Quennevia

Quennevia
Berakhir Sudah



Sejak kemarin Ethan terus mencari-cari Quennevia, ia sama sekali tidak menemukan nya dimana pun. Ethan harus segera menjelaskan hal itu kepada Quennevia agar dia tidak salah paham lagi, namun ia kehabisan akal harus mencarinya kemana, mungkin kah Quennevia memiliki teknik untuk membuat dirinya tidak terlihat.


Ethan terus termenung di ruangan miliknya saat ini, perhatian nya tertuju ke luar jendela sana. Saat ini hujan kembali turun dengan derasnya di luar sana, membuatnya malah semakin gelisah saat memikirkan Quennevia.


Ethan pun bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pintu keluar, ia hendak mencari Quennevia lagi siapa tahu sekarang dia akan menemukan nya. Namun baru juga ia membuka pintu ia harus dikejutkan dengan kehadiran Beatrice di sana.


" Apa yang kau lakukan disini, Beatrice??. " tanya Ethan acuh sambil menutup pintu ruangannya itu.


" Aku ingin bicara dengan mu. " sahut Beatrice dengan wajah yang terlihat serius, sementara Ethan yang mendengar nya hanya menarik salah satu alisnya ke atas. " Apa.. kau benar-benar mencintai Quennevia??. " tanya Beatrice.


Ethan langsung mengkerut kan alisnya mendengar itu, " Pertanyaan bodoh macam apa itu?? Tentu saja aku mencintai nya, bahkan sangat. " jawab Ethan.


" Tapi... Tapi aku juga mencintai mu, kenapa kau tidak pernah menganggap perasaan ku itu??. " ucap Beatrice dengan wajah sedih.


" Aku tidak memiliki perasaan seperti itu padamu sejak awal, aku sudah menganggap mu sebagai adikku sendiri dan perasaan itu tidak bisa diubah. Sekarang tolong berhenti menganggu hubungan ku dengan Quennevia lagi. Akan lebih baik bagimu segera pergi dari Akademi ini sebelum semuanya semakin parah. " sahut Ethan.


Beatrice yang mendengar jadi sakit hati, dia tidak bisa terima jika Ethan lebih mencintai wanita lain dari pada dirinya. Andai saja dulu dia tidak menghilang, Ethan pasti sudah bersama dengan dirinya. Padahal pemikiran nya itu sangat salah.


" Jika... aku tidak mendapatkan mu, maka orang lain juga tidak ada yang boleh. " gumam Beatrice pula.


Ia dengan tiba-tiba menarik Ethan dan mencium bibirnya, bahkan Ethan sendiri terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Beatrice. Ia pun langsung mendorong nya untuk melepaskan ciuman itu.


" Apa yang kau lakukan?!. " ucap Ethan membentak Beatrice.


Sruukk...


Namun perhatian nya teralihkan ketika mendengar suara itu, membuat dirinya semakin terkejut lagi melihat siapa yang ada di sana. Tentu saja Quennevia yang tadinya ingin minta maaf kepada Ethan, namun ia malah melihat hal tidak mengenakan seperti itu.


Hatinya berdenyut semakin sakit melihat hal itu, lebih sakit dari pada kemarin, rasanya seperti dicabik-cabik oleh pisau tak terlihat. Bahkan air mata pun tak bisa lagi ia bendung, semua keyakinan yang ia percayai sesaat sebelum nya hancur dengan begitu mudah nya.


Quennevia pun langsung berlari pergi dari sana, sama seperti kemarin, pergi dari hadapan Ethan sambil menangis. Ia mulai berpikir betapa menyedihkan dirinya selama ini, mengharapkan sesuatu yang mungkin memang tidak seharusnya ia dapat kan dikehidupan manapun.


" Qu-Quennevia!. " panggil Ethan pula yang langsung mengejarnya sebelum ia kehilangan jejak Quennevia seperti kemarin.


