang saja?? Itu akan memudahkan mu untuk bisa menemukan mereka. " usul Yue.


" Tapi kan Everon dan yang lainnya melarang ku menunjukkan sayap ku. " sahut Quennevia murung.


" Bukankah kau bisa menggunakan teknik angin, Master??. " tanya Yue.


Pukk...


" Oh, iya. Aku lupa. " jawab Quennevia sambil memukulkan kedua tangannya.


Tetapi belum juga ia pergi dari tempat itu, ia malah mendengar sesuatu yang sangat sangat membuatnya tertarik, sampai-sampai ia ingin langsung menghajar mereka semua.


" Ahahaha.... sudah kubilang bos kita itu sangat kuat, dia dulu pernah mengalahkan pemimpin iblis bulan darah. " ucap seseorang dari sebrang gang sana.


Quennevia langsung berhenti mendengar itu, apa yang orang itu bicarakan itu seperti yang ia pikirkan, itu artinya mereka...


" Wahh, bos benar-benar sangat hebat. Tidak sia-sia aku bergabung dengan Guild ini. " sahut yang lainnya pula yang ada di sana juga.


" Hahaha... kau benar, bos kita yang terbaik. Guild kita juga yang terhebat, karena itu nama guild kita juga bisa membuat orang yang mendengar nya merasa ngeri. " ucap orang yang sebelumnya.


" Haha... kau hebat senior, karena itu adalah.... " ucap orang kedua tadi.


" Black Phantom!. " sorak mereka dengan begitu bersemangat nya.


Nampaknya kedua orang itu mabuk berat hingga berjalan pun tidak jelas arahnya, sampai Quennevia yang juga ikut membuntuti mereka pun tidak di sadari mereka.


" Black Phantom, huh?!. " gumam Quennevia pula dengan penuh amarah.


Quennevia mengepalkan tangannya dengan kuat, dimatanya terpancar kilatan kemarahan, bahkan hawa membunuh di sekitar nya pun meningkat drastis seperti sebuah bendungan yang akan segera hancur.


" Mereka orang black phantom, orang-orang dari kelompok yang membuat Everon berpisah dengan ibu angkat!!. " batin Quennevia.


" Master... " panggil Yue pula merasa khawatir.


Emosinya saat ini benar-benar tidak terkontrol, jika Quennevia mengamuk saat ini bisa-bisa akan terjadi masalah dengan Kekaisaran Foldes.


" Tolong tenang, master. Kita akan membereskan mereka cepat atau lambat, tapi ini bukan waktu yang tepat. " bujuk Yue agak panik melihat respon Quennevia, ia berusaha untuk menenangkan nya sebisa mungkin.


Namun seperti nya itu tidak bisa menenangkan nya, ia sudah sempat ingin maju untuk menghajar mereka, saat tangan seseorang tiba-tiba memegang pundak Quennevia, membuat nya menolah ke arah belakang dengan terkejut.


" Quennevia.... ada apa??. " tanya orang yang menemukannya.


Dia adalah Ethan.


Iya, dialah yang datang bersama dengan Niu dan Oscar dibelakang sana, mereka pasti terkejut karena Quennevia tiba-tiba mengeluarkan aura membunuh sebesar itu. Quennevia pun mengontrol kekuatan nya kembali dan mencoba untuk tenang agar tidak terbawa emosi.


Quennevia menghela nafas panjang, hampir saja ia melakukan kesalahan besar di tempat yang bukan wilayah nya.


" Aku tidak apa-apa, hanya bertemu dengan orang-orang yang ingin ku musnahkan suatu hari, juga.... tersesat. " jawab Quennevia datar.


" Tuh kan, dia tersesat. Untung bisa langsung menemukan nya. " ucap Niu dengan puas diri, padahal sebelumnya dia yang bilang Quennevia diculik.


" Lalu... siapa orang-orang yang kau maksud??. " tanya Oscar penasaran.


" Kalian tidak perlu tahu, dan tidak perlu terlibat dengan mereka. Karena mereka semua hanya sampah tidak berguna. " jawab Quennevia.


Iya, dia harus memastikan kalau teman-temannya tidak berhubungan dengan Guild itu, bisa-bisa mereka juga jadi terkana imbasnya.


" Iya, baiklah. Karena kita sudah bekumpul semua, bagaimana jika kita pergi ke istana sekarang. " ucap Ethan pula mengalihkan pembicaraan.


" Ide bagus. " sahut Oscar yang diangguki Quennevia.


" Benar, benar. Ayo kita pergi. " ucap Niu penuh semangat.


Mereka pun pergi sana untuk ke istana Kekaisaran, setidaknya mereka tidak perlu repot-repot untuk mencari penginapan di sana, selama ada Ethan sudah pasti bisa masuk ke Istana. Iyakan dia itu pangeran nya, sudah pasti bisa langsung diijinkan.


Ah, ngomong-ngomong dia jadi teringat perkataan paman Yulles nya sebelum berpisah, dia bilang akan membawa Quennevia pergi menemui tetua Klan. Itu artinya dia harus pergi ke tempat para iblis bulan darah berada, apa yang harus ia lakukan di sana.


Quennevia jadi benar-benar gugup mengingat itu, andai ia tetap melupakan nya agar tidak gugup seperti itu. Setidaknya dia berharap para tetua tidak akan membunuhnya, atau mungkin lebih baik jika dia diberikan hukuman saja jika mau.


" Ya ampun, apa yang harus aku lakukan Everon??. " jerit batin Quennevia yang frustasi.