
Besok paginya, saat hari baru saja di mulai, Quennevia tengah berjalan ke tempat ia belajar hari ini. Ditengah perjalanan itu, ia berpapasan dengan Ethan yang selama ini terus mengabaikan nya.
" Hai, Quennevia. Kudengar kau..... " sapaan Ethan yang belum juga selesai.
Tapi Quennevia menghiraukan nya dan terus berjalan dengan mata yang kelihatan kosong, bahkan tidak melirik nya sama sekali. Ethan pun langsung saja mengejarnya karena dia mengacuhkan nya, ditambah raut wajahnya yang terlihat gelisah seperti itu membuatnya sangat khawatir.
" Quennevia, ada apa?? Apa kau punya masalah??. " tanya Ethan pula sambil berjalan mengikuti Quennevia dengan wajah cemas.
" Aku tidak apa-apa. " jawab Quennevia singkat.
" Kau yakin?? Kau kelihatan pucat. " ucap Ethan pula.
" Aku-... Hah?! " ucap Quennevia yang terpotong, saat ia merasa kalau kekuatan gelap bergejolak dalam tubuhnya. Ia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dengan rasa sakit yang mengiringinya.
" Hei, kau yakin? " tanya Ethan lagi, ia mengulurkan tangannya mencoba menyentuh Quennevia, namun Quennevia menepis tangannya.
" Aku baik-baik saja! Apapun yang terjadi padaku, kurasa itu bukan urusan mu! " sahut Quennevia, kemudian ia pun langsung pergi dari sana dan masuk ke gedung utama Akademi.
Sementara Ethan berhenti di tempat nya dengan bingung dan terkejut karena reaksi Quennevia, " Ada apa dengan nya, ya?? " gumamnya.
" Kau benar-benar tidak menyadari nya??. " tanya Yue yang tiba-tiba muncul di depannya.
Ia malah jadi ikut kesal seperti Quennevia karena Ethan benar-benar tidak peka, padahal ia pikir mungkin saja ia akan mengerti saat diacuhkan balik oleh Quennevia.
" Master itu sedang marah, apa kau tidak tahu??. " tanya Yue lagi.
" He... Kenapa dia marah??. " ucap Ethan malah bingung sendiri.
" Moh, ya ampun. Bagaimana bisa Master menyukai orang tidak peka seperti mu, Master itu marah karena selama beberapa hari terakhir ini kau mengacuhkan nya. Dan dengan bodohnya lagi kau membohongi nya seolah-olah kau sibuk dengan berbagai alasan! " jelas Yue panjang lebar agak emosi.
" Eh, jadi dia tahu kalau aku tidak sibuk?! " tanya Ethan lagi dengan sangat terkejut.
" Kau pikir master itu bodoh apa?? Telinga Master lebih tajam dari pada manusia biasa, bahkan suara yang jaraknya 1 kilometer dari sini pun bisa ia dengar jika ia mau. " sahut Yue.
Ethan terperangah mendengar itu, padahal bukan begitu maksudnya. Yue sendiri, dia benar-benar kesal bicara dengan Ethan, jika saja dia orang lain mungkin saja Yue sudah ******* nya sejak beberapa hari lalu.
" Ditambah master selama ini seperti selalu diganggu sesuatu, dia bahkan tidak tidur karena terus dihantui mimpi buruk selama ini. Itu membuatnya kesulitan mengontrol emosi dan kekuatan nya. Seolah hanya sedang menunggu waktu yang tepat... " ucap Yue lagi, ia kini mulai pusing harus melakukan apa.
" Apa?? Dia tidak tidur, lalu siapa yang mengganggunya??. " tanya Ethan dengan sedikit berteriak.
" Mana ku tahu, jika aku tahu sudah kulumat habis dia sejak dulu!!. " teriak Yue pula dengan sangat sangat kesal.
***
Setelah bicara dengan Yue waktu itu, Ethan benar-benar jadi gelisah sekarang, harusnya dulu ia tidak membohongi Quennevia. Dia kan paling benci di bohongi, tapi dia malah dengan sengaja melakukan nya.