Sementara dibelakang nya, Beatrice yang lagi-lagi ditinggalkan sendiri disana... kini ia tersenyum puas melihat hal itu terjadi. Ia sudah tahu kalau Quennevia akan datang, jadi ia melakukan hal itu untuk membuat keinginan nya menjadi kenyataan.


Disisi lain, Quennevia berlari keluar dari bangunan sekolah itu, menembus hujan deras yang membasahi dirinya. Ia mulai menyesali semua nya, semua hal yang ia anggap sebagai kebahagiaan yang fana itu. Dulu ia kehilangan orang yang ia cintai karena menyerah karena hidupnya dan tidak percaya pada harapan, tapi sekarang orang yang ia cintai lah yang malah menghancurkan harapan nya itu. Ia tidak tahu lagi apa yang lebih menyakitkan dari pada hal itu.


" Kenapa...hiks.. Kenapa semuanya jadi seperti ini?? Kalau saja dari awal aku tahu akan ada perempuan yang muncul kembali di hidup Ethan, mungkin aku bisa menyerah akan dirinya lebih awal.. hiks.. Betapa menyedihkan nya aku." batin Quennevia.


Quennevia yang berlari sambil menangis itu berhasil dihentikan oleh Ethan, ia menarik tangan Quennevia dan memintanya untuk berhenti.


" Quennevia, berhenti. Aku bisa menjelaskan nya!. " ucap Ethan terdengar seperti memohon.


Namun Quennevia langsung menepis tangannya itu, " Jangan sentuh aku!!. " teriak Quennevia.


" Quennevia dengarkan aku, itu tidak seperti yang kau lihat dan pikirkan. " ucap Ethan pula.


" Sudah cukup!! Aku tidak mau mendengar nya lagi, aku sudah pernah bertanya kepadamu sebelumnya, untukmu... aku dan Beatrice itu apa?! Namun kau menjawab nya dengan penuh keraguan.. dan sekarang.. sekarang kau memperlihatkan jawaban mu yang sebenarnya!!. " ucap Quennevia pula histeris.


" Tidak mau, aku sudah muak mendengar semua alasan mu!! "


Membuat Ethan tak tahu harus bagaimana untuk menenangkan Quennevia, dia sudah terlalu salah paham dan ia bahkan tidak mau mendengarkan ucapannya sama sekali. Dia tidak akan percaya jika ia menjelaskan nya, namun ia tidak mau melihat Quennevia sakit hati seperti itu.


Sampai saatnya... Ethan malah mendengar kata-kata yang sangat menyakitkan dan mengejutkan dari bibir mungil Quennevia itu.


" Jika kau benar-benar lebih mencintai Beatrice...hiks, itu tidak masalah untuk ku. Aku akan melepaskan mu sekarang, hiks... untuk kebahagiaan mu, hiks... walau pun itu artinya membuat diriku sendiri menderita sepanjang sisa hidupku sekali pun.....


Kau tahu Ethan, dulu separuh dari jiwaku pergi ke dunia lain karena kemunculan Seretia yang masuk ke dalam tubuhku. " Quennevia akan mulai menceritakan semua tentang nya kepada Ethan.


Mendengar hal tersebut membuat Ethan tersentak, " Dunia... lain??. " ucapnya pelan.


" Iya, dunia yang lain. Dunia yang adalah tempat asal Kagura dan Guren atau kau lebih mengenalnya sekarang sebagai Lorenzo. Juga tempat seseorang yang berhasil menempati hatiku sebelum dirimu, namanya adalah Kirito. Tapi... Tapi aku kehilangan nya, karena aku memilih untuk menyerah atas hidupku setelah diburu oleh seluruh dunia karena sebuah pengkhianatan. Aku melepaskan nya begitu saja, padahal aku belum sempat mengatakan kepadanya nya... Bahwa aku mencintainya.


Didunia itu, aku mati. Tetapi aku kembali bersatu dengan diriku yang sesungguhnya didunia ini, lalu... Bertemu dengan dirimu. Kupikir mungkin aku bisa membuat hidup yang baru jika bersama dengan mu, meski jika aku tidak bisa melupakan Kirito sekali pun, selama ada kau itu akan baik-baik saja, aku ingin bisa terus bersama dengan mu. Itulah... Yang kupikirkan.


