Quennevia

Quennevia
Keberadaannya



[Season 2]


-- 5 jam kemudian...


Ethan dan yang lainnya, termasuk Sakura, Mamika, Yukio dan Lucy ada di deck kapal. Saat sekarang mereka sudah tiba dilokasi yang ditentukan, mereka sekarang bisa melihat hamparan es luas dan pegunungan es yang terlihat putih dan biru, mereka tidak akan mendarat diatas es, tapi menjaga jarak setidaknya 25 meter darinya.


Alasannya, karena tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi. Jadi Ethan meminta semua orang tetap berada diatas kapal.


Langit masih gelap saat ini, dan mereka bisa melihat pemandangan Aurora Borealis yang menghiasi langit diatas es. Dan ada banyak bintang yang ikut menemaninya.


Mereka sedang menunggu Zico yang sedang memindai lokasi pasti dimana ular yang mereka cari disini. Alasannya, itu akan lebih aman jika dirasakan oleh makhluk yang memiliki kesamaan. Ular itu tidak akan terlalu waspada jika dia merasakan kekuatan naga, karena pada dasarnya lumrah bagi Naga untuk bisa pergi ke berbagai dunia.


" Tidak akan ada masalah, kan?" tanya Niu saat itu.


Ethan yang mendengar itu pun meliriknya yang berdiri disebelah nya, Niu terlihat gugup.


Wajar saja, tujuan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Mereka tidak harus melawan orang yang mereka butuhkan sesuatu nya, melainkan melawan rintangan yang menghadang mereka.


Disamping itu, mereka baru menyadari sesuatu ketika membaca kembali petunjuk dan kisah soal ular yang mereka cari.


Ular ini tidak memiliki darah yang memiliki khasiat menyembuhkan atau mempengaruhi jiwa, justru darah dari ular itu mengandung racun yang paling mematikan bahkan yang paling dihindari oleh para Naga. Jadi untuk apa... mereka diminta mengambil darahnya?


Disamping itu, ini terlalu mudah. Mereka yakin kalau setiap benda yang mereka harus dapatkan memiliki maknanya sendiri, dan kesulitan nya tersendiri. Tapi jika mereka harus mengambil darah makhluk itu, maka mereka hanya harus membuatnya terluka dan meneteskan darah. Masalahnya, mereka tidak yakin kalau ini semudah itu.


Karena itu, Ethan dan yang lainnya mengadakan rapat dadakan sebelumnya.


" Apa benar hanya darahnya? Bukankah itu malah tidak sesuai dengan tujuan kita, darah 'Jormungand' itu kan sangat beracun. Jika kita menggabungkan darahnya dengan tubuh Quennevia, justru itu akan menghancurkan nya." Oscar adalah yang pertama mengungkit hal itu, ketika mereka sedang membahas rencana menangkap makhluk itu.


Membuat yang lainnya jadi menatapnya...


Dan memang benar, mereka juga memikirkan itu.


" Kau benar. Kurasa kita tidak bisa menggabungkan keduanya dengan mengambil resiko berbahaya." sahut Yuki kemudian.


" Anu..." mereka terakhir ketika Lucy mengangkat tangannya berusaha menarik perhatian mereka, " Bagaimana jika... 'darah' yang mungkin kalian maksud adalah ungkapan untuk sesuatu yang lain." ucapnya kemudian.


Mendengar itu membuat mereka langsung tersadar dengan itu, memang benar. Mereka memang biasanya di bingungkan dengan hal seperti itu, jadi bisa saja...


" Kalau begitu, apa hal yang bisa disamakan dengan darah..??" tanya Meliyana memikirkan itu.


" Air mata, lho. Air mata." dan Ethan menjawab itu, membuat perhatian kini tertuju padanya.


" Air mata??" sementara itu, Niu bertanya-tanya apa maksudnya dengan air mata.


" Kau tahu, pada dasarnya.. Air mata yang bening dan tidak berwarna itu sesungguhnya berasal dari cairan darah. Saat kau akan menangis, kau bisa merasakan kalau darahmu mengalir naik ke kepala??." ucap Ethan pula.


" Oh, begitu. Aku tidak pernah memikirkan nya." ucap Meliyana pula menimpali nya.


