
[Season 2]
Ethan dan yang lainnya sudah berjalan cukup jauh dari titik awal mereka masuk, dengan bantuan penciuman Zico yang menujukan jalan, mereka juga masih harus melewati beberapa rintangan disana. Seperti monster yang lebih kuat dan besar, kemudian melewati jurang yang tidak bisa dilewati dengan menggunakan sihir dan beberapa kerumunan serangga beracun.
Entah sudah berapa lama mereka ada disana, jika saja mereka bisa melihat langit didunia nyata maka mereka akan tahu kapan
" Haah... Sebenarnya seberapa jauh lagi jalannya?? " ucap Arkan yang kali ini mengeluh.
" Kurasa tidak jauh lagi. " jawab Oscar.
" Huh, itu kata-kata yang sama dengan yang kau ucap kan beberapa saat yang lalu. "
" Aduh! Berisik deh, kalau terus mengeluh aku akan menendangmu ke jurang yang beberapa saat lalu kita lewati!. " teriak Meliyana dengan kesal.
Saking kerasnya teriakan Meliyana, sampai-sampai membuat Arkan sendiri pun terkejut karena itu.
" Haha.. Maaf, maaf. Jangan marah dong. " ucap Arkan pula.
" Berhenti. " ucap Yuki dengan tiba-tiba, membuat mereka semua menghentikan langkah mereka ditempat masing-masing.
" Ada apa, Yuki?? " tanya Niu yang penasaran dengan hal itu.
" Bukankah ini aneh?? tempat ini terlalu sepi. Dan lalu... " Yuki menggantung kata-kata nya, ketika ia membungkuk dan mengambil sebuah batu yang ada dibawah kakinya. " Entah kenapa semakin ke sini, tempat ini semakin berkabut. " ucapnya melanjutkan, dan kemudian ia pun melemparkan batu ditangan nya itu kedepan sana.
Tidak ada suara yang terdengar dari batu yang dilempar oleh Yuki, memang tidak terlalu diharapkan tapi ada sesuatu yang terasa janggal. Itulah yang Yuki rasakan.
" Kabut ini benar-benar menyusahkan. " gumam Yuki.
" Benarkan?! Aku sangat tidak menyukainya. " sahut Meliyana pula yang ada disampingnya.
" Oscar, bisa kau hilangkan kabut ini?? " tanya Ethan kemudian.
" Tentu saja. " jawab Oscar menyanggupi hal itu.
Oscar pun menggunakan kekuatan nya untuk mengendalikan angin dan meniup semua kabut itu pergi. Dan barulah mereka bisa melihat apa yang ada disana, mereka sangat terkejut dengan apa yang ada disana...
Itu adalah sebuah danau yang berisi penuh lumpur hidup, terlihat banyak sekali tulang belulang yang ada diantara lumpur-lumpur itu. Bisa disimpulkan jika ada sesuatu juga didalam lumpur itu, untunglah Yuki menghentikan mereka tepat waktu sebelum jatuh ke danau itu.
" Oh, bagus. Sekarang bagaimana kita bisa melewati danau lumpur ini. " ucap Oscar yang kelihatan nya lebih tidak suka setelah semua kabut itu hilang.
" Ah, itu mudah. Kita bakukan saja semuanya!. " jawab Niu dengan cepat.
" Tunggu. " tapi Ethan menghentikan nya, itu membuat yang lainnya jadi bertanya-tanya.
Sementara itu dari arah lain, dua kelompok dari dua klan yang tadi mengejar mereka akhirnya juga sampai disana. Sesuai yang dipikirkan, semua dunia Fantasi terhubung satu sama lain, dan kelihatan nya kedua klan itu mencapai kesepakatan bersama dan akhirnya saling membantu.
Diantara itu pasukan keluarga kerajaan dan orang-orang yang lainnya juga ikut bersama, bisa di bilang kalau mereka mungkin juga ikut bergabung dengan janji akan membiarkan mereka membawa apa yang mereka dapat sendiri.
" Ini adalah tempat terakhir, harus nya ada sesuatu yang lebih hebat disini bukan??. " ucap Balin sambil melihat sekitarnya berada saat ini.
" Tapi mengejutkan adikmu tidak ada ditempat ini, ya. Ku pikir dia mungkin akan datang lebih dulu karena dipandu oleh makhluk langka. " sahut Carel ditengah hal itu.
" Hmph, siapa yang peduli kepada orang buangan seperti nya. Meskipun dia mungkin sudah bertambah kuat, tapi dia tidak akan pernah bisa melampaui ku. Dan itu tidak akan bisa menghapus kesalahan yang sudah dia lakukan. " ucap Balin dengan angkuhnya.
