Quennevia

Quennevia
Ethan dan Eclipse



[Season 2]


" Eclipse."


Sesaat setelah nama itu disebutkan, seluruh dunia yang mereka lihat berubah menjadi gelap. Seolah semua cahaya yang ada didunia ditelan oleh kegelapan, tak ada apapun yang bisa dilihat, di dengar atau dirasakan ditempat itu.


Hal tersebut hanya berlangsung sebentar, saat kemudian beberapa obar muncul disekitar mereka dan menyalakan api untuk menerangi tempat itu. Tak lama, suara langkah kaki terdengar tenang dan teratur disana. Bergerak dari balik kegelapan, dan mulai tersibak diantara obor dan cahaya redup.


" ....Kau memanggil."


Eclipse datang menjawab panggilan Ethan dan membawa mereka ke dimensi ruang miliknya sendiri.


Dia masih terlihat seperti biasanya, ekspresi nya tenang seperti air tanpa riak dan kali ini tidak ada senyuman. Hanya saja ekspresi nya terlihat lebih lembut dari sebelumnya.


Oscar dan yang lainnya hanya menghela nafas melihat nya, seperti biasanya dia selalu datang dengan kejutan. Tapi disisi yang lain, mereka terdiam tak bisa berkata-kata, ketika seseorang yang mirip seperti Ethan muncul dihadapan mereka. Bahkan Kharainza juga sama.


Disisi lain, Ethan hanya tersenyum kepadanya. Dan Quennevia juga menoleh kan kepalanya menatap Eclipse.


Dan ia pun berkata, " Iya. Bisakah aku minta sedikit bantuanmu?"


" Apa itu?" Eclipse sendiri langsung menanggapinya.


" Aku ingin minta bantuanmu untuk mengubah dia menjadi manusia."


Ethan berkata seperti itu sambil melirik Kharainza dibelakang sana, Eclipse sendiri memiringkan kepalanya mendengar itu.


" ....Kenapa?"


" Karena itu perjanjian."


" Hmm..."


Eclipse terlihat memikirkan itu dengan seksama, tapi ada sesuatu yang baru Ethan sadari dari tatapannya. Tatapan Eclipse terus tertuju kepada Quennevia, ia berpikir apakah itu aneh dimata nya? Itu karena tatapannya seperti berkata 'Benda apa ini', dan Ethan sama sekali tidak bisa berkata-kata melihat itu.


" Itu... Jadi bagaimana mana??" jadi ia memutuskan untuk bertanya kembali.


" Hm... Tidak mau." dan itulah jawaban yang diberkan oleh Eclipse padanya.


" Kenapa?"


Eclipse kembali terlihat memikirkan alasan yang bagus untuk ia berikan setelah menolak permintaan Ethan, dan apa yang ia pilih adalah. "...Aku tidak mood." dia berkata seperti itu sambil membuang wajahnya kearah lain.


Dan itu benar-benar mengejutkan sampai-sampai Ethan mematung kembali tak bisa berkata-kata mendengarnya, teman-temannya yang lain juga sama. Mereka tidak percaya alasan tidak masuk akal itu akan keluar dari mulutnya hanya untuk menolak permintaan Ethan.


" Woy!! Perjanjian ini penting! Kita butuh itu!." ucap Arkan sambil berteriak mewakili Ethan menyerukan pendapatnya.


" Sebelumnya kau sendiri yang gembar-gembor ingin membantu Ethan! Kenapa sekarang berubah pikiran?!" Niu juga ikut dalam hal ini.


" Tidak mau."


Akan tetapi Eclipse tetap kukuh dengan pendiriannya dan malah berbalik membelakangi mereka, mereka sampai tidak percaya kalau dia adalah orang yang pernah mereka coba lewati sebelumnya. Arkan dan Niu tercengang melihatnya.


Sementara itu, " Hmm.." Ethan memikirkan sesuatu yang bisa membuat Eclipse membantunya, berpikir dengan meletakan jari didagunya. Saat kemudian Quennevia menepuk pipinya berusaha mengalihkan perhatian nya. Tentu saja hal itu membuat Ethan menoleh kearahnya.


Ketika melihat tatapan Quennevia yang terlihat polos dalam bentuk anak kecil nya, Ethan jadi menyadari sesuatu. Dan ia pun tersenyum sebelum mengalihkan kembali perhatian nya kepada Eclipse, yang juga diikuti oleh Quennevia sendiri.


Ia pun berkata, " Eclipse, jika kau membantuku mengubah Kharainza menjadi manusia, aku akan memberimu hadiah." Eclipse tetap bergeming dengan posisinya sekarang, jadi Ethan pun melanjutkan ucapannya. " Ayo jalan-jalan disini bersama."


Teman-temannya menatap Ethan aneh setelah mengatakan itu, karena bagi mereka itu tidaklah spesial untuk dijadikan hadiah.


Tapi bagi Eclipse, itu berbeda. Saat Ethan mengatakan itu, ia terlihat sedikit kaget. Sesuatu berhasil mengusiknya. Dan setelah tetap diam selama beberapa detik, ia pun langsung menoleh dengan ekspresi seolah menantikan nya. Dan ia pun bertanya untuk memastikan kembali hal itu...


" Kita sepakat??"


" Akan kulakukan."


