Quennevia

Quennevia
Kesadaran Sirius, Putri Dewa Naga Air Mice.



Tiba-tiba saja Beatrice mendapatkan serangan dari Yue, membuat sesuatu orang mematung ditempat tidak percaya.


" Kalau begitu kau saja yang menggantikan Ethan untuk mati. " ucap Yue pula tanpa belas kasihan.


Sementara itu Beatrice berusaha untuk bangkit kembali, luka nya tidak terlalu parah karena ia sempat menggunakan pelindung meski sedikit terlambat. Dan pelindung itu bisa mencegahnya mendapatkan luka yang lebih parah dari itu.


" Memangnya apa... yang membuat ku atau Ethan pantas mati?? Jika bukan karena dia lemah, dia juga tidak akan sesedih itu, kan!!. " teriak Beatrice pula malah ikut marah seperti Yue.


" Diam! Diam! Diam!! Memangnya kau tahu apa tentang Master?! Kau sama sekali tidak tahu.... Apapun!!. " bantak Yue pula.


Yue semakin marah lagi, ia pun melompat kearah Beatrice untuk menyerangnya lagi. Namun dia harus terhenti karena para tetua membuat penghalang disekitarnya nya, dan mencoba untuk mengikat Yue menggunakan rantai sihir.


" Sudah hentikan!! Kita akan mendengarkan semua penjelasan terlebih dahulu, kemudian menyelesaikan hal ini!. " ucap Tetua Kara.


" Aku tidak mempercayai nya!! Waktu itu juga... Waktu itu juga dia berkata seperti itu, dia berusaha membuatku percaya kalau dia akan menyelesaikan nya baik-baik, kalau semuanya akan selesai dengan baik. Pada akhir dia malah mati... Dia malah mati di tangan perempuan keji itu!! Master ku, keluarga ku, Sahabat ku, Satu-satunya alasan ku untuk hidup... Dia malah harus mati di tangan Beatrice!!!. " teriak Yue semakin marah dan marah lagi, disaat yang sama ia juga harus merasa sedih.


Jika dilihat dengan lebih jelas lagi, saat ini pun Yue meneteskan air matanya, Yue memberontak sekuat tenaga nya untuk bisa lepas dari ikatan rantai para tetua itu. Disaat yang sama orang-orang yang ada di sana termasuk Beatrice sendiri bertanya-tanya apa maksud Yue, namun sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal tersebut.


Rooarrr.....


Yue pun kembali meraung, raungannya yang memekakkan telinga dan dipenuhi oleh kebencian itu bahkan bisa menghancurkan pelindung dan rantai sihir yang telah dibuat oleh para tetua itu. Setelah terbebas Yue pun mengangkat satu kakinya tinggi-tinggi berusaha untuk menyerang Beatrice kembali yang masih tidak fokus karena raungannya tadi, sampai....


" Yue. "


Suara yang memanggilnya dengan lembut itu menghentikan niat Yue untuk menyerang Beatrice, membuat mereka yang ada di sana pun sedikit bernafas lega melihat nya.


Disaat yang sama Yue pun langsung menoleh mendengar itu, " Hahh?!.. Master?!. " ucapnya.


" Quennevia!. " ucap Yuki pula.


Perhatian nya tertuju kepada seorang gadis yang tengah melayang di atas sana, begitu pula dengan yang lainnya, apalagi Ethan yang memang sangat ingin melihat nya. Yue pun kembali ke tubuh manusia nya, masih menatapi sosok gadis itu, Quennevia.


Quennevia sendiri diatas sana, dia pun ikut menatapi orang-orang yang ada di bawahnya itu dengan wajah tanpa Ekspresi. Entah kenapa.. tapi dia terasa bukan seperti dirinya, apalagi jika dilihat dari warna matanya yang biasanya berwarna hijau terang sekarang berubah menjadi berwarna biru seperti lautan.


" Master, apa yang kau... Tidak, bukan. Kau bukan Master... " ucap Yue kelihatan terkejut dan bingung disaat yang sama.


" Heh?!!. " sahut semua orang pula terkejut mendengar nya.


" Itu benar-benar kau... sungguh... Itu kau bukan, Sirius?!. " ucap Yue dengan ekspresi wajah yang kini agak sulit diartikan, ada rasa senang, sedih, dan juga bingung di wajahnya.


