
[Season 2]
- Di Guild Crown
Suasana di sana masih sama ramainya seperti sebelumnya, meski sebenarnya.. disana selalu ramai sih. Orang-orang berkumpul bersama dan juga mencari pekerjaan di sana, orang selalu berlalu lalang di sana setiap harinya, tidak pernah ada waktu yang tidak sibuk di tempat itu.
Ceklek....
Perhatian semua orang tiba-tiba saja teralihkan, ketika mereka semua mendengar suara pintu yang terbuka. Mereka langsung terdiam di tempat masing-masing sembari menatap orang yang masuk ke dalam Aula Guild mereka. Ada juga orang yang bisik-bisik tentang mereka ketika berjalan melewati tempat itu dengan sikap acuh tak acuh kepada semua.
Mereka yang masuk itu adalah Ethan dan yang lainnya, tentu saja Niu dan Oscar yang adalah anggota inti Guild beberapa tahun lalu menjadi pusat perhatian di sana. Namun Ethan, Meliyana, Yuki dan Oscar juga menjadi perhatian sama halnya dengan kedua orang itu. Dan yang paling menonjol di kelompok mereka itu, adalah... Quennevia, dengan sikap dingin dan angkuhnya yang biasa ia perlihatkan disana.
" Haah... Tatapan mereka merepotkan sekali. " ucap batin Quennevia. (👈 Yue yang sedang menyamar)
Mereka pun terus berjalan sampai ke hadapan seorang yang bekerja di Guild itu sebagai pencatat orang yang mengambil pekerjaan dari sana.
"Sudah lama anda tidak datang kemari Nona Quennevia, Nona Niu, Tuan Oscar. Apa yang bisa saya bantu??. " tanya orang itu kepada mereka.
" Kami ingin bertemu dengan Master Guild. " ucap Quennevia(Yue) kepada orang itu.
" Master?? " sahut orang itu pula dengan bingung.
" Iya, beliau ada di sini bukan?? " ucap Niu menimpali.
" Tentu saja, silahkan ikut saya ke tempat bicara terlebih dahulu. "
Ia pun membawa rombongan Ethan ke sebuah tempat yang ada di lantai dua, dilantai bawah tanah. Biasanya tempat itu hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja. Tapi yang datang saat ini adalah Quennevia(Yue) dan rombongan nya, bahkan meskipun dengan Yuki, Meliyana, Arkan dan juga Ethan bersama mereka. Tidak akan ada yang berani menghentikan mereka.
Dan dilantai bawah tanah itu, seperti yang orang itu katakan sebelum nya.. hanya ada beberapa ruang bicara yang digunakan dan juga perpustakaan Guild. Ethan dan yang lainnya pun dibawa ke salah satu ruang bicara yang ada di sana, didalamnya cukup bagus dari pada jalan yang harus mereka lewati untuk sampai ke sana.
" Saya akan segera memanggilkan Master. " ucap orang itu pula dari ambang pintu setelah ia selesai mengantar Ethan dan yang lainnya ke sana.
Kemudian orang itu pun menutup kembali pintu masuk ruangan tersebut dengan rapat dan pergi dari sana. Sementara itu Ethan dan yang lainnya yang ada di dalam sedang dalam suasana keheningan yang mencekam, sampai kemudian...
" Hei, berhenti diam saja seperti itu. Kalian membuat suasana di tempat ini menjadi horor! " ucap Arkan dengan nada kesal karena kelakuan teman-temannya.
" Pffttt... " Dan kata-katanya itu berhasil membuat Meliyana merasa ingin tertawa. " Benar juga, kenapa tidak ada yang bicara sedari tadi?? " tanyanya pula.
" Ngomong-ngomong apa kau yakin kalau kita harus memberitahu Master soal hal ini, Yue?? " tanya Oscar mengalihkan percakapan.
Yah, apa yang ia katakan itu tidak salah. Karena selama beberapa waktu terakhir ini tidak ada yang tahu tentang apa yang terjadi kepada Quennevia, tapi Yue tiba-tiba bilang saat mereka menemui Master Guild mereka harus memberi tahu juga alasan mereka mencari informasi yang mereka butuhkan itu.
Yue yang ditatap oleh mereka pun diam sejenak, kemudian ia pun berkata. " Dia orang yang sudah menandatangani kontrak kesetiaan dengan Misika sebelum nya, dia pasti akan menjaga rahasia. " jawabnya.
" Aku tidak meragukan penilaian mu, tapi apa menurutmu kita bisa benar-benar mengetahui apa yang kita cari dari orang itu?? " tanya Yuki pula agak kurang yakin.