" Haahhh.... Kan bukan begitu maksud ku. " ucap Ethan sambil menghela nafas nya, dia benar-benar frustasi sekarang.
Sampai-sampai teman-teman sekelasnya yang melihat nya seperti itu pun merasa aneh dengan Ethan, tidak biasanya Ethan yang selalu tersenyum bahkan saat sedang malah jadi murung.
" Eh... Quennevia tidak datang lagi ya. " ucap teman sebangkunya.
" Lagi??. " tanya Ethan pula yang terkejut.
" Iya, dia jarang masuk beberapa hari terakhir. Kudengar juga dia sudah pindah ke manara barat. " ucap temannya itu.
" Menara barat?! Kenapa dia ada di sana?!. " ucap Ethan pula yang ketinggalan informasi tentang hal itu.
" Kau belum tahu?? Yah, jadi ketua murid memang selalu sibuk sih, kurasa kau terlalu fokus kepada satu hal hingga tidak memperhatikan hal yang lain. " ucap temannya itu pula.
Ethan sih hanya menatap teman sebangku nya itu datar, meskipun ia memang begitu kan tidak perlu sampai mengatakan nya terang-terangan seperti itu.
" Baiklah, cukup menggodaku dan beritahu saja. " ucap Ethan.
" Hehe.. Baik, baik. Jadi ya... Dari rumor yang kudengar, Quennevia pindah ke menara isolasi itu atas kemauannya sendiri. Mereka bilang kalau Quennevia akhir-akhir ini tidak bisa menahan kekuatan nya yang besar, jadi demi mencegah hal yang tidak diinginkan dia pindah ke sana sebelum ada yang terluka. " jelas temannya itu.
" Kekuatan yang meluap tidak bisa dikendalikan?? Itu tidak mungkin, aliran mana dalam tubuh Quennevia baik-baik saja. Bagaimana bisa... Kekuatan nya jadi tidak terkendali??. " batin Ethan memikirkan itu.
*****
Ia berjalan menuju ke menara barat tempat Quennevia sekarang, ia sudah mengetuk pintu di sana beberapa kali namun sama sekali tidak ada yang menyahuti nya. Apakah Quennevia belum kembali?? itulah yang ia pikirkan.
Ethan pun berbalik hendak pergi dari saja, namun langkah nya terhenti ketika melihat Quennevia yang berjalan kearahnya. Quennevia berjalan sempoyongan dengan tatapan yang lebih kosong dari sebelum, ditambah dengan raut wajah yang sangat pucat itu semakin membuat Ethan khawatir.
" Quennevia!. " panggilnya yang langsung berlari menghampiri nya.
Quennevia yang mendengar nya mengangkat kepala nya dan melihat Ethan yang berlari menghampiri nya itu, namun sesaat kemudian raut wajah Quennevia pun berubah jadi seperti kesakitan.
Ia memegangi kepalanya dan mulai terhuyung, beruntung Ethan langsung menangkapnya jika tidak Quennevia sudah jatuh.
" Quennevia! Hei, ada apa??. " tanya Ethan sembari memeluk Quennevia dengan penuh kekhawatiran.
" Uhh... Sakit.. Berhentilah berebut tempat dengan ku!. " gumam Quennevia yang masih bisa didengar oleh Ethan, sambil berusaha menahan rasa sakit itu.
" Berebut tempat??. " ucap Ethan pula yang bingung.
Saat Yue pun muncul kembali di pundak nya, " Seretia tengah berusaha mengambil alih tubuh Master, itu membuat Master merasakan sakit yang teramat sangat. " ucap Yue panik.
" Hah?! Lalu apa yang harus kita lakukan??. " tanya Ethan yang jadi ikut panik.
" Tidak ada. " jawab Yue dengan tenang, meskipun sebenarnya dia sangat khawatir melihat Quennevia yang kesakitan seperti itu. Ethan yang mendengar nya pun hanya bisa terdiam, " Itu adalah hal yang harus Master sendiri atasi, kita tidak bisa ikut campur dalam hal ini. " ucap Yue pula.
