Quennevia

Quennevia
Cerita singkat dari masa lalu.



Keesokan harinya adalah hari dimana Ethan dan yang lainnya akan pergi mencari bahan-bahan untuk membuat tubuh baru bagi Quennevia. Karena jiwa Quennevia itu spesial, tidak seperti Kagura dulu dia memerlukan beberapa hal penting untuk melengkapi pembuatan tubuh itu. Yang mana hal-hal itu adalah benda yang sangat sulit didapatkan, bahkan bisa dibilang mustahil bagi orang biasa.


Tapi karena Ethan dan yang lainnya sudah membulatkan tekad, mereka tetap akan melakukannya bahkan jika itu memiliki resiko yang besar.


" Baiklah, semuanya kami akan berangkat. " ucap Niu setelah berpamitan kepada Misika dan yang lain pula.


" Iya, Berhati-hatilah kalian, ya. " sahut Misika.


" Jangan khawatir soal keamanan ditempat kalian, aku dan Haika yang akan mengurus nya. " ucap Yulles.


" Benar. " ucap Haika pula menimpali.


" Kalau begitu tolong ya. " jawab Oscar.


" Jangan memaksakan diri ya, mintalah bantuan jika kalian mengalami kesulitan. " ucap kepala Akademi.


" Semuanya cepatlah kembali ya!. " ucap Kagura pula sambil melambaikan tangannya kepada mereka, padahal dia sangat ingin ikut. Tapi apalah dayanya jika dia sudah sampai dipelototi oleh Aqua dengan tajam.


Ethan dan yang lainnya pun balas melambaikan tangannya kepada Kagura, dan mereka pun berangkat untuk mencari benda-benda itu. Ygritte sudah memberitahukan apa saja yang perlu mereka dapatkan untuk Quennevia.


" Bocah. "panggil Everon kepada Ethan. Tentu saja Ethan yang tahu untuk siapa panggilan itupun langsung menoleh kearah Everon. " Kali ini.. Pastikan untuk melindungi Quennevia, jika dia sampai terluka lagi.. Maka bersiaplah kepala mu itu akan kuberikan kepada Emilia. " ucap Everon dengan wajah serius.


Ethan yang mendengar nya pun tersenyum, " Iya, serahkan saja padaku. " jawab nya dengan percaya diri.


Disisi lain, Ygritte yang melihat kepergian Ethan dan yang lainnya itu dari atas menara Quennevia, dikejauhan itu pun hanya tersenyum melihat semangat mereka.


" Seperti nya, aku tidak perlu mengkhawatirkan Quennevia lagi. Lagi pula dia... Dikelilingi oleh teman-teman yang sangat menyayangi nya. " gumam Ygritte.


Dan saat itu, dimulai lah perjalanan Ethan dan yang lainnya, dalam upaya menyelamatkan Quennevia.


**** Ygritte pov


- Cerita masa lalu..


Kali ini, biarkan aku menceritakan sebuah kisah, kisah tentang awal mula semua kejadian saat ini. Kisah kecil yang berasal dari masa lebih dari 2000 tahun yang lalu...


Diwaktu itu, perang antar manusia masih sering terjadi di berbagai tempat. Bau darah, teriakan dan juga dentingan dari senjata mereka seolah menggema di seluruh benua, sebuah perang yang sia-sia dan hanya menyisakan korban jiwa dan luka bagi berbagai pihak. Keserakahan manusia yang membuat mereka mampu melakukan apapun, membuatku punya kekhawatiran terhadap para spirit dan makhluk lainnya yang hidup di dunia ini.


Diriku yang kala itu masih menjadi penguasa bagi mereka memiliki kewajiban untuk melindungi keselamatan mereka, meski aku tidak bisa berada di berbagai tempat pada waktu yang sama ketika saat-saat yang penuh kekacauan itu terjadi. Aku pun memutuskan untuk mengangkat murid yang bisa kupercaya untuk membantu ku menjaga keseimbangan dibenua ini, meraka yang sampai saat ini disebut sebagai Spirit Guardian.


Sang naga api, Everon. Naga air, Mice. Pegasus malam, Zeze. Kupu-kupu cahaya, Freea. Elang coklat, Azel. Srigala bumi, Wais. Dan yang terakhir adalah Aqua, duyung yang kutemukan di sisi pantai Kekaisaran Foldes. Iya, dia berasal dari sana, satu-satunya spirit yang berbeda dengan yang lainnya.


Kuajari mereka pengendali sihir dan kekuatan elemen mereka masing-masing, tidak kusangka mereka cepat belajar dalam hal-hal yang ku beritahukan.


" Ayo, Everon! Apakah kau ingin dikalahkan oleh Mice lagi??. " (Ygritte)


" Graahh... Kau sangat menjengkelkan, orang tua!!. " (Everon)


Buk.. Duakk...