Hal itulah yang juga membuat mereka tidak yakin, karena Yue sendiri tidak tahu hal yang mereka lakukan ini benar atau tidak. Kalau soal informasi Quennevia yang sekarang berubah menajdi kelinci... mereka tidak perlu terlalu khawatir, bukan hanya karena Master Guild itu orang yang cukup bisa dipercaya, tapi ruangan itu juga dikelilingi oleh sihir kedap suara. Jadi tidak akan ada yang bisa mendengar apa yang dibicarakan di dalam saat ini.
Lamunan semua orang tiba-tiba buyar ketika mendengar suara pintu yang terbuka, dan mereka pun segara mengalihkan perhatian menuju ke arah pintu tersebut.
Krieett...
" Oya, Oya. Rupanya sekumpulan anak muda yang saat ini ingin bertemu dengan kakek tua ini. " ucap orang yang masuk itu, dia adalah Master Guild Crown, Argus.
" Master Guild. " ucap Niu dan Oscar pula saat melihat orang itu.
" Hohoho~ ternyata member terbaik Guild ku yang ada di sini, tapi seperti nya kalian kekurangan satu orang. " ucap Argus saat ia melihat Oscar dan Niu, kemudian ia pun mengalihkan perhatian nya kepada Quennevia(Yue) yang berdiri di samping dinding. " Lalu.. dimana majikan mu?? " tanyanya kepada Yue.
Yue yang melihat nya berkata seperti itu pun hanya berdecih pelan dan kemudian kembali ke wujud manusia nya. Sebenarnya ia juga tahu kalau penampilan nya itu tidak akan mempengaruhi Argus.
" Sudah kuduga kau tidak gampang dikelabui, kakek tua. " ucap Yue terdengar seperti mengeluh.
" Ohoho~ Ternyata dik Yue, lama tidak jumpa ya. " ucap Argus pula yang sikapnya langsung berbanding terbalik dari pada saat ia bertanya sebelum nya.
" Jangan panggil aku 'dik'.!! Umurku ini 10 abad lebih tua darimu, kakek sialan!! " teriak Yue pula kesal, yang hanya dibalas tawa oleh Argus.
Sementara itu Ethan dan yang lain hanya tersenyum melihat kelakuan mereka itu. Beberapa saat setelah kejadian yang lumayan lucu meskipun garing itu, Ethan dan yang lainnya pun juga memperkenalkan diri mereka kepada Argus. Dan akhirnya mereka pun duduk dan mulai bicara dengan serius.
" Kalau begitu, Yang Mulia. Apa yang bisa kakek tua ini bantu untuk anda?? " tanya Argus, sikapnya langsung berubah setelah tahu siapa Ethan.
Apalagi yang seorang keluarga Kekaisaran itu bukan hanya Ethan saja, tapi ada juga Meliyana dan Yuki. Tentu saja Argus pasti akan langsung bersikap hormat dan juga tenang.
" Kami sedang mencari beberapa benda yang langka, Oscar dan Niu bilang mungkin anda bisa cukup membantu dengan memberikan beberapa informasi yang anda miliki tentang nya. " ucap Ethan, ia pun memperlihatkan sebuah kertas tentang apa-apa saja yang mereka cari saat ini kepada Argus.
Argus pun melihat dan membaca semua yang dituliskan di kertas itu, sesaat kemudian ia pun terkejut sendiri. " Ini...!! " ucapnya.
" Ada apa, apakah anda tahu dimana kami bisa mendapatkan benda-benda tersebut?? " tanya Arkan dengan serius setelah melihat Argus yang terkejut seperti itu.
Namun apa yang ia harapkan itu malah berakhir sia-sia, " Hoho~ aku tidak tahu benda apa yang kalian cari ini. " ucapnya sambil tersenyum tak merasa bersalah.
Sementara itu yang lainnya menatap Argus datar karena kejahilan nya membuat suasana tegang itu. Padahal tadi mereka sudah sempat ikut tekejut karena ulah Argus.
" Astaga, bisakah kau lebih serius sedikit, kakak tua. " ucap Yue yang semakin merasa kesal kepada Argus.
Kemudian Argus pun bangkit berdiri dari kursi yang ia duduki, ia pun kemudian berjalan kearah sebuah dinding yang ada di dekatnya sambil tertawa.
"Hohoho~... Aku menang tidak tahu benda-benda yang kalian cari itu, dan juga tidak tahu kalian ingin menggunakan nya untuk apa. Tapi bukan berarti aku tidak mengetahui semuanya. " ucapnya.
Ia pun menggunakan sihir ke dinding itu, dan dalam sekejap dinding yang tadinya terbuat dari batu itu, berubah menjadi sebuah rak buku. Siapa sangka kalau tempat mereka berada saat ini, terhubung langsung dengan perpustakaan Guild.