Quennevia

Quennevia
Buah Hati Naga



[Season 2]


Direruntuhan itu, muncul sebuah altar batu yang menjulang tinggi menuju langit. Dan dari atas altar itu ada harta karun yang di idam-idamkan oleh semua orang yang ingin kuat. Memancarkan aura kuat yang menarik perhatian semua orang, tepat diatas sana.


" .... Buah hati naga. " sekali lihat Ethan bisa tahu kalau benda itulah yang mereka cari.


Sebagian orang-orang yang berkumpul disana sudah mulai bergegas untuk pergi ke altar yang muncul dari dalam danau lumpur itu. Tapi Ethan dan yang lain nya memutuskan untuk tetap diam ditempat untuk sementara, alasannya.... karena mereka merasakan kehadiran makhluk aneh dari dalam danau lumpur itu.


Berlatih bersama Quennevia dulu bukan hanya membantu meningkatkan kekuatan mereka, tapi Quennevia juga membantu mereka untuk menggunakan mana dengan lebih baik untuk memastikan sekitar dengan lebih detail. Kini mereka bisa menerapkan hal itu secara langsung.


" Hahaha... Buah legendaris itu akan menjadi milikku!. " ucap salah seorang yang lebih dulu tiba disana.


" Tidak. Itu akan menjadi milikku!!. " ucap seseorang yang lainnya pula yang langsung menyerangnya.


Bukan hanya dua orang itu yang saling berkelahi satu sama lain untuk memperebutkan buah itu, tapi semua orang yang ada disana. Sampai kemudian ada salah seorang yang terlempar masuk ke dalam danau lumpur itu, suasana tetap hening untuk beberapa saat. Sampai sesuatu terlihat seperti bergerak didalam danau lumpur itu. Keributan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak sabaran itu langsung memancing makhluk yang tinggal dibawahnya, dan memakan orang yang jatuh tersebut.


Makhluk yang keluar dari dalam lumpur itu... adalah ular raksasa.


Shaaahhhs..!


Ular itu mendesis keras kepada mereka semua yang ada disana.


" Itu adalah... Penjaga utama reruntuhan. " ucap Balin yang juga sama terkejut nya dengan yang lain.


" La, Lari!!. " ucap salah seorang yang ketakutan melihat ular itu.


Sementara sang ular langsung menyerang mereka tanpa pandang bulu, seolah menemukan kumpulan mangsa yang bisa mengenyangkan perutnya sekaligus, yang ada hanyalah rasa lapar. Tentu saja, bukan berarti tidak ada yang melawannya juga.


Dan disaat yang sama, Ethan dan yang lain nya pun langsung bergerak.


" Kita mulai. " ucap Ethan.


Setelah mendengar kata-kata itu. Teman-temannya yang lain pun juga sudah bersiap untuk ikut dalam perebutan itu. Yang pertama muncul adalah Oscar, dia menjatuhkan dirinya begitu saja dari atas pohon, suara kemunculannya menarik perhatian orang-orang, tapi dia langsung melesat kearah ular raksasa itu dengan kecepatan tinggi.


" Dia ada disini?! " ucap Carel yang kalihatannya terkejut karena tidak bisa merasakan kehadiran Oscar sebelumnya ataupun mengantisipasi pergerakannya.


Disaat yang sama, Oscar bergerak bersama angin, terus berlari maju kearah ular itu. Dia tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya, bahkan beberapa kali menjadikan mereka pijakan untuk tetap diudara. Dalam waktu singkat, dia sudah ada dihadapan ular itu, ia pun mengepalkan tangannya dan langsung memukul si ular.


Orang-orang terlihat mengharapkan sesuatu. Tapi tidak terjadi sesuatu yang berarti disana, hingga membuat orang yang melihat nya terdiam seribu bahasa.


Sedangkan Oscar sendiri, ia hanya tersenyum dan kemudian berkata. " Hai. " cuma itu yang dikatakan olehnya.


Si ular pun mendesis lagi dengan marah, dia membuka mulutnya ingin memakan Oscar, dan yang ingin dimakan hanya tersenyum dengan santainya. Sesaat kemudian, mulut si ular pun malah tersumpal dengan apel raksasa yang tiba-tiba muncul disana.


