
[Season 2]
Disaat yang sama dengan apa yang sedang terjadi disalam sana, para warga Elf telah berkumpul dihadapan pohon kehidupan. Mereka semua menyatukan tangan masing-masing dan berdoa untuk kesembuhan pohon kehidupan yang mulai layu.
Sang Ratu dan putri mereka lah yang mengumpulkan mereka disana. Setelah mendengar kabar kalau Ethan dan yang lainnya berusaha mengembalikan energi dari pohon kehidupan bersama Raja mereka, semuanya pun sangat berharap dengan hal tersebut.
" Apa mereka bisa melakukannya.." putri Thesia sedikit khawatir dengan situasi saat ini.
Masih belum ada tanda-tanda akan membaik, justru dedaunan dari pohon kehidupan terlihat menguning dan layu sayu persatu.
" Mereka pasti bisa.." suara ibunya dibelakang sana mengalihkan perhatiannya, putri Thesia pun langsung menoleh kearahnya. " ...Mereka pasti sedang berusaha, ayahmu akan melakukan apapun agar pohon kehidupan kembali seperti sedia kala. " dia yakin dengan hal itu.
Putri Thesia yang mendengar nya pun hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Tidak ada yang bisa ia katakan, bisa saja ia malah membuat situasi makin buruk. Semua orang sekarang sedang berusaha.
Saat kemudian, semua orang dikejutkan dengan sebuah getaran yang cukup kuat hingga semua orang panik.
" Kyaa..!!"
" Apa yang terjadi?"
" Ada apa ini?!"
Orang-orang mencoba bertahan agar tidak jatuh disaat getaran itu muncul, namun rasa penasaran dan keterkajutan tetap ada dalam benak mereka.
Sampai tak berapa lama kemudian, getaran itu berhenti dan sebuah energi lembut menyebar keluar dari dalam pohon kehidupan. Hingga bisa dirasakan oleh mereka yang berada ditempat yang jauh...
Sumber kehidupan...
" A-Apa lagi ini..??"
Semua orang terpana dengan apa yang terjadi, disaat yang sama, pohon kehidupan mendapatkan kembali kekuatannya. Daun-daun yang mulai menguning dan kering kembali menghijau dan segar, batangnya yang sebelumnya terlihat menunduk letih kembali terangkat seolah menopang langit.
Diikuti dengan itu, bunga-bunga dibawah akar pohon pun mulai tumbuh dan bermekaran. Semua orang yang mempunyai luka ditubuh mereka menghilang, dan mereka yang terkena penyakit pun mendapatkan kesembuhan.
Para Elf sekarang tahu apa yang terjadi...
" Pohon kehidupan... telah kembali..."
" Pohon kehidupan telah sembuh!"
" Waaahh...!!"
Semua orang bersuka cita, mereka menyerukan doa dan kegembiraan dengan lantang. Semua orang bersuka cita dengan hal itu.
Tidak terkecuali putri Thesia, " Akhirnya... Kakak, semua nya baik-baik saja." dia sangat terharu dengan anugrah yang tidak diberikan itu.
Saat kemudian perhatian semua orang tertuju kepada sebuah portal dari pohon kehidupan, dan dari sana Raja Elf bersama dengan Ethan dan teman-temannya keluar melihat kegembiraan yang ada.
" Yang mulia!"
" Terima kasih atas kerja keras kalian!."
Dan mereka langsung disambut oleh sorakan penuh kebahagiaan dari para elf yang ada dibawah sana.
" Woah, mereka benar-benar sangat bahagia." Niu terpana melihat itu, ini bukan pertama kalinya dia melihat kejadian seperti ini. Tapi yang karena orang-orang yang ada dihadapan sana adalah Elf, semuanya jadi terasa berbeda.
Meliyana pun juga mengangguk setuju dengan hal itu, " Benar. Semuanya akhirnya bisa tenang didesa Elf kembali."
" Itu semua berkat kalian semua. Aku sungguh berterima kasih atas bantuan besar kalian ini, desa Elf berhutang kepada kalian." sang Raja pun membungkukan tubuhnya kepada mereka sebagai penghormatan.
Hal itu juga diikuti oleh para rakyatnya yang lain, sebuah pengakuan dan rasa hormat yang besar didapatkan oleh Ethan dan teman-teman nya dari para Elf.
Mereka saling pandang satu sama lain dan kemudian tersenyum, mereka pun balas membungkuk sebagai penerimaan kehormatan besar itu.
