Quennevia

Quennevia
Violetine Wistera



[Season 2]


Hanya beberapa langkah lagi Ethan sampai di anak tangga pertama, ada sesuatu yang muncul ditempat itu. Karena itu Ethan pun langsung menghentikan langkahnya. Gumpalan itu semakin besar dan memadat membentuk sesuatu. Sebenarnya... Ujian Ethan bukan lah ujian. Tapi hambatan.


Tidak ada yang bisa mengujinya ditempat nya sendiri, karena itu hambatanlah yang harus ia lalui. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah ingin dihadapi oleh siapapun didunia ini.


Perlahan sosok yang dibuat oleh gumpalan itu pun semakin jelas terlihat, dia seorang perempuan. Ia memiliki paras yang cantik, dengan rambut ungu yang diikat jadi satu dibelakang kepalanya. Dan sebuah tombak ditangan kanannya. Dan ketika ia perlahan membuka matanya, sebuah tekanan dari keberadaan yang kuat pun menyebar dan menghantam layaknya ombak yang besar. Membuat Oscar dan teman-temannya yang lain tersentak.


" Perasaan ini..."


" ..Sama seperti yang dimiliki oleh Quennevia..!"


" Perasaan haus darah yang sangat besar!!"


...***...


Nama perempuan itu adalah... {Violetine Wistera}


Kehidupan ke-76, Quennevia.


Violetine lahir sebagai anak yatim piatu dan diasuh disebuah panti asuhan kotor yang menjual anak-anak disana dengan harga mahal, tidak peduli untuk dijadikan apa. Ia mengalami masa kecil yang malang dalam kekerasan dan hidup kesusahan.


Sampai pada hari dia berusia 12 tahun, kemampuan tahap pertamanya bangkit saat ia akan dibawa kepelelangan budak.


Violetine menunjukan bakat berpedangnya. Dan ia pun bergabung dengan pasukan tentara bayaran. Karena kemampuannya itu, tak lama setelah ia masuk ke kelompoknya ia pun diangkat menjadi anak dari seorang bangsawan besar dimasa lalu. Dan meraih prestasi sebagai komandan medan perang termuda dalam sejarah.


Pahlawan yang membela negaranya dan membawa perdamaian.


Akan tetapi, akhir dari Violetine tidaklah sebaik yang diceritakan dari generasi ke generasi. Karena dia mati ditangan ayah angkatnya sendiri.


Dalam pencapaiannya itu, Violetine mendapatkan kekuatan yang tiada banding dari kebangkitan ke-7 dari segelnya. Dan itu membuat Raja dan para bangsawan lain khawatir dengan kekuatan nya yang terus tumbuh. Hingga mereka pun berencana melemahkannya.


Mereka menaruh kutukan pengikat mana dikalung yang diberikan oleh ayahnya kepada Violetine, dan menaruh racun diminuman nya. Violetine pun mati tertusuk tombaknya sendiri setelah diserang oleh ayahnya, ia mati sambil menendam dendam tak berujung kepada orang-orang yang telah mengkhianatinya dihari itu.


...***...


[....Itu adalah kisah hidup Violetine.] Oscar dan yang lainnya mendengarkan kisah yang diceritakan oleh Euclide tentang sosok dihadapan mereka saat ini.


Dan itu sudah seperti yang mereka duga... Pengkhianatan selalu muncul disetiap kehidupan Quennevia. Entah itu karena manusia tidak sadar dengan peringatan darinya, atau mereka memang sengaja melakukan itu karena takut kepadanya.


Tapi ada yang mengganjal...


" Tunggu...! Jadi kenapa dia ada disini sekarang??" tanya Meliyanna yang sadar dengan itu kemudian.


[...Hm, bagaimana ya.. Dikehidupan selanjutnya, ketika Quennevia mulai mengingat beberapa kehidupan masa lalunya juga. Violetine adalah yang paling sulit dikendalikan, karena saat dia hidup dia telah ada ditingkatan transenden. Quennevia sudah menanggung satu yang hampir menyamai esensinya, jadi dia tidak bisa membiarkan ego Violetine ada dalam tubuhnya lagi. Atau dia akan hilang kendali.]


