
[Season 2]
Dahulu kala, lebih jauh dari masa awal. Dimana alam semesta masih diselimuti oleh kekacauan. Seorang Dewa lahir ditengah kekacauan itu, awal mula segalanya. Dewa kuno dan anak yang pertama lahir dari kekacauan, yang dikenal sebagai 'Dewa Awal'.
Diruang kosong, saat belum ada apa-apa selain keheningan dan kekosongan. 'Dewa Awal' kemudian membuat cahaya diudara yang tidak ada apa-apa, dan memberikan anak itu nama Euclide. Setelah cahaya lahir, kegelapan juga ikut lahir bersamanya, dia diberi nama Hades.
Dewa Awal yang melihat keduanya pun jadi khawatir, dua hal yang saling bertentangan selalu memiliki pantangan dan kekurangan, karena bisa saja keduanya jadi terpisah dan berseteru satu sama lain. Akhirnya Dewa Awal pun mengambil sedikit bagian dari tulang rusuk keduanya. Lalu, dia membuat makhluk lain dengan menggabungkan cahaya dan kegelapan bersama.
Setelah itu, dia pun memanggil anak itu sebagai 'Keseimbangan'.
Dewa Awal menyuruh ketiga anaknya untuk menciptakan dunia mereka masing-masing, yang akan mereka jaga dan awasi. Dan setelah melihat hasilnya, dia merasa puas dengan dunia ketiganya. Itu menggambarkan hubungan dan keselarasan alam semesta.
Dia pun juga berpesan kepada anak-anaknya itu, untuk saling menjaga satu sama lain, dan saling memahami perbedaan diantara mereka.
Meski begitu bukan berarti perselisihan tidak pernah terjadi. Euclide dan Hades pernah beberapa kali berseteru satu sama lain, seperti yang diramalkan oleh Dewa Awal, bahkan sampai terjadi peperangan diantara keduanya.
Akan tetapi... 'Keseimbangan' selalu muncul ditengah-tengah mereka dan menghentikan perseteruan keduanya. Sesuai yang diharapkan oleh Dewa Awal, 'Keseimbangan' menjaga kenetralan dua dunia yang bersebrangan itu, termasuk dunia nya sendiri.
Tapi bahkan untuk 'Keseimbangan', tidak seperti namanya dia tidak sepenuhnya seimbang. Kekuatan cahaya dan kegelapan itu saling mendukung dan menghancurkan, jika tidak dikontrol dengan baik 'Keseimbangan' bisa saja hancur karena kekuatannya sendiri.
Euclide dan Hades menyadar hal itu dan untuk pertama kalinya mereka memiliki perasaan serta keinginan yang sama, mereka tidak ingin kehilangan saudari mereka, karena itu mereka pun mendatangi Dewa Awal dan memohon untuk keselamatan 'Keseimbangan'.
Melihat kesungguhan keduanya, Dewa Awal pun mengabulkan permohonan itu. Dia menciptakan kembali makhluk yang hampir serupa dengan 'Keseimbangan', akan tetapi dengan kasih sayang dan kepedulian Hades dan Euclide, dia menjadi makhluk yang berbeda dari 'Keseimbangan'.
Dewa Awal menyebut anak itu sebagai 'Pendamping'. Dia lah yang akan menjaga 'Keseimbangan' dan mengendalikan kekuatan nya, serta menjadi penjaga dunia ke-4, dunia para Roh.
Dan sejak saat itu, semua nya baik-baik saja selama beberapa ribu tahun.
Tapi suatu ketika, Sang Raja Naga yang mendiami salah satu tempat didunia 'Keseimbangan' atau Dunia tengah mengamuk, dan hendak membumi hanguskan segalanya. Karena itu terjadilah perang besar yang melibatkan semua makhluk hidup dari dunia-dunia yang diciptakan para dewa, hanya untuk menghentikan Sang Raja Naga tersebut.
Dalam perang besar itu, 'Pendamping' dan banyak dewa lainnya mati mengorbankan dirinya demi melindungi dunia. Dan 'Keseimbangan' juga menghilang setelah membangkitkan satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Sang Raja Naga, sampai orang itu benar-benar memenuhi harapan 'Keseimbangan' dan mengalahkan Sang Raja Naga. Menyegelnya jauh ke pusat bumi.
Tetapi akibat perang itu sangat berbekas bagi dunia dan para dewa, jiwa 'Keseimbangan' dan 'Pendamping' menghilang entah kemana, sementara kepingan tubuh mereka tersebar kesegala penjuru dunia. Perang berhasil diakhiri, akan tetapi 'Keseimbangan' dan 'Pendamping' menghilang. Dunia milik mereka pun melayang dengan kesepian diangkasa.
Setelah itu, Euclide dan Hades hanya menatap dunia mereka yang tersisa, merasa sedih dengan apa yang terjadi kepada keduanya, dan terus menunggu dalam penantian yang amat sangat panjang untuk kelahiran mereka kembali.
Itu adalah awal mula dari segalanya, cerita tentang kelahiran para dewa dan dunia. Serta tragedi yang menimpa dunia ini.
Disamping itu, 'Keseimbangan' dan 'Pendamping' mungkin menghilang, namun bagi para manusia mereka selalu ada. 'Keseimbangan' dan 'Pendamping' disembah diberbagai tempat dengan banyak nama.
Dewi Tengah, Dhia. Dan Dewa Matahari, Aelius.
Ibu kelahiran, Desinta. Dan Dewa penjaga, Alvori.
Dewi kehidupan, Silvia. Dan Dewa keabadian, Aeturnus.
.... Namun, tidak pernah ada yang tahu siapa nama asli dari keduanya. Sebagai dua orang yang menjadi pengawas dan orang tua dari semua manusia, tidak ada satupun manusia yang tahu nama asli mereka. Sekalipun ada, mereka telah menghilang lama.. lama sekali dimasa lalu.
Mereka adalah salah satu dari empat dewa utama dan dewa kuno, serta dewa pertama yang lahir setelah Dewa awal. Dan nama asli dari kedua Dewa yang selalu dihormati oleh para manusia itu adalah.... Quennevia dan Ethan.
...************...
" Itu adalah cerita kelahiran dan alasan kami jadi seperti ini sekarang. Bagaimana, apa kalian mengerti??" Ethan bertanya kepada teman-temannya yang sebelumnya kebingungan setelah menceritakan hal tersebut.
Ia tersenyum dengan mudahnya seolah apa yang ia katakan itu hanyalah cara menanam biji kedelai. Namun bagi teman-temannya, itu adalah sebuah penipuan besar.
" Um, teman-teman...??"
" Jadi.. Sejak kapan kau ingat hal itu??" Niu jadi yang pertama bertanya disana.
Ethan merasa tidak enak dengan itu, ia tahu teman-temannya pasti merasa dibohongi selama ini. Mereka didorong untuk melalui hal sulit tanpa tahu alasan sebenarnya dari apa yang sedang mereka lakukan.
Ethan juga tahu kalau dia bukan teman yang baik untuk mereka, tapi mau bagaimana lagi... Ethan harus memenuhi salah satu tanggung jawabnya.. yang telah lama ia abaikan selama ini.
" Aku minta maaf...." dan kata-kata itulah yang keluar dari mulutnya saat ini. Ia menundukan kepalanya, ekspresi nya berubah sedih. " ...Aku mengingatnya sejak kita pergi ke laut. Jujur saja sebenarnya.. aku tidak ingin memberitahu kalian. Aku berniat menggunakan air dari sungai alam baka untuk menghapus ingatan kalian soal kita yang pergi ke dunia bawah. Itu agar kalian tidak terlibat terlalu jauh dengan para dewa, tapi setelah melewati semua ini, aku mulai berpikir kalian berhak tahu yang sebenarnya. Jadi aku membiarkannya..." ucapnya kemudian.
" Kau tahu kau tidak perlu berbohong, Ethan. Kami bisa menerima apapun." Arkan pun menyahutinya disana, ia tahu Ethan juga menanggung penderitaan yang sama dengan Quennevia meskipun tidak secara keseluruhan. Ia juga tahu kalau dia melakukan itu untuk melindungi mereka, tapi tetap saja dia kecewa. " ...Bukankah kita ini teman?" rasanya jadi hanya dia seorang saja yang merasa seperti itu.
" Justru karena kita teman..." Ethan menjeda kata-katanya, saat kemudian ia pun menatap teman-temannya sekali lagi. "...Aku tidak ingin kehilangan kalian." lanjutnya pula. Dengan sebuah senyuman menahan air mata diwajahnya.
Itu adalah ekspresi yang tidak pernah mereka lihat, melihat hal itu dari Ethan menegaskan hal yang benar-benar jelas dan langsung dimengerti oleh mereka semua.
Sebuah ekspresi yang berkata 'Aku tidak apa-apa' dan kata-kata yang ia ucapkan, Ethan berusaha menanggung semuanya sendirian. Entah itu kesulitan, kepedihan dan rasa bersalah. Ethan berniat menerima semua itu sendirian.
Ethan mengangkat kepalanya menatap langit, " ...Jalan didepan akan sangat sulit, takdir yang kacau akan membawa kembali perang suci dari masa lalu ke masa kini dan masa depan. Lalu bencana yang sebenarnya akan lepas dari segelnya. Kami telah kehilangan terlalu banyak sebelumnya,... karena itu kami tidak ingin kehilangan apapun lagi." ucapnya.
" Kami harus membawanya kembali, awal paling awal dari tragedi yang memicu perang. Dan itu adalah tujuan sebenarnya dari pengorbanan yang dilakukan oleh tiga dewa dan penguasa hutan, dalam pertaruhan hingga menanggung resiko kepunahan total...." Mendengar penjelasan Ethan itu semuanya mendengarkan dengan seksama, " ...Itu adalah..." dan Euclide yang ada diantara mereka pun menutup matanya. " ....Untuk membangkitkan kembali Dewi Dunia Tengah."
Itu adalah tujuan utama semuanya, kebangkitan Quennevia sebagai Putri Empat Dunia hanyalah alibi sekaligus awal. Yang sebenarnya ingin mereka lakukan, adalah membangkitkan ibu dari Dunia Tengah itu sendiri.
Itu memang hal baik, dan tentu saja kebangkitannya dapat mencegah kehancuran. Tapi Oscar dan yang lainnya masih bingung, kenapa Quennevia jadi awal dari perang dimasa lalu?
"Jadi apa kau ingin bilang kalau perang suci terjadi karena Quennevia?" Meliyana mempertanyakan hal itu dengan begitu serius, karena jika benar, itu akan masuk akal dengan alasan kenapa dia mendapat hukuman dewa.
[Tidak..] Namun Euclide menyangkal hal itu, dan itu kembali membuat mereka bingung. [Benar Quennevia adalah awalnya, tapi yang dimaksud awal disini. Adalah orang yang menciptakan 'penyebab' tragedi itu. Dan Quennevia jadi penuntun akhirnya juga.] ucapnya.
Itu artinya ada orang lain yang melakukan itu, sementara Quennevia menjadi pencipta sekaligus penuntun akhir dari perang. Ada orang lain... yang seharusnya mendapatkan hukuman itu, bukan Quennevia.
Siapa itu?
Teman-teman Ethan memiliki pertanyaan yang sama dalam benak mereka, namun tidak ada yang mengeluarkan kata-kata itu dari mulut mereka. Saat Euclide kemudian berkata kembali...
[Sebenarnya dia hanya anak polos yang tidak tahu apapun.... Sayangnya dia menanggung takdir yang kejam.]
" Haah... Astaga." Oscar merasa pusing dengan semua informasi tidak jelas ini, dan dia juga tidak mengerti dengan kronologisnya. Namun yang pasti, ia yakin... ada orang yang jadi penyebab, dan Quennevia adalah orang yang menciptakan penyebab itu. Entah itu baik atau tidak, mereka akan tahu seiring berjalannya waktu.
" Kita pikirkan saja itu nanti, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanyanya yang kemudian mengalihkan percakapan memusingkan ini.
" Oh benar, ujianku." Ethan pun teringat dengan hal itu berkat Oscar.
Ia berjalan lebih dekat ke sebuah tangga dibelakang pantung dirinya ditempat itu, itu anak tangga yang cukup banyak. Ada sekitar... 1000 anak tangga.
Awalnya tidak sebanyak itu, tapi mungkin karena ini adalah tempat dimana ia berusaha sebelum kebangkitan pasti nya dia harus bekerja keras.
" Dia hanya perlu menaiki tangga itu untuk sampai kedalam kan?" Yuki bertanya tentang hal itu, karena hal tersebut memang sudah terlihat jelas.
[Iya, tapi tidak akan semudah itu.] Dan Euclide pun menyahutinya seperti itu.
Dan seperti yang dikatakannya, hanya beberapa langkah lagi Ethan sampai dianak tangga pertama. Ada sesuatu yang muncul ditempat itu.