" Tapi... tidak mungkin kita biarkan begitu saja bukan??. " tanya Ethan pula.
Ia tidak tega melihat Quennevia yang kesakitan seperti itu, apalagi dengan dirinya yang tidak berdaya seperti sekarang. Jika saja ia bisa, ia berharap bisa mengalihkan rasa sakit itu kepada dirinya, biar dia saja yang menanggungnya menggantikan Quennevia.
Yue yang melihat nya begitu khawatir pun bisa mengerti hal itu, ia jadi memikirkan sesuatu yang dulu ia pernah lakukan juga.
" Mungkin saja... ada satu cara. " ucap Yue.
" Benarkah?? Apa itu??. " tanya Ethan dengan cepat.
" Aku bisa berusaha menekan jiwa Seretia, tetapi... itu adalah hal yang berisiko. Jika cara ini gagal maka jiwa master yang malah akan tersegel, dengan begitu Seretia bisa mengambil tubuhnya dengan leluasa. Jika saja itu terjadi, maka kita harus membuat tubuh ini tidur untuk waktu yang lama. " jawab Yue.
" Itu tidak masalah, jika belum dicoba tidak akan tahu bukan. Biar aku yang mencegah nya mengambil tubuh Quennevia saat kau berusaha menekannya. " sahut Ethan.
Yue pun menghela nafas pelan, " Baiklah, kita pergi keluar Akademi terlebih dahulu. " ucap Yue pula, yang langsung diangguki oleh Ethan.
********
Di sisi lain, Beatrice yang sedang ingin menemui Ethan pun berjalan-jalan sendirian di lingkungan Akademi, dia sudah pernah dikenalkan dengan semua yang ada di Akademi itu sih jadi tidak ada orang yang terlalu terkejut saat melihat nya.
Yang ada malah para pria yang menatapnya dengan terpesona, dia gadis paling cantik setelah Quennevia menurut mereka. Beatrice sudah mencari Ethan ke tempat nya yang biasa tapi tidak ada, jadi ia pun berusaha mencarinya di tempat lain. Namun ia hanya bertemu dengan teman-temannya saja.
" Semuanya, apa kalian melihat Ethan??. " tanya Beatrice.
" Ethan?? Hm.. Dia tidak masuk kelas yang tadi, jadi kami tidak tahu dia pergi ke mana. " jawab Oscar.
" Begitukah. " sahut Beatrice pula kelihatan kecewa.
" Mungkin dia sedang menemui Quennevia, kau tahu kan beberapa hari terakhir mereka tidak terlihat bersama. Sudah seharusnya sebagai sepasang kekasih, mereka harus menghabiskan waktu bersama seberapa sibuknya pun. " ucap Meliyana, sambil menekankan kata 'Kekasih' saat membicarakan nya.
" Ah, kau benar. " ucap Niu pula menimpali, ia setuju dengan maksud Meliyana.
" Kekasih??. " gumam Beatrice pelan.
Saking pelan nya sampai tidak ada yang mendengar apa yang ia ucapkan, sementara itu Yuki yang sedari tadi diam saja hanya menatap Beatrice. Ia merasa ada yang salah dengan keberadaan gadis bernama Beatrice ini, sejak ia datang banyak hal yang berubah di sekitar mereka, dan kebanyakan adalah hal buruk.
" Ha.. Bukankah itu Ethan??. " ucap Ryohan pula tiba-tiba, membuat semua orang langsung menoleh kearah yang ditunjuknya.
" Kau benar, itu Ethan. Apa dia sedang menggendong Quennevia, kemana mereka akan pergi??. " ucap Arkan pula yang bertanya-tanya saat melihat Ethan, Quennevia dan Yue melintas di atas mereka.
Yang lainya pun sama ingin tahu seperti nya, karena Ethan terlihat sangat terburu-buru untuk pergi dari saja. Tapi mereka tidak bisa pergi dari Akademi begitu saja tanpa izin seperti Quennevia, dan Ethan pula yang langsung menghilang dengan cepat setelah nya.