" Terima kasih kembali atas kemurahan hati anda yang begitu luas, yang mulia." ucap Ethan mewakili teman-teman nya.
Itu akan menjadi salah satu hari yang bersejarah dan membanggakan bagi mereka, bisa ikut membantu dan terlibat dalam penyelesaian masalah bangsa Elf adalah hal yang tidak akan pernah bisa ditemukan dua kali.
Sebagai peringatan atas hari yang membahagiakan ini, seluruh kerajaan Elf bersiap mengadakan pesta besar didesa mereka. Semua orang terlihat begitu senang dan bersemangat dengan hal itu, karena itulah, seperti nya ini akan menjadi pesta yang besar.
Dan ketika malam hari tiba, semua orang pun berkumpul dibawah pohon kehidupan, diaula terbuka dimana pesta itu akan berlangsung. Ethan dan yang lainnya terlihat begitu menawan dalam balutan gaun khas para Elf, itu membuat mereka merasa menjadi bagian dari bangsa yang ramah ini.
" Wah, ini benar-benar nyata! Aku tidak pernah menyangka kalau aku bisa berkesempatan hadir dalam pesta para Elf." Meliyana terlihat begitu bersemangat dengan hal yang dilakukan nya sekarang.
Niu yang berdiri disampingnya pun tersenyum dan menimpali, " Jangan khawatir, Mel. Bukan hanya kamu yang merasa seperti itu disini." ucapnya.
" Hehe... Tapi tetap saja."
Saat kemudian, perhatian mereka teralihkan kepada keluarga kerajaan yang datang dan berdiri diatas podium didepan sana. Ethan dan Kagura, sebagai perwakilan dari penguasa hutan juga ada diantara mereka..
Raja pun mulai bicara, " ....Semuanya. Terima kasih karena telah menyempatkan diri untuk datang ke pesta yang meriah ini. Pesta ini mungkin mendadak dan tidak terduga, tapi ini adalah rasa syukur kita terhadap kembalinya pohon kehidupan seperti sedia kala. Pohon yang telah lama menjadi pelindung kita, rumah kita, dan juga... ayah dan ibu yang menyayangi kita..."
Semua orang begitu fokus dan mendengarkan dengan khidmat, semua orang memiliki perasaan yang sama, pikiran yang sama. Dan itu sekarang terhubung ditempat ini, dan menambah kekuatan mereka untuk mencintai tanah yang mereka lindungi ini.
" ....Semua ini tidak akan terjadi jika tidak ada bantuan dari Pangeran Mahkota Foldes, dan juga teman-temannya. Terima kasih kepada mereka karena telah berbaik hati, membantu kita dalam membantu menyembuhkan pohon kehidupan dari ancaman yang ada. Karena itu, mulai hari ini, aku menyatakan bahwa Putra Mahkota Foldes dan teman-temannya adalah teman para Elf. Mereka akan selalu menjadi tamu kehormatan didesa Elf...."
Orang-orang menatap mereka dengan ekspresi penuh rasa terima kasih dan tepuk tangan yang meriah, Oscar dan yang lainnya pun tersenyum kepada mereka dan menganggukan kepala sebagai tanggapan. Jujur, jika dikatakan secara langsung hal ini membuat mereka sedikit malu...
Saat kemudian, Ethan maju dan mengambil alih posisi sang Raja diatas podium.
" ...Kepada Yang mulia Raja Elf, dan semua keluarga kerajaan Elf. Termasuk rakyatnya yang diberkati. Aku, Ethan Sanchez Sheillaveteos, mewakili teman-temanku yang ada disini, mengucapkan terima kasih banyak atas kemurahan hati yang begitu besar ini, kami akan berusaha menjaga hubungan baik ini. Dan tidak akan pernah melupakan keramahan yang kalian berikan kepada kami..."
Ethan bicara begitu lancar didepan sana, tegas dan berwibawa, membuat teman-temannya yang lain juga ikut bangga padanya. Seperti yang mereka harapkan dari Putra Mahkota sebuah kekaisaran besar. Dia harus bisa bicara didepan rakyatnya dan mendapatkan kepercayaan mereka.
Namun saat ini, Ethan tidak hanya ingin mengucapkan terima kasih dan hal biasa seperti itu...
" ...Lalu, ada sesuatu yang dititipkan kepadaku untuk kuberikan kepada penerus Kerajaan Elf.."