" Ah, apa karena itu dia meninggalkan Violetine disini??" sahut Yuki, yang kemudian dibalas anggukan kepala oleh Euclide.


" Kalau begitu, bisa kutebak kalau satunya lagi adalah orang yang melawan Beatrice saat itu." Arkan pun kemudian melanjutkannya.


[ Iya. Seraphine, namanya memiliki arti 'Api yang menyala-nyala'. Karena itu dia memiliki temperamen yang juga meledak-ledak.]


Setelah mendengar penjelasan Euclide soal sisi lain Quennevia dan arti namanya, mereka yakin akan satu hal....


" Bukan hanya tingkah manusia. Mereka juga harusnya memberi nama yang bagus pada anaknya."


Nama anak mempengaruhi sifat anaknya. Banyak yang meyakini hal itu, dan mereka juga yakin sekarang.


Tangg..!!


Saat kemudian perhatian semua kembali kedepan sama, ketika suara keras dari tombak yang dihentakan oleh Violetine terdengar. Dan ia pun kemudian bicara...


" Mundur, pendatang! Langkahmu hanya bisa sampai disana." Suaranya terdengar tegas dan penuh penekanan, diiringi dengan ekspresi tak tergoyahkan. " Tidak ada siapa pun yang bisa masuk ketempat ini!." dia memberikan peringatan kepada siapapun yang ada dihadapannya.


[..Violetine adalah penjaga yang dipilih untuk melindungi tempat ini.]


Tidak peduli siapapun itu. Baik dewa atau bukan, tidak ada yang bisa melewatinya, dan tidak ada juga yang bisa memerintahnya. Kecuali satu orang.


Penciptanya...


Hanya Quennevia sendiri lah yang bisa memerintah Violetine.


Namun dalam hal ini, bukan Quennevia yang akan menghadapi Violetine. Tapi Ethan yang harus membuat keputusan dan mencari cara untuk bisa melewati Violetine dan pergi untuk masuk ke atas sana. Disamping itu juga, ada sesuatu yang membuat Ethan merasa konyol...


" Itu lucu... Mengapa aku perlu izin untuk datang ke tempatku sendiri??" ini adalah istananya. Tempat aslinya untuk memerintah, hanya itulah yang Ethan ketahui.


" Bukankah kau tidak sopan kepada pemilik dari tempat ini, Violetine?" Ethan berkata dengan nada sinis dan kepala miring.


Itu membuat Violetine mengangkat kepalanya dengan ekspresi tidak senang diwajahnya.


Keangkuhan. Ketika kau mengakui kepemilikan sementara kau sendiri masih belum sepenuhnya diakui.


" Tidak mau. Kau yang harus memberi jalan." Ethan sendiri tidak mau kalah.


" ...... "


Keheningan turun diantara mereka setelah Ethan mengatakan hal itu, tidak ada yang melakukan apapun dan kedua orang itu hanya saling menatap satu sama lain. Seolah sedang menilai masing-masing diantara mereka.


Orang yang pertama bergerak adalah Violetine. Dia sedikit membungkukan tubuhnya, dan kemudian menatap Ethan yang berdiri tepat dihadapannya dengan tajam.


" Kalau begitu aku yang akan membuatmu mundur."


Itu adalah kata-kata yang dikatakan oleh Violetine, dan sesaat kemudian dia menghilang dari tempatnya.


" Huh?!!"


Oscar dan yang lainnya terkejut dengan gerakan yang sangat cepat itu, tidak peduli berapa kali mereka melihat seseorang yang memiliki kecepatan tinggi. Setidaknya akan ada jejak yang ditinggalkan oleh orang itu. Namun Violetine berbeda. Dia benar-benar lenyap, seperti menghilang ke udara yang tipis. Dan dalam sekejap... dia sekarang ada disamping Ethan. Violetine mengayunkan tombaknya dengan kekuatan yang cukup besar.


Ethan sendiri belum melakukan apapun ketika itu terjadi, namun dia menatapnya...


Benar, dia menatap Violetine saat...


Clack... Trangg!!


Pedang Pemecah Hukum-nya ditarik keluar dan itu menghalangi laju dari tombak milik Violetine.


" Apa.. Apa yang terjadi??" Niu bertanya-tanya dengan apa yang dilihatnya saat ini, bukan karena pergerakan Violetine lagi, tapi...


