Quennevia

Quennevia
Tidak tahu malu



Quennevia bergegas kembali setelah mendapat surat dari Linda, dia sangat marah saat tahu kalau selir pertama berani menuduh seseorang dari orang nya. Dia terus meleset dengan cepat menuju kediaman ayahnya, dia bahkan tidak berhenti dan langsung menuju sebuah tempat lainnya.


Tempat itu digunakan untuk mengadili dan menghukum orang-orang yang memberontak kepada keluarga mentri. Atau ruang hukuman bagi orang-orang yang bersalah.


***


Di dalam sana... Murphy dan Kai dihukum untuk kesalahan yang tidak mereka lakukan, padahal mereka hanya diam saja disana sambil menunggu majikan mereka. Tapi tiba-tiba malah dituduh mencuri benda milik putri selir pertama.


Pletak... Pletak... Pletak...


" Masih tidak mau mengaku juga, hah?!!. " ucap Selir pertama.


" Nonya selir, kami sama sekali tidak pernah mencuri apapun. " jawab Murphy sambil menahan sakit akibat dicambuk oleh orang suruhan selir pertama.


" Jangan berbohong!! Jelas-jelas inti spirit ini ada di tempat mu, bagaimana kau akan menjelaskan ini?!!. " bentaknya.


" Nyonya, tolong percayalah. Kami bahkan tidak tahu kalau anda memiliki nya. " ucap Kai.


Mereka berdua masih dicambuk oleh orang yang disuruh itu, tapi mereka tetap pada pengakuan mereka karena memang bukan mereka.


Ditempat itu juga ada begitu banyak orang (-Para prajurit yang memihak Quennevia), tapi tidak ada satupun yang angkat bicara mendengar semua perkataan selir pertama. Bahkan selir kedua pun juga hanya diam saja tanpa mengatakan apapun.


" Bohong, jelas-jelas aku melihat kalian mengendap-endap ke kediaman ibuku waktu itu. " ucap Adele saat mendengar pengakuan Kai.


" Jangan buang waktu lagi, terus hukum mereka. " ucap selir pertama.


Brakk...


Saat orang suruhan itu akan kembali mencambuk mereka, pintu tiba-tiba terbuka dengan keras. Dan cambuk yang itu juga dipegangi oleh seseorang dari belakang, orang itu akan berbalik untuk melihat tapi cambuk yang ia pegang dihempaskan dengan kasar bersama dengan dirinya sendiri hingga menabrak tiang penopang di ruangan itu.


Semua orang yang ada disana sangat dibuat terkejut karena melihat Quennevia yang sudah ada disana, padahal tidak ada yang menemukan nya di kediaman ini saat di suruh mencarinya, apalagi saat melihat nya melemparkan pesuruh yang tadi.


" No... nona. " ucap Murphy dengan lemah.


Dia memandangi Murphy dan Kai yang berlutut didepan nya, wajahnya sangat gelap... Dia tidak bicara apapun bahkan tidak melihat semua orang yang ada disana.


" Ah, putri kedua. Kau sudah ada disini, dua orang ini sudah mencuri barang milik kakak mu. " ucap selir pertama dengan angkuh.


" Itu benar, adik. Mereka ini sudah sangat lancang. " ucap Adele pula.


" Siapa... Siapa yang mengijinkan kalian menyentuh mereka?!. " ucap Quennevia sambil menatap mereka dengan tajam, bahkan perkataan nya juga terdengar sangat dingin.


Melihat itu membuat mereka tersentak kaget, Quennevia tidak pernah berekspresi seperti itu sebelumnya. Tantu saja mereka sangat terkejut melihat nya.


" Putri kedua, merka sudah membuat kesalahan. Mohon anda harus menghukum mereka. " ucap seorang dari orang yang ada disana, meski begitu bicara nya angkuh sekali.


" Perhatikan cara bicara mu kepada ku, dasar tidak berguna. " ucap Quennevia halus, tapi menusuk.


" Pu.. Putri kedua! Anda benar-benar sangat keterlaluan! Sampah seperti anda sama sekali tidak pentas menjadi salah satu dari keluarga mentri!!. " ucap orang itu dengan emosi.


" Benar, benar. Anda sama sekali tidak berguna.."


" Dasar sampah!. Hahaha... "


" Yang sampah itu kalian. Sudah sampah, tidak berguna, tidak punya otak lagi. " itu adalah tikaman kedua, ketiga dan keempat dari Quennevia untuk orang-orang itu.


Quennevia hanya tersenyum meremehkan kepada mereka, memperlihatkan sikap angkuh yang sesungguhnya. Orang itu benar-benar kesal karena mendengar perkataan nya Quennevia.


" Quennevia!!. " teriaknya sambil berusaha menyerang Quennevia, tapi belum juga dia menyentuhnya dia sudah terhempas kan lebih dulu sampai menabrak dinding hingga hancur.


