Quennevia

Quennevia
Tentang Embun Darah



[Season 2]


Ethan dan yang lainnya dibawa masuk lebih dalam digua itu, semakin dalam tempat itu jadi terlihat seperti sebuah perpustakaan pribadi dengan banyaknya buku-buku yang menghiasi dinding disana.


" Tempat ini luas juga ya.. " ucap Meliyana sambil menatap semua buku-buku yang berjajar rapi diatas rak sepanjang ia melangkah.


" Ah, tempat ini?? Semua yang ada disini hanya kubuat hanya untuk mengisi waktu luang saja, kebanyakan bukan hal yang berguna juga. " sahut Titus menimpali.


" Semua?? Eh,.. Jadi maksudmu semua buku-buku disini juga termasuk?! " tanya Niu yang terkejut mendengar pernyataan itu.


" Ya, hampir semuanya.. " tapi hanya seperti ini tanggapan Titus.


Disisi lain, kelihatan nya Arkan kurang percaya dgn perkataan itu. " Hee... Kau yakin yang kau buat ini bukan cuma buku harian biasa?? " ucap Arkan pula yang penasaran.


Ia pun berjalan menghampiri rak terdekat nya, kemudian mengambil sebuah buku dan langsung membuka buku tersebut. Tapi ada hal mengejutkan yang keluar dari buku itu ketika Arkan membukanya.


" Arrrgghh...!! " teriak Arkan dengan sangat terkejut dan ia pun kembali menutup buku yang dipegangnya itu. " Apa itu tadi yang keluar?! Kenapa bisa ada tangan mengeramkan keluar dari buku?! " tanyanya dengan raut wajah kelihatan syok.


Bukan hanya dia, yang lainnya (-Ethan & Titus) juga sama terkejut nya melihat itu. Bahkan Meliyana yang tadinya ingin membaca sebuah buku karena penasaran pun langsung menyimpan nya kembali ke tempat nya setelah melihat apa yang terjadi kepada Arkan tadi.


Kemudian Titus yang ditatap oleh mereka pun menghela nafas sejenak, " Itu hal yang wajar bukan?? Beberapa buku disini juga adalah buku yang sangat penting dan berharga, karena itu aku memanggil beberapa iblis tingkat rendah untuk menjaga apa yang ada didalam nya. " jelas Titus.


" Begitu ya. " sahut Oscar yang merasa itu masuk akal.


" Terus... Sebenarnya kenapa kalian datang kesini?? Jangan bilang si bodoh ini hanya mengajak kalian untuk menyapaku. " ucap Titus yang menunjuk Ethan dengan dagunya.


Sedangkan Ethan yang di maksud hanya menaikan sebelah alisnya, " Yang kau maksud itu aku?? " tanyanya yang tidak dipedulikan siapapun disana.


" Ah, soal itu.. Kami ingin tahu apakah kau mungkin tahu tentang embun darah?? " tanya Meliyana kepada Titus.


Yang mana Titus pun terlihat mengingat-ingat tentang itu, " Embun darah?? Rasanya aku pernah mendengar cerita tantang itu. Tunggu sebentar. " jawab nya.


Titus berjalan kearah sebuah rak buku dan naik menggunakan tangga untuk mencapai tempat tertinggi, disanalah dia mengambil sebuah buku berwarna hitam. Kemudian ia pun turun kembali dari tangga itu.


" Coba kita lihat.. " gumam nya sembari membuka lembaran-lembaran buku itu.


Disaat yang sama sesuatu terbentuk dibelakangnya, sesuatu yang besar dgn penampilan yang mengerikan. Sesuatu itu mengulurkan tangannya kearah Titus hendak menangkapnya.


Dan sesuatu itu, juga membuat Meliyana dan yang lain jadi merinding. " A-anu... Itu.. Dibelakang mu... " ucap Meliyana dengan gemetar, saat Niu, Arkan dan Oscar malah bersembunyi dibelakang nya.


" Hmm...? " sedangkan Titus hanya menatap mereka dengan malas.


" Kupu-kupu..? " gumam Yuki yang melihat itu.


" Jangan khawatir, mereka cukup lemah untuk ukuran kekuatan kalian sekarang. " ucap Titus kepada mereka pula, Ia masih sibuk dengan buku yang dipegangnya.