Ethan hanya tersenyum menanggapi itu, lagi pula... sebagai besar orang juga seperti itu. Mereka tidak akan sadar dengan hal itu.


" Tapi kenapa harus air matanya??" tanya Yuki, ia masih penasaran dengan alasan mereka harus mendapatkan hal itu.


" Kau tahu, Yuki. Di perpustakaan istana ada sebuah buku kuno yang pernah kutemukan, itu menceritakan tentang hewan-hewan kuno, hewan legendaris dan hewan spesial yang mendapatkan berkat dari dewa. Didalam buku itu, aku membaca kalau air mata dari jenis ular raksasa bisa memberikan kehidupan kedua kepada jiwa orang yang mati." jelas Ethan.


" Hah? Bagaimana bisa seperti itu..??" Arkan bertanya-tanya dengan ekspresi bingung diwajahnya, kedengarannya agak tidak masuk akal baginya. Itu hanyalah air mata saja.


" Caranya... Kau harus meminum darah ular itu, dan sebelum kau benar-benar mati, kau harus meminum air matanya juga." jawab Ethan.


Tentu saja yang ia katakan hanyalah hal yang berlaku kepada Manusia, itu adalah cara untuk reinkarnasi instan atau bisa dibilang membuat jiwa seseorang berpindah ke tubuh yang baru saat tubuh aslinya mati.


" Air mata itu memiliki khasiat semacam obat yang bisa menyembuhkan jiwa. Kau tidak perlu pergi ke dunia bawah dan menunggu selama ratusan tahun hanya untuk bereinkarnasi, dan ingatanmu akan tetap utuh jika kau melakukan itu. Kau tetap menjadi dirimu sendiri meski kau berada ditubuh yang baru. Bisa disamakan dengan ular yang berganti kulit." lanjut Ethan dengan lebih spesifik.


Oscar pun menganggukkan kepalanya mengerti, " Begitu rupanya, tapi... bagaimana caranya kita mendapatkan air matanya??" dan sekarang itulah pertanyaan barunya.


Mereka semua terdiam tidak tahu harus menjawab apa, pada akhirnya mereka memutuskan untuk membiarkan waktunya tiba saja, sambil memikirkan bagaimana caranya.


Tapi sampai saat ini, mereka masih belum tahu cara apa yang harus mereka gunakan. Dan Ethan tahu teman-teman memendam kegelisahan dalam hati mereka.


Ethan hanya menghela nafas singkat kemudian ia pun menepuk kepala Niu, hingga membuat Niu sendiri terkejut dengan itu. " Hmph. Jangan khawatirkan itu. Kita hanya harus berjuang bersama, karena itulah kenapa kita kuat." ucap nya sambil tersenyum.


Niu yang melihat dan mendengar nya berkata seperti itu pun hanya menganggukkan kepalanya, dia percaya kepada Ethan.


Dan sekarang ini bukan hanya akan menjadi pertaruhan waktu, melainkan juga stamina. Mereka harus menangkap ular itu tanpa membunuhnya, kemudian membuat nya meneteskan air mata agar mereka bisa mengembalikan Quennevia.


Mereka harus bersiap..


Tap...


Perhatian mereka teralihkan kepada seseorang yang datang dari belakang mereka, Quennevia baru saja bangun dan ia berjalan sembari menggosok sebelah matanya terlihat letih.


" Ah, kau datang Quennevia." sambut Ethan ketika melihat nya.


Quennevia yang mendengar itu hanya menatapnya, saat kemudian ia menoleh ketika Arkan memakaikan manel milik Ethan kepadanya.


Tapi Quennevia malah melamun, dan ia pun mengangkat kepala menatap langit. Membuat Arkan yang melihat nya pun juga ikut menatap keatas.


" Kau menatap bintang lagi?" ucapnya pula.


" Mungkin karena Quennevia suka dengan bintang. Lagipula... Lihat! Bintang-bintang sangat jelas disini." sahut Meliyana sembari menunjuk bintang-bintang diatas kepala mereka.


Memang benar, bintang terlihat jelas di langit gelap malam ini. Dan di iringi oleh Aurora, langit menjadi lebih terang dan indah. Itu pemandangan yang jarang mereka lihat. Mereka bisa menikmati itu dengan damai...


