Quennevia

Quennevia
Pengkhianatan



Semua orang masih berada dalam keterkejutan karena seseorang yang tiba-tiba saja menyerang Quennevia setelah ia kembali tenang, dan orang itu adalah orang yang paling mereka percayai. Dan ternyata, orang yg menyerang nya itu adalah.... Ryohan. Dia yang dikenal sangat lembut dan perhatian itu, kenapa sekarang malah menyerang teman sendiri, setelah situasi buruk yang mereka hadapi itu.


" Et..han.. " panggil Quennevia dengan raut wajah yang kelihatan sedih karena lagi-lagi dikhianati oleh orang yang dipercaya nya(Ryohan).


Sementara itu Ethan yang melihat nya merasa seperti ditimpa oleh batu besar. Disisi lain Ryohan hanya menyeringai kearahnya, saat kemudian Yue tiba-tiba muncul dan langsung menyerang Ryohan.


Syutt... Brakk...


Ryohan berhasil menghindari hal itu, ia pergi kearah Beatrice ditangkap dan membebaskan nya dari kurungan itu kemudian agak menjauh dari mereka. Disaat yang sama Quennevia hanya memegangi perutnya yang ditusuk oleh Ryohan itu, sambil berdiri dengan tertatih-tatih dan kemudian jatuh berlutut di tempat nya.


" Quennevia!. " panggil Ethan, yang Menyandarkan Quennevia kepada dirinya.


" Quennevia!.. " panggil Oscar dan yang lainnya pula buru-buru mendekati nya.


" Bertahanlah, aku akan mengobati mu. " ucap Niu yang langsung menggunakan kekuatan nya.


Ia jadi panik karena Quennevia tidak kelihatan sangat baik. Sepertinya bukan hanya kehabisan kekuatan dan tubuh nya yang melemah, tapi ada sesuatu yang lain yang membuat Quennevia sepertinya itu.


Sementara itu Arkan menggertakkan giginya melihat apa yang terjadi, " Kau..!! Apa yang sebenarnya kau pikirkan, Ryohan!!. " teriak nya dengan marah.


" Apakah kau tahu apa yang sudah kau lakukan?!!. " ucap Mice pula sama marahnya dengan Arkan, meskipun bukan hanya dia sih yang marah.


" Iyah, tentu saja aku tahu. Tapi... Bukankah sudah jadi kewajiban adik untuk membantu kakaknya??. " sahut Ryohan sambil tersenyum dengan santainya.


Mereka bingung dengan apa maksud Ryohan, sementara disisi lain Ethan jadi tersentak mendengar itu. Membantu kakaknya?? ia jadi memikirkan satu hal tantang ucapannya itu.


" Kau.. Jangan bilang kau adalah adiknya, Lorenzo??. " ucap Ethan sambil menatapnya tajam.


" Apa??. " ucap Zeze yang langsung menoleh kearah Ethan.


" Iya, kau benar. Aku adiknya dan dia adalah kakakku. " sahut Ryohan.


Ia melepaskan sebuah cincin di tangannya, dan seketika aura dan mana nya pun langsung berubah menjadi lebih gelap. Bahkan penampilan nya pun sedikit berubah dengan matanya yang ikut berubah menjadi berwarna merah seperti milik Lorenzo.


Ryohan benar-benar pandai menyembunyikan kebenarannya selama ini, bahkan para Tetua pun sampai tidak mengetahui akan hal itu. Meski begitu tentu saja itu tidak lepas dari klan Retia yang juga ikut menyembunyikan fakta kalau ada dua Tuan Muda di klan mereka.


" Jadi.. Kaulah yang membocorkan semua rencana kita selama ini, kau adalah orang itu??. " tanya Oscar.


" Hm.. Entahlah. " jawab Ryohan dengan santainya.