Dia mengatakan itu, dan membuat semua orang penasaran dengan apa maksudnya. Bahkan Sang Raja juga tidak tahu apa maksudnya...
Ethan tidak mengatakan apapun lagi, namun Kagura mendekat kearahnya dengan sebuah kotak cantik ditangannya. Dan kemudian, Kagura pun membukanya...
" Wahh.."
" Itu.."
Semua orang dibuat terkejut dengan apa yang ada didalam kotak itu, sebuah mahkota daun emas yang menancarkan cahaya yang indah. Itu mungkin terlihat biasa, namun bagi mereka yang tahu.. Itu bukanlah benda biasa.
Mahkota daun emas itu, adalah salah satu harta yang sangat berharga. Orang yang memakainya, akan menjadi penghubung dengan pohon kehidupan yang dipilih langsung olehnya.
Sebelum ini, mahkota itu telah diturunkan kepada kakak Putri Thesia, Putri Lumia, yang adalah penghubung yang baru selain ayahnya. Namun ketika Putri Lumia meninggal, mahkota itu hilang tanpa jejak ditempatnya. Karena hal itu, semua Elf percaya kalau tidak akan ada penghubung lain digenerasi selanjutnya setelah perguliran takhta.
Namun sekarang... Mahkota itu sekarang ada dihadapan mereka.
Ethan mengambil mahkota daun emas itu dengan kedua tangannya, kemudian ia pun menoleh dan menatap seseorang yang ada dihadapannya...
" Putri Thesia..." panggilnya.
Yang mana langsung menyadarkan Putri Thesia dari keterkajutan nya, " Ah...!"
Ethan hanya tersenyum kepadanya, namun Sang Putri tahu apa yang dia maksud.
Putri Thesia pun berlutut dihadapannya, dengan tangan kanan didadanya, dan kedua mata yang terpejam dengan sungguh-sungguh, dan Ethan pun menatap nya...
" Putri Thesia Anastasia Everia, dengarkan aku, aku akan menyampaikan perkataan pohon kehidupan kepadamu...." dia akan memulai upacara penobatan penghubung.
" ...Baik." dan Thesia telah memasang telinga nya dengan baik.
" ...'Putriku tercinta, Thesia, kau telah mengalami rasa sakit karena kehilangan yang besar. Maaf karena membuatmu menunggu begitu lama. Putriku sebelumnya, Lumia, telah berpulang kepangkuan ayah dari kematian, dan takdir besar yang lain akan menunggumu sebagai gantinya. Takdir sebagai pewaris takhta Elf, takdir sebagai penghubung, dan takdir... sebagai penjaga pohon kehidupan...
Apakah engkau, anakku tercinta akan menerima takdir itu? Meski mungkin kau akan menapaki jalan penuh duri yang sulit? Apakah engkau akan menerima tugas berat yang kuberikan kepadamu?'..."
Semua orang berdebar dengan penuh ketegangan, menanti jawaban dari Sang Putri...
" ....Iya, saya menerimanya."
...Dan ketika jawaban itu keluar, semua orang telah dilimpahi oleh berkat lainnya. Ethan pun juga tersenyum semakin lebar.
" Kalau begitu..." Ethan menurunkan mahkota itu, dan meletakannya diatas kepala Thesia dengan lembut dan hati-hati. " ...Mulai sekarang kau akan dikenal sebagai pewaris takhta secara sah, kau akan menjadi penghubung yang baru, dan berkat dari pohon kehidupan... akan selalu menyertaimu." ucapnya kemudian.
Thesia pun mengangkat kepalanya menatap Ethan yang ada dihadapannya, dan Ethan menganggukan kepalanya sebagai tanggapan. Thesia merasa terharu, ia pun kemudian bangkit dan berjalan lebih dekat kearah rakyatnya... Dan ia melambaikan tangannya kepada mereka.
" Yeyy!! Hidup putri Thesia! Hidup!!"
" Hidup penghubung yang baru!"
" Hidup pohon kehidupan! Hidup sang putri!!"
Orang-orang kembali bersorak menyambut putri mahkota mereka, dan juga penghubung dengan pohon kehidupan yang baru. Pesta yang penuh dengan kegembiraan pun berlangsung semalaman, dan semua orang tenggelam dalam rasa syukur itu.
...Termasuk Ethan dan yang lainnya.