" Hei, sudah kubilang bersikap lah sopan kepada Guru!!. " (Aqua)


" Ghahaha.... " (Ygritte)


" Ukh... Lalu apakah kau perlu memukulku seperti itu?!!. " (Everon)


" Apa?? Mau berkelahi??. " (Aqua)


" Siapa takut?!. " (Everon)


...Seperti biasa nya Everon dan Aqua selalu berkelahi, dan Freea yang lah yang mencoba menghentikan meraka. Disisi lain Ygritte hanya tertawa dan teman-temannya yang lain hanya menonton dengan tenang....


" Tu-Tunggu, kalian berdua! Hentikan!!. " (Freea)


" Ah-ha... Mulai lagi tuh. " (Wais)


" Fufu... Aku bertaruh Aqua yang akan menang. " (Azel)


" Aqua yang terhebat!! >< " (Zeze)


...Sama sekali tidak ada yang berniat untuk memisahkan kedua nya kecuali Freea, bahkan Ygrette sekalipun....


" Apakah mau diakhiri??. " (Mice)


" Haha... Jangan, biarkan saja meraka seperti itu. Aku juga ingin melihat mu sekali-kali berkelahi dengan Everon. Tapi seperti nya kau tidak akan bisa seperti Aqua dan Everon. " (Ygritte)


Seiring berjalannya waktu, entah berapa lama waktu yang berlaku begitu saja saat itu. Aku juga memiliki seorang Putri dari orang yang kucintai membuatku benar-benar sangat bahagia, meskipun istriku harus tiada setelah nya. Tetapi ia memberikan harta yang sangat berharga padaku, nama yang kuberikan kepada nya adalah nama yang sama dengan nama istriku, Misika. Dan Misika pun tumbuh besar bersama dengan para murid ku dengan baik dan saling membantu satu sama lain.


" Ayo, Ayo. Everon, bawakan aku apple itu!. " (Misika)


" Dasar, kau kan bisa mengambil nya sendiri. " (Everon)


" Tidak mau, karena ada Everon jadi kau saja yang ambil!!. Hmph!!. " (Misika)


Kemudian para suatu waktu salah satu muridku yang sekarang di kenal sebagai Dewa naga air, Mice. Yang dulu suka dengan ketenangan dan kesendirian secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pendeta suci bernama Shuri.


" Siapa kau??. " (Mice)


" Ah!! Maaf, aku... aku tersesat apakah kau tahu jalan untuk kembali??. " (Shuri)


Pertemuan dari dua orang yang tidak terduga itu, memunculkan perasaan suka kepada satu sama lain seperti melewati waktu bersama. Hal tersebut menunjukkan masa depan yang samar, bahkan diriku sendiri tidak bisa menebak seperti apa jalan takdir mereka berdua. Setelah itu, yang kutahu adalah kelahiran putri Mice dan pendeta suci itu, Sirius.


Mice membawa Sirius yang masih bayi itu kembali ke 'world borders', tepat di jantung hutan York. Ada sebuah gerbang menuju dunia lain, yang mana itu adalah tempat tinggal Misika dan para Spirit Guardian, sebenarnya itu adalah perbatasan dunia spirit.


" Shuri sudah.. tiada. Dia terbunuh dan hanya Sirius yang selamat karena kekuatan sucinya. " (Mice)


" Memangnya apa yang terjadi di sana??. " (Ygritte)


" Peperangan... Semua orang di tempat itu dibunuh, tidak ada... yang selamat. " (Mice)


" Mice.. " (Misika)


Mice ingin membesarkan Sirius disana, dan aku sama sekali tidak punya alasan untuk menolak itu. Apalagi ketika melihat kalau Sirius mendapatkan berkah dan kasih sayang dari dewa, maka dia memang harus dilindungi dari segala marabahaya yang akan mengincar nya. Aku sendiri pun terkejut melihat nya karena dia akan menjadi 'orang itu', dan kekuatan nya begitu besar hingga tidak boleh jatuh ketangan yang salah.


Akan tetapi Sirius tidak bisa menggunkan kekuatan itu dan malah tersegel dengan sendirinya di dalam tubuhnya, tubuh dan kekuatan nya kuat tetapi perasaan nya lemah. Sirius tidak suka bertarung apalagi membunuh, dia lebih senang dengan sesuatu yang damai, aku tidak bisa memaksa nya melakukan apa yang tidak ia inginkan.


Beberapa tahun pun kembali berlalu, hal yang terjadi kepada Mice dan Shuri dahulu pun juga kembali terjadi kepada putri mereka.


