Quennevia

Quennevia
Bertemu Misika



Setelah itu, Ethan dan yang lainnya pun keluar dari kediaman Quennevia, diluar sana sudah ada Niu dan juga Oscar yang tengah menunggu mereka sambil mengobrol dengan Ryan dan juga Ace. Mereka langsung mengalihkan perhatian kepada Ethan dan yang lainnya setelah melihat mereka keluar.


" Akhirnya keluar juga. " ucap Oscar kepada mereka.


" Eh, Quennevia di mana??. " tanya Niu ketika ia tidak melihat kehadiran nya.


" Dia bilang mau pergi bersama Tuan Haika terlebih dahulu, dia akan menyusul nanti. " sahut Yuki.


" Iya, kurasa putri ingin menghabiskan waktu bersama kakaknya, bukankah Tuan Haika juga selalu saja membicarakan putri saat dia tidak ada. " ucap Ace dengan senyum lebar.


" Ah, kau ini.. Mana mungkin hanya karena itu, kau tidak ingat kalau Tuan Haika itu terkadang selalu di acuhkan dan di jahili oleh putri dulu. Iyah, meskipun aku yakin itu salah cara nya mengungkapkan rasa sayangnya. " sahut Ryan pula.


Dan setelah Ace pikirkan lagi, ucapan Ryan memang benar...


Ethan pun kemudian menimpali juga, " Kurasa kalian berdua benar, Quennevia ingin menghabiskan waktu dengan kakaknya yang sudah lama tidak ia ganggu. " ucap nya.


" Yasudah, kalau begitu ayo kita pergi ke tempat pertama untuk libur kita. " ajak Meliyana pula dengan semangat.


Yang lainnya mengangguk setuju dengan nya, mereka tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini jadi mereka langsung memulai jalan-jalan itu. Selama mereka masih ada di Chrysos mereka tidak akan melewatkan tempat-tempat menarik yang bisa di kunjungi.


***


Sementara itu di tempat lain, Quennevia dan Haika masih berjalan-jalan menuju tempat Misika berada. Masih dengan Haika yang menggendong Quennevia, dia tidak mau turun sampai mereka sampai di tempat ibunya. Benar-benar manja.


Sementara itu Freea berjalan di depan dan Zeze yang ada di balakang, entah kanapa tapi Zeze terlihat terganggu dengan Quennevia yang digendong oleh Haika itu.


" Kenapa aku merasa tidak suka, ya??. " batin Zeze sambil terus menatap mereka.


Ia juga tidak mengerti hal itu, karenanya ia mulai berpikir sangat keras untuk mendapatkan jawabannya. Hingga tidak memperhatikan jalan, saat Haika dan Freea berhenti ia masih terus berjalan sambil memikirkan hal itu, ia jadi tidak menyadari kalau ada kolam di depannya.


" Gyaa... " teriak Zeze dan...


Byurrr.....


Dia benar-benar jatuh ke dalam kolam itu, sedangkan Freea, Haika maupun Quennevia hanya memperhatikan nya tanpa memperingati nya.


" Pffttt... " Quennevia bahkan sangat ingin terbahak-bahak melihat nya, tapi ia coba untuk menahan nya.


Kepala Zeze pun akhirnya kembali timbul ke permukaan, " Huah.... Astaga, ya ampun. Siapa yang menaruh kolam di sini. " gerutu Zeze dengan sangat kesal karena hari ini ia sudah jatuh dua kali.


" Kolamnya memang ada di sini sejak awal. " ucap seseorang pula yang tiba-tiba muncul di belakang Zeze, Aqua. Mendengar nya Zeze hanya mendengus kesal karena dia jadi basah setelah masuk ke kolam.


" Bibi Aqua, aku kembali. " teriak Quennevia pula sambil melambaikan tangannya.


" Hai, Queen kecil. Siapa yang kau bawa??. " sahut Aqua pula.


" Kakakku. " jawab Quennevia.


Aqua hanya menganggukkan kepalanya sambil ber-oh ria, Quennevia pun turun dari gendongan Haika. Ia berjalan lebih dekat ke kolam dan bertanya.


" Bibi, apa kau tahu di mana ibu??. " tanyanya.


" Oh, Misika ada di pohon waktu. " jawab Aqua.


" Pohon waktu itu apa??. " tanya Haika yang bingung mendengar itu pertama kalinya.


" Loh, bukannya itu pohon willow biasa ya. " ucap Quennevia pula datar.


" Hei, pohon willow yang ada di tempat itu disebut pohon waktu oleh para spirit, entah karena apa tapi itulah yang kami percayai. " ucap Aqua pula menimpali.


" Apa Queen kecil ingin pergi ke sana??. " tanya Freea menengahi.


Yang dibalas anggukan oleh Quennevia, semantara Haika masih memproses apa yang mereka bicarakan sedari tadi. Dia benar-benar bingung dengan semua yang ada di sana dan apa yang mereka bicarakan.


" Kalau begitu baiklah ke atas daun lotus di sana, kemudian kau tahu apa yang harus di lakukan bukan??. " ucap Freea kemudian.


" Eh?? Keatas daun besar itu??. " tanya Haika memastikan hal itu.


" Iya. " dan Quennevia pun menganggukan kepalanya membalas itu.