" Uhuk... Ba.. Bagaimana bisa??. " ucapnya tidak percaya, karena serangan Quennevia itu dia bahkan sampai muntah darah.


Semua orang yang tadinya ikut menghina nya pun juga sama terkejut nya, bahkan Quennevia tidak bergerak sedikit pun tapi dia bisa mendorong orang itu dengan sangat keras.


Yue pun langsung keluar tanpa perintah dari Quennevia sekali pun, dan ia menerjang orang yang menghina dan mencoba menyerang majikannya itu, dia mencakar dan mencabik-cabik orang itu hingga mati. Kemudian setelah itu dia baru kembali kepada Quennevia lagi. Membuat semua orang terkejut karena Quennevia memiliki hewan roh Suci seperti itu.


Semua orang yang melihat nya sangat terkagum-kagum melihat Yue, tapi juga bergidik ngeri melihat nya mencabik orang tadi. Sedangkan Adele yang melihat nya langsung menginginkan nya, hingga tidak perduli lagi kepada Quennevia yang jadi kuat.


" Adik, para pelayan mu itu sudah berbuat salah. Tapi... Aku mungkin akan memaafkan mereka, jika kau menyerahkan roh rubah itu padaku. " ucap Adele dengan angkuhnya, sepertinya dia berpikir Quennevia tidak akan melawan nya.


" Mimpi. " sahut Quennevia dingin, padahal dari tadi dia sudah sangat marah dan bersikap dingin seperti itu, tapi sepertinya orang itu hanya menganggap Quennevia sedang berakting.


****


Sedangkan diluar sana, Niu dan Oscar baru saja tiba di kediaman mentri. Mereka bergegas ke sana karena khawatir dengan Quennevia.


" Tunggu, siapa kalian??. " tanya penjaga gerbang disana.


" Ah, kami teman putri Quennevia. Ini buktinya. " ucap Niu, dia memperlihatkannya lencana yang diberikan Quennevia padanya.


" Baiklah, kalian boleh masuk. Hei, Ryan, Ace antar dua orang ini kedalam!. " teriak penjaga itu pula kepada dua orang lainnya. Dua orang itu pun langsung menghampiri mereka.


" Hai, kalian siapa??. " tanya Ace sambil mengajak Niu dan Oscar masuk.


" Kami temannya putri Quennevia. " jawab Oscar.


" Benarkah?? Kalian temannya putri??. " tanya nya dengan semangat.


Niu dan Oscar hanya mengangguk melihat reaksi itu, sepertinya kabar bahwa Quennevia dikurung di kediaman nya itu bukan bohong. Tapi dua orang penjaga itu sangat ramah kepada mereka, seperti nya dua orang itu sangat senang dengan Quennevia.


" Aku tidak tahu Putri punya teman diluar." ucap Ryan.


" Aku juga tidak tahu, tapi kau dengar kan berita baru-baru ini. Kudengar ada seseorang yang mirip dengan putri muncul di salah satu Guild di kota, dan dia membawa roh rubah." sahut Ace, matanya berbinar dengan sangat semangat.


" Dia buka seseorang yang mirip, tapi memeng putri kalian. " batin Niu dan Oscar.


" Dia bukan seseorang, tapi memang putri Quennevia sendiri. " ucap Oscar kemudian.


" Ehh... Serius??. " tanya keduanya.


Niu dan Oscar pun mengangguki pertanyaan mereka, karena memang benar sih.


" Kami juga baru saja menyelesaikan perkerjaan bersama, tapi putri malah cepat-cepat datang kesini. Sepertinya ada masalah yang terjadi.. " ucap Niu.


" Iyah, memang ada maslah sih. Eh... tunggu. Kau bilang putri sudah ada disini??. " sahut Ryan.


" Iya, dia langsung kemari saat mendengar kabar nya. " jawab Niu.


Dua orang itu langsung tercengang mendengar nya, padahal mereka tidak melihat nya masuk ke kediaman itu.


" Wah, gawat ini. " ucap Ace, mulai menunjukkan wajah gelisah.


" Sebaiknya kita panggil ketua saja. " usul Ryan dengan wajah panik.


" Ide bagus. Kalian berdua, pergilah kebangunan yang ada disana. Putri pasti pergi kesana. " ucap Ryan, lalu kemudian dia pun pergi menyusul Ace yang sudah duluan berlari mencari ketua mereka.


Kini tinggal Niu dan Oscar yang ada disana, mereka masih bingung dengan reaksi mereka berdua.


" Lalu... Apa kita pergi??. " tanya Oscar.


" Iya, Ayo kita temui saja dia. " sahut Niu.


Mereka kedua pun pergi menuju bangunan yang ditunjuk Ryan tadi untuk menemui Quennevia.