Quennevia

Quennevia
Memberantas penjahat



Ethan, Niu dan Oscar sudah menemukan tempat yang tepat untuk mereka berada saat penangkapan ikan (dalam artian lain) di tempat itu. Di sana bisa terlihat semua yang ada di bawah sini, dan kebetulan sekali di sana juga ada Yin yang jadi pemimpin pasukan nya.


" Pangeran, semua pasukan sudah mengepung tempat ini secara keseluruhan. Selanjutnya tinggal instruksi anda saja. " ucap Yin.


" Iya, bagus sekali. Tapi kita tunggu pertunjukan serunya dulu, setelah itu baru pasukan kita ikut bergerak. " sahut Ethan.


Yin bingung dgn kata-kata 'Pertunjukan seru' itu, " Oh, ngomong-ngomong dimana Putri Quennevia??. " tanya nya pula.


Ethan hanya menunjuk bagian dari pasar itu, namun tiba-tiba ada sebuah ledakan di tempat yang ditunjuk Ethan, serta tanaman-tanaman besar yang mengamuk di sana. Membuat orang-orang yang ada di tempat itu pun juga jadi panik melihat nya.


" Lari.. ada monster!. "


" Cepat lari!. "


Orang-orang berbondong-bondong


untuk menjauh dari sana, namun Ethan dari tempatnya langsung memberikan instruksi dan para pasukan nya itu langsung menangkap mereka semua.


Dari arah tempat tanaman itu berasal juga, ada seorang pria yang lari dengan sangat panik sambil di kejar oleh tanaman-tanaman itu.


" To... Tolong!!. " teriak pria itu.


Namun pada akhirnya pria itu tertangkap dan dibawa kembali ke arah ia pergi sebelum nya, dan di tempat itulah terlihat Quennevia yang melayang sambil mengendalikan semua tanaman itu.


Pria itu digantung terbalik dan dibawa ke hadapan Quennevia, sambil memperlihatkan raut ketakutan pria itu mencoba untuk memohon kepada Quennevia.


" To... Tolong jangan bunuh aku, a.. aku akan.. lakukan apapun. " pinta orang itu kepada Quennevia.


" Lalu... siapa yang mengijinkan mu menangkap para peri, dwarf dan juga Elf?? Mereka itu keluarga ku. Sebagai Putri dari panguasa tempat mereka berada, aku berhak untuk membalas apa yang sudah kalian lakukan pada keluarga ku. " ucap Quennevia dingin.


" A.. aku.. aku... " ucap orang itu tidak bisa berkata-kata lagi.


Jlebb....


Quennevia tidak mau lagi mendengar alasan orang itu, dan langsung saja menghabisi orang itu. Sama seperti teman-temannya yang tertusuk tanamannya itu...


********


Setelah semua orang yang ada di sana, para pasukan Kekaisaran langsung membereskan tempat itu. Quennevia juga masih ada di tempat nya tadi, sambil membebaskan para Elf, dwarf dan peri yang dikurung di tempat itu.


" Te... Terima kasih, putri. " ucap salah satu dari Elf itu, diikuti yang lainnya. Quennevia hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan itu.


Mereka cukup banyak di tangkap, dan seperti nya juga disiksa selama ada di sana. Keberadaan mereka harusnya bisa dilindungi oleh kelompok mereka sendiri, tapi mengapa mereka bisa ditangkapi begitu saja.


" Quennevia.. " panggil Niu membuyarkan lamunan nya, mereka berjalan kearah Quennevia disana.


" Apa semuanya sudah selamat??. " tanya Ethan.


" Iya, kurasa begitu. Semua yang ada di sini sudah ku keluar kan dari penjara mereka, kini tinggal mengirim mereka kembali. " sahut Quennevia menimpali.


" Caranya?? " tanya Oscar sambil memiringkan kepalanya.


Quennevia merentangkan tangannya ke arah samping, lalu tiba-tiba saja semua retakkan ruang dan waktu muncul di sana. Quennevia pun memasukkan tangannya dan menarik keluar sesuatu dari sana.


" Eh..?? " ucap Everon.


" Heh..?! " ucap ketiga temannya pula.


Melihat nya membuat mereka bertiga jadi terkejut, pasalnya yang ditarik keluar itu adalah Everon. Yang ditarik keluar pun juga sama terkejut nya dengan apa yang terjadi, padahal tadi dia sedang bersantai dengan sangat nyaman. Tapi tiba-tiba berpindah tempat..


" Quennevia?!. " ucapnya pula dengan terkejut.


Lalu seseorang pun juga memunculkan kepalanya dari portal itu, " Wihh... tempat apa ini?? gelap sekali. " ucap Wais.


" Hai, paman Wais. " sapa Quennevia dengan senyuman yang lebar.


Quennevia membeku mendengar nya, harusnya dia bilang dulu kepada mereka agar tidak memanggilnya Queen kecil saat diluar. Dan alasan nya sama seperti sekarang, yang mana Ethan dan juga Oscar berusaha untuk menahan tawa mereka.


Itu benar-benar membuat Quennevia merona malu, semoga saja mereka tidak ikutan memanggilnya seperti itu, apalagi saat di Akademi nantinya.


" Eh, tunggu sebentar. " ucap Niu tiba-tiba diantara mereka membuat semuanya terdiam, ia mendekati Wais yang ada di depan portal itu dan tiba-tiba memegang telinganya. " Ee.. telinga mu ini... sungguhan??. " ucapnya pula.


Wais pun juga jadi terkejut karena nya, sementara disisi lain Everon tertawa terbahak-bahak melihat nya.


" Ha... Niu, tolong jangan kekanakan_- " ucap Quennevia datar.


" Lalu... apa yang membuatmu menarik ku tanpa pemberitahuan seperti itu??. " tanya Everon pula menyela nya.


" Ah, iya.. " sahut Quennevia pula, ia pun mendekati Everon dan menarik lengannya agar sedikit membungkuk.


Setelah Everon menyesuaikan tingginya dengan Quennevia, Quennevia pun mulai berbisik lagi kepada Everon, dan melihat dari ekspresi yang ditunjukkan oleh nya itu sudah pasti sangat mengejutkan. Sedangkan yang lainnya penasaran dengan apa yang di ucapan Quennevia, sama seperti sebelumnya.


" Hahaha.... Baiklah jika itu berhasil. " ucap Everon pula dengan semangat, apalagi dengan senyum yang menyeramkan seperti itu.


" Oke. " sahut Quennevia sambil mengangguk, " Lalu paman Wais, bisa tolong kembalikan mereka??. " tanya Quennevia pula.


" Jangan khawatir, aku akan menjaga mereka kok. " sahut Wais, tentu saja Quennevia yakin itu.


Lalu ia pun meminta para Elf, dwarf dan peri itu untuk masuk ke dalam portal dan mengikuti Wais untuk kembali ke tempat mereka, para Elf, dwarf dan peri itu benar-benar sangat berterima kasih kepada nya. Quennevia sudah menyelamatkan mereka dan sekarang dia juga yang membuat mereka bisa kembali ke tempat kelahiran mereka.


" Baiklah, karena sekarang masalah di sini sudah selesai. Sebaiknya kita kembali ke istana untuk nanti malam. " ucap Ethan.


" Iya, ayo. " sahut Oscar dan Niu.


Mereka pun akhirnya pergi dari sana karena memang pekerjaan nya sudah selesai semua, untuk apa lagi mereka ada di sana. Quennevia juga perlu bersiap untuk malam ini menyerang Black Phantom, Everon juga sudah datang jadi ia hanya perlu memanggil Yulles nantinya.


********


Pada malam hari nya, saat anggota guild Black Phantom tengah berpesta ria di guild mereka, Quennevia muncul di atas bangunan guild mereka. Ia membaca beberapa mantra dan memunculkan ratakan dimensi ruang raksasa di atas guild itu.


Cetakkk....


Ia menjentikkan jari nya dan retakan dimensi itu bergerak turun ke bawah dengan perlahan, dalam sekejap saja bangunan guild itu lenyap tanpa sisa. Hanya beberapa orang yang tidak terlibat atau anggota baru saja yang tertinggal di sana, sambil dipengaruhi dengan kebingungan tentang apa yang telah terjadi.


Sementara dipinggiran ibukota Kekaisaran, sihir Quennevia muncul di sana bersama dengan dirinya sendiri dan juga bangunan guild itu. Sedangkan Everon, Yulles dan juga Ethan sudah menunggu di sana. Sebenarnya Ethan hanya duduk dan menonton saja.


" Dia datang. " ucap Yulles.


" Hei Yulles kecil, mau lihat siapa yang lebih banyak membunuh mereka dengan tangan??. " tanya Everon.


" Boleh saja, sudah lama juga tidak bertanding bukan Tuan Everon. " sahut Yulles menimpali.


Sedangkan Quennevia yang baru saja turun dari atap guild itu hanya memperhatikan mereka berdua yang terlihat sangat bersemangat disamping Ethan.


" Mereka sangat bersemangat ya. " ucap Ethan yang duduk sambil menyangga kepalanya.


" Iya, wajar saja sih. " sahut Quennevia ikut duduk dengan santai bersamanya, " Hei, apa aku perlu bantu??. " tanya Quennevia pula kepada Everon dan Yulles.


" Tidak, kau sudah cukup membantu dengan membawa mereka ke mari, nikmati saja pertunjukan nya. " sahut Everon yang menyahut nya.


Iya, kalau sudah begitu Quennevia tidak bisa ikut campur lagi, karena keduanya sangat bersemangat ya biarkan saja. Lagipula itu dendam mereka berdua, Quennevia hanya ikut membantu saja.


**********************************************



* Everon.