Quennevia

Quennevia
Menceritakan tentang Emilia dan Everon



Setelah Quennevia masuk ke dalam ruangan Ethan itu, nampaknya Ethan tidak begitu baik sejak kembali ke Istana, atau lebih tepatnya sejak para Nona itu berkumpul. Dia terlihat sangat tertekan sekali, dia benar-benar kacau.


" Ekhem... jadi apa kau punya waktu untuk bicara atau tidak??. " tanya Quennevia yang melihat Ethan hanya menundukkan wajahnya di atas meja.


" Ah, kau sudah di sini. Kupikir kau akan bicara dengan ku besok. " sahut Ethan sambil mengangkat kepalanya.


" Kau tidak terlihat baik. " ucap Quennevia sambil duduk di depan Ethan.


" Iya, mereka benar-benar menyebalkan. Ketika tahu saja aku kembali mereka langsung berlomba datang ke istana. " jawab Ethan menimpali.


" Haruskah aku kembali saja, lebih baik kau beristirahat?? " tanya Quennevia pula.


" Tidak, Tidak. Kau bisa cerita sekarang kok, tidak masalah. " sahut Ethan pula dengan cepat.


Sementara Ning hanya tersenyum mendengarkan pembicaraan mereka sambil menyediakan teh untuk berdua nya, lebih tepat nya ia tersenyum karena mendengar apa yang dikatakan oleh Ethan.


Sementara itu Quennevia bisa mengerti perasaan nya, sama seperti para pria yang mengiriminya banyak surat cinta sejak ia datang ke Akademi. Namun karena Quennevia


tidak mau terbebani dengan hal itu, ia langsung membakar semua surat yang isinya tidak berguna.


" Lalu... apa yang mau kau bicarakan??. " tanya Ethan membuyarkan lamunan nya.


" Oh, benar soal itu.. " ucap Quennevia menggantung, ia mengambil cangkir yang berisi teh untuk nya itu. " Aku ingin kau membiarkan ku menghabisi guild Black Phantom. " lanjut nya sambil menyeruput tehnya dengan santai.


Brukk.....


Ethan yang mendengar nya sangat terkejut, ia bahkan sampai menjatuhkan buku yang ia pegang. Ning pun sama terkejut nya dengan Ethan, bahkan saking terkejut nya dia mematung hingga tak menyadari kalau cangkir teh untuk Ethan sudah penuh.


" Ee... Ning, cangkir nya terlalu penuh! " ucap Quennevia yang malah panik dengan itu, hal itu pun menyadarkan Ning yang langsung mengangkat teko yang ia pegang.


" Maafkan saya. " ucapnya pula, sepertinya ia terkejut sekali mendengar nya.


" Jadi... apa kau akan mengijinkan nya atau tidak, jika tidak pun tetap akan kulakukan sih. " ucap Quennevia pula.


" Umm... kenapa.. anda ingin menghabisi mereka??. " tanya Ning mewakili Ethan yang masih belum sadar dari keterkejutan nya.


" Alasan nya sama seperti saat Everon menyerang Negeri ini 15 tahun lalu. Itu karena... mereka sudah membuat ibu angkat ku Emilia meninggal, dia itu sang pemimpin klan iblis bulan darah sebelum nya. " ucap Quennevia menimpali.


" A.. apa?? Tu.. tunggu dulu, menyarang pemimpin klan iblis bulan darah katamu??. " ucap Ethan pula semakin terkejut lagi.


Kekaisaran tidak mendapatkan informasi itu, apa karena klan iblis bulan darah bukan termasuk klan dalam Kekaisaran mereka, atau memang ada yang berusaha menyembunyikan nya. Namun mendengar itu tentu saja adalah hal yang sangat serius.


Klan iblis bulan darah itu adalah klan iblis yang ada di peringkat dua terkuat setelah klan ibu Ethan, yaitu klan iblis darah. Tentu saja kejadian itu akan membuat perselisihan diantara Kekaisaran dengan klan iblis itu.


" Jadi hubungan nya dengan Tuan Everon adalah.... " ucap Ning sambil memegang kepalanya yang berasa ditimpa baru besar mendengar itu, ia benar-benar pusing.


" Ibu angkat itu kekasihnya Everon, mm.... sebenernya aku juga tidak yakin mereka sudah menikah atau belum, atau dia memang ingin aku jadi putrinya atau tidak, tapi aku bermimpi


" ucap Quennevia pula membuat mereka bingung.


" Mimpi?? Mimpi apa??. " tanya Ethan.


Quennevia menutup matanya, mengingat kembali bayangan wanita cantik yang ada di dalam mimpinya.



" Aku bermimpi bertemu dengan nya, dia bilang kalau dia akan senang kalau aku jadi putri nya. " jawab Quennevia ketika ia membuka kembali matanya.


Itu mimpi paling nyata yang pernah ia rasakan, seperti ia benar-benar ada di depan wanita itu dan berhadapan langsung dengan nya. Rupanya sama seperti yang ditunjukkan oleh Everon dulu, dia sempat memperlihatkan rupa Emilia kepada Quennevia.


" Kalau begitu, apa yang mereka inginkan dari Nyonya Emilia??. " tanya Ning pula memastikan lebih spesifik.


" Jantungnya. " ucap Quennevia menimpali, sambil memegangi dadanya.


" Jantung yang dimiliki oleh ibu angkat, memiliki kekuatan untuk memberi kehidupan kedua setelah pemiliknya mati. Juga mempunyai kemampuan meregenerasi tubuh dengan sangat cepat, mereka mengincar jantung yang ada di dalam tubuhku saat ini, dan aku tidak tahu sampai kapan akan ada di dalam sini. " jelas Quennevia pula.


" Pangeran, jadi anda setuju??. " tanya Ning.


" Tentu saja, mereka sudah membahayakan kita dengan mencari masalah kepada klan iblis bulan darah, dan spirit guardian seperti Everon. Kau tidak lupa kan bagaimana kacaunya Negeri ini 15 tahun lalu. Saat itu, untung saja hanya Everon yang menyerang Kekaisaran tidak dengan klan iblis bulan darah, jika mereka ikut menyerang disaat ayah terluka seperti itu... Kekaisaran bisa saja runtuh. " sahut Ethan.


Benar, itu adalah kenangan terburuk bagi Kekaisaran Foldes, jika sampai terjadi lagi... apalagi jika klan iblis bulan darah juga ikut, Negeri mereka akan benar-benar lebih kacau dari 15 tahun lalu.


" Umm... aku berterima kasih kalau kau mau ikut, tapi aku akan mengajak Everon dan juga paman ku yang lain. " ucap Quennevia.


" Paman yang mana lagi??. " tanya Ethan pula, seperti nya dia banyak mendengar nama paman Quennevia yang berbeda-beda orang beberapa waktu belakangan, sekarang paman mana lagi yang dimaksud nya.


*******


Esok harinya, siang-siang sekali Ethan malah meminta nya dan juga Niu dan Oscar untuk mengikuti nya. Entah kemana dia akan membawa mereka, tapi rasanya mereka masuk ke sebuah gang sepi dan menurun hingga ke bawah tanah.


Gang atau... mungkin bisa dibilang jalan rahasia itu, tidak banyak dikunjungi orang berarti hanya beberapa saja yang mengetahui nya. Dan seperti nya Ethan nampak kurang senang sejak berjalan di sana.


" Kau mau membawa kami ke mana, sih??" tanya Oscar.


" Kita akan menangkap para pedagang budak. " sahut Ethan menimpali.


" Kau merencanakan nya tanpa memberitahu kami dulu, dasar Ethan bodoh. " ucap Niu kesal.


Tidak ada yang memberitahu mereka tentang ini, bahkan mereka sama sekali tidak bicara dwngan nya sejak semalam, kecuali Quennevia. Dan sekarang tiba-tiba mereka malah terlibat pemberantasan penjahat, Niu benar-benar tidak habis pikir.


" Oh, Quennevia sudah tahu kok. " ucap Ethan pula, sambil menolah kearah mereka.


Dan diikuti oleh keduanya menoleh ke belakang dimana Quennevia berada, yang ditoleh hanya mengangkat bahunya dengan santai. Niu dan Oscar hanya menatap datar, keduanya sama-sama tidak bisa di mengerti oleh mereka.


Yang satu tidak pernah terlalu peduli kepada apapun, sedangkan yang satunya aneh dalam hal apapun. Sebuah kombinasi yang sangat cocok untuk mereka.


" Ah, sebelum kita masuk lebih lanjut. Pakai topeng ini agar tidak ada yang mengenali kalian. " ucap Ethan pula sambil memberikan mereka topeng nya, " Dan sebaiknya kau ganti warna rambutmu Quennevia. " ucapnya pula.


Iya, meski tidak diberi tahu pun dia akan melakukan nya, jika ada yang mengetahui identitas nya akan sangat gawat. Di tempat ini Quennevia tidak bisa melakukan sesuatu hal dengan bebas, ada banyak orang yang menunggu ia membocorkan identitas nya.


Mereka pun masuk ke dalam sana, tidak ada yang bisa menyangka akan ada sebuah kegiatan di bawah sana. Orang-orang berlalu lalang layaknya di atas mereka, seperti sebuah kota bawah tanah, namun semua yang ada di bawah sana sangat ilegal.


" Uhh... Di sini benar-benar menakutkan, orang-orang nya juga terlihat sangat sangar. " ucap Niu berbisik pelan.


" Mau bagaimana lagi, ini kan pasar legal. " sahut Quennevia datar.


Ia tidak pernah asing dengan tempat seperti ini, dikehidupan ini ataupun sebelum nya tempat seperti ini selalu saja ada.


" Ethan, kau sudah menyiapkan pasukan mu kan. Bukankah kita akan menangkap mereka semua??. " bisik Oscar.


" Tentu saja, kita hanya perlu menjaga orang-orang yang mungkin saja kabur dari sini. " ucap Ethan menimpali.


Mereka terus berjalan menyusuri jalan yang ada di sana, sambil melihat-lihat di kanan dan kiri mereka ada banyak benda-benda aneh yang di jual di tempat ini. Rasanya memang seperti pasar biasa, tapi benda itu sudah pasti bukan hal yang baik, jika hal baik sekali pun pasti itu hasil curian.


Perhatian Quennevia teralihkan kepada suatu tempat di arah lain mereka berada saat ini, ia pun mendekati Ethan dan membisikkan sesuatu padanya.


" Hmm... Baiklah, tapi jangan sampai membunuh orang yang salah ya. " ucap Ethan sambil bercanda.


" Kau pikir aku ini siapa??. " gumam Quennevia kemudian pergi dari sana sendirian.


Sementara itu Oscar dan Niu penasaran kemana Quennevia ingin pergi, " Umm... dia mau ke mana?? " tanya Oscar.


" Menemui keluarga katanya. " sahut Ethan dengan santai.


" Memang keluarga nya ada di sini??. " tanya Niu pula.


" Entahlah. " ucap Ethan menimpali.


Niu dan Oscar hanya saling pandang saja, lalu kemudian mereka pun kembali melanjutkan jalan-jalan di tempat mengerikan dimana mereka berada sekarang.