Mereka pun bersiap-siap dan akirnya melompat ke atas daun lotus itu, Haika agak kesulitan menjaga keseimbangan karena ini pertama kalinya dia berdiri di atas daun sebesar itu, apalagi di bawahnya adalah kolam. Sementara itu Quennevia tengah sibuk merapal sebuah mantra, tidak lama setelah itu, daun itu mulai bergerak dan meluncur naik ke atas dengan sangat cepat.


" Arghhh!!. " teriak Haika yang kaget dengan itu


Disamping itu Quennevia, " Wiiiii... " sangat kegirangan hanya karena hal itu.


Tidak berlangsung lama, akhirnya mereka sampai di bukit paling atas dari kolam di bawah. Quennevia langsung melompat turun dari daun itu dengan sangat senang karena mendapatkan hiburan, sedangkan Haika benar-benar masih terkejut karena hal itu.


" Duh, ya ampun kakak. Kenapa kau gemetar seperti itu??. " tanya Quennevia.


" Kenapa masih bertanya, tentu saja karena aku terkejut! Kau tidak memberitahuku terlebih dulu untuk bersiap, tapi langsung membuatku terangkat dengan sangat ekstrim seperti itu. Bagaimana jika kita jatuh?!. " ucap Haika sambil mengelus dadanya berusaha menenangkan diri.


" Pfftt... tenang saja, jika kita jatuh para peri yang menangkap kita. " sahut Quennevia..


Haika hanya menghela nafasnya mendengar itu, seperti nya Quennevia terlalu sering bermain hal-hal mengejutkan hingga terbiasa, bahkan sampai menganggap kalau hal itu menyenangkan.


" Baiklah, baiklah. Sekarang kita kemana??. " tanya Haika pula mengalihkan pembicaraan.


" Oh, kita masuk ke dalam pohon besar itu. " ucap Quennevia sambil menunjuk pohon di depannya yang sangat sangat besar, " Karena dalamnya lebih besar lagi jadi jangan sampai tersesat ya kak. " ucap Quennevia pula.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam pohon itu bersama.



***********


Disaat yang sama di kota, Ethan dan yang lainnya tengah berkeliling kota Kekaisaran untuk mengisi waktu mereka. Mereka telah mencoba beberapa tempat dan melihat-lihat di sana, banyak hal menarik yang bisa ditemui.


Disamping itu Ethan yang berjalan di belakang mereka terlihat lebih banyak melamun hari ini, iya sudah pasti dia memikirkan tentang apa yang ia katakan kepada Quennevia. Dia benar-benar pusing karena memikirkan hal itu.


" Hei, ayolah bersemangat sedikit. Kau ini sedari tadi diam saja. " ucap Oscar yang berjalan di samping nya.


" Ah, iyah. Entahlah, aku tengah merasa bingung. " sahut Ethan.


" Memangnya ada apa??. " tanya Oscar pula.


" Pernahkah kau... mengatakan sesuatu yang terdengar aneh di depan seorang perempuan??. " tanya balik Ethan.


Oscar memikirkan nya cukup serius, " Hmm... Kalau hal seperti itu sih aku sering, kau tahukan aku selalu bersama dengan Niu. Dan terkadang aku selalu keceplosan dan mengatakan hal-hal aneh padanya. " ucapnya.


" Memangnya kau mengatakan apa kepada siapa??. " tanya Oscar pula yang malah jadi penasaran.


Ethan diam sebentar, " Aku... mengatakan hal yang agak memalukan.. kepada Quennevia. " akhirnya dia pun mengucapkan nya sambil menutupi wajahnya yang sangat malu itu dengan kedua tangannya.


Oscar diam sebentar mendengar itu, dia tidak sedang bermimpi saat Ethan mengatakan itu. Ia benar-benar dibuat sulit untuk percaya kalau hal seperti terjadi? itu akan terjadi kepada seorang Ethan, apalagi dia mengatakan nya kepada Quennevia, namun di saat yang sama ia juga ingin tertawa tapi ia tahan.


" Se.. serius?? Memangnya apa yang kau katakan??. " tanya Oscar lagi sambil tersenyum kikuk.


" Aku mengatakan hal aneh, secara tanpa sengaja aku malah menyatakan perasaan ku. Aku tidak tahu lagi apa yang dia pikiran tentang diriku saat ini. " ucap Ethan.


Oscar mematung tidak percaya mendengar nya, apa dia saat ini salah mendengar apa yang diucapkan Ethan, tentu saja tidak karena dia ada di samping nya saat ini, itulah perkataan yang ada di kepala Oscar.


Dia pun malah jadi ikut pusing mendengarkan nya, jika ia yang mengatakan nya ia pasti akan langsung kabur dan tidak akan terlihat selama beberapa waktu setelah memberikan surat penjelasan kepada perempuan yang mendengar hal itu.


Tapi Oscar rasa tidak mungkin hal itu terjadi diantara Quennevia dan Ethan, lagipula mereka berdua saling menyukai hanya saja keduanya terlalu canggung untuk mengungkapkan perasaan masing-masing, jika sudah begini menurutnya lebih baik langsung kan saja hubungan mereka. Itulah yang ia pikirkan, Oscar memilih untuk tidak ikut campur saja biarkan Quennevia dan Ethan yang menyelesaikan hal ini.


" Iya, seperti itu lebih baik. Berjuanglah Ethan!. " batin Oscar sambil memberi semangat kepada sahabatnya itu.