Setelah mendapatkan pembenaran darinya, Eclipse langsung berjalan melewati Ethan kearah Kharainza. Ethan sendiri hanya tersenyum sambil mengatupkan kedua matanya senang dengan respon baiknya. Sementara yang lainnya semakin bingung dengan situasi yang terjadi saat ini.


Kini Eclipse berdiri tepat didepan nya, jujur saja Kharainza sedikit ragu dengan keputusan ini, namun tidak ada ruang lagi bagi nya memikirkan hal tersebut. Eclipse mengangkat tangan kanannya kearah Kharainza, membuatnya terkurung dalam sebuah bola energi, dan mengambang ke udara.


Tapi sebelum semuanya dimulai, dia menanyakan itu untuk terakhir kalinya. " .... Kau yakin tidak apa-apa, kan?"


" Jangan khawatir, Eclipse handal melakukan ini. Kau tidak perlu meragukan kemampuan adikku, mau bagaimana pun dia benar-benar sudah mendapatkan kursinya, lho." ucap Ethan menanggapinya.


" Akan kulakukan dengan cepat." sahut Eclipse sendiri, saat kedua matanya menyipit lebih tajam. " Bersiaplah untuk rasa sakit." lanjutnya.


Kharainza menelan ludah dalam peringatan itu, karena apa yang dia katakan bukanlah candaan.


****


# Beberapa hari kemudian...


Kapal yang ditumpangi oleh rombongan Sakura dan Ethan kembali bersandar dipelabuhan dengan selamat dan lebih cepat ketimbang saat mereka datang, mereka tiba hanya dalam waktu 2 hari, dan mereka langsung disambut oleh beberapa anggota keamanan lain segera setelah kedatangan nya. Yukio, Mamika, dan Lucy keluar dari dalam kapal lebih dulu bersama dengan seorang lagi yang terbaring diatas tandu darurat.


" Tuan Yukio, senang karena anda telah kembali dengan selamat. Bagaimana dengan ekspedisi yang anda katakan?" tanya salah seorang dari para penyambut disana.


" Iyah, semuanya berjalan lancar. Terima kasih karena kalian telah bekerja keras saat kami tidak ada." sahut Yukio pula dengan ramah.


" Tidak, itu memang tugas kami. Lebih daripada itu, siapa orang itu??"


Semua perhatian tertuju kepada orang yang terbaring itu, Kharainza tepatnya. Dia terlihat sangat letih, dan ekspresi nya benar-benar suram hingga rasanya menakutkan.


" Ah, dia? Kami menemukannya dikutub utara, dia hampir membeku." jawab Lucy sambil tersenyum lebar menanggapinya, " Bukankah begitu, Tuan Kharainza??" dan ia bahkan meminta pembenarannya.


Saat Kharainza pun menghela nafas panjang, " Haa... Jangan mengajakku bicara. Seluruh tubuhku rasanya sakit sampai rasanya mau mati." dan begitulah tanggapannya.


" Memang seperti apa rasanya sampai mau mati??"


" Haa... Rasanya seperti... seluruh bagian tubuhmu ditarik sampai putus satu persatu."


Suasana disana seketika berubah menjadi hening dan juga dingin. Mereka tidak bisa mengatakan apapun lagi setelah mendengar Kharainza bicara horor seperti itu.


Tapi, menurut Ethan itu memang sangatlah wajar. Memisahkan esensi asli dari jiwa seseorang bukanlah hal yang biasanya dilakukan secara paksa, itu harusnya terjadi dalam bentuk reinkainasi atau makhluk itu memang diberikan kesempatan untuk menjadi manusia seutuhnya dengan beberapa syarat. Sementara yang dilakukan Kharainza, itu sama seperti memaksa untuk melepaskan perangko yang sudah menempel kuat disurat, dan berniat menggantinya dengan yang baru tanpa merusak atau membuatnya lecek.


Jika saja gagal, bukan hanya dia tidak bisa jadi manusia, tapi tubuh dan jiwanya juga akan tercabik-cabik. Karena itu, wajar jika Kharainza masih merasakan efek rasa sakit dari pemisahan itu pada tubuh dan mentalnya.


Untunglah semuanya berjalan sukses, dan Kharainza telah menjadi manusia. Sementara esensinya yang telah terpisah dari Kharainza, Ethan meminta Eclipse untuk menyimpan itu, untuk diberikan kepada makhluk yang akan menggantikan posisinya dimasa depan nanti sebagai salah satu pilar penyangga dunia.


Sementara itu, suasana disana masih canggung karena apa yang Kharainza katakan. Karenanya, untuk mengganti suasananya, salah satu dari mereka mengalihkan percakapan ini.


" Anu... Itu, lalu bagaimana dengan sisa orang yang anda bawa?"


" Huh??"


" Bukankah anda membawa lebih banyak orang ketika berangkat? Nona Sakura juga.."


" Ah, mereka..." Yukio memikirkan nya sekarang, apa yang Ethan dan teman-teman nya lakukan. " Entahlah... Mereka langsung melompat kegirangan ketika melihat kota dari jauh, mereka pergi lebih dulu, jadi mungkin mereka sedang berjalan-jalan dikota saat ini."


" Ya??"


Sementara orang-orang yang tidak tahu apapun itu kebingungan dengan apa yang ia katakan, Yukio, Mamika dan Lucy hanya tersenyum memikirkan mereka.


Dan seperti yang Yukio katakan, saat ini... Ethan dan yang lainnya sedang menikmati festival yang ada dikota.