" Yeyy, berhasil. " ucap Meliyana kegirangan, iya itu kekuatan dari roh yang mengikat kontrak dengan nya.


Setelah mulut diular disumpal, Arkan pun muncul dari atas, dan...


" Hiyaa..!!"


Duakk!


.... Dia memukul si ular dengan sangat keras hingga dia terjatuh. Sementara orang-orang yang melihat nya lebih tercengang melihat itu.


Rupanya itu rencana mereka, Oscar bertugas sebagai pengalih perhatian, Meliyana yang ikut menambahkan. Dan Arkan yang benar-benar menyerang, baru kemudian...


" Bekukan semuanya!!"


Sheiinnnkkkk..!


Niu pun menyelesaikan nya dengan membekukan seluruh isi danau. Kejadian itu terjadi sangat cepat, bahkan sebelum orang-orang yang lain sempat melakukan sesuatu.


Niu yang telah menyelesaikan bagiannya pun bangkit berdiri diatas es yang ia ciptakan, dia menepuk kedua tangannya seolah membersihkan debu dan tersenyum kearah teman-temannya diatas langit dengan lebar. " Hihi.... Misi selesai. " ucap Niu mengkonfirmasi hal tersebut.


" Bagus. Kalau begitu.... waktunya menghalangi mereka. " ucap Arkan yang kemudian melirik orang-orang yang hendak melawan mereka yang ada dipaling depan itu.


Alasannya jelas, itu karena mereka ingin menghalangi mereka untuk mendapatkan buah hati naga itu. Oscar dan yang lain nya pun kemudian memanggil animal spirit yang mengikat kontrak dengan mereka juga.


Animal spirit Oscar adalah seekor beruang hitam. Niu, kucing salju. Arkan, elang bermata biru. Dan tentu saja, Meliyana dengan spirit garden nya. Dan tambahan, Yue pun juga ikut muncul dalam bentuk manusianya untuk membantu.


" Sekarang. Majulah sini!. " ucap Oscar sambil tersenyum dengan angkuh kepada orang-orang itu.


" Serang mereka!. " ucap orang-orang itu pula kepada rekan satu sama lain.


Disisi lain, ada seseorang yang saat ini sedang memandang Arkan dengan penuh kebencian. Tentu saja orang itu adalah kakaknya, Balin.


Ia mengepalkan tangannya dengan kuat melihat bagaimana Arkan bertarung dihadapan nya, " Arkan!! Kenapa kau begitu beruntung, kau bisa memiliki animal spirit kuat seperti itu, teman yang setia, juga kekuatan yang besar!! Aku... membencimu!!. " ucap batin Balin.


Sementara itu, ketika Oscar dan yang lainnya mengalihkan perhatian orang-orang itu. Ethan dan Yuki saat ini sudah ada di dekat altar, keduanya memanfaatkan kesempatan dimana tidak ada yang memperhatikan karena terpaku kepada teman-teman yang lain.


" Mereka melakukan tugas dengan baik. " ucap Yuki sambil memperhatikan mereka yang ada dibelakang sana.


" Yah, aku tidak terkejut. " sahut Ethan menimpali, ada ekspresi bangga diwajahnya. Dan itu membuat Yuki tersenyum.


Mereka semakin dekat dengan puncak Altar besar yang menjulang tinggi itu. Awalnya masih baik-baik saja, tapi ditengah jalan... Sebuah gelombang energi tiba-tiba menerjang. Membuat Ethan jatuh berlutut sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.


Brukk...


" Ugh... "


" Ethan, apa kau baik-baik saja?!. " tanya Yuki yang terkejut melihat nya.


" Iya... Aku baik-baik saja. Tetapi seperti nya... aku tidak bisa meneruskan, aura buah itu membuat segelku melemah... " sahut Ethan menimpali.


" Apa yang harus kulakukan?? "


" Segeralah ambil buah itu, saat ini... hanya kau yang bisa melakukan nya. "


Ya, jika melihat situasinya memang seperti itu. Teman-teman yang lain sibuk mengalihkan perhatian, sementara Ethan tidak bisa bergerak lebih dekat. Jadi kini tinggal Yuki yang bisa meneruskan...


