Quennevia

Quennevia
Kembali ke Akademi



Setelah bertemu dan berkenalan dengan para anggota klan yang lain, Quennevia dan teman-temannya langsung berpamitan. Meski sebenarnya dia ingin lebih lama di sana tapi mereka harus segera kembali ke Akademi, yang lainnya juga memaklumi hal itu jadi tidak ada masalah.


Mereka kembali duduk di punggung Yue untuk pergi ke Akademi, kali ini lebih baik tidak buru-buru dan menikmati perjalanan nya dulu.


" Haahh.... tadi itu benar-benar sangat menegangkan, ya. " ucap Niu yang akhirnya merasa lega.


" Iya, para tetua itu sedikit agak keterlaluan. Padahal aku berniat berkenalan dengan baik, kenapa malah hampir dibunuh seperti itu. " sahut Quennevia yang juga merasa lega.


" Tapi itu benar-benar mengejutkan, bagaimana kau bisa punya empat pasang sayap. Darah dari hewan apa yang kau ekstrak, yang ku tahu tidak ada jenis burung atau hewan apapun yang mempunyai sayap sebanyak itu. Meskipun ada jika diekstrak pun tidak akan menyamai jumlah aslinya. " tanya Oscar pula.


" Hei, yang ku ekstrak itu darah Everon, dia itu seekor naga api. Tadinya itu akan kujadikan sebagai syarat untuk mempelajari teknik tebasan sayap naga. " sahut Quennevia dengan agak kesal.


Itu ingatan yang sangat buruk, karena latihan yang diberikan Everon jadi dua kali lebih buruk setelah pelajaran sejarah penguasa hutan dan lainnya. Sementara itu Niu dan Oscar yang baru mendengar nya sangat terkejut.


" Ja... jadi.. dia itu naga??. " ucap Niu.


" Benar, dia yang kumaksud. Sisik yang dulu ku lelang juga miliknya, karena dia dulu disegel di dalam tubuhku saat ia keluar beberapa sisiknya rontok dengan sendiri nya, dan aku memungutnya. " jelas Quennevia dengan raut wajah yang sangat santai.


" La.. Lalu, bagaimana bisa berubah??. " tanya Oscar pula.


Namun Quennevia hanya menggelengkan kepalanya, ia sendiri tidak tahu bagaimana itu bisa berubah. Bahkan para spirit Guardian pun tidak tahu apa yang terjadi, itu memang hebat dan sayapnya juga bagus namun itu terlihat aneh disaat yang sama.


" Oh, ngomong-ngomong soal jumlah sayap. Punya ku punya enam pasang, loh. " ucap Ethan dengan tiba-tiba.


Membuat yang lainnya menatap kearahnya dengan raut tak biasa, sedangkan Ethan sendiri hanya memiringkan kepalanya sambil tersenyum.


" Enam sayap?? kau ini seorang malaikat apa?!. " ucap Niu agak berteriak.


" Tidak, aku hanya seorang manusia setengah iblis. " jawab Ethan dengan santainya pula.


" Master, jika pembangkitan anda telah selesai dan sesuatu di tubuh anda itu sudah pergi.


Anda juga bisa memiliki enam sayap seperti bocah pirang itu. " ucap Yue ikut bicara.


" Bisakah kau tidak memberiku panggilan-panggilan aneh. " gumam Ethan yang merasa kurang setuju dengan julukannya itu.


Namun Quennevia sempat memikirkan nya juga, jika memang begitu dia perlu waktu yang sangat lama untuk bisa seperti itu. Apalagi 'Sesuatu' yang dikatakan Yue itu bukanlah hal yang bagus, dan untuk menghilangkan nya itu perlu waktu dan banyak kekuatan.


" Seperti nya itu tidak akan terjadi untuk waktu dekat. " batin Quennevia dengan merasa sangat terbebani.


************


Tidak lama kemudian mereka pun hampir sampai di Akademi, dari atas sana mereka sudah bisa melihat bangunan nya yang sangat besar dan luas itu.



Perjalanan mereka jadi lebih cepat dengan terbang bersama Yue, atau mungkin lebih tepat menunggangi nya.


" Wha... Aku sudah bisa melihat Akademinya. " ucap Niu dengan sangat bersemangat.


" Aku jadi penasaran berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk sampai di Chrysos. " gumam Quennevia pula.


" Master, kita akan segera mendarat. " ucap Yue, kemudian ia pun turun dari ketinggian dan mendarat dengan mulus di lapangan yang ada di Akademi.


Banyak orang yang memperhatikan mereka karena di sana memang semua murid tengah berada di luar, serta banyak yang terkagum-kagum melihat nya. Namun yang mengejutkan adalah seseorang yang tidak terduga datang menghampiri mereka.