Sementara itu, Yuki yang mengetahui semua itu tidak bisa menerima kenyataan nya. " Bohong... Itu pasti tidak benar, katakan kalau itu semua tidak benar!. " ucap Yuki sambil menahan tangisnya, namun air matanya tetap saja mengalir.


" Tidak Yuki, itu semua kebenaran. " ucap Ryohan menimpali sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.


" Ah, Yuki!!. " ucap Meliyana ketika Yuki tiba-tiba terjatuh.


Yuki benar-benar sangat kecewa karena kenyataan pahit itu, semua hal yang ia saksikan tentang Ryohan selama ini itu hanyalah sandiwara saja.


" Haha... kau membuat ku terkejut, tidak kusangka ternyata ada seorang musuh yang bersembunyi diantara kami selama ini. Jadi semua hal yang kau katakan itu adalah kebohongan, kah??. " tanya Ethan tersenyum sinis.


" Benar. " jawab Ryohan.


" Kalau begitu yang waktu itu juga, ketika kau mengatakan perasaan mu pada Yuki. Apakah hal itu juga sebuah kebohongan??. " ucap Ethan mulai menatap Ryohan nyalang.


Sementara itu Yuki sama sekali tidak mengatakan apa-apa, dia merasa sudah dibodohi selama ini. Padahal perasaan nya kepada Ryohan sudah sangat lah besar, namun pada akhirnya dia harus kecewa karena ternyata Ryohan adalah musuhnya.


" Kerja bagus, Ryohan. " ucap Seretia pula yang tiba-tiba muncul dibelakang Ryohan. Oscar dan yang lainnya terkejut karena baru pertama kali melihat nya. Disisi lain Mice dan Zeze jadi waspada kepadanya. " Oh, rupanya ada wajah yang sudah lama tidak terlihat ya " ucapnya lagi.


" Ahaha... aku sama sekali tidak senang melihat mu. " sahut Ygritte yang tersenyum kesal.


" Begitu pula dengan ku, lalu Quennevia... sudah kuduga akan tenang lebih cepat dari seharusnya karena semua nya berkumpul disini. Dan juga Beatrice, kerja bagus selama ini. Kau bisa kembali ke tempat mu yang seharusnya. " ucap Seretia pula.


" Eh?? Apa maksud mu?? Aku... tidak ingin kembali. " tolak Beatrice.


" Tapi kau tidak bisa menolak. " jawab Seretia.


Kemudian tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir di bawah kaki Beatrice, yang menyinari nya dengan sinar berwarna merah menyala. Dan perlahan-lahan tubuh Beatrice pun menghilang secara.


" Tidak..!! Aku tidak mau menghilang..!! Kumohon..!!. " ucap Beatrice, namun tidak ada yang melakukan apapun untuk menolong nya sama sekali. Ethan pun hanya menatap datar menghilangnya Beatrice itu.


" Jadi kau sudah merencanakan ini ya. " ucap Misika sambil menatap Seretia dengan tajam.


Kini Misika tidak lagi menggunakan kekuatan nya untuk menghentikan waktu, lagipula Quennevia sudah kembali tenang dan awan badai yang menutupi seluruh benua pun juga sudah menghilang.


" Kau memang sengaja melakukan ini kepada putriku!!. " ucap Misika dengan tatapan yang penuh kebencian.


" Iya, lagipula semuanya berjalan sesuai yang kuharapkan. " jawab Seretia dengan santainya.


" Ah!! Nyonya Misika, tolong kemari dan lihat Quennevia!! " teriak Niu pula saking paniknya. Hingga Misika dan yang lainnya pun terkejut dan ikut panik karena nya.


Sementara Quennevia,... dia terlihat sangat kesakitan dan tubuhnya menggigil dengan keringat dingin bercucuran, nafasnya juga tersengal-sengal seperti kesulitan untuk bernafas. Ygritte yang melihat nya pun langsung memeriksa Quennevia karena Niu sendiri tidak tahu apa terjadi kepada nya.