Sementara Ethan dan teman-temannya itu bertanya-tanya siapa orang yang dimaksud oleh Yue, para tetua malah lebih ke terkejut mendengar nama itu.


" Sirius?? Sirius yang itu, kah??. " ucap tetua Rouen dengan wajah yang sangat terkejut.


" Eh, siapa, siapa?? Siapa itu Sirius??. " tanya Arkan yang tambah kebingungan dengan semua hal mengejutkan yang sebelum nya terjadi.


" Dia adalah.. salah satu dari orang penting di masa lalu, alasan mengapa sebuah kerajaan jadi rata dengan tanah dalam semalam karena kematian nya. " ucap Kepala Akademi.


" Benar, dia adalah Putri dari Dewa Naga Air. Sang Naga Biru, Mice.... Sirius. " lanjut tetua Bima pula.


" Lalu... kenapa Yue bilang Quennevia itu Sirius?? Apa maksud nya jiwa Sirius ada di dalam dirinya juga, sama seperti Seretia begitu??. " tanya Niu pula.


Disisi lain saat ini, situasi antara Ethan, Beatrice dan Yue masih sama, yaitu memandangi Quennevia yang ada di atas sana. Meski Yue bilang dia Sirius itu sama sekali tidak terlalu penting bagi mereka, yang paling penting bagi mereka adalah... orang yang ada di atas mereka itu adalah orang yang paling penting bagi dua diantara mereka. Sementara yang satu lagi menganggapnya sebagai hambatan.


" 200 tahun waktu yang lama ya, tidak kusangka kalau kau masih mengingat ku. Bahkan sampai bisa mengenali ku meskipun dengan wujud seperti ini hanya dalam sekali lihat. " ucap Quennevia atau... mungkin dipanggil Sirius saja saat ini ya.


" Bagaimana mungkin aku melupakan mu, kau yang sudah membawaku kembali dari kegelapan. Kau yang menunjukkan kepada ku kalau masih ada hal yang disebut harapan itu, kau... yang jadi satu-satunya keluarga ku setelah pembantaian itu. " ucap Yue sambil menangis.


Disisi lain Sirius pun tersenyum, " Aku senang kau berpikir seperti itu, namun... yang harus kau temani saat ini bukanlah aku, tapi Quennevia bukan??. " ucapnya.


" Iya, karena itulah aku melakukan ini. Semuanya... hanya untuk Master. " jawab Yue.


" Akan tetapi,... apa kau benar-benar yakin jika ini yang diinginkan nya?? " tanya Sirius yang membuat Yue tersentak.


Akhirnya Yue mengerti mengapa jiwa Sirius mengambil alih saat ini, karena Quennevia yang tenggelam dalam kesedihan juga masih bisa mengetahui apa yang terjadi di sekitar nya, tapi dia tidak bisa menyelesaikan nya. Makanya dia memanggil kesadaran Sirius yang selama ini tertidur didalam dirinya, untuk menghentikan apa yang telah dia lakukan.


" Aku yakin kau tahu. Quennevia mencintai Ethan, karena itulah dia tidak ingin Ethan terluka. Untuk itulah dia memanggil kesadaran ku agar menghentikan mu, karena dia tidak bisa melakukan nya sendiri. Yue, kau sendiri tahu bukan siapa yang ada di dalam diri Ethan. " ucap Sirius, namun Yue hanya terdiam.


" Dia juga adalah orang yang sangat berharga untuk ku, Karena itulah aku bersedia membantu nya menghentikan mu. Jika saja dia orang lain aku juga akan setuju dengan apa yang kau lakukan saat ini, itu karena aku... tidak, karena kami berdua adalah orang yang sangat egois. Aku juga, Quennevia juga. " ucap Sirius.


" Meskipun begitu aku... tidak akan pernah bisa memaafkan perempuan itu. " ucap Yue, ia menoleh kebelakang sambil menatap Beatrice dengan tajam, membuat Beatrice sendiri terkejut melihat nya. " Karena salahnya, Kau mati. Dan saat ini...karena salahnya pula, Quennevia tenggelam dalam kesedihan nya. " ucap Yue pula.