Namun sekarang.. Sekarang aku sangat menyesal, aku berharap jika waktu itu aku benar-benar mati saja. Tapi di saat yang sama aku tidak rela meninggalkan mu, tidak rela meninggalkan orang yang begitu aku cintai. " ucap Quennevia panjang lebar, dan menangis sejadi-jadinya.


Quennevia tahu apa yang ia katakan itu tidak akan bisa diterima oleh orang lain begitu saja, karena tidak mungkin manusia bisa melakukan hal tersebut. Namun nyatanya... dia bukanlah manusia dan kejadian nya memang seperti itu, selanjutnya terserah Ethan saja mau percaya atau tidak kepadanya


Sebenarnya Ethan tidak terlalu terkejut juga mendengar nya, ia sudah pernah mendengar Quennevia yang membahas dunia lain waktu ia bicara dengan ibunya di asrama dulu. Ethan tadinya hanya ingin mengajak Quennevia ke suatu tempat, namun ia urungkan ketika mendengar hal itu.


Tadinya ia berpikir Quennevia mungkin membicarakan tentang dunia spirit atau semacamnya, dan bukan tentang hal yang ia bicarakan sekarang. Namun ternyata ia salah.


" Andaikan..., jika sebenarnya aku adalah beban untuk mu, jika sebenarnya aku ini bukan siapa-siapa bagimu. Aku bisa menyerah sekarang, dari pada berharap sesuatu yang tidak mungkin bagiku. Aku bisa mencari cara untuk membuat Beatrice tetap ada di sisi mu selama yang kau inginkan, dan membuatmu melupakan kalau aku pernah ada. Jika dengan begitu kau bisa lebih bahagia.... Itu tidak masalah. " ucap Quennevia pula yang membuat Ethan sampai tak habis pikir mendengar nya.


" A... Apa yang sedari tadi kau katakan itu, kenapa kau harus menderita hanya karena memikirkan hal seperti itu?!. " tanya Ethan sambil mencengkram bahu Quennevia.


" Karena memang itulah... Yang selama sini kau harapkan bukan??. " sahut Quennevia.


" Jangan katakan hal-hal bodoh seperti itu!! Aku... yang kubutuh kan itu kau, yang ku inginkan itu kau. Kenapa kau ingin orang lain menggantikan dirimu??. " ucap Ethan pula semakin mencengkram erat bahu Quennevia.


Ethan tidak akan pernah menerima hal itu, bahkan jika Quennevia pergi ke sisi laki-laki lain sekali pun dia tidak akan membiarkan nya begitu saja. Ethan sangat mencintai nya, dia tidak akan pernah membiarkan nya pergi dari sisi-nya.


Namun Quennevia malah lagi-lagi menepis tangannya itu, " Lalu... Lalu kenapa kau berciuman dengan nya, kenapa kau lebih membelanya. Jika kau memang mencintainya pergi bersamanya sana dan jangan pedulikan aku!! Ayo kita akhiri semua ini!!. " ucap Quennevia, membuat Ethan terdiam sejenak.


" Quennevia, apa... Apa maksud perkataan mu??. " tanyanya pula ketika mendengar kata-kata terakhir Quennevia itu.


" Ayo kita akhiri hubungan yang menyesakan ini, ayo kita berhenti berjalan bersama disini. Mulai sekerang jangan anggap aku sebagai kekasih mu lagi, selama nya!!. " teriak Quennevia dengan lantang.


Ia pun kembali berlari pergi dari sana, meninggalkan Ethan yang masih tidak bergerak di tempat nya setelah mendengar kata-kata nya itu.


" Tidak mungkin.... Harusnya tidak seperti ini!!" gumam Ethan, ia menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi.


Ethan tidak tahu lagi apa yang ia rasakan, sakit, sedih, marah dan juga bingung semuanya bercampur jadi satu. Adakah sesuatu yang lebih menyakitkan dari pada apa yang ia rasakan saat ini.