
[Season 2]
Beberapa hari kemudian, Ethan dan yang lain melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan bintang, ke kerajaan Yuki. Awalnya, Yuki kelihatan tidak suka sekali karena mendengar harus kembali ke kerajaan nya, tapi karena Oscar bilang petunjuk nya mengarah kesana jadi dia tidak punya pilihan.
" Hei, Tuan Putri Yuki. Sebenarnya kenapa kau tidak suka kembali ke negara mu sendiri?? " tanya Arkan yang kelihatan nya penasaran dengan itu.
" Berisik. Aku tidak mau mengatakan nya, tapi si putra mahkota itu yang mengebalkan. " sahut Yuki dengan wajah sangat serius.
" Lah, dia kan kakakmu. " ucap Niu
" Katanya tidak mau mengatakan nya. " ucap Oscar pula.
Semuanya dibuat heran dengan Yuki yang tidak menyukai kakaknya sendiri, tapi kelihatan nya... Alasan dia tidak menyukainya bukankah sesuatu yang besar, pasti cuma pertengkaran saudara sederhana. Tak lama kemudian, mereka pun tiba di ibu kota kerajaan bintang. Tempat yang sangat ramai dan juga tercantik diseluruh benua, dengan banyaknya crystal Stellanium yang memenuhi setiap sudut kotanya.
Itu adalah mineral yang lebih keras dari permata. Seperti namanya, Stellanium dapat menyerap kilauan bintang dan bersinar lebih terang lagi. Semakin banyak cahaya bintang yang diserap Stellanium, semakin membuatnya terang dan berharga. Stellanium yang menyerap cahaya bintang dalam jumlah tertentu memiliki kandungan kekuatan sihir.
" Wow... Tempat ini benar-benar cantik seperti yang dikabarkan. " ucap Meliyana sambil melihat-lihat tempat itu.
Oscar mengangguk setuju, " Kau benar, sangat mirip dengan namanya ya. " ucapnya menimpali.
Disisi lain, Arkan kelihatan nya sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius. " Hmm... Aku jadi penasaran berapa banyak uang yang bisa kalian dapat dengan menjual semua ini. " gumam Arkan.
" Yang pasti Crystal Stellanium ini jauh lebih berharga meskipun kau menjual tubuhmu. " sahut Yuki datar.
" Akh... Kata-kata mu sama sekali tidak pantas dikatakan oleh seorang putri!. " ucap Arkan pula yang kesal. Sementara itu yang lainnya hanya tertawa karena nya.
Mereka pun mengikuti Yuki pergi ke istana, disana mereka langsung disambut. Lagipula mereka juga harus bertemu dengan raja Karai untuk memastikan keadaan kerajaan ini, siapa tahu sang raja mengetahui sesuatu tentang tempat benda kedua itu.
" Selamat datang dikerajaan ku, untuk kalian semua. Kalian pasti lelah karena perjalanan jauh kemari, beristirahatlah disini selama yang kalian mau. " ucap Karai ketika Ethan dan yang lainnya menemuinya. Kecuali Yuki yang pergi mengganti pakaiannya lebih dulu.
" Terima kasih untuk kebaikan hati anda, yang mulia. Akan tetapi, sebenarnya kedatangan kami itu untuk menanyakan sesuatu kepada anda. " sahut Ethan menimpali.
" Oh, apa itu?? "
" Apakah anda mengetahui sesuatu tentang benda bernama bubuk kristal bintang?? "
Karai terlihat memikirkan pertanyaan Ethan tersebut, sebuah nama benda yang sangat asing dan belum pernah ia dengar sekalipun. Tapi dia bisa meyakini satuhal, jika Ethan sampai mencarinya.. maka itu pasti sesuatu yang sangat istimewa dan penting.
" Ini pertama kalinya aku mendengar itu?? Apakah kalian sangat membutuhkan benda itu?? " tanya Karai.
" Ya, sangat perlu. Karena itu kami mencarinya kemari, karena mungkin benda tersebut berada disuatu tempat disini. " jawab Ethan.
" Itu cukup sulit. Tidak pernah ada informasi tentang benda yang kalian cari, jika itu benda pusaka akan lebih mudah karena mungkin ada digudang harta kerajaan. "
" Ya, kami bisa mencarinya nanti. Tapi mungkin akan ada sedikit keributan, jadi kami harap anda tidak keberatan. "
Setelah bertemu dengan Karai, Ethan dan yang lainnya pun diantarkan ke tempat yang akan mereka gunakan untuk menginap malam ini. Karena besok, mereka harus kembali melakukan pencarian.