" Kau siapa?? Bagaimana bisa masuk kesini?? " (Sirius)


" A-Ah, itu.. seperti nya aku tersesat dan.. malah masuk ke sebuah portal. Aku sendiri pun tidak tau bagaimana caraku kembali. " (Lyon)


" Pertama kalinya.... " (Sirius)


" Iya?? " (Lyon)


" Ini pertama kalinya... aku bisa melihat manusia╹◡╹ " (Sirius)


Ia bertemu dengan seorang manusia bernama Lyon yang berhasil menarik hatinya, mereka jadi akrab seiring waktu yang mereka lalui. Tetapi Lyon itu tidak bisa tinggal di sana selamanya, jadi ia akan pergi. Disaat itulah Sirius memutuskan untuk ikut dengan manusia itu.


" Aku ingin pergi, ayah! Aku ingin melihat dunia luar!. " (Sirius)


" Tidak. Dunia manusia adalah tempat yang berbahaya. " (Mice)


" Kumohon, ayah. Aku juga ingin belajar, agar bisa lebih berguna. " (Sirius)


Awalnya Mice tidak mengijinkan hal tersebut, tetapi ketika melihat tekad yang kuat dimata putrinya ia pun akhirnya tidak punya nya pilihan lain selain melepaskan nya. Selama ia pergi dengan Lyon, Sirius pun banyak berubah. Ia melihat ketamakan manusia yang sesungguhnya, dan dia pun memilih bertarung demi membantu yang tertindas.


Saat dimana bencana besar pun ikut datang menghampiri nya, perang melawan Sang Neromancer, Seretia. Sirius menunjukkan potensi nya yang sesungguhnya bersama dengan Lyon yang sama sekali tidak terduga, hingga membuat ku maupun para Spirit Guardian yang lain terpaku melihat nya. Berkatnya benua bisa aman kembali dan para manusia pun bisa memutuskan untuk melakukan perjanjian damai antar kerajaan meraka.


Awalnya kukira semua telah berakhir, sampai... Tragedi itu pun datang.


" Bunuh monster itu!! Dia yang sudah membunuh anak-anak kita!!. "


" Wanita jahat, dasar iblis!!. "


" Tidak!! bukan dia yang melakukan nya, kalian salah!!. " (Lyon)


" Hihihi... Bagaimana rasanya, dikhianati oleh Manusia?? Menyakitkan bukan?? Hihihi... Setelah ini tidak akan ada yang tahu sama sekali, dan juga... Lyon akan jadi milikku. Hihi..." (Beatrice)


" Hiks... Maaf, Lyon. Maaf.... Ayah.. " (Sirius)


Akhir tragis yang menimpa Sirius karena keserakahan manusia yang dipanggil Beatrice itu, menyebabkan tragedi lain yang lebih besar yang diberikan Mice kepada seluruh kerajaannya.


" Arrrggghhh.... Roarrr....!!" (Mice)


Semua manusia di Kerajaan itu mati dalam lautan api dan hujan tombak es yang dibuat Mice di langit, tidak ada yang terselamatkan sama sekali. Tragedi itu menjadi titik balik dimana manusia mulai takut dan tidak semena-mena lagi terhadap para Spirit, meskipun hal itu juga tidak berlaku bagi sebagian manusia yang mengetahui nya.


Tapi.. tragedi itu menjadi, sebuah kenangan pilu dimana Mice juga harus kehilangan putri satu-satunya. Putri yang ia dapatkan bersama dengan wanita yang dicintai nya, untuk kedua kalinya.. ia harus kehilangan sesuatu yang berharga.


" Sirius... Sirius... khh... " (Mice)


Aku sama sekali tidak bisa melakukan apapun, itu adalah takdir yang dituliskan oleh dewa untuknya. 50 tahun kemudian, akupun memutuskan untuk mengurung diri di sebuah pegunungan di dunia manusia. Dan membiarkan Misika serta para Spirit Guardian yang lain nya memimpin selama ketiadaan ku itu, dan aku akan memperhatikan mereka dari kejauhan.


Disaat yang sama aku juga mengetahui kalau Everon juga mulai memiliki hubungan dengan pemimpin klan iblis bulan darah, Emilia.


150 tahun kemudian, waktu berlalu dengan sangat cepat...


Setelah semua tragedi yang menimpa Sirius dan Mice itu hanya dianggap cerita dan pembelajaran bagi manusia, dimana kini Manusia mulai hidup dalam kedamaian antar sesama. Dan mendirikan pilar yang menjaga kedamaian itu, hingga tidak ada bau darah dari peperangan yang sia-sia lagi.


" Ho~... Jadi ini, kota para manusia ya.... " (Misika)


" Hm...?? " (Misika)


Dan karena rasa penasaran nya akan peradaban manusia saat ini, Misika sebagai penguasa hutan pun pergi ke kota para manusia itu dan bertemu dengan nya...