" Kenapa kau terus menyalahkan ku?!! Memangnya apa yang aku lakukan sampai kau sebenci itu padaku, dari tadi kau terus saja beromong kosong tentang diriku!!. " ucap Beatrice tidak terima.


" Memangnya kau sendiri, apa yang kau tau?!! Karena dirimu, orang-orang disekitar pun jadi menderita, terutama Sirius dan Quennevia. Mereka satu orang yang sama yang kau sakiti di dua waktu yang berbeda, memangnya orang yang sudah mati tahu apa?!! Kalau kau sudah mati, mengapa tidak diam saja seperti orang mati!!. " bentak Yue pula.


Kali ini ucapannya tepat sekali, orang yang sudah mati seperti Beatrice kenapa malah mempermainkan hidup orang lain yang masih hidup. Namun Beatrice malah tercengang sendiri mendengar nya, dia merasa kalau dirinya itu belum mati makanya ia membantah ucapan Yue.


Namun apa yang dikatakan oleh Sirius selanjutnya lebih penting bagi mereka semua dari pada masalah hidup atau tidak nya Beatrice saat ini.


" Yue, keberadaan ku disini hanya sementara. Sudah waktunya aku kembali tertidur, jika aku terlalu lama mengambil alih tubuh ini, Nevia tidak akan pernah bangun lagi selamanya dalam jurang kesedihan. " ucap Sirius tiba-tiba.


" Ke.. Kenapa?? Masih banyak hal yang ingin aku katakan padamu. " ucap Yue dengan tidak rela.


" Seharusnya jiwaku saat ini sudah bersatu dengan Nevia, dengan begitu pula Quennevia benar-benar bisa terlahir dengan sempurna kedunia ini. Dan Reinkarnasi yang menyakitkan dan saling bertolak belakang itu akan berakhir, akan tetapi ada sesuatu yang membuat penyatuan dua jiwa itu tidak berhasil. Kau tahu kan kehidupan ku dan juga Nevia sebenarnya hanya untuk menghidupkan satu orang yang menguasai dua sisi dari dunia. Jika aku terus memaksakan tetap seperti ini disaat yang tidak tepat ini, jiwa Nevia akan musnah, dan jika jiwa Nevia musnah, maka eksistensi Quennevia tidak akan pernah bisa terlahir kedunia ini. Hal itu sama saja dengan kehancuran dunia, karena Quennevia adalah kunci.. untuk menghentikan kembalinya dan juga menghilangkan keberadaan Seretia seutuhnya. Untuk selamanya!. " jawab Sirius.


Itu benar, selama ini Yue terus temani oleh Nevia yang juga bagian dari Sirius, dan meraka berdua adalah Quennevia yang harusnya lahir kedunia. Keduanya adalah dua orang yang berharga bagi Yue, jika Sirius dan Nevia benar-benar bersatu maka tuannya yang sebenarnya benar-benar akan terlahir kembali.


Tubuh Quennevia yang dipakai Sirius itu pun perlahan-lahan mulai jatuh, membuat yang melihat nya pun terkejut.


" Aku selalu... akan selalu ada di sisi mu, Yue. " ucapan terakhir Sirius.


" Quennevia!!. " ucap Ethan dan yang lainnya dengan sangat amat terkejut.


" Master!!. " teriak Yue pula.


Yue pun langsung melompat untuk menangkap tubuh Quennevia yang tidak sadarkan diri itu, karena berusaha mempertahankan kesadaran Sirius cukup lama Quennevia sampai kehilangan banyak tenaga.


Yue merasa bersyukur karena tidak ada masalah apapun lagi kepada Quennevia, dia juga tahu Sirius akan terus ada di samping nya. Sebagai Quennevia dalam kesadaran mana pun, sampai Quennevia yang sebenarnya benar-benar terlahir.


Ia pun kemudian berdiri sambil membawa tubuh Quennevia dalam gendongan nya, kemudian ia pun menoleh kepada Ethan dan bicara sesuatu kepada nya terlebih dahulu. Setelah nya Yue pun membawa kembali Quennevia ke menara, meninggalkan orang-orang yang masih berdiam diri di tempat mereka, kecuali Beatrice yang memang sudah pergi untuk merenungkan semua perkataan Yue sebelumnya.