" Cih. Aku ingin memukul nya, kenapa kita harus bersembunyi sih. " gerutu Niu ditempat mereka bersembunyi, atau lebih jelas nya diatas sebuah pohon.
" Ethan, bukankah akan lebih baik jika kita muncul sekarang. Lagipula ini adalah tujuan kita. " ucap Yuki, dia juga kelihatan sama kesalnya dengan Niu.
" Buah hati naga adalah buah yang hanya ada satu dalam 5000 tahun. Biasanya buah langka yang memiliki kegunaan besar itu hanya tumbuh di tempat penguasa hutan saja, tapi jika sampai buah seperti itu ada ditempat ini... sudah pasti ada hal yang mendasarinya. Lebih baik kita lihat dulu apa itu. " ucap Ethan menimpali dan menjelaskan hal itu.
" Tapi... apa kalian ingat dengan petunjuk yang menyertainya tidak?? " tanya Arkan pula yang membuat mereka teringat.
'Melintasi cakrawala menuju ke arah reruntuhan kuno di barat daya, melewati ujian cinta dan kebencian, jiwa yang murni akan membawamu kepada ketenangan. Dan ketika matahari dan bulan bertemu maka keinginan mu akan dikehendaki'
Seperti itulah petunjuk yang mengikuti pencarian itu menurut buku petunjuk yang mereka miliki.
" Apa maksud nya ya?? " Arkan mulai bertanya-tanya dengan bagian itu sekarang.
" Jika kita memang ada ditempat yang benar, maka petunjuk dibaris pertama itu sudah. Kemudian katanya kan..'ketika matahari dan bulan bertemu maka keinginan mu akan dikehendaki'... Jika matahari dan bulan bertemu, kurasa itu artinya gerhana matahari yang akan segera terjadi. " jelas Meliyana panjang lebar.
" Wah, kau benar juga. Jadi kita hanya perlu menunggu gerhana matahari kan?? Ngomong-ngomong kapan gerhana itu muncul?? " sahut Niu menyetujui hal itu.
" Menurut prediksiku sih... sekitar beberapa jam lagi. " jawab Oscar.
" Kalau begitu kita hanya perlu menunggu dengan sabar. " ucap Ethan pula menimpali dengan tenang.
" Astaga, itu bukan gayaku. " gumam Arkan dibelakang sana.
Sementara yang lainnya hanya tersenyum mendengar itu... Iyah, mereka hanya perlu menunggu sebentar saja.
-- Beberapa jam kemudian.
Setelah menunggu cukup lama ditempat persembunyian, sementara yang lainnya mencari-cari benda pusaka yang ada di sekitar sana. Ethan dan teman-teman nya mulai bosan dengan itu, karena tidak ada yang bisa mereka lakukan. Belum lagi, beberapa diantara mereka (Ethan dan Yuki) terjebak dalam lamunan mereka masing-masing.
" Huffttt... Sampai kapan kita akan menunggu seperti ini?? " tanya Niu yang kelihatan sangat lesu.
" Tolong bersabar, ini ujian untukmu. " hingga itu membuka jalan untuk Arkan meledek Niu.
" Berisik kau. Padahal sedari tadi kau juga terus mengeluh. " balas Niu dengan kesal.
" Kalian berdua sama-sama berisik. Untung saja kita berada dalam pelindung yang membuat orang-orang tidak bisa melihat dan mendengar suara kita. " ucap Oscar yang menengahi mereka. Yang membuat Niu dan Arkan akhirnya diam.
Tak lama kemudian, sesuatu pun terjadi membuat perhatian semua orang yang ada di sekitar sana pun teralihkan kearah danau lumpur itu. Langit diatas danau itu tiba-tiba retak dan hancur, dan tepat saat itu terlihat lah bulan yang mencoba untuk menutupi matahari.
" Gerhana akan dimulai. Kalian bersiap lah. " ucap Yuki yang membuat teman-teman nya yang lain pun langsung siaga.
Begitu juga dengan orang-orang yang ada disana, semua orang menunggu-nunggu hal itu. Saat kemudian dari tengah danau lumpur itu... muncul lah sebuah altar batu yang menjulang tinggi ke langit.
Dari atas altar itu, terpancar aura yang sangat kuat yang menarik perhatian semua orang. Tepat diatas sana, ada harta karun yang di idam-idamkan semua orang.
" Aura yang kuat sekali.. " ucap Balin.
" Itu... " gumam Carel.
" ... Buah hati naga. " ucap Ethan pula.