Sementara mereka hanya diam tercengang dengan yang baru terjadi. Saat kemudian, suara Titus pun menyadarkan mereka kembali.


" Ini... Aku menemukannya. " ucap Titus yang memperlihatkan isi buku nya kepada mereka.


Itu adalah salah satu cerita kuno yang ada di Foldes.


[Jika kau bisa memasuki kedalaman yang sangat dalam, tempat dimana makhluk tak dikenal tinggal. Kau bisa menemukan satu-satunya gua yang bersinar dalam kegelapan. Di kedalaman itu juga, kau bisa melihat kerajaan duyung yang menjaga gua berharga tersebut.


Didalam gua itu, terdapat sebuah harta karun yang bisa menyembuhkan apapun, yang katanya juga bisa membawa keabadian dan kekuatan kepada orang yang meminumnya. Itu adalah [Embun Darah].


Cerita mengatakan kalau embun darah itu, dari awal memanglah darah murni. Itu adalah darah milik makhluk yang bukan berasal dari dunia ini, makhluk itu memiliki kekuatan yang hampir setara dengan dewa, dan sejak dulu kala tertidur dilautan dalam yang tidak terjangkau.


Darah itu berasal dari luka yang pernah ia dapatkan, dan darah itu tidak pernah bercampur dengan air laut juga tidak menyebar ke mana-mana. Bagi yang beruntung mereka bisa menemukan harta yang berharga itu didalam sana, tapi bagi mereka yang tidak beruntung... Tubuh mereka akan dicabik-cabik oleh monster yang menjaga nya]


Seperti itulah isi dari buku yang diperlihatkan Titus kepada Oscar dan yang lainnya. Isinya memang bagus dengan ciri-ciri yang cukup jelas, tapi peringatan yang ada didalam nya juga berhasil membuat mereka merinding.


" Rasanya... Ini membuatku takut. " ucap Arkan yang membuat wajah cemas.


Disisi lain, Oscar hanya menghela nafas sejenak kemudian menoleh kepada Ethan yang malah kelihatan sibuk dengan hal lain. " Bagaimana menurutmu Ethan?? Mau kita cari?? " tanyanya.


Ethan pun menganggukan kepalanya, " Jika itu isi buku nya maka artinya tujuan kita selanjutnya adalah lautan Foldes, kan?? Jika kalian tidak mau ikut tidak masalah, aku akan pergi sendiri. Oh, aku juga bisa meminta Tuan Mice atau Nona Aqua menemaniku. " jawab Ethan yang membelakangi mereka saat ini, melihat beberapa buku disana.


Disaat yang sama, Yuki yang mendengar ucapan Ethan pun jadi menatap nya kesal. " Omong kosong! Pergi sendiri katamu?! Lautan itu lebih dalam dan misterius dari pada daratan, bahkan... Hanya sebagaian kecil nya saja yang pernah dijelajahi oleh manusia! Sekalipun kau membawa Tuan Mice bersamamu, belum tentu kalian bisa kembali dengan selamat!! " ucapnya agak membentak Ethan dan membuatnya berbalik menatap mereka.


" Yang dia ucapkan itu benar Ethan... " ucap Titus pula angkat suara. Dia menghisap pipa cangklok nya dan mengeluarkan asap dari mulut nya. " ... Semisal nya kau berhasil mendapatkan apa yang kau cari sekalipun, kau hanya akan menjadi bulan-bulanan makhluk-makhluk aneh didalam lautan itu. Kau harus ingat... Darah setengah dewa milikmu itu adalah hal yang paling disukai oleh monster. " laniutnya pula.


Ethan tidak menjawab nya lagi, ia bangkit berdiri dari kursi yang diduduki nya saat ini kemudian berjalan mendekat kearah mereka.


" Aku akan baik-baik saja, aku tahu apa yang aku lakukan. Lalu... apa ada hal lain yang ingin paman katakan?? Pasti bukan hanya itu saja bukan?? " ucap Ethan sambil menatap Titus dengan serius.


Titus yang menatapnya pun terdiam ditempat nya, kemudian ia pun bersandar pada rak didekat nya. Titus pun mengangkat kepalanya, menatap langit-langit dengan tatapan sendu.


" Berhenti bermain-main diantara para dewa lagi, Ethan. Akan lebih bagus jika kau tidak mendekati mereka lagi. "