" Huh?!!" sampai saat Zico tersentak akan sesuatu.


" Ada apa?" tanya Sakura melihat nya seperti itu.


" Aku merasakannya." dan Zico pun mengatakan hal itu.


Membuat yang lainnya langsung berubah sangat serius mendengar nya, ini adalah apa yang mereka cari-cari.


" Ada dimana dia, Zico?" tanya Ethan kemudian.


Zico pun mendongakan kepalanya dan menatap Ethan, kemudian ia pun berkata." Dia ada dibawah kita."


" Dibawah?"


" Apa maksudmu ada dibawah laut??" tanya Yuki memastikan.


Yang juga diangguki oleh Zico, " Iya. Lebih tepatnya, dia ada dibawah sana. Didalam bongkahan es yang terlihat seperti gua." ucapnya pula sembari menunjuk area yang dimaksud.


Itu memang ada dibawah lapisan es, maka kalau begitu... itu bukan hanya lapisan es saja, melainkan dinding es besar didalam laut.


" Dia mengurung diri agar tidak ada siapapun yang tahu keberadaan nya, ya." gumam Ethan ketika memikirkan itu.


" Kita harus terjun." ucapnya kemudian kepada teman-teman nya.


" Eehh??" yang langsung disambut raut tidak suka dari Meliyana dan Arkan.


" Apa tidak bisa kita pancing dia dari atas saja??"


" Aku tidak mau berenang dicuaca dingin begini, kulitku akan rusak."


Bahkan keduanya sempat mengeluhkan hal tersebut.


Tapi... " Kalian ingin terjun atau kujadikan umpan??" Ethan langsung bertanya demikian sambil tersenyum dingin, membuat keduanya jadi merinding.


" Kami ikut!!" Meliyana dan Arkan pun langsung menjawabnya bersamaan.


Sementara...


Byurrr...


" Yuki!!"


Yuki sudah terjun ke laut duluan, sampai-sampai Niu yang melihat nya pun terkejut. Yang lainnya pun jadi ikut melihat ke arah mana Yuki melompat. Dan tak lama, Yuki pun terlihat kembali menyembul kepermukaan.


Splassh...


" Haahh..."


" Yuki, apa kau baik-baik saja??" tanya Niu terlihat khawatir.


Namun Yuki terlihat biasa saja, dan ia menganggukkan kepalanya. " Iya. Tidak apa." sahutnya.


Ada alasan kenapa dia langsung melompat saat itu, mabuk lautnya kembali kambuh. Dan melompat ke dalam air membuat nya merasa lebih baik.


Ethan menghela nafas lega mendengar nya, setidaknya tidak ada hal buruk yang terjadi. " Baiklah, ayo kita juga turun." ucapnya.


Dan ia benar-benar melompat menyusul Yuki ke dalam air, Oscar dan Niu saling pandang melihat itu. Dan Oscar hanya mengangkat bahunya menanggapinya, keduanya pun juga ikut melompat. Meliyana dan Arkan menyusul belakangan, meskipun mereka terlihat sangat enggan dengan itu.


" Kami akan pergi dulu. Zico dan Yue, pastikan kalian menjaga kapal dan yang lainnya." ucap Ethan sebelum benar-benar pergi.


" Baik!." Zico langsung menjawabnya dengan tegas sembari melakukan hormat seperti militer.


" Iya, iya. Pergilah sana." sementara Yue tidak peduli dengan itu.


" Kalian yakin tidak ingin menggunakan kapal selam??" tanya Yukio kepada nya kemudian.


" Jangan khawatir, kami akan baik-baik saja. Lagipula, jika kami menggunakan kapal selam kami tidak bisa bergerak bebas. Dan mungkin saja itu adalah kedalaman yang tidak bisa disentuh kapal selam." ucap Ethan menimpalinya.


Yukio tidak bisa melakukan apapun jika Ethan sudah berkata demikian, " Baiklah, Berhati-hatilah." ucapnya pula.


Yang mana diangguki oleh Ethan. Setelah itu, barulah ia dan yang lainnya menyelam, mereka akan berenang ke dalam samudera beku ini dan menemukan apa yang selama ini mereka cari.