" .... Aku mengerti. Tidak apa-apa kan jika ku tinggalkan?? " Yuki sudah yakin dengan keputusan itu.


" Iya... " Ethan menganggukan kepalanya.


Setelah mendengar jawaban pasti dari Ethan, Yuki pun segera melangkahkan kaki nya naik lebih ke atas. Tidak akan ada banyak waktu tersisa bagi orang-orang itu untuk menyadarinya, karena itu lah dia harus bergegas.


Sampai kemudian dia pun sampai, " Jadi ini... buah hati naga?? " gumam Yuki ketika melihat nya langsung di depan matanya. Buah itu tidak terlihat terlalu istimewa jika dilihat saja, bentuknya seperti buah delima, namun ada ukiran yang membentuk siluet naga dibuah itu. Dan jelas, itu bukan delima, terlebih dengan kekuatan yang sangat besar itu. " Benar-benar aura yang mengerikan.. " bahkan Yuki merasa seperti itu.


Yuki pun perlahan semakin mendekati buah itu, ia kemudian mengulurkan tangannya. Dan ketika ia memegang buah tersebut tiba-tiba dia seperti didorong oleh kekuatan yang sangat besar sekali...


" Ughh... "


Yuki berusaha sangat keras bertahan, hingga mengeluarkan seluruh kekuatan nya untuk melawan dorongan kekuatan dari buah itu.


" Ugh... Harus.. Bertahan... Arghh!!. " ucap Yuki, tubuhnya mulai terluka sedikit demi sedikit karena efek samping dua kekuatan yang saling bertabrakan.


Membuat Ethan yang melihat nya pun jadi khawatir pada nya, " Yuki... " ia pun mencoba untuk bangun dan memaksakan diri naik ke atas sana. Dia tidak bisa membiarkan nya terluka lebih parah.


Disisi lain, dimana orang-orang itu bertarung bersama dengan Oscar dan yang lain. Salah seorang dari mereka mulai menyadari keberadaan Yuki diatas altar sana.


" Dia... Bukankah dia adalah rekan orang-orang ini!!. " ucap orang itu yang membuat yang lainnya pun jadi ikut sadar.


" Oh, benar!. "


" Sial, dia sudah ada diatas sana!!. "


" Abaikan mereka. Kita harus segara menghentikan perempuan itu!. "


Orang-orang itu pada akhirnya jadi benar-benar mengalihkan tujuan awal mereka yang sebelumnya ingin menyerang Oscar dan yang lain, jadi ingin menghentikan Yuki.


" Gawat. Kita harus segara melindungi Yuki. " ucap Meliyana yang melihat perubahan itu.


" Ayo menuju ke Altar!. " ucap Oscar pula kepada mereka, dan tentu saja mereka langsung bergegas pergi mendekati Yuki.


Sementara saat ini, Yuki masih berusaha mempertahankan diri nya ditengah gelombang kekuatan yang mencoba mendorongnya pergi. Gelombang kekuatan itu terasa seperti akan mencabik-cabiknya, tapi Yuki tidak bisa menyerah seperti ini. Disaat yang sama, kesadaran nya terasa seperti ditarik kesebuah tempat.


Penglihatannya memutih, ia mulai tidak bisa mendengar apapun lagi, bahkan ia tidak bisa merasakan apapun. Segala disekitar nya... hanyalah kekosongan.


" Ini... dimana?? " Yuki bertanya-tanya.


Dan ketika ia perlahan membuka matanya lagi, dirinya saat ini ada disebuah tempat yang sangat asing bagi nya, sebuah tempat yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang sangat cantik. Tidak seperti pemandangan terakhir direruntuhan yang sebelum nya ia lihat.


Yuki termanung sejenak, dia berpikir apakah dia sedang bermimpi, kalau begitu mana yang asli dan mana yang bukan?? Dia sama sekali tidak bisa membedakannya.


Saat kemudian, ada sebuah tangan seseorang yang terulur padanya dan memeluknya dari belakang. Lebih terkejut lagi dengan siapa yang saat ini sedang memeluknya, " Ry-Ryohan?! " ucap Yuki.