Bahkan Oscar juga sama, " Pedangnya... bergerak sendiri??" ... Iya, kurang lebih begitu. Tapi...


[....Tidak. Itu tidak bergerak sendiri.] Euclide menyangkal hal itu.


Didepan sana, Violetine pun juga mengerutkan keningnya dengan apa yang terjadi. Berbeda dengan Ethan yang terlihat lebih santai dan tersenyum kepada nya. Violetine yang melihat nya pun sedikit tersentak, terlebih dengan gelombang energi lain yang muncul. Jadi ia menarik kembali tombaknya dan mundur untuk menjaga jarak.


Ketika itu, sebuah angin tiba-tiba berhembus ditempat itu, membawa terbang daun-daun yang berkilau dan bersinar melewati mereka. Daun dari pohon dunia.


Dan seketika itu, sosoknya pun tersibak...


" Astaga, ya ampun. Kenapa kau ceroboh begini... Ethan?" seorang pria yang memiliki rambut pirang pendek yang tidak cukup untuk menutupi lehernya. Orang yang beberapa saat lalu ditemui Ethan ditempat pohon dunia...


" Haha... Maaf, ayah."


'Felice La Syria Sheillaveteos', kaisar terdahulu Foldes. Dan ayah dari Ethan.


" Jadi kau juga ingin mempekerjakan orang yang sudah mati? Jahat sekali."


...Sekaligus satu-satunya orang selain Ethan yang bisa memegang pedang pemecah hukum itu. Ethan memang sengaja membawanya untuk saat-saat seperti ini, jadi kata-katanya memang tidak salah.


Tapi...


" Ayah, bagaimana bisa anda mengatakan hal seperti itu kepada putramu sendiri??" dia tidak ingin disalahkan.


Felice yang tahu sifat putranya pun hanya bisa menghela nafas karena itu, tidak akan ada gunanya jika dia berdebat dengannya saat ini. Karena Ethan pasti tidak akan mendengarkannya.


" Yah, aku senang setidaknya kau punya banyak teman." dan sebagai seorang ayah, tentu saja dia juga punya banyak rasa bangga dan juga penyesalan.


Bahkan Ethan tidak bisa menyangkal yang satu itu. " Aku juga merasa beruntung bisa bertemu dengan mereka." ia bahkan punya ekspresi yang sangat cerah diwajahnya mengingat itu.


Felice yang melihat putranya bisa memasang ekspresi seperti itu pun ikut tersenyum senang, " Baiklah, kalau begitu..." saat kemudian perhatian nya kembali pada Violetine. Ia pun mengangkat pedang yang dipegang tangannya saat ini, dan menunjuk kearahnya. "....Sepertinya aku yang akan jadi lawanmu sekarang, nak." ucapnya kemudian.


Violetine tidak memiliki cukup banyak reaksi, namun jelas ia memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang.


Ethan yang ada dibelakang Felice pun kemudian berinisiatif bicara dulu, " Ayah, aku akan menyerahkan dia padamu ya. Tidak ada banyak waktu tersisa, kurasa..." ucapnya yang kemudian melangkahkan kakinya berlari kearah tangga.


" Iya, baiklah." sahut Felice pula.


Violetine yang melihat Ethan pergi menuju ke arah tangga pun tidak melepaskan perhatian nya dari Ethan, ia bergerak untuk menghentikannya. Namun lagi-lagi Felice muncul dan menghalanginya.


" Sudah kubilang, aku yang akan jadi lawanmu, kan?" ucap Felice yang kemudian mengayunkan pedangnya.


Trangg..!!


Percikan muncul ketika senjata mereka kembali beradu, dimana dua kekuatan yang berlawanan dikerahkan oleh dua orang itu.


Ditempat lain, Ethan... Ia kini berlari menaiki anak tangga disana.


Jumlah seluruh anak tangga itu ada 999, dimana setiap 40 anak tangga memiliki gelombang dan hambatan yang berbeda. Mungkin karena itu, dalam perjalanan 40 anak tangga pertama, Ethan bisa melaluinya dengan mudah dan terlihat baik-baik saja.


Namun ketika ia mulai menginjak anak tangga ke 41, semuanya mulai terasa berbeda...