" Quennevia, apa kau punya waktu sebentar??. " tanya Lilac sambil berjalan menghampiri Quennevia dkk.


" Kalau begitu bisakah kau membantu ku sebentar??. "


" Tentu saja. "


Lilac yang mendengar nya pun terlihat sedikit tersenyum, dia senang bisa mendapatkan bantuan dari Quennevia, setidaknya hanya dia saja yang ia tahu bisa melebihi kekuatan nya. Dan itu akan sangat membantu nya.


" Semuanya, aku pergi dulu ya. Kalian kembali saja duluan. " ucap Quennevia sambil berjalan pergi dari sana mengikuti Lilac.


" Iyah, kenapa kita ditinggalin ya. " ucap Oscar agak murung dengan itu.


Saat, tiba-tiba saja mereka teringat sesuatu yang penting, harusnya mereka tidak kambali terang-terangan seperti ini. Dan lagi Quennevia dengan senang hati kabur dari semua ini, berarti......


" Tunggu kalian.....!!!. " teriak seseorang dari kejauhan sana, membuat mereka bertiga terkejut.


Saat mereka bertiga berbalik, benar saja... Teman-teman sekamar mereka yang bobrok itu berlari dengan sangat kencang ke arah mereka seperti sedang mengejar hewan langka yang harus dijadikan peliharaan, iya kecuali Yuki yang hanya berjalan dengan santai kearah mereka.


" Os....... Car...!!. " teriak Arkan sembari melayangkan tendangannya yang benar-benar tepat mengenai Oscar.


" Ghakkk..... " Oscar pun terpental...


Brukk....


" Kau keterlaluan, Ar. " ucap Ryohan yang melihat itu merasa kasihan melihat Oscar yang tidak salah apa-apa harus menahan sakit.


" Apaan kau tiba-tiba begitu, Ar! " dan tentu saja Oscar juga kesal kepala teman yang tidak punya akhlak itu.


" Apa katamu?? Itu jurus yang kau ajarkan kemarin, apa kau jadi bodoh ya??. " ejek Arkan dengan ekspresi pura-pura bodoh, sementara Niu dan Ethan hanya diam melihat saja.


" Kaulah yang bodoh! Super idiot! Kami baru saja kembali dan ini lah sambutan mu, tidak berperasaan sekali. " ucap Oscar pula yang merasakan sakit di pinggangnya, kemudian dibantu berdiri oleh Ethan.


" Itu salah kalian, kenapa kalian meninggalkan kami di sini sementara kalian pergi menjalankan misi!!. " ucap Meliyana dengan sangat marah.


Mereka bertiga hanya diam tidak mengatakan apapun, jika mereka bicara malah akan menjadi bulan-bulanan ceramahan dari Meliyana. Saat ini pun mereka tengah dihujani ceramahan itu dari nya, hingga Meliyana sampai lupa bernafas.


" Meliyana, sudah kubilang kalau ingin bicara sebaiknya jangan lupa bernafas. " ucap Yuki mengingatkan dengan wajar datar nya yang sama sekali tidak berubah.


" Tapi... mereka sudah meninggalkan kita!. Kalau begitu dimana Quennevia sekarang?. " ucapnya pula dengan tidak nyambung nya.


" Dia pergi dengan senior Lilac, jadi... dah. " sahut Ethan yang berjalan pergi dari sana tanpa memikirkan apapun lagi.


Oscar dan Niu terperangah tidak percaya kalau Ethan bisa tidak peduli begitu, dan lagi sampai meninggalkan mereka di sana tanpa rasa bersalah.


" Haahh... aku pusing, ayo kembali ke asrama saja Oscar. " ajak Niu yang berjalan pergi dari sana juga.


" Oke, aku juga kau beristirahat. Ada banyak hal yang membuatku tidak bisa berkata-kata sejak pergi beberapa hari lalu. " sahut Oscar pula yang juga pergi ke asramanya.


" Eh, woy. " ucap Meliyana kepada mereka.


" Lihat, mereka jadi pergi. Ayo kembali ke kelas saja. " ucap Yuki sambil menyeret Meliyana


" Tidak, aku ingin mencari Quennevia... " tolak Meliyana yang sama sekali tidak bisa bertemu dengan Quennevia.


Namun pada akhirnya mereka pergi juga karena Yuki menyeretnya pergi, sementara Arkan dan Ryohan yang tertinggal pun pada akhirnya lebih memilih pergi ke lapangan latihan saja. Dari pada mereka bermalas-malasan dan di Asrama ada dua orang yang tengah beristirahat, meski sebenarnya mereka ingin mengganggu keduanya.