Ngomong-ngomong soal Yuki, mereka sama sekali tidak melihat nya lagi semenjak masuk ke istana. Padahal mereka pikir bisa bertemu lagi setelah menemui Raja Karai. Sampai esok hari tiba. Ketika mereka semua berkumpul didepan gerbang masuk istana.
Mereka semua terheran-heran dengan sesuatu, yaitu... Yuki yang entah kenapa berekspresi seperti habis mandapatkan penyiksaan.
Dan Oscar pun akhirnya angkat bicara lebih dulu, " Umm... Apa kau baik-baik saja?? Jika kau tidak sehat sebaiknya kau-.. "
" Cukup! Aku baik-baik saja. Mari pergi sebelum dia datang. " potong Yuki yang kemudian langsung berjalan lebih dulu dan diikuti oleh yang lainnya.
Tetapi itu tidak membuat rasa penasaran mereka terobati, " Hei, sebenarnya ada apa?? Kau itu seperti orang yang habis bertemu dengan hal menjijikan tahu. " ucap Meliyana.
Yuki masih diam enggan mengatakan apapun, tapi kemudian.. " Haahh... Si putra mahkota itu! Dia membuatku kesal dengan berusaha menjodohkanku dengan seseorang! " ucap nya kedengaran penuh dendam.
" Aha. Jadi kau kesal karena dia berusaha menjodohkanmu?? Ku dengar putra mahkota Redvous reanley adalah orang yang humoris, jadi itu benar ya?? " sahut Ethan menimpali.
Yuki pun menganggukan kepalanya membenarkan, sedangkan yang lainnya terkejut dengan kebenaran itu. Jika putra mahkota orang yang humoris, maka keduanya bisa dibilang seperti siang dan malam. Soal nya Yuki lebih suka sesuatu yang serius.
" Yuki, apa benar dia itu kakakmu?? " tanya Niu dengan raut wajah sangat amat terkejut.
" Sayangnya iya. Karena itu aku tidak terlalu menyukainya, dia sangat sering bercanda. Beberapa diantaranya kadang keterlaluan, meskipun memang benar kalau dia orang yang perhatian dan penyayang. Sama seperti mendiang ibu kami. " jelas Yuki dengan raut wajah sendu.
" Ah, kalau begitu sayang sekali kita tidak sempat bertemu dengan nya. Pasti akan sangat menyenangkan bertemu dengan kakakmu. " ucap Arkan.
Beda dengan Arkan yang kelihatan sangat tertarik, Yuki malah bisa menbayangkan kekacauan yang akan keduanya lakukan. Karena itu dia berpikir akan lebih baik jika mengalihkan pembicaraan saat ini juga, " Dari pada itu aku lebih ingin mendengar petunjuk ke-dua. Apa yang tertulis dibuku itu Niu?? "
Mendengar pertanyaan dari Yuki itu, Niu pun berusaha mengingat-ingat tentang tulisan dibuku tersebut, " Kalau tidak salah petunjuk nya adalah... 'Ketika berlian bersinar di kegelapan, menuntun jalan orang-orang yang tersesat, menunjukkan ingatan akan masa depan dan masa lalu. Ketika keberanian membuat 12 berlian utama bersinar paling terang, ada satu penuntun yang akan menunjukkan jawaban'. " ucap Niu.
Mereka semua pun memikirkannya dengan seksama, petunjuk itu juga sebuah teka-teki tidak semua nya berisi petunjuk secara alami. Tapi untuk kepastian mereka merasa yakin kalau apa yang ditulis disana itu benar.
" 12 berlian dan satu penuntun.... Apakah itu artinya ada hal lain yang bisa membantu kita menemukan bubuk kristal bintang itu?? " gumam Oscar.
" Tapi apa maksudnya dengan berlian?? Apakah kita harus mencari berlian-berlian tertentu agar mendapatkan jawaban?? " tanya Meliyana.
" Apa kita harus mencari ke reruntuhan lain?? " tanya Yuki pula.
" Reruntuhan?? Maksudmu ada reruntuhan lain dikerajaan ini juga?? " sahut Ethan.
" Yah... jika dibilang reruntuhan kuno sih bukan. Itu adalah reruntuhan kerajaan yang bersamaan dengan adanya kerajaan kami, tempatnya ada disebuah desa dekat pantai diperbatasan. " jelas Yuki.
" Pantas untuk dicoba. " sahut Niu.
Dengan itu mereka pun sudah menutuskannya, dan mulai bergerak ketempat yang dimaksud oleh Yuki....