" Racun mayat?? Sejak kapan??. " ucap Ygritte dengan sangat terkejut.


Membuat yang lainnya pun ikut terkejut, itu adalah jenis racun yang sangat sulit ditemukan penawarnya, bahkan hampir tidak mungkin disembuhkan. Sementara itu penyebaran nya sangat cepat bagaikan air yang mengalir, seharusnya Quennevia bisa dinetralkan meski membutuhkan waktu, tapi... Apa karena Quennevia menghabiskan kekuatan nya hanya untuk menyerang Beatrice tadi??.


" Bagaimana bisa?? Sebelum nya dia tidak apa-apa. " ucap Arkan.


" Sejak aku keluar dari tubuhnya ia sudah terkena racun ku, loh. Namun saat itu kekuatan dewa masih melindungi nya dengan kuat, dan saat ia kembali dari dimensi lain aku juga kembali meracuni nya. Tapi kekuatan iblisnya bisa menekan penyebaran racun itu, dan beberapa saat yang lalu Ryohan baru saja menusuknya, kan. Di pedangnya juga ada racun dari ku. " jelas Seretia panjang lebar, membuat mereka yang mendengarkan nya baru sadar dengan hal itu.


Kemudian Seretia pun berkata kembali, " Yah, Meski itu tidak bisa menghancurkan jiwanya, tapi setidaknya tubuhnya akan membusuk dan dia tidak akan menggangguku selagi aku mengumpulkan kekuatan. " ucapnya.


" Kau...!! Kau susah tahu tentang ini sejak awal bukan, Ryohan?!. " tanya Oscar sambil menatap Seretia dan Ryohan yang ada di sana dengan tajam, sedangkan Ryohan sendiri hanya tersenyum saja mendengar nya.


" Pokoknya kita harus membawa Quennevia pergi terlebih dahulu. " ucap Meliyana pula.


" Oh tidak, aku tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja. " sahut Seretia.


Lalu kemudian munculah klan Retia lainnya di belakang nya, cukup banyak mungkin ada sekitar 70 orang lebih. Bukan masalah bagi mereka apalagi dengan Mice dan Zeze, sebagai Spirit guardian. Juga ada Xi, Yue, Misika dan juga Ygritte, tapi tetap saja akan sangat merepotkan jika mereka menyerang bersamaan.


Namun disaat situasi tegang itu, Ethan yang sedari tadi diam saja mengangkat satu tangannya kearah klan Retia itu tanpa melihat mereka. Dan mereka yang melihat nya jadi ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Ethan.


" Aku sudah janji untuk tidak menggunakan kekuatan ini apapun yang terjadi, tapi.... itu tidak berlaku lagi sekerang. Maaf, Ayah. " ucap Ethan.


Tiba-tiba ia mengumpulkan kekuatan di tangannya itu dengan kecepatan yang terbilang sangat tidak masuk akal, dan setelah nya ia pun menyerang kearah klan Retia itu, Seretia dan Ryohan terlihat terkejut melihat serangan itu. Serangannya begitu dahsyat dan mencakup jarak yang sangat jauh, hingga menghancurkan gunung yang ada di depan sana itu.


Teman-temannya sampai kehilangan kata-kata melihat nya, satu gunung hancur dengan mudahnya oleh kekuatan Ethan. Dan dalam waktu satu helaan nafas saja, klan Retia yang ada di sana(- yg kabur) dibasmi habis tak tersisa.Ditambah sebagian besar dari klan Retia itu langsung tewas tak tersisa karena nya, sebagian lagi pasti berhasil menghindari di detik-detik terakhir dan kemudian kabur dari sana.


Seretia dan Ryohan juga tidak terlihat ada disana, seperti nya mereka juga sudah pergi dari sana sebelum serangan itu. Mengingat kalau Seretia sendiri masih mengumpulkan kekuatan nya yang telah lama hilang, dia pasti tidak bisa menahan serangan sebesar itu.