Quennevia

Quennevia
Gunung Es Diatas Dan Gua Es Dibawah



[Season 2]


Sekitar... 15 menit lebih sejak Ethan dan yang lainnya menyelam ke dalam laut, dan waktu terus berjalan. Yukio, Mamika, Sakura dan Lucy masih berjaga-jaga mengawasi kemungkinan mereka kembali. Meski Yue dan Zico sudah memberitahukan untuk tidak khawatir, karena ini bukanlah penyelaman pertama mereka.


Sementara itu, dibelakang mereka. Quennevia masih terdiam dan menatap langit...


Seolah itu satu-satunya hal yang bisa ia lihat saat ini, ia tidak melakukan apapun dan hanya mematung ditempatnya.


" Hoaa~m.. Apa master tidak merasa pegal ya?? Dia sudah seperti hampir setengah jam jika dihitung-hitung." ucap Zico yang mulai merasa ngantuk dengan situasi hening saat ini, sambil duduk bersandar ke pagar pembatas.


Sementara itu, Yue yang berdiri disampingnya hanya mendengus. " Mau bagaimana pun sekarang semua indera nya tumpul, dia juga tidak bisa merasakan sakit." ucapnya menimpali.


" Jadi... Bagaimana kakak bertahan dikondisi seperti itu jika dia bahkan tidak punya tubuh fisik?? Kupikir itu agak aneh." tanya Sakura menengahi mereka.


Ia sudah penasaran dengan itu sejak lama, setelah ia mendengar apa yang terjadi kepadanya. Ia berpikir Quennevia punya beberapa kekurangan dalam perwujudan nya, tapi setelah memperhatikan nya selama ini. Quennevia sangat normal, dia benar-benar seperti manusia normal lainnya.


Seolah tidak ada masalah apapun selain komunikasi dengannya.


" Tubuh fisik bukanlah hal yang perlu dipikirkan oleh, Master. Tubuh hanyalah harga untuk sebuah kebebasan. Jiwa adalah hal yang paling utama." ucap Yue menimpalinya.


" Apa yang akan terjadi padanya jika dia tidak bisa mendapatkan tubuh baru?" tanya Lucy kemudian.


" Manusia bisa yang tidak bisa menyeberang ke dunia bawah biasanya akan berubah menjadi roh jahat setelah ingatan nya hilang sepenuhnya, ada juga yang jiwanya hancur berkeping-keping dan lenyap diantara langit dan bumi. Tapi Master berbeda... dia akan tertidur, jika dia tidak mendapatkan tubuh baru setelah melewati tanggat waktu yang ditentukan." jelas Yue.


" Tertidur??"


" Ya, tidur yang sangat panjang. Sampai pereinkarnasian nya yang baru terlahir ratusan tahun kemudian. Namun ketika itu terjadi, dunia kami akan menyambut kehancuran. Karena itu... kami tidak boleh gagal. Sudah banyak yang menderita untuk hari dimana Master kembali."


Hening... Selama beberapa saat yang singkat tidak ada lagi yang bicara setelah mendengar itu dari Yue. Mendengar dan melihat bagaimana ekspresi nya ketika menjelaskan hal itu, situasinya benar-benar buruk untuk disepelekan.


Kehancuran dunia... itu bukanlah hal yang diinginkan semua makhluk hidup.


Tapi, masih ada satuhal lagi yang membuat Sakura penasaran. " Berapa.. Lama lagi kak Quennevia akan bertahan??" Ia itulah yang membuatnya penasaran.


Yue yang mendengar pertanyaan itu darinya tidak segera menjawabnya, dia terdiam cukup lama sampai.. " .... Satu... Minggu." itulah yang dikatakan oleh Yue.


" Master hanya bisa bertahan satu minggu lagi." ucapnya lebih jelas.


Dan itu benar-benar membuat mereka yang ada disana sangat terkejut. Itulah alasan kenapa Ethan dan yang lainnya sangat terburu-buru saat ini, karena waktu bagi Quennevia sudah tidak banyak lagi.


****


Disaat yang sama, didalam laut. Ethan dan yang lainnya telah sampai ke tempat dimana cahaya tidak bisa lagi menembus dalamnya laut. Tempat nya benar-benar gelap, dan beberapa kali mereka harus ditabrak oleh makhluk laut yang berenang disekitar mereka.


Ethan yang juga merasa itu bisa menebak apa pikiran teman-temannya, ia pun mengulurkan tangannya kedepan dan menggunakan kekuatan nya untuk menciptakan sesuatu. Seekor cumi-cumi kecil yang bersinar terang diantara mereka, akhirnya mereka bisa melihat masing-masing wajah mereka.


Keadaan dilaut Arktik benar-benar sangat berbeda dari dugaan mereka, bukan hanya karena suhu airnya tapi juga makhluk-makhluk yang ada disana. Tidak semenyeramkan ditempat mereka sih, tapi tetap saja... itu luar biasa.


Ethan memberikan kode tangan kepada mereka, ia meminta teman-temannya berenang ke arah kanan sekarang. Itu adalah arah yang ia rasakan dari jejak kekuatan milik Zico, untuk lebih memastikan Oscar dan yang lainnya berada pada jalur yang sama, Ethan memberikan kekuatan nya dan membuat jejek kekuatan Zico bersinar layaknya benang didalam laut.


Dengan begitu mereka bisa mengikuti nya dengan jelas.


Mereka menganggukkan kepala tanda mengerti, dan kembali bersenang mengikuti benang kekuatan itu.


***


" Sudah.. lewat 10 menit lagi." ucap Mamika diatas kapal.


Mereka masih tetap ada diposisi yang sama, seolah menunggu sesuatu untuk terjadi.


" Apa tidak ada pesan apapun darinya??" tanyanya pula kepada Yukio disampingnya.


" Tidak, untuk sekarang belum ada. Aku sudah bilang untuk memberikan sinyal jika sesuatu terjadi, tapi kurasa semuanya masih baik-baik saja." jawab Yukio pula menanggapinya.


" Bagaimana dengan penghalang yang kau katakan Yue?" sementara Sakura menanyakan hal itu kepada rubah diantara mereka.


Mereka sudah membahas ini sebelumnya. Untuk mencegah terjadinya kepanikan didunia, mereka akan menghalangi pandangan semua orang, termasuk satelit dan lainnya. Sementara orang-orang yang ikut dalam perjalanan ini, termasuk kru kapal, akan tutup mulut dan jika memungkinkan ingatan mereka akan dihapus.


" Untuk sekarang sudah selesai, aku dan Zico membuatnya dengan kekuatan yang diberikan Ethan sebagai penguatan tambahan. Mulai sekarang tidak akan ada yang bisa melihat apa yang terjadi disini dalam radius sejauh 5 kilometer. Meski begitu, ada kemungkinan jaraknya akan ditambahkan saat pertempuran terjadi." jelas Yue.


" Bagaimana pun... Tidak akan ada yang percaya hal seperti ini akan terjadi didunia kita." gumam Lucy.


" Itu sudah pasti." Sakura bahkan tidak bisa membantah hal itu.


Sementara itu dibelakang mereka, Quennevia yang masih terdiam melihat bintang, masih melihat bintang yang sama. Ya, Polaris.


Ia melihat bintang itu sangat terang ketika penglihatan nya menembus sampai ke luar atmosfer bumi. Dan untuk pertama kalinya selama beberapa saat itu, Quennevia sedikit menundukkan kepalanya.


Polaris berada tepat diatas sebuah gunung es yang cukup besar dari posisi nya saat ini, gunung es yang ada di tengah pegunungan lainnya. Dan dikelilingi oleh Aurora yang membentang dilangit. Quennevia melihat seolah gunung bersinar dengan cahaya redup, dan ada suara halus yang berbisik di telinganya..


" ...Mari... Kembali... disini... 'Dea'.."


Ketika mendengar itu, ekspresi Quennevia perlahan berubah terkejut. Seolah menyadari sesuatu yang ia lupakan disana...


Sedangkan Sakura dan yang lainnya, masih membahas soal rencana yang dijalankan oleh Ethan sekarang.


Saat itu Sakura sedang memberikan tanggapan nya, " Kalau begitu, kurasa kita bisa mundur sedikit lebih jauh. Dengan begitu--.."


Ucapannya berhenti ketika ia melihat Quennevia yang sebelumnya diam saja, tiba-tiba melintas dibelakang Yue yang sedang menatapnya. Bukan hanya dia yang melihat itu dan terkejut dengan apa yang terjadi, karena itu semua orang sontak melihat ke bawah saat Quennevia menjatuhkan dirinya dari atas kapal.


" Kakak!"


" Master!"


" Nevia!."


Semua orang memanggilnya dengan serentak, sementara itu Quennevia yang ada dibawah sana perlahan bangkit dan mendongakkan kepalanya kearah mereka. Dia... Berdiri diatas air.


" Haah... Itu mengejutkan." gumam Mamika yang tiba-tiba merasa lemas ketika ia pikir Quennevia bisa saja tenggelam.


Quennevia hanya memiringkan kepalanya melihat itu, kemudian ia pun berbalik dan berjalan pergi dari sana. Dia terlihat hendak menunjukkan sesuatu, tapi mereka semua tidak bisa pergi bersama untuk menyusulnya.


" Sakura, pergilah susul Nevia bersama dengan Yue." ucap Yukio memutuskan hal itu.


" Kenapa aku?" tanya Sakura pula bingung dengan itu.


Tapi Yukio punya alasan dengan hal itu, saat ia pun tersenyum kepadanya. " Itu karena kurasa dia memintamu mengikutinya. Bukankah dia menatapmu sebelum nya?" ucapnya.


Sakura yang mendengar itu sedikit terkejut, iya dia memang sadar. Saat Quennevia mendongakkan kepalanya menatap mereka, lebih spesifiknya dia menatap Sakura.


Dan lagi, kenapa Yukio memintanya untuk mengikuti nya. Itu karena Sakura adalah orang yang paling mempedulikan nya setelah Ethan dan teman-teman nya, dan Yue adalah bawahan setia Quennevia. Karena itu.. Dia adalah yang paling layak.


" Baiklah.." dan karena melihat kepercayaan dimata Yukio, Sakura juga jadi tidak enak jika dia menolak hal itu. Karena pada dasarnya ia juga khawatir.


" Kalau begitu, ayo pergi." ajak Yue, ia memegang tangan Sakura dan membawanya terbang bersamanya.


" Eeeh! Aku juga ingin ikut~!." disaat yang sama Zico merengek melihat mereka pergi.


" Kau tetap disini dan jaga kapal saja." tapi Yue tidak mengizinkan hal itu.


Membuat Zico merengut dan menggerutu tidak jelas karena kesal, dia terlihat lucu dan benar-benar seperti anak kecil. Karena itu... Lucy jadi tidak bisa menahan dirinya dan mengelus kepala nya karena gemas.


****


Ditempat lain...


" Huaah..! Akhirnya udara yang lebih baik." Arkan baru saja menyembulkan kepalanya keluar dari dalam air, yang juga di ikuti oleh teman-temannya.


Beberapa saat yang lalu mereka sampai didinding es tempat jejak kekuatan Zico masuk, dan Ethan membuka jalan masuk ke dalam dinding es itu dengan melelehkan nya secara perlahan ketika ia menyentuhnya. Karena itu mereka bisa masuk.


Dan saat ada didalam, mereka menemukan gua bawah laut yang sepertinya memang telah terbuat disana, karena itu mereka menemukannya. Sampai mereka naik ke kembali atas dan sekarang keluar dari kubangan air didalam gua itu.


" Aku merasakan keberadaan kekuatan yang besar didalam sini." ucap Yuki ketika ia keluar dari dalam kolam.


" Kau benar. Sepertinya dia menang disini." sahut Niu pula membenarkannya sembari memeras air dirambutnya.


" Jadi... Kita hanya harus mengikuti jalur ini, kan?" tanya Meliyana kepada Ethan.


Ethan yang mendengar nya pun menganggukkan kepala nya, " Iya. Hanya ada satu jalur, jadi hanya itu yang kita ambil." jawabnya.


Memang benar, gua es yang cukup besar ini juga sepertinya telah terbuat cukup lama, dan tetap bertahan meski waktu berlalu. Tidak mungkin ada hal lain yang hidup disana, karena tidak ada makhluk yang punya kemampuan bertahan hidup seperti ini didunia ini.


Ethan dan yang lainnya sekarang harus bersiap untuk menghadapi nya secara langsung. Ini kesempatan terakhir mereka...