Quennevia

Quennevia
Perginya Quennevia



" Ha.. Haha... Hanya karena hal itu, mereka membuat Murphy ku pergi meninggalkan ku selamanya...?? Tidak akan pernah kumaafkan... " gumam Quennevia yang masih bisa didengar oleh mereka yang ada di sana.


Disaat itu masih ditemani oleh keheningan setelah pembicaraan mereka, tidak ada yang bicara lagi di tempat tersebut. Para prajurit yang tadi ada di sana sudah pergi sedari tadi setelah kedatangan Lecht, seolah tahu jika mereka akan membicarakan hal serius.


" Quen.. Quennevia, bisa kau jelaskan hal ini?? " tanya Lecht.


" Maaf, seperti nya... aku harus menunda penjelasan itu kali ini. " ucap Quennevia sambil tersenyum kepada Lecht.


Ia pun langsung mengeluarkan sayap yang ia sembunyikan selama ini, dan terbang pergi dari sana meninggalkan mereka yang bingung dengan apa yang terjadi dan juga ketika melihat jumlah sayap yang ia miliki.


" Quennevia!. " panggil Ethan yang langsung mengikuti Quennevia, tetapi ia tertahan karena tiba-tiba ada sebuah pembatas yang mengelilingi rumah itu.


Ethan yang juga menunjukkan sayapnya di sana, menyebabkan mereka semakin terkejut+bingung bagaimana bisa seperti itu.


" Apa-apaan itu?!! Mereka manusia atau malaikat, sih?? " tanya Arkan yang tidak percaya melihat nya.


" Jumlah sayap yang mereka miliki tidak wajar, mereka mengekstrak darah makhluk apa??. " tanya Jino pula yang sama terkejut nya.


" Tidak, kurasa itu bawaan dari lahir. " ucap Oscar yang sudah tahu lebih awal bersama Niu.


" Apa?!. " teriak mereka pula sambil menoleh kearah Oscar yang tadi bicara.


Oscar sih hanya bisa menutup telinga nya karena itu, apalagi mereka yang berteriak tepat di dekat telinga nya. Harusnya kan tidak perlu se-terkejut itu sampai harus berteriak, karena dia tepat ada di sana. Di samping itu karena Ethan yang tidak bisa lewat bahkan dengan pakasaan, ia pun turun kembali kearah teman-teman nya.


" Yue, bisa kau hancurkan penghalang itu??. " tanya Ethan dengan panik.


" Hei, kau harus memberi kami penjelasan tentang sayap kalian itu!. " ucap Sayles yang penasaran, dan yang lainnya sih setuju-setuju saja.


" Lain kali saja senior, setelah kita membawa Quennevia kembali. Aku yakin dia akan pergi ke kerajaan Frids, untuk membantai mereka. " sahut Ethan.


" Apa?!!. " Lagi-lagi mereka berteriak seperti itu hingga membuat Ethan harus menutup telinga nya seperti Oscar sebelumnya.


Seperti nya kali ini mereka banyak terkejut dengan hal-hal yang tidak terduga, yang tidak mungkin mereka sadari jika tidak melihat atau mendengar nya secara langsung.


" Aku setuju, jika dia memang pergi menuju kerajaan Frids. Maka kita harus menghentikan nya, aku belum selesai bilang kalau kerajaan itu dibangun dengan latar belakang klan Retia. " sahut Haika yang bangkit dari duduk nya di sana.


" Ap... " belum selesai mereka kembali berteriak, malah sudah dihentikan oleh Lilac.


" Jangan berteriak lagi, jika tidak akan ku penggal kalian semua!!" ancam nya, membuat yang mereka langsung bungkam seketika.


" Jadi Yue... " ucap Ethan pula sengaja menggantung kata-kata nya.


Yue yang masih bersama mereka hanya menoleh dengan santainya kearah mereka...


Pooff....


Ia pun tiba-tiba berubah ke bentuk manusia nya, sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


" Penghalang itu dibuat oleh Master dengan energi nya sebagai penguasa hutan, aku tidak bisa menghancurkan apa yang dibuat olehnya. Lebih tepatnya tidak boleh. " ucap Yue dengan tenang.


" Lalu sekarang bagaimana??. " tanya Niu yang malah ikut panik.


" Benar, jika kita tidak segara menghentikan Quennevia, dia bisa dalam bahaya. " ucap Meliyana pula menimpali.


Yang lainnya pun jadi ikut murung karena tidak bisa melakukan apa-apa, apalagi sekarang adalah saat-saat yang sangat genting.


Lalu tiba-tiba Yue pun bicara kembali, " Aku kan hanya bilang aku tidak bisa, bukan berarti aku tidak tahu orang yang bisa. " ucap Yue, membuat mereka kembali bersemangat.


" Kalau begitu siapa orang itu, bisakah kau langsung memanggilnya??. " tanya Kian.


Yue hanya menganggukkan kepalanya, ia pun kemudian duduk di sana dan mulai menggumamkan sebuah mantra. Seketika muncul dua lingkaran sihir di depannya, dan dari lingkaran sihir itulah muncul dua orang yang salah satunya di kenal Ethan.


" Entahlah. " sahut Yuki yang ada di samping nya.


" Kenalan nya kali. " ucap Arkan pula.


Yang satu memiliki rambut merah dan yang satunya memiliki rambut panjang berwarna biru. Iya siapa lagi kalau bukan Everon dan juga Mice, Yue bisa memanggil mereka kapanpun saat Quennevia tidak terkendali atau terkena masalah, karena mereka sudah menandatangani kontrak sebelumnya.


" Apa-apaan ini, baru beberapa tahun saja rumah ini sudah hancur lebur begini!. Dan lagi kau... kenapa memanggil saat banyak orang begini?!. " tanya Everon ketika ia membuka matanya.


Apalagi mereka yang ada di sana (- Ethan) menatap Everon dan Mice dengan raut terkejut, sudah pasti bahkan Meliyana yang sudah pernah melihat Everon pun kembali terkejut, apalagi saat Mice juga ikut ada di sana.


" Berisik, Kadal tua. " ucap Yue datar.


" Rubah sialan!. " ucap Everon kesal, padahal sudah tidak ada lagi yang memanggilnya begitu.


" Pffttt... " sementara Mice hanya menutup mulutnya agar tidak tertawa, tapi tetap saja di tatap tajam oleh Everon.


" Dan lagi... kenapa harus si ular yang kau panggil juga, kenapa tidak si guguk atau si ikan saja!!. " protes Everon pula karena Yue memanggil Mice.


Yue sendiri hanya menutup telinganya saja karena tidak mau mendengar ocehan dari Everon. Yue sudah terbiasa dengan hal itu tetapi tetap saja dia tidak akan pernah mau mendapatkan hal tidak berguna itu.


" Everon, kau masih saja berisik. " ucap Ethan yang ikut bicara dengan tampang santai, mencoba untuk tidak terlalu panik tetapi tetap. tidak melupakan masalah yang tengah di hadapi.


" Berisik kau bocah Foldes, kalau bukan karena Quennevia sudah ku cincang kau. " geram Everon pula ketika melihat Ethan.


" Woy, serius sedikit ada masalah besar!!. Kalian harus membawa kembali kak Quennevia, pokoknya harus jika tidak akan aku penggal kalian!!." teriak Arissa dengan sangat marah menyadarkan mereka dengan masalah yang tejadi. Dan kenapa kata-kata nya hampir mirip dengan Lilac ya....


" Arissa, Arissa tenang oke. " ucap Lecht menenangkan.


" Apa yang terjadi kepada Quennevia??. " tanya Mice pula langsung bertanya.


" Tuan Mice, Quennevia sedang marah besar karena Murphy meninggal akibat penyerangan kediaman Arkharega. Dan saat ini dia tengah menuju ke kerajaan Frids untuk membalas perbuatan mereka. " ucap Yue akhirnya menjelaskan.


Setelah dari tadi di sibukan dengan Everon yang terus mengomel tidak berhenti karena dipanggil dengan Mice dan karena ia melihat Ethan.


" Apa?!! Kenapa tidak bilang dari awal?!. " tanya Everon pula, kemudian ia pun menoleh kearah Ethan lagi dengan tajam. " Bukankah sudah kubilang kau harus menjaga Quennevia, hah?!! " ucapnya dengan tatapan membunuh. Sementara Ethan hanya mengalihkan perhatian nya agar terhindar dari tatapan mematikan itu.


" Tidak ada waktu, sekarang juga kita harus pergi. " ucap Kian.


" Yaudah ayo!. " sahut Everon pula hendak pergi.


" Tunggu. " namun Mice menarik kerah belakang nya sampai Everon tercekik, " Gak liat ada pembatas apa??. " ucap Mice pula.


Mendengar itu Everon pun baru sadar setelah ia melihat sekeliling nya, padahal dari tadi dia ada di saja bersama dengan mereka.


" Lah, itu bocah nyusahin aja dah. Hancurin sana. " ucap Everon kepada Ethan.


" Karena kami tidak bisa menghancurkan nya, makanya kalian di panggil. " sahut Yue datar.


" Oh, gitu ya. " timpal Everon yang di angguki oleh yang lainnya biar cepat, " Ular, kau yang hancurkan. " ucapnya pula.


Mice hanya mengangguk kan Kepala nya saja, dan langsung meluncur ke atas pembatas itu. Yang mana langsung membuatnya hancur berkeping-keping, Ethan dkk terkagum-kagum melihat nya, hanya satu kali serangan dan langsung berhasil.


Setelah itu Everon, Ethan, Haika dan jangan Lupa Lecht juga ikut, langsung terbang mendekati Mice yang masih di atas sana. Mereka pun langsung pergi untuk menyusul Quennevia yang mungkin sudah pergi jauh, atau bisa saja sudah sampai di tempat itu.


Semantara Arissa tetap di sana untuk menunggui Jason dan yang lainnya yang masih belum sadarkan diri sejak tadi, meskipun ia khawatir dengan Quennevia tetapi kekuatan nya tidak akan terlalu membantu di pertarungan seperti itu.


...*********...


" Note : Disini cara mereka terbang beda-beda ya, ada yang menggunakan cara mengekstrak darah spirit yang bisa terbang seperti Quennevia sebelumnya. Ada juga yang menggunakan sayap dari kekuatan spiritual mereka, biasanya sayap spiritual lebih transparan dan warna nya terlihat sesuai kekuatan apa yang mereka miliki, semantara sayap yang dari ekstrak dari darah hewan spirit selalu menyerupai sayap